
PLAKKK....
Satu tamparan mendarat dipipi kiri Mona yang mulus sampai-sampai ia tersungkur kelantai. Tamparan itu berasal dari tangan Pak Bayu, Ayah dari Mona dan Biola.
"A _ Ayah..." Lirih Mona berurai air mata.
"Siapa yang mengajarkanmu berbicara sekotor itu kepada Kakakmu dan Kakak iparmu hah!!" Bentak Pak Bayu setelah menampar putri bungsunya.
Sementara Mona hanya bisa menangis dan memegangi pipinya yang terasa perih dan memerah karena ditampar oleh Ayahnya. Mama Mirna yang melihat keadaan putrinya pun segera membantu putrinya dengan berlinang air mata.
Semua orang tampak terkejut dengan adegan yang ada dihadapan mereka. Terutama Biola dan Key yang saat ini ada dihadapan Mona.
"Minta maaf sama Kakak dan Kakak iparmu atau kamu tidak akan aku anggap dikeluarga Anggara." Ancam Pak Bayu yang sontak saja membuat Mama Mirna kaget dan memohon-mohon pengampunan kepada suaminya.
Sungguh Pak Bayu merasa sangat malu kepada menantunya dan anak sulungnya.
"Mas tolong maafkan perkataan Mona. Dia hanya salah bicara. Iya kan Mona?" Ucap Mama Mirna memohon pengampunan kepada suaminya.
"Minta maaf kepada kakak dan kakak iparmu. Dan kamu jangan ikut campur (tunjuk pak Bayu kepada Mama Mirna) cepat!" Bentak Pak Bayu.
Tama yang sebagai kekasihnya Mona hanya bisa mengundurkan diri kebelakan. Sungguh dia tidak ingin reputasi keluarganya hancur hanya karena seorang wanita bodoh yang membuat keributan dipesta seorang konglomerat. Itulah pikir Tama saat ini.
"Kenapa aku harus minta maaf hah! Apa yang aku omongin itu benar apa adanya. Si Biola anak haram kesayangan Ayah itu memang istri simpenan peria tua dan laki-laki itu hanya seorang laki-laki murahan yang sering disewa tante-tante bukan kakak iparku. Anak sulung kesayangan Ayah itu tidak lebih dari seorang wanita murahan sama seperti ibunya." Bentak Mona dengan mata yang menajam kearah Ayahnya.
Pak Bayu yang mendengar ucapan anak bungsungnya langsung mengepalkan tangannya. Emosi yang sedari tadi ia tahan-tahan kini sudah memuncak. Bagai mana tidak, Mona sudah menghina anak sulungnya dan suami anak sulungnya ditambah dia menghina almarhum orang yang dia cintai.
Sungguh jika Mona adalah anak laki-laki mungkin saat ini dia sudah babak belur dihajar Ayahnya sendiri.
Sedangkan Keynan yang sedari tadi menahan emosinya karena adik iparnya itu menghina istrinya pun kini sudah tidak bisa menahannya lagi. Key tidak memperdulikan lagi jika Mona adalah seorang wanita. Yang dia pedulikan saat ini adalah menampar mulut kotor Mona yang sangat menjijikan baginya.
__ADS_1
PLAAKKK.....
Satu tamparan mendarat dipipi kanan Mona. Tamparan itu bukan lagi dari Ayahnya ataupun Keynan yang tersulut emosi. Melainkan dari Biola yang sedari tadi mendengarkan dan menonton derama pertengkaran Ayah dan anak itu.
Namun Karena Mona membawa-bawa almarhum Mamanya dan menghinanya jadi membuat Biola jadi geram dan amarahnya yang selama ini tak pernah ia perlihatkanpun kini terlihat sangat mengerikan.
Sungguh amarah orang yang pendiam itu lebih mengerikan dari pada amarah orang yang sering marah-marah setiap harinya.
Bahkan semua orang yang melihatnya pun langsung terdiam melihat adegan yang sangat sadis dihadapan mereka. Bagai mana tidak sadis, hanya satu tamparan dari Biola dipipi Mona membuat bibir Mona mengeluarkan darah yang cukup banyak sampai-sampai Mona batuk-batuk darah.
Semua orang yang melihatnya pun tampak merinding dan ngilu. Apa lagi ditambah aura dingin yang mencekam yang keluar dari tubuh Biola sudah membuat semua tamu undangan dipesta itu terdiam dan bungkam. Seolah-olah mereka sedang melihat hewan buas sedang memangsa mangsanya dengan begitu rakusnya.
Ternya isu-isu di Universitas Biola itu benar kalau Biola sampai marah maka semua orang akan kena getahnya bahkan orang yang hanya numpang lewatpun akan merasakan amarah dari Biola.
Keynan yang baru melihat kesadisan istrinya hanya bisa melongo tak percaya. Istri yang selama ini ia kenal imut dan menggemaskan menurutnya ternyata memiliki sisi yang sangat mengerikan.
"Sudah kuduga kau akan melakukan ini. Sepertinya aku harus memberikanmu sedikit pelajaran baru kau akan mengerti. Tapi jika kamu tidak mau mengerti maka bersiap-siaplah untuk mendapakan hukuman yang akan membuat lo menyesal seumur hidup lo. Lo boleh menghina gue semau lo. Tapi lo harus inget kalau Mama gue tidak ada sangkut pautnya dengan rasa iri lo yang berlebihan terhadap gue. Selama ini gue diam dengan tingkah laku lo bukan berarti gue ngalah kepada lo. Gue diam karena gue benci harus berkomunikasi dengan manusia rendahan seperti lo. Gue bukanlah orang yang suka main kekerasan seperti ini jika orang itu tidak menyalakan api diatas bensin." Ucap Biola dengan nada dinginnya sambil memegang dagu Mona dengan tangan kanannya dan memandang rendah Mona yang saat ini sedang terduduk lemas dilantai karena tamparan kuat Biola yang membuat Mona tersungkur kelantai lagi.
Tentu saja sejak awal Biola sudah tahu kejadian ini akan terjadi karena melihat dari ramalannya. Maka dari itu Biola harus memberikan Mona pelajaran agar Mona tidak berani mengganggunya lagi. Apa lagi menghina almarhumah ibunya.
Keynan sangat takjub dengan kebengisan istrinya. Sungguh dia belum tahu tentang kesadisan istrinya selama ini. Karena selama Biola bersamanya, Biola selalu bertingkah lemah dan menggemaskan bahkan sikap dingin dan cueknya hampir tak terlihat dimata Keynan. Mungkin bisa dibilang cinta buta.
Biola melepaskan tangannya dari dagu Mona dan menghempaskannya kesamping.
"Ada apa ini?" Tanya Pak Raihan yang melihat keributan dipestanya bersama Mama Kania.
Mereka berdua datang sangat tergesah-gesah pada saat seorang pengawal mengatakan ada keributan dipestanya. Tapi pengawal itu tak berani melerai karena Tuan Muda mereka yang tidak memberi mereka perintah.
Mama Kania menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya pada saat melihat adik dari menantunya terduduk lemas dilantai dengan darah yang keluar banyak dari sudut bibirnya. Bahkan dia sampai terbatuk-batuk.
__ADS_1
"Ya ampun ada apa ini?" Pekik Mama Kania panik.
Key yang menyadari situasi menjadi semakin rumitpun segera angkat bicara.
"Maaf sebelumnya Ayah mertua. Sebaiknya Ayah mertua membawa putri bungsu Ayah kerumah sakit. Dan untuk biaya pengobatannya akan ditanggung oleh keluarga Kristian." Ucap Key yang menyadarkan lamunan Pak Bayu dari kesadisan putri sulungnya yang selalu terlihat pendiam.
Pak Bayu tak pernah tahu kalau putri sulungnya ternyata memiliki sisi seperti itu. Sungguh Pak Bayu sangat malu pada dirinya sendiri karena dia tidak tahu sifat asli kedua putrinya terutama sifat Biola, putri sulungnya.
"Tidak nak, ini semua memang salah Mona. Aku akan mendidik dia lagi dengan benar. Saya mohon maaf atas tingkah Mona yang tidak tahu malu." Kata Pak Bayu sopan. Sungguh dia sangat malu kepada keluarga besannya terutama kepada putri sulungnya yang sudah dicaci maki oleh anak bungsunya.
"Tidak Ayah, saya tidak pantas mendapatkan kata maaf dari Ayah mertua." Ucap Keynan sopan kepada Ayah mertuanya. Meski Key sendiri kesal dengan sikap Ayah mertuanya yang tidak menganggap istrinya tapi dia sebisa mungkin bersikap sopan kepada Ayah mertuanya.
"Ada apa ini Key?" Tanya Pak Raihan yang tidak tahu apa-apa.
"Nanti aku jelaskan Pah." Jawab Key memberi kode kepada Papanya.
Semua orang sangat kaget terutama Mama Mirna dan Mona pada saat Key memanggil Pak Raihan 'Pah' mereka semua sebelumnya tidak tahu wajah anak semata wayang Pak Raihan. Karena anak semata wayang keluarga Kristian itu sangatlah tertutup dan jarang muncul dipemberitaan publik.
"Meskipun begitu aku tetep minta maaf sebesar-besarnya atas ketidak sopanan anak Bungsuku." Ucap pak Bayu sambil membungkukan tubuhnya.
Sungguh melihat Ayahnya merendahkam diri kepada orang lain hanya karena ulah anak bungsunya membuat Biola sedih. Dia merasa seperti orang asing dimata Ayahnya. Dadanya tiba-tiba terasa sesak. Amarahnya kini sudah sangat memuncak tapi sebisa mungkin ia tahan.
Toh selama ini dia selalu tidak peduli. Tapi entah kenapa dengan malam ini, dia menjadi peduli dengan hal-hal sekecil ini. Sungguh hatinya sangat sakit ketika melihat Ayahnya seperti menganggapnya seperti orang asing didalam hidupnya.
Pak Bayu, Mona dan Mama Mirna pergi dari pesta keluarga Kristian. Mama Mirna tidak menyangka jika menantu dari anak tirinya itu merupakan seorang kongromerat terkaya bukan seorang peria tua miskin. Dia sangat kesal karena menuruti Mona untuk membatalkan perjodohan itu dulu begitu juga Mona yang sama-sama menyesal seperti Mamanya.
"Awas kamu Biola, aku pasti akan merebut semua yang kamu miliki." Ucap Mona dalam hati sambil dipapah oleh Mama Mirna.
Sungguh hati dan fikiran Mona saat ini sedang ditutupi oleh rasa balas dendam. Sampai-sampai dia lupa dengan rasa takut dan ancaman Biola tadi.
__ADS_1
________________________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya guys 😘