
Eros mulai mengamuk dan menumbangkan pohon-pohon besar yang ada dihutan untuk meredamkan amarahnya.
"KENAPA? KENAPA AKU HARUS MEMILIKI PERASAAN INI? AKU INGIN BERSAMANYA DAN MENJAWAB PENGAKUAN CINTANYA. TAPI KERNAPA TAKDIR TIDAK MEMBUAT KITA BERSAMA!!" Teriak Eros dengan begitu kencangnya sambil meneteskan air matanya.
Malam pun tiba dan Eros masih mengamuk. Hingga cahaya hitam datang dan menghampiri Eros.
"Apakah kamu Angelous tou Erota?" Tanya cahaya hitam itu kepada Eros.
Eros menatapnya dengan tatapan terkejutnya. Ia bahkan sampai menghentikan kegiatan mengamuknya saat mendapati cahaya gelap itu.
"Kamu iblis? Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Eros terkejut. Ditambah cahaya hitam itu memiliki kekuatan yang sangat kuat.
"Aku bukan iblis. Aku adalah penguasa kegelapan. Kau mengamuk didekat daerah kekuasaanku jadi aku sangat tertarik dengan seorang makalikat cinta agung yang mengamuk sepertimu." Ucapnya dengan nada yang menggema dan membuat manusia yang mendengarnya akan merinding ketakutan.
Eros sangat terkejut saat mendengar ucapn cahaya hitam itu. Ia mulai mengaktifkan kekuatannya dan merasakan hawa kekutan gelap didaerah sekitarnya.
"Sial! Daerah ini memang perbatasan dengan dunia kegelapan. Kenapa aku tidak menyadari hal ini sebelumnya." Gumam Eros dengan terkejutnya.
"Gimana mau nyadar kalau kamu sedari tadi mengamuk." Balas Keynan didalam tubuh Eros yang tak akan bisa terdengar oleh Eros.
Eros membalikan tubuhnya dari cahaya itu dan mulai merenggangkan sayapnya untuk meninggalkan tempat itu.
"Tunggu!" Teriak cahaya kegelapan itu kepada Eros.
"Apa yang kamu mau? Aku tidak memghancurkan tempatmu jadi kenapa kau menghalangi jalanku?" Tanya Eros dengan dinginnya kearah penguasa kegelapan itu.
Bruk....
"Ambilah buku itu, didalam buku itu tersimpan sebuah cara untuk masalah yang kamu hadapi saat ini." Penguasa kegelapan itu melemparkan sebuah buku tebal kehadapan Eros.
"Kenapa kamu mau membantuku?" Tanya Eros dengan herannya sambil mengambil buku itu yang tergeletak ditanah dihadapannya.
"Hahahaha......
Aku tidak membantumu Angelous tou erota. Didalam buku itu hanya terisi kekuatan kegelapan. Jika kamu mempelajarinya maka kamu akan menghianati kaum mu. Dan itu akan membuat dunia kegelapan senang melihat kehancuran kaum mu. Karena mereka akan kehilangan seorang malaikat berbakat sepertimu." Ucap penguasa kegelapan itu sambil tertawa.
Keynan mengepalkan telapak tangannya dan mencengkram buku itu dengan kuat.
"Sialan kau! Aku tak sudi membaca bukumu ini!" Bentak Eros sambil ingin membanting buku itu.
"Meski pun begitu. Didalam buku itu terdapat sebuah cara untuk bereinkarnasi dan mempersatukan kamu dengan orang yang kamu cintai itu dikehidupan berikutnya. Meskipun taruhannya sangat berat dan kutukan yang tidak ada habisnya. Tapi semua itu dapat dihilangkan kalau kamu menemukan caranya." Ucap penguasa kegelapan itu lalu menghilang dari hadapan Eros.
Eros termenung sambil menatap buku dari pengusa kegelapan itu.
"Apa yang harus aku lakukan. Aku sangat ingin bersamanya. Bolehkah aku egois dan menghianati kaumku demi seorang wanita yang aku cintai? Tapi mereka tidak mengizinkan aku untuk bersama denganya. Mereka justru akan memisahkanku darinya. Jadi apa yang harus aku pilih?" Batin Eros sambil menatap buku itu dengan tatapan kosongnya.
••••••
__ADS_1
Sudah 2 bulan lamanya Eros tidak menemui Elza lagi. Dan itu membuat rasa rindu dihati Elza semakin lama semakim membesar. Rasa cinta dihatinya terhadap Eros pun juga semakin lama semakin membesar.
Sungguh Elza sangat merindukan Eros dan ingin memeluknya dengan erat. Dia tak akan pernah mau melepaskan Eros lagi. Ia mungkin akan menggunakan kekuatannya agar Eros tetap disisinya walaupun ia tau kalau tindakannya itu sia-sia karena Eros lebih kuat darinya.
Tapi apalah daya, Elza sangat merindukan Eros sampi-sampai membuatnya hampir gila karena kerinduannya terhadap Eros.
"Eros, aku merindukanmu." Gumam Elza yang selalu ia ulangi setiap harinya bahkan setiap tarikan nafasnya.
"Aku juga merindukanmu Elza. Tapi kamu harus bersabar dalam beberapa waktu lagi. Ah tidak, maksudku dalam beberapa abad atau berabad-abad lamanya. Karena aku sedang mempelajari kekuatan kegelapan itu agar kita bisa bersama. Walau pun tidak dikehidupan ini. Aku juga sedang mencari cara untuk menghilangkan kutukan dari kekuatan kegelapan ini, agar kita bisa hidup bersana tanpa adanya sebuah kutukan dikehidupan kita nantinya." Ucap Eros sambil menatap Elza dari cermin yang selalu ia gunakan saat ia merindukan Elza.
•••••
2 Tahun kemudian kerajaan dilanda perang yang sangat hebat dengan kerajaan tetangga yang juga memiliki ahli sihir yang sebanding dengan Elza.
Mereka sudah berperang sampai berhari-hari. Elza juga ikut berperang dan menghadapi ahli sihir dari kerajaan tetangga itu.
Namun sesuatu hal yang tak terdugapun terjadi. Ternya negara tertangga itu menggunakan ahli sihir dengan kekuatan kegelapan yang sangat kuat.
Elza terpojokan olehnya dan hampir dibunuh oleh ahli sihir kegelapan dari kerajaan tetangga itu.
Tapi tiba-tiba saja sebuah bayangan hitam datang dan menghadang serangan dari penyihir kegelapan dari kerajaan tetangga itu untuk Elza.
Bayangan hitam itu adalah Eros. Eros melindungi Elza dengan seluruh kekuatannya dan memeluk Elza dengan begitu erat sambil menutupi tubuh Elza dengan keenam sayapnya yang kini telah berubah menjadi sayap yang berwarna hitam. Bukan berwarna putih seperti dulu lagi.
Elza menatap Eros dengan tatapan kosongnya dan menyentuh wajah Eros dengan tangan gemetarnya karena ia melihat wajah orang yang ia cintai dipenuhi oleh darah segar.
Eros tersenyum kearah Elza dan menyentuh pipi Elza yang basah karena air mata. Setelah itu Eros berdiri dan melepaskan pelukannya dari Elza. Eros berdiri dengan sempoyongannya lalu menatap penyihir kegelapan itu dengan tatapan tajamnya.
Eros mengumpulkan seluruh kekuatan terakhirnya untuk membunuh penyihir kegelapan itu. Setelah membunuh penyihir kegelapan itu, Eros langsung terjatuh kepelukan Elza.
"Tidak! Apa yang kamu lakukan guru? Kenapa kamu berkorban untukku?!" Teriak Elza sambil memeluk Eros dengan begitu eratnya.
"Maafkan aku Elza. Aku tidak bisa bersama denganmu lagi. Aku telah memilih mencintaimu Elza. Aku mencintaimu dan itu adalah hukuman terberat yang harus aku hadapi karena memilih mencintaimu. Aku lebih memilih mengorbankan diriku untukmu dari pada harus menghilang tanpa sepengetahuanmu. Aku telah berusaha semampuku agar kita bisa bersama. Walau pun itu bukan sekarang. Jadi tunggulah aku dikehidupan berikutnya Elza." Ucap Eros dengan begitu lemahnya.
"Tidak! Kamu tidak boleh meninggalkan aku! Aku ingin bersamamu... hiks..." Teriak Elza sambil menangis dengan begitu kencangnya.
"Kita tidak bisa bersama untuk sekarang El. Hubungan kita akan ditentang oleh takdir karena manusia dan Malaikat tidak bisa bersama. Aku akan dimusnahkan karena aku memilih mencintaimu dan memilih mempelajari kekuatan kegelapan agar aku bisa bereinkarnasi menjadi manusia dan hidup bersamamu dikehidupan selanjutnya sebagai manusia biasa." Tutur Eros dengan lemahnya dan meneteskan banyak darah.
Elza tertegun saat mendengarkan ucapan Eros. Ia baru menyadari kalau sayap Eros kini telah berubah menjadi hitam bukan berwarna putih lagi.
"Ja...jadi ini kenapa sayapmu menjadi hitam?" Tanya Elza dengan sesenggukannya lalu dijawab anggukan lemah dari Eros yang sedang berbaring dipangkuan Elza.
"Jadilah penyihir terhebat seperti cita-citamu. Tetaplah hidup dan jagalah jantungku bersamamu agar kita bisa bersama kembali dikehidupan selanjutnya. Dan juga jagalah buku ini. Didalam buku ini terdapat sebuah cara untuk memusnahakn kutukan dari kekuatan kegelapan yang aku pelajari. Dibuku ini juga terdapat sebuah cara untuk menghilangkan kekuatan penyihir turun-temurun keluargamu. Karena setelah aku mempelajari kekuatan kegelapan, aku jadi tahu kalau keluarga Alexa kemungkinan besar akan musnah suatu saat nanti karena dijadikan tumbal oleh kekuatan kegelapan. Tapi itu mungkin hanya bisa dilakukan oleh reinkarnasi kita kelak. Jadi jagalah jantungku dan buku ini dengan baik. Percayahlah kalau kita akan bersama suatu saat nanti." Pesan Eros sambil menggenggam tangan Elza erat.
Setelah menyampaikan pesannya, Eros perlahan mulai memejamkan matanya dan menjatuhkan tangannya yang menggenggam erat tangan Elza. Elza semakin panik. Ia terus menangis dan berusaha membangunkan Eros.
"Eros bangun...!! Hiks... Eros bangun....!! Aku mencintaimu. Aku Elza akan tetap bersamamu Eros. Aku gak butuh menjadi penyihir hebat, aku hanya ingin bersamamu. Hiks...hiks..." Teriak Elza dengan berlinang air mata dan memeluk Eros dengan kuat sambil menangis.
__ADS_1
Tubuh Eros tiba-tiba memudar dan perlahan-lahan mulai berubah menjadi cahaya hitam.
"TIDAK...!!! Eros jangan menghilang...!!! Jangan...!!! Hiks..." Teriak Elza dengan tangisannya yang tak henti-hentinya saat melihat tubuh Eros yang perlahan berubah menjadi cahaya.
"TIDAK.....!!!!" Teriak Elza dikala Eros telah benar-benar berubah menjadi cahaya dan hanya meninggalkan sebuah liontin berbentuk hati dengan sayap dikedua sisinya. Dan ditengah-tengah sayap itu muncul nama Angelous tou erota.
Elza menangis dengan begitu lirihnya sambil memeluk liontin itu didalam dekapannya.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang menggema dari langit sehingga membuat Elza menodonggakan kepalanya kelangit karena suara itu adalah suara orang yang ia cintai, yaitu Eros.
'Jantungku adalah milikmu. Teruslah hidup untukku dan jagalah jantungku disetiap kehidupanmu. Kita akan dipertemukan kembali oleh takdir yang dulu memisahkan kita dikehidupan yang lain dengan jantungku yang masih bersamamu. Aku janji jika suatu saat nanti kita bertemu kembali dalam keadaan apapun itu aku pasti akan mencintaimu lagi dan lagi. I Love You Elza Alexa.'
Setelah itu Eros benar-benar menghilang seutuhnya. Elza terus menangis dan memeluk liontin itu dengan eratnya.
Keynan tertegun saat melihat apa yang terjadi. Setelah tubuh Eros menghilang, Keynan kini seperti sesosok roh yang gentayangan dan menatap Elza yang terpuruk.
Keynan ingin memeluk Elza dan ingin mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja. Namun ia tidak bisa melakukannya.
Tiba-tiba Keynan mulai menghilang dari hadapan Elza dan mulai tersadar kembali didunia nyata.
Kini Keynan mulai kembali kedunia asalnya. Keynan menatap sekeliling ruangannya yang nampak sangat asing baginya.
Keynan kini berada disebuah kamar dengan nuansa kelasik modern yang tampak sangat mewah.
Keynan mulai bangun dari tidurnya dan duduk diatas tempat tidurnya sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing.
"Aku dimana ini? Kenapa aku bisa ada dikamar?" Pikir Keynan sambil memegangi kepalanya yang berdenyut sangat kuat.
Cklek....
"Ah Key, kamu sudah sadar?!" Tanya seseorang yang baru masuk dan terkejut saat melihat Keynan tersadar.
"Mama, kenapa aku bisa berada disini? Terus Biola bagimana keadaannya Ma?" Tanya Keynan yang masih memegangi kepalanya yang pusing. Namun masih mengkhawatirkan istrinya.
"Loh Key? Kamu gak inget kalau kamu abis ngelakuin ritual itu? Terus setelah ritual itu selesai kamu pingsan sampai 3 hari lamanya." Ucap Mama Kania yang membuat Keynan teringat semua yang telah terjadi. Termasuk ingatan masa lalunya tentang Eros dan Elza.
Keynan tiba-tiba panik saat mengingat keadaan istrinya yang masih koma.
"Biola mana Ma?! Dia gak kenapa-napakan?" Tanya Keynan sambil berteriak dan bangun dari duduknya lalu ia memegang pundak Mamanya saking paniknya.
Keynan menatap Mamanya dengan tatapan tajamnya namun Mama Kania tampak memasang ekspresi sedihnya sehingga membuat Keynan hampir gila karena melihat ekspresi Mama Kania yang membuatnya berpikiran buruk tentang keadaan istrinya.
"Biola bagaimana Ma? Dia baik-baik aja kan Ma? Ma, jawab Keynan Ma?!" Teriak Keynan yang tampak sangat kacau karena mengkhawatirkan istrinya.
Sungguh ia tidak ingin kehilangan Biola untuk yang kesekian kalinya. Ditambah mereka sekarang sudah memiliki 3 orang buah hati yang masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya.
"Bi...Biola dia...." Gumam Mama Kania dengan memasang ekspresi sedihnya.
__ADS_1