Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 94


__ADS_3

Keynan menatap bekal makan siangnya yang dibuatkan oleh istri tercintanya sambil duduk disamping tempat tidur Biola yang masih tidak sadarkan diri.


Perlahan Keynan mulai membuka bekal makan siangnya. Keynan melebarkan senyumannya saat melihat hidangan kesukaannya ada didalam bekal makan siangnya.


"Makasih sayang, makasih untuk kejutan terindah yang telah kamu siapkan untukku. Aku sangat menyukai kejutanmu. Dan maaf karena gara-gara kamu menyiapkan kejutan untukku, kamu jadi harus kelelahan." Ucap Keynan sambil mengelus rambut istrinya lalu mencium kening istrinya dengan penuh kelembutan.


Keynan mulai melahap semua makan siangnya yang dimasakan oleh istri tercintanya. Keynan tampak sangat menyukai masakan istrinya dan melahap semua bekal makan siangnya dengan lahap sampai habis tak tersisa.


"Aku baru tahu kalau kamu jago masak sayang. Masakanmu memang yang paling enak. Makasih ya sayang." Ucap Keynan lembut setelah melahap semua bekal makan siangnya.


Tak berapa lama Keynan mulai menguap karena kekenyangan. Ia melihat kearah kasur yang ditempat oleh istrinya. Kasur yang ditempati oleh istrinya itu cukup luas karena ruangan tempat Biola dirawat itu adalah ruangan VIP yang terlihat luas dan mewah.


Tanpa pikir panjang Keynan langsung merebahkan tubuhnya disamping istrinya sambil memeluk tubuh istrinya karena itu adalah kebiasaan Keynan sebelum ia tertidur yaitu memeluk tubuh istrinya lalu pergi tertidur.


Tanpa menunggu lama Keynan sudah tertidur sambil memeluk istrinya.


••••••••


Disisi lain Darius tampak termenung disebuah hotel mewah yang ada di Jakarta. Ia masih memikirkan pertemuannya dengan Biola beberapa jam yang lalu.


"Sial! Aku yakin kalau menantu keluarga Kristian itu adalah keponakanku. Tapi kenapa liontin hati malaikat yang bagaikan legenda dikeluarga Alexa bisa berada padanya? Apa keponakanku adalah orang yang ditakdirkan? Jadi cerita tentang penyihir agung itu benar-benar ada? Ahhh..!!!! ini benar-benar membuat kepalaku pusing!!" Teriak Darius sambil mengacak-ngacak rambutnya.


Sebenarnya keluarga Alexa adalah keluarga penyihir terbesar dan satu-satu di Eropa waktu dulu. Tapi seiring berjalannya waktu orang-orang sudah melupakan tentang asal-usul keluarga Alexa. Dan tidak mempercayai lagi tentang penyihir yang menurut mereka hanyalah mitos belaka.


Seluruh keluarga Alexa memiliki kemampuan alami mereka sejak lahir. Namun kemampuan itu harus dilatih terlebih dahulu. Jika tidak dilatih maka tidak ada gunanya dan mereka akan hidup layaknya seperti manusia bisa. Contohnya Viola dan Darius yang sengaja tidak Tuan Davindra Alexa latih kekuatan sihir mereka.


Tuan Davindra Alexa memiliki alasan khusus kenapa dia tidak melatih kedua anaknya kekuatan sihir. Karena setiap orang dari keluarga Alexa yang telah mengaktifkan kekuatan sihir mereka maka orang itu akan menjadi incaran bagi orang-orang jahat untuk dijadikan tumbal.


Itu sebabnya Tuan Davindra lebih memilih menjadi manusia biasa dari pada harus kehilangan orang yang dia sayangi lagi dan lagi. Karena dari sekian banyak keluarga Alexa dimasa lalu kini hanya tersisa Tuan Davindra dan anak-anaknya saja sebagai keturunan asli keluarga Alexa.


Berbeda halnya dengan orang yang terpilih. Mereka bisa saja keturunan keluarga Alexa atau pun bukan. Yang pasti orang yang terpilih bisa menggunakan kekuatan dari liontin hati malaikat sesuka hati mereka. Dan dapat menjadi seorang penyihir agung yang sangat dihormati dimasa lalu.


Orang yang terpilih juga dapat dengan mudahnya mengaktifkan kekuatan penyihir mereka melalui liontin hati malaikat tanpa perlu perlatihan sama-sekali.


Bahkan kalung hati malaikat dapat menyembunyikan aura kekuatan dari sang pemiliknya. Jadi itu sebabnya sampai saat ini Biola masih hidup dan belum menjadi incaran bagi orang-orang jahat.


Sebenarnya masih banyak lagi rahasia dibalik liontin hati malaikat yang bahkan keluarga Alexa sendiri tidak mengetahuinya. Mereka hanya mengetahui kalau orang yang dipilih oleh liontin itu nantinya bisa menjadi penyihir agung seperti sebelumnya.


Kalung itu memang tidak memiliki kekuatan untuk menolong seseorang dari maut. Namun dia bisa membantu atau menuntun seseorang untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Dan membimbing seseorang agar tetap semangat sehingga dia bisa kembali kekeadaan yang semula.


Darius terus memikirkan tentang Biola dan liontin hati malaikat sampai membuat kepalanya pusing sendiri.


Tiba-tiba ponsel Darius berdering. Darius mengalihkan pandangannya kearah ponselnya. Dengan cepat Darius mengambil ponselnya dan mengankat teleponnya.

__ADS_1


"Ya ada apa?" Tanya Darius dengan nada dinginnya tanpa melihat nama kontak yang meneleponnya.


"Darius, aku ingin mulai bertindak. Aku tidak mau menunggu terlalu lama. Aku ingin membalaskan dendamku secepatnya." Jawab seseorang diserbang sana.


Darius mengerutkan dahinya sambil melihat layar ponselnya yang tertera nama Bayu.


"Ya Bay, kamu tadi ngomong apa? Maaf tadi aku agak sedikit banyak pikiran jadi tidak mendengar ucapanmu terlalu jelas." Jawab Darius sambil memijit-mijit dahinya.


"Aku ingin menjalankan rencana balas dendamku. Aku tidak akan membiarkan kedua pasangan gila itu berhagia. Mereka harus merasakan apa akibatnya setelah menghancurkan keluargaku." Jelas Pak Bayu dengan nada tegasnya dan dipenuhi oleh dendam.


"Hmm... baguslah kalau begitu. Semakin cepat sampah-sampah itu diberesihkan maka tidak akan ada lagi sampah-sampah berserakan disekelilingmu." Jawab Darius dengan santainya.


"Baiklah aku akan sangat senang hati menyiksa anak buah barumu itu Darius." Jawab Pak Bayu sambil tersenyum licik.


Pak Bayu dan Darius pun mengangkiri panggilan telepon mereka.


"Lihat saja pembalasanku Mirna, Miko. Kalian pasti tidak akan pernah bisa hidup dengan tenang." Gumam Pak Bayu sambil mengepalkan tangannya.


Pak Bayu mengeluargan dompetnya dari saku celananya dan membuka dompetnya. Disana terlihat ada sebuah foto seorang ibu yang sedang memangku seorang bayi perempuan. Ya foto itu adalah foto Ibunya Biola dan Biola waktu bayi. Pak Bayu sengaja membawa foto itu saat meninggalkan keluarga Anggara sebagai penyemangatnya.


"Nak, Ayah sangat merindukanmu. Maafkan Ayah karena telah bertindak sejauh ini hanya untuk balas dendam. Ayah melakukan ini karena Ayah ingin melindungimu dari mereka. Ayah takut mereka akan melukaimu lagi dan berencana membunuhmu seperti mereka membunuh Ibu mu. Jadi itu sebabnya Ayah memutuskan untuk menjadi bayang-bayangmu dan melindungimu dari belakang." Gumam Pak Bayu sambil mengusap foto Biola waktu bayi.


Bola mata Pak Bayu mulai mengarah kearah wajah almarhumah istrinya yang sedang memggendong Biola difoto itu.


Pak Bayu sendiri belum mengetahui kalau putrinya saat ini sedang mengandung. Karena sejak kepergiannya dari Indonesia, Pak Bayu sudah tidak mengetahui kabar dari putrinya lagi.


•••••••


Biola menggeliatkan tubuhnya dan perlahan membuka matanya. Biola menatap sekelilingnya yang tampak asing baginya.


"Tunggu? Ini dimana? Kenapa aku bisa ada disini? Aww...." Biola tak sengaja menarik tangannya yang di infus sehinga membuat Biola meringis kesakitan.


Biola menatap lengannya yang di infus lalu beralih menatap tangan besar yang memeluk pinggangnya dari samping.


Biola menatap wajah suaminya yang tertidur dengan wajah polosnya sambil memeluk tubuhnya dengan manjanya. Biola menghembuskan nafasnya dengan pelan sambil mengelus kepala suaminya dengan penuh kelembutan.


Biola menatap kearah bekas dari bekal makan siang yang ia buat untuk Keynan. Biola menyunggingkan senyumannya saat melihat bekal buatannya itu sudah ludes tak tersisa.


"Pfft..... hahaha... dasar suami rakus. Dia makan semua makan siang buatanku yang sengaja aku buat untuk porsi berdua seorang diri. Padahal aku juga berencana ingin ikut makan siang bersamanya jadi aku sengaja membuatkan dua porsi bekal makan siang. Tapi tak ku sangka kejadian buruk akan terjadi dan merubah rencana kejutanku." Ucap Biola sambil terkekeh membayangkan Keynan yang begitu lahapnya memakan bekal makan siang buatannya.


Tapi tak lama dari itu tiba-tiba raut wajah Biola berubah. Ia kembali mengingat saat kejadian dikantor suaminya.


"Alexa? Kenapa nama itu terus mengiang-ngiang di ingatanku. Seolah-olah aku pernah memiliki ingatan tentang keluarga itu. sebenarnya apa hubunganku dengan keluarga Alexa? terus siapa orang kasar itu? Kenapa dia memiliki marga Alexa? Lalu ada apa dengan raut wajahnya yang seolah-olah sangat terkejut saat melihatku." Batin Biola dengan bingungnya.

__ADS_1


Tiba-tiba Keynan terbangun dari tidurnya dan melihat istrinya sudah terbangun dari pingsannya dan duduk ditempat tidurnya.


Tanpa permisi Keynan langsung mencium pipi istrinya yang sedang melamun memikirkan keluarga Alexa.


"Key!? Kau sudah bangun?" Tanya Biola terkejut.


"he'em..." Jawab Keynan manja sambil memeluk tubuh istrinya dan menyandarkan dagunya dibahu Biola.


"Key, kita gak lagi dirumah jangan manja-manja kayak gini." Keluh Biola.


"Emang kita dimana sayang?" Tanya Keynan linglung.


"Bukannya kamu yang bawa aku kesini?!" Ucap Biola dengan kesalnya.


Keynan tampak mengingat-ngingat lalu tak berapa lama Keynan malah cengengesan sendiri sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bagai mana keadaanmu sayang? Apa masih ada yang pusing? atau ada yang sakit?" Tanya Keynan khawatir.


"Aku baik-baik saja Key." Jawab Biola sambil tersenyum.


"Lain kali jangan gitu lagi ya sayang!" Ucap Keynan yang membuat Biola mengerutkan keningnya binging.


"Jangan buat dirimu kelelahan hanya untuk membuat kejutan untukku. Aku sangat takut saat melihat kamu pingsan pada saat itu. Aku takut kehilangan kalian berdua." Lanjut Keynan dengan lembut dan mengusap perut rata istrinya.


Sementara wajah Biola sudah sangat merah seperti tomat yang sudah matang saat mendengar ucapan Keynan yang telah mengetahui rencananya yang gagal sehingga membuat Biola malu dan tidak mau mengakuinya.


"Siapa yang membuat kejutan untukmu? Aku tidak membuat kejutan apa-apa." Jawab Biola dengan pipi merah mudanya.


"Oh ya? Terus bekal makan siang terenak itu bukannya buat aku?" Tanya Keynan yang mulai menggoda istrinya.


"Gak aku gak buat kejutan apa-apa." Elak Biola.


"Kalau begitu yang Mama bilang maksa pengen masak dan memberikan kejutan untuk suami tercintanya sampai merengek-rengek kalau dilarang itu siapa ya?" Tanya Keynan sambil pura-pura berpikir.


Biola memonyongkan bibirnya beberapa centi sambil melipat kedua tangannya didada.


"Iya itu aku, puas kamu!!" Ucap Biola dengan kesalnya.


"Makasih sayang, masakanmu memang yang paling enak. Tapi untuk sekarang jangan sering-sering kerjain kerjaan yang berat ya sayang. Kasian princess Daddy nanti ikut kecapekan." Ucap Keynan sambil mengelus perut rata istrinya lagi.


"Ih Keynan! Jangan gitu nanti gimana kalau anak kita laki-laki? masa dia mau dipanggil princess?" Tanya Biola sambil mengerutkan dahinya.


"Habisnya si baby minta yang manis-manis mulu jadi aku pikir baby nya perempuan. Padahal aku paling gak suka makanan manis-manis dari dulu. Tapi demi dia aku jadi suka. Gigiku bahkan udah hampir mau bolong-bolong gara-gata ngidam es krim, coklat, gulali, dan masih banyak makanan manis lainnya." Adu Keynan dengan wajah mengeluhnya. yang membuat Biola tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Sungguh ngidam yang aneh, pikir Biola. Karena selama ini kalau ngidan ya pasti yang mengalaminya Ibu hamil, nah ini malah suminya ditambah kalau ngidam biasanya kan selalu mau yang asem-asem tapi khusus buat Keynan malah yang manis-manis.


__ADS_2