
"Jadi jelaskan apa yang sebenarnya terjadi saat kau pergi Ke Indonesia?" Tanya Tuan Davindra kepada putranya saat mereka sudah duduk dikursi yang ada diruang bawah tanah di kastil keluarga Alexa.
Darius pun mulai menceritakan tentang pertemuannya dengan Biola dan kehidupan Biola dari berkas yang ia terima dari sekertaris Alica.
"Jadi cucuku sudah menikah dengan keluarga Kristian?" Tanya Tuan Davindra dengan kagetnya.
"Benar Pa, jika Papa tidak mempercayai ucapanku, Papa bisa baca berkas-berkasnya secara langsung." Ucap Darius sambil menyodorkan berkas-berkas tentang kehidupan Biola.
"Tidak usah! Papa percaya dengan ucapanmu. Papa hanya terkejut saat mendengar penjelasanmu tentang cucu Papa. Karena selama ini Papa hanya bisa mengawasi cucu Papa sampai dia berusia 5 tahun dan pada saat itu juga Bayu mulai menghindarinya karena acaman dari Ibunya yang bodoh." Jawab Tuan Davindra sambil menolak berkas yang disodorkan putranya.
"Aku sendiri tidak menyangka kalau cerita tentang anak dan istri pertama Bayu yang selama ini sering Bayu ceritakan kepadaku itu adalah Kakak dan anaknya. Meski aku tahu Bayu terpaksa berbuat seperti itu kepada Biola, namun sebagai pamannya aku juga merasakan apa yang dirasakan oleh Biola. Aku benar-benar tidak bisa memaafkan Bayu." Ucap Darius sambil menundukan kepalanya.
"Papa juga tidak bisa memaafkan sifat pecundangnya. Namun sekarang keadaannya sudah berubah. Dia sudah menyadari kebodohannya dan dia juga sedang berusaha untuk menebus semua tingkah bodohnya dimasa lalu. Seperti yang kamu jelaskan tentang alasan Bayu untuk bergabung dengan kelompok mafia Angel's heart. Papa akan mendukung pembalasan dendamnya. Papa ingin melihat sejauh mana dia bisa membalaskan dendamnya kepada kedua manusia tidak berguna itu. Papa mungkin tidak bisa memaafkannya untuk sekarang karena Papa ingin melihat dia membalaskan dendam untuk Kakakmu dan keponakanmu. Itu sebabnya Papa hanya bisa diam pada saat Papa bertemu dengannya dipesta ulang tahun cucu Papa." Jawab Tuan Davindra sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Meski Papa berbicara seperti itu, namun tetap saja Angel's heart tidak bisa menerima Bayu yang telah mengoreskan luka dihati keluarga Alexa!" Bentak Darius karena merasakan kepedihan yang dirasakan oleh keponakannya saat membaca berkas tentang kehidupan Biola.
"Papa tau perasaanmu, Papa juga merasakan apa yang kamu rasakan. Tapi cobalah untuk menerima keadaan dan berikan dia kesempatan untuk membalaskan dendamnya. Setelah dia berhasil membalaskan dendamnya dan menebus dosanya maka semuanya terserah kepadamu karena kelompok mafia Angel's heart adalah milikmu." Ucap Tuan Darius yang membuat Darius termenung.
"Oh iya, apa kau punya bukti kalau cucuku adalah orang yang terpilih?" Lanjut Tuan Davindra yang membuat Darius mengalihkan pandangannya kearah Tuan Davindra.
"Aku ada fotonya." Jawab Darius sambil membuka berkas tentang Biola.
"Ini fotonya! Foto ini diambil saat Biola berumur 12 tahun. Di foto ini juga terlihat bawa Biola sedang mengenakan liontin hati malaikat." Lanjut Darius sambil menyodorlan foto Biola kepada Tuan Davindra.
Tuan Davindra mengambil foto Biola dan menatap foto cucunya dengan mata yang berkaca-kaca. Pandangan Tuan Davindra lalu berpindah menatap liontin hati malaikat yang ada dileher jenjang Biola.
"Ini memang liontin hati malaikat yang sesungguhnya. Aku tidak menyangka kalau liontin hati malaikat yang bagaikan legenda dikeluarga Alexa justru ada ditangan cucuku. Dia juga sangat mirip dengan Viola. Namun tatapan dinginnya mengingatkanku kepada lukisan seorang penyihir agung keluarga Alexa dimasa lalu. Dan dia juga merupkan pemilik pertama dari liontin hati malaikat." Ucap Tuan Davindra sambil menatap foto Biola.
__ADS_1
"Maksud Papa penyihir agung pertama dengan nama panggilan El?" Tanya Darius dengan dahi yang mengerut.
Tuan Davindra tidak menjawab pertanyaan Darius. Dia malah bangkit dari kursinya dan berjalan kearah sebuah lukisan besar yang menggantung didinding.
Tuan Davindra mengayunkan jarinya kearah lukisan besar itu dan seketika sebuah benda keluar dari dalam lukisan itu. Benda itu juga adalah sebuah lukisan, namun lukisan itu tidak sebesar lukisan yang digantung didinding.
Tuan Davindra kembali duduk kekursinya dan membuka lukisan yang digulung itu diatas meja.
"Dia adalah penyihir agung pertama keluarga Alexa. Dia juga pemilik pertama liontin hati malaikat. Dia adalah penyihir agung El yang dirumorkan memiliki hubungan yang sangat dalam dengan liontin hati malaikat dan tahu asal usul liontin hati malaikat." Ucap Tuan Davindra sambil menunjukan sebuah lukisan wanita cantik yang sedang memakai liontin hati malaikat.
Wanita itu berambut pirang dengan mata birunya yang seperti lautan yang luas.
Darius menatap lukisan itu yang tak asing baginya karena Darius sebelumnya pernah melihat lukisan itu saat ia masih kecil.
Pada waktu itu Tuan Davindra memperlihatkan lukisan itu kepada kedua anaknya yang masih kecil yaitu Darius dan Viola.
Darius menyipitkan matanya saat menyadari ada sesuatu yang janggal dari lukisan itu.
"Itu sebabnya Papa memperlihatkan lagi lukisan ini kepadamu. Aura dan tatapan dingin dari penyihir agung El sama dengan aura dan tatapan dingin dari cucuku." Jawab Tuan Davindra yang membuat Darius terkejut.
"Kenapa bisa semirip ini?" Tanya Darius dengan herannya.
"Papa juga tidak tahu. Mungkin ini adalah takdir yang harus dijalani cucuku." Jawab Tuan Davindra sambil menatap lukisan penyihir agung El.
•••••••
PLAAKK.......
__ADS_1
PLAAKK.......
"ARGHHH..... Tolong hentikan!! Ku mohon hentikan!!!" Jerit Mama Mirna yang sedang di cambuk oleh beberapa anak buah Pak Bayu.
Sementara Pak Bayu sedang duduk santai dikursi yang disediakan diruangan itu sambil menonton Mama Mirna yang sedang kesakitan.
Jauh dilubuk hati Pak Bayu sebenarnya dia tidak tega melihat Mama Mirna disiksa dengan sesadis itu. Namun saat Pak Bayu mengingat rasa sakit yang dialami oleh istri dan anaknya, tiba-tiba rasa iba itu hilang seketika. Yang Pak Bayu rasakan saat ini hanyalah sebuah perasaan dendam yang hampir memenuhi isi hatinya
"Mas, tolong hentikan. Aku minta maaf. Aku tau aku salah. Tapi aku mohon hentikan hukumanmu. Akhhh...." Jerita Mama Mirna sambil memohon-mohon ampunan kepada Pak Bayu. Dan menyebut pangkilan lamanya kepada Bayu.
Pak Bayu masih duduk dikursinya tanpa menghiraukan ucapan Mama Mirna. Mama Mirna terus memohon-mohon pengampunan dari Pak Bayu tapi Pak Bayu sedikitpun tidak goyah dari kursinya.
Sementara Miko pacarnya Mama Mirna sekarang sedang ditugaskan oleh Pak Bayu untuk ke luar kota bersama anak buah lainnya sejak Miko dipanggil ke markas besar kelompok mafia Angel's heart 2 hari yang lalu. Agar rencana balas dendam Pak Bayu bisa berjalan dengan lancar.
Teriakan Mama Mirna memenuhi seluruh ruangan tempat Mama Mirna dikurung. Dan setelah cambukan yang ke 50 kali, akhirnya Mama Mirna pingsan tak sadarkan diri dilantai yang kini sudah dipenuhi sebagian besar darahnya.
"Tuan, saya telah mencambuknya sebanyak yang Tuan ucapkan." Saut anak buah Pak Bayu.
"Bagus! Kamu ambil air dingin seberti biasanya dan siram dia sampai dia sadar." Ucap Pak Bayu dengan nada dinginnya.
"Baik Tuan!" Jawab anak buah Pak Bayu sambil mengambil air dingin untuk menyiram Mama Mirna yang pingsan.
Tapi tiba-tiba saja ada seorang anggota kelompok mafia Angel's heart lainnya yang masuk keruangan tempat Mama Mirna dikurung.
Kedatangan orang itu membuat suasana hati Pak Bayu jadi tidak senang. Ia menatap orang itu dengan tatapan tajamnya karena telah mengganggu keasikannya menyiksa Mama Mirna.
"Maaf Tuan karena saya telah mengganggu anda. Tapi ada pesan penting yang harus saya sampaikan kepada Tuan." Jawab orang itu sambil menunduk.
__ADS_1
"Pesan apa?" Tanya Pak Bayu dingin.
"Saya disuruh oleh Tuan Darius untuk menjemput anda keruangannya." Jawab orang itu yang membuat Pak Bayu mengerutkan alisnya.