
Sudah beberapa hari sejak meninggalnya Oma Laras. Keynan dan Biola masih berada di Indonesia karena Biola selalu tampak sedih jadi Keynan menunda lagi penerbangannya ke Inggris.
Perasaan Biola terus bercampuraduk sejak meninggalnya Oma Laras. Ditambah dia baru mendengar kabar dari mertuanya kalau Ayahnya menghilang tanpa kabar dan perusahaan keluarga Anggara kini benar-benar telah bangkrut.
Biola benar-benar ditinggalkan oleh keluarganya seorang diri.
Biola duduk disebuah ayunan yang diikatkan dipohon ditaman keluarga Kristian. Biola menatap awan dan langit yang indah disore hari dengan tatapan kosongnya. Sudah lama dia tidak merasakan perasaan rumit yang ada dihatinya. Tapi entah kenapa perasaan itu kini muncul kembali.
Dari kejauhan Keynan menatapa istrinya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Keynan mendekati istrinya dan mendorong ayunan yang sedang Biola duduki. Biola yang sedang bengongpun langsung terkejut saat merasakan ayunannya didorong.
"Key! Kamu gak kekantor?" Tanya Biola terkejut sambil bermain ayunan yang didorong oleh Keynan.
Ya sejak Biola dan Keynan memutuskan untuk menunda penerbangan mereka ke Inggris, Keynan kembali aktif diperusahaan sampai hari dimana mereka akan benar-benar berangkat ke Inggris.
Meski Biola masih belum menceritakan tentang rahasia besarnya kepada Keynan.
"Tidak, hari ini aku ingin menghabiskan waktu bersamamu." Jawab Keynan sambil mendorong ayunan yang diduduki oleh Biola.
"Apa ada masalah diperusahaan?" Tanya Biola.
"Tidak ada." Jawab Keynan.
"Apa perasaanmu sudah lebih tenang sayang?" Tanya Keynan kepada Biola.
"Sedikit." Jawab Biola sambil tersenyum palsu.
"Jangan pikirkan mereka lagi karena sekarang keluargamu ada disini." Ucap Keynan masih mendorong ayunan yang diduduki oleh Biola.
"Aku tahu, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku." Jawab Biola.
"Aku akan membuatmu fokus ke padaku seorang sehingga kamu hanya bisa memikirkanku." Ucap Keynan percaya diri.
"Oh ya? Apa kamu bisa membuatku fokus kepadamu tuan suami." Balas Biola sambil menahan senyumannya.
Kali ini Biola ingin membalas godaan dari suaminya.
"Aku bisa membuatmu fokus ke padaku bahkan saat ditempat tidur." Balas Keynan sambil terkekeh dan berhenti mendorong ayunan yang diduduki oleh Biola.
"Ngeselin." Ucap Biola dengan kesalnya.
"Gak papa ngeselin juga yang penting kamu cinta sama aku." Ucap Keynan dengan PD sambil berdiri dihadapan Biola.
Biola berdiri dari duduknya dan membelakangi suaminya, ngambek.
"Kamu mau kemana?" Tanya Keynan saat istrinya ingin meninggalkannya.
"Mau tidur." Jawab Biola. Seketika Keynan langsung menarik tangan istrinya dan memeluk istrinya dari belakang.
"Jangan tidur sekarang. Tidurnya nanti malam saja. Kita harus melakukan sesuatu yang menyenangkan untuk saat ini." Ucap Keynan tepat didekat telinga Biola.
"Me_menyenangkan a_apa?" Tanya Biola gugup karena menyalah artikan ucapan suaminya yang biasanya selalu berpikiran tak senonoh.
Keynan menatap istrinya dengan dahi yang mengerut tapi tak lama kemudian Keynan malah tersenyum sendiri karena mengeti maksud dari tingkah istrinya.
Keynan melepaskan pelukannya dan memutar tubuh istrinya agar dia bisa melihat wajah istrinya.
__ADS_1
Tok....
"Aww... sakit!" Pekik Biola sambil mengusap-ngusap dahinya yang diketuk oleh Keynan. Biola memajukan bibirnya beberapa centi.
"Apa yang ada didalam otakmu ini sayang? Aku hanya ingin mengajakmu untuk melihat sunset dipantai. Apakah kamu sedang memikirkan adegan yang sering kita lakukan ketika malam tiba?" Goda Keynan sambil terkekeh.
"Ti_tidak! A_aku tidak memikirkan apa-apa." Jawab Biola gugup, wajah Biola sudah sangat merah seperti tomat yang sudah matang dikebun dan digigit oleh ulat bulu.
"Oh ya?" Tanya Keynan sambil menahan tawa.
"I_iya." Jawab Biola singkat sambil memalingkan wajahnya.
Keynan terkekeh saat melihat tingkah imut istrinya.
"Ayo!" Ajak Keynan sambil menarik tangan Biola. Biola hanya mengikuti langkah kaki suaminya dengan wajah yang ia tundukan kebawah.
Sesampainya dipantai Biola tampak sangat senang karena ketika mereka tiba dipantai matahari sudah akan tenggelam.
"Key ayo! Aku mau lihat lebih deket." Ajak Biola sambil menarik tangan Keynan dan berlari memdekati pantai.
"Pelan-pelan sayang." Ucap Keynan sambil mengikuti langkah kaki istrinya.
Mata Biola tampak berbinar saat melihat sunset dipantai itu. Keynan hanya bisa tersenyum saat melihat senyuman manis istrinya.
"Key, aku mau di foto. Aku jarang-jarang bisa kepantai jadi mau di foto untuk kenang-kenangan." Pinta Biola sambil menyodorkan poselnya dengan senyuman manisnya yang membuat jantung Keynan tak berhenti berdebar.
Keynan mengambil ponsel milik istrinya. Dan mendekati istrinya.
"Stop!! Kamu jangan deket-deket nanti fotonya jelek kalau kamu deket-deket." Biola menghentikan Keynan yang berjalan kearahnya.
Tanpa mendengar ucapan istrinya Keynan mendekati istrinya dan merangkul istrinya dari samping.
Ckrek...
Keynan tiba-tiba memfoto dirinya yang merangkul Biola dengan Biola yang mengomel kepadanya. Biola membelalakan matanya saat mengetahui suaminya memfotonya dalam keadaan dia sedang ngomel-ngomel.
Keynan melihat foto hasil jepretannya. Keynan terkekeh saat melihat muka menggemaskan istrinya yang sedang mengomel.
"KEYNAN!! Sini in gak handphonenya aku mau hapus." Teriak Biola sambil merebut ponselnya dari tangan suaminya tapi dengan sigap Keynan mengangkat ponsel Biola tinggi-tinggi.
Meski tubuh Biola tinggi tapi tetap saja tubuh suaminya yang paling tinggi sehingga membuat Biola kesusahan untuk mengambil ponselnya.
"Foto kamu cantik kok sayang. Kalau gak percaya lihat aja ini!" Keynan menunjukan foto hasil jepretannya kepada istrinya sekilas lalu dia kabur dari hadapan istrinya sambil tertawa.
"Ih Keynan! Itu jelek banget...!!" Teriak Biola sambil mengejar Keynan dan berusaha merebut ponselnya dari tangan Keynan.
Biola terus mengejar Keynan sambil menarik-narik baju yang dikenakan Keynan sehingga mereka menjadi pusat perhatian banyak orang yang ada dipantai itu.
Setelah aksi kejar-kejaran seperti Tom and Jerry dipantai. Keynan dan Biola akhirnya duduk ditepi pantai sambil menikmati sunset.
Biola menyandarkan kepalanya ke bahu suaminya dan tangan kanan Keynan merangkul pinggang istrinya dari samping. Mereka tampak menikmati pemandangan sunset disore hari itu.
"Kamu udah hapus fotonya kan?" Tanya Biola penuh selidik. Karena adegan kejar-kejaran mereka terhenti itu karena Keynan mau menghapus foto Biola.
"Kamukan sudah lihat sendiri dengan mata kepala kamu sendiri sayang kalau aku sudah menghapusnya dihadapan kamu." Jawab Keynan meyakinkan padahal dia sempat mengirim foto itu keponselnya dan menghapus foto itu dari ponsel Biola.
"Beneran? Kamu gak kirim keponselmu terlebih dulu kan?" Tanya Biola penuh selidik yang membuat Keynan kringetan karena tebakan Biola benar.
__ADS_1
"Beneran sayang. Kalau kamu gak percaya aku rela disumpahin jadi pedamping kamu seumur hidup. Gimana?" Jawab Keynan sambil terkekeh dan mendapatkan cubitan manis dari istrinya.
"Itu artinya kamu udah kirim keponselmu terlebih dahulu." Kesal Biola sambil mencubit suaminya.
"Aww... sakit sayang! Tenaga kamu itu tenanga kuli ya? Nanti kalau kulit suami kamu merah-merah keunguan kan jelek." Pekik Keynan sambil berbicara dengan santainya.
"Apa kamu bilang! Tenaga kuli?" Kaget Biola sambil menatap Keynan dengan tajam.
"Hehehe.... bercanda." Ucap Keynan sambil terkekeh.
"Ngeselin!" Biola ngambek lagi.
"Ini sudah hampir jam 06:00. Sepertinya kita harus pulang." Ucap Keynan sambil melihat jam tangannya.
"Emmm.... Key, maaf." Ucap Biola dengan nada rendah.
"Maaf? Untuk apa kamu minta maaf sayang?" Tanya Keynan dengan dahi yang mengerut.
"Aku masih belum bisa jujur sama kamu tentang rahasiaku." Jawab Biola dengan kepala yang menunduk.
"Gak apa-apa kok sayang, aku ngerti." Balas Keynan sambil mengusap rambut istrinya lembut.
"Aku ingin mengatakannya tapi hatiku masih belum siap." Ucap Biola.
"Tidak apa-apa sayang. Mau kamu jujur atau kamu enggak jujur sekalipun aku gak akan keberatan. Asalkan kamu bersamaku dan masih mencintaiku saja itu sudah cukup bagiku." Jawab Keynan sambil mencium pucuk kepala istrinya.
"Makasih Key, aku janji aku akan memberitahumu rahasiaku secepatnya." Ucap Biola sambil memeluk suaminya.
••••••
Sementara itu dikediaman keluarga Kristian, Mama Kania dan Pak Raihan sedang berbicara serius di ruang baca Pak Raihan.
"Gimana Pah? Apa Papa sudah menemukan Mirna dan anaknya? Kita tidak bisa membiarkan mereka hidup dengan bebas setelah mengganggu keluarga Kristian" Ucap Mama Kania kepada Pak Raihan.
"Sebenarnya Papa sudah menemukan keberadaan mereka tapi... ..." Pak Raihan memberhentikan ucapanya karena ragu dengan apa yang akan dia ucapkan.
"Tapi apa Pah?" Tanya Mama Kania tak sabaran.
"Seperti yang diketahui kalau Ayahnya Mona yang merupakan pacarnya Mirna itu adalah seorang pesikopat yang sering keluar masuk penjara. Dia sangat lihai dalam bersembunyi dari kejaran para polisi. Jadi sangat susah bagi Papa untuk menemukan mereka dan memerlukan waktu yang sedikit lebih lama untuk menemukan keberadaan mereka." Jawab Pak Raihan bertele-tele.
"Langsung ke intinya saja Pah. Mama gak ngerti." Ucap Mama Kania jujur yang membuat Pak Raihan menatap malas kearah istrinya.
"Ya, Papa telah menemukan keberadaan mereka namun pacarnya Mirna itu sepertinya memiliki sebuah hubungan yang sangat dekat dengan kelompok mafia paling ditakuti diseluruh negara. Jadi itu sebabnya orang-orang Papa tidak Bisa mendekati mereka." Jelas Pak Raihan yang membuat Mama Kania menutup mulutnya saking kagetnya.
"Terus apa yang harus kita lakukan Pah?" Tanya Mama Kania panik.
"Papa telah mengirim seorang mata-mata untuk mengikuti mereka. Mereka saat ini berada di Inggris. Papa akan mencari kesempatan yang tepat agar bisa menagkap mereka tanpa menyinggung kelompok mafia itu." Jelas Pak Raihan yang membuat Mama Kania lagi-lagi kaget.
"Inggris? Mereka ada disana?" Tanya Mama Kania panik.
"Iya Ma, itu sebabnya Papa harus bertindak lebih cepat. Papa juga takut terjadi apa-apa kepada Keynan dan Biola. Untungnya mereka menunda penerbangan mereka ke Inggris kalau tidak Papa takut para penjahat itu akan menyakiti Keynan dan Biola." Jawab Pak Raihan yang sudah searah dengan pemikiran Mama Kania.
"Pah! Papa harus memberitahu soal ini kepada Keynan." Ucap Mama Kania.
"Iya Ma, Papa tahu apa yang harus Papa lakukan." Balas Pak Raihan.
"Tapi Pah, Apa Papa sudah menemukan keberadaan Bayu? Sejak Biola mendengar Ayahnya menghilang sikapnya jadi sering murung. Meski Mama tahu kalau sikap Biola selalu dingin kepada keluarganya tapi jauh dilubuk hatinya yang paling dalam dia juga memperdulikan keluarganya termasuk Ayahnya." Jelas Mama Kania.
__ADS_1
"Huhh..... kalau soal menghilangnya Bayu beberapa hari ini Papa juga bingung. Papa gak tahu kemana dia pergi. Dia seolah-olah ditelan oleh Bumi." Ucap Pak Raihan sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Semoga Bayu baik-baik saja ya Pah. Mama berharap Biola bisa mendapat kebahagiaan dari keluarga kandungnya juga." Ucap Mama Kania yang diangguki oleh Pak Raihan.