
"Bagai mana? Apa kamu telah menemukan pelakunya?" Tanya Darius kepada orang yang sedang berteleponan dengannya.
Orang itu tak lain adalah Pak Bayu. Pak Bayu membuang nafasnya dengan kasar lalu menjawab pertanyaan Darius.
"Semuanya telah aku bereskan. Mereka telah aku kurung didalam penjara." Saut Pak Bayu dengan wajah datarnya.
Darius tersenyum saat mendengarkan ucapan tangan kanannya itu.
"Bagus, siapa dia?" Tanya Darius dengan senyuman kelegaannya.
Pak Bayu lagi-lagi membuang nafasnya dengan kasar lalu memejamkan matanya sambil memijat keningnya yang terasa sangat pusing karena bingung harus berbicara apa kepada Dariys.
" Di...dia... ..." Pak Bayu menggantungkan ucapannya dan membuat Darius kesal.
"Dia siapa?!" Tanya Darius dengan nada membentaknya.
"Dia orang yang kamu kenal dan kamu benci. Dia musuhmu." Jawab Pak Bayu dengan sedikit gugup karena ucapannya pasti akan membangkitkan luka lama dihati Darius.
Darius mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan ucapan Pak Bayu.
"Musuhku yang mana? Kau tau aku pemimpin kelompok mafia Angel's heart. Jadi sudah pasti musuhku banyak." Tanya Darius yang mulai kesal dengan ucapan Pak Bayu yang menurutnya bertele-tele.
Lagi-lagi Pak Bayu kebingungan karena tidak tahu harus bicara apa kepada Darius.
"Di....dia wanita itu, wanita yang membuatmu membenci seluruh wanita lainnya." Jawab Pak Bayu dengan nada gugupnya.
Darius mengepalkan telapak tangannya dengan kuat saat mengetahu siapa orang yang menyebabkan keponakannya dalam bahaya.
"Sialan! Beraninya dia melukai keponakanku! Aku akan pastikan dia mati dengan sangat teragis. Aku tak akan berbelas kasih lagi kepada wanita murahan itu." Teriak Darius dengan kesalnya.
Pak Bayu sudah menebak kalau Darius akan sangat marah saat mendengar tentang wanita murahan yang telah membuatnya membenci seluruh wanita didunia ini selain wanita dikeluarganya.
"Kau jangan marah dulu Darius. Sebenarnya pelakunya bukan hanya wanita itu." Lanjut Pak Bayu yang membuat Darius terkejut.
"Apa? Siapa dia?!" Tanya Darius dengan nada membentaknya.
"Dia adalah Miko. Kita telah gegabah karena membiarkan dia begitu saja tanpa membunuh dia terlebih dahulu. Wanita gila itu telah merancang semua kejadian ini untuk mencelakai Biola dengan sangat mendetail. Dia bahkan rela menolong Miko yang sudah sangat sekarat dan hampir tenggelam kedasar laut hanya untuk melancarkan misi balas dendamnya kepada kamu. Karena Miko pernah menjadi anggota kelompok mafia Angel's heart sehingga dia sudah tahu sebagian rahasia dari kelompok mafia Angel's heart." Lanjut Pak Bayu dengan raut wajah kesalnya saat menyebutkan nama Miko. Sang penghancur seluruh keluarganya.
"Sialan! Jangan biarkan mereka lepas. Aku pasti akan membuat mereka merasakan sakitnya siksaan neraka sebelum mereka masuk neraka!" Bentak Darius dengan penuh emosinya.
"Aku tahu apa yang harus aku lakukan." Saut Pak Bayu dengan wajah datarnya.
"Ya, buat mereka tersiksa sedikit dan jangan biarkan mereka lolos lagi. Malam ini aku tidak bisa kemarkas besar kelompok mafia Angel's heart. Karena ada sesuatu yang harus aku urus." Ucap Darius yang merahasiakan soal acara ritual itu dari Pak Bayu. Karena Pak Bayu masih belum mengetahui tentang liontin hati malaikat dan kekuatan yang dimiliki keluarga Alexa juga tentang orang terpilih.
"Aku pasti akan membuat mereka menderita karena mereka telah menyakiti putriku dan mengancam nyawa ketiga cucu kembarku. Tapi apa kamu tidak apa-apa kalau harus bertemu dengan wanita gila itu?" Tanya Pak Bayu yang sudah mengetahui masalalu kelam Darius dan wanita yang telah membuat Darius membenci seluruh wanita.
__ADS_1
"Siapapun yang menyakiti keponakanku maka mereka harus menanggung akibatnya. Meski pun itu harus mengorek masalaluku lagi." Jawab Darius dengan wajah datarnya dan dengan nada dinginnya.
Setelah itu merekapun menutup teleponnya. Pak Bayu menggenggam erat ponselnya karena merasakan perasaan yang tidak enak sedari tadi di hatinya.
"Kenapa perasaanku jadi tidak enak ya? Seharian ini aku terus teringat Biola. Semoga saja Biola baik-baik saja. Dan semoga saja dia bisa cepet bangun dari komanya. Aku gak kuat melihat dia terbaring lagi dirumah sakit seperti ini.. Aku juga masih ingin memperbaiki hubunganku dengan putriku kelak." Ucap Pak Bayu didalam hati sambil menatap foto putrinya yang terletak dimeja kerjanya didalam markas besar kelompok mafia Angel's heart.
•••••••
"Apa semuanya telah disiapkan?" Tanya Tuan Davindra kepada kedua pelayan kepercayaannya yang sudah memakai jubah serba hitam.
"Sudah Tuan!" Jawab mereka serempak.
Mereka bedua adalah pelayan keluarga Alexa yang sudah sangat terlatih dan mengetahui beberapa sihir kecil untuk melindungi keluarga Alexa.
Tuan Davindra menatap ruangan untuk memulai ritual itu dengan tatapan leganya.
Diruangan itu telah ada sebuah simbol berbentuk lingkaran yang ukurannya besar. Simbol itu sudah terukir sejak penyihir agung El masih hidup yang artinya sudah berpuluh-puluh tahun lamanya.
Didalam simbol itu juga suduh disiapkan sebuah kasur yang nantinya akan digunakan oleh Biola. Kasur itu memiliki seprai dan batal berwarna merah darah.
"Sebenatar lagi upacara ritualnya akan segera dilakukan." Ucap Tuan Davindra sambil menatap jam tangannya.
Tak lama kemudian Keynan dan Darius masuk kedalam ruangan itu. Keynan menggendong Biola ala bridal style lalu meletakan istrinya diatas kasur berwarnah merah darah itu.
"Kasur yang digunakan oleh cucuku merupakan alat medis terbaru dan paling efisien. Kasur itu akan menyesuaikan keadaan cucuku dan akan menjaga cucuku agar tetap aman. Jadi cucuku akan aman selama acara ritual ini berlangsung." Jawab Tuan Davindra sambil menatap cucunya dan juga liontin hati malaikat yang dikenakan oleh Biola dilehernya.
Tatapan Tuan Davindra mengarah kearah dinding yang memiliki simbol yang sama dengan simbol yang ada dilantai. Namun simbol yang ada didinding itu memiliki sayap disetiap sisinya. Disana juga ada sebuah kursi yang terbuat dari emas seperti sebuah singgasana.
"Akhirnya aku tahu untuk apa simbol yang ada didinding itu." Gumam Tuan Davindra sambil menatap dinding yang ada simbol itu lalu menatap Keynan kilas.
"Jika kamu memang Eros seperti yang kamu ceritakan. Maka kamu harus pergi dan duduk diatas singgasana yang ada diatas tiga anak tangga itu." Saut Tuan Davindra kepada Keynan sambil menunjuk kearah simbol lingkaran yang ada didonding.
Keynan menelan salivanya dengan kasar karena ia seperti merasakan firasat buruk. Keynan mulai menaiki tiga anak tangga menuju simbol yang ada didinding itu. Simbol itu saling berhadapan dengan simbol tempat Biola berbaring saat ini.
Keynan mulai duduk diatas singgasana itu dengan detak jantungnya yang terus berdebar kencang sedari tadi.
"Huft... kamu harus bisa Key. Ini demi istrimu dan anak-anakmu juga masa depan dari keluarga ini." Ucap Keynan didalam hati sambil membuang nafasnya dengan kasar.
"Ok, aku akan memulai ritualnya. Keynan teteskan darahmu ke simbol yang ada dibelakangmu. Kamu bebas menetekan darahmu dimanapun asalkan jangan sampai keluar dari simbol itu." Perintah Tuan Davindra kepada Keynan.
"Baik Kakek." Jawab Keynan dengan tegasnya.
Keynan menggigit ibu jarinya dengan kuat sehingga ibu jari Keynan berdarah. Keynan dengan cepat mengoleskan darahnya kedalam simbol itu dan mengabaikan rasa perih diibu jarinya.
"Baiklah, pelayan! Cepat kamu tusuk jari cucuku dan teteskan darahnya kedalam simbol itu." Perintah Tuan Davindra kepada anak buahnya.
__ADS_1
"Baik Tuan!" Jawab pelayan kepercayaan Tuan Davindra sambil membungkuk. Lalu ia mulai menusuk jari Biola dengan jarum tajam sehingga darah Biola keluar lalu menetes kesimbol lingkaran yang ada disekeliling Biola yang terbaring diatas kasurnya.
Tiba-tiba cahaya keemasan muncul dari kedua simbol itu. Tuan Davindra mulai membacakan beberapa mantra dari buku peninggalan penyihir agung El yang masih belum lengkap sepenuhnya.
Kedua pelayan kepercayaan Tuan Davindra pun nulai mundur bersama Darius yang hanya bisa menonton dari kejauhan karena ia tidak pernah melatih ilmu sihirnya yang sudah mengalir didalam tubuhnya karena dilarang oleh Tuan Davindra. Karena sekali ilmu sihir itu dibangkitkan, maka yang ada nyawa Darius akan terancam dan akan diincar oleh pengguna ilmu sihir kegelapan.
Meski begitu nyawa Darius bisa saja diincar oleh sekumpulan orang-orang jahat yang telah ahli dalam kekuatan gelap walau Darius tidak membangkitkan kekuatannya. Dan itu sering terjadi kepada Darius dan Viola waktu mereka kecil. Namun mereka selalu diselamatkan oleh Tuan Davindra. Bahkan istri Tuan Davindra pun harus berkorban nyawa demi menyelamatkan kedua anaknya.
Orang-orang pengguna ilmu sihir hitam atau kegelapan itu akan menjadikan anggota keluarga Alexa sebagai bonekanya lalu mereka akan melatih kekuatan sihir kepada anggota keluarga Alexa yang belum mengaktifkan kekuatan sihirnya sehingga akan membangkitkan kekuatan turun-temurun keluarga Alexa itu. Dan itu juga akan berlaku kepada si kembar tiga karena mereka adalah keturunaan keluarga Alexa.
Maka dari itu Tuan Davindra mati-matian untuk melenyapkan kekuatan sihir itu. Karena ia tidak ingin keluarganya dijadikan korban lagi oleh orang-orang berkekuatan kegelapan yang serakah akan kekuatan itu.
ARGGGHHH....
Teriak Keynan yang mulai merasakan sakit disekujur tubuhnya. Ia menatap istrinya dengan tatapan buramnya karena menahan rasa aakit yang luar biasa didaerah jantungnya dan sekujur tubuhnya.
Keynan menatap istrinya karena ia khawatir istrinya akan merasakan sakit yang sama seperti apa yang ia rasakan karena keadaan Biola saat ini yang sedang koma jadi Keynan tidak mementingkan rasa sakitnya karena ia sangat mengkhawatirkan istrinya.
"Biola apa kamu merasakan sakit yang aku rasakan? Jika kamu merasakanya maka biarkan aku yang menanggung semua rasa sakitnya. Kamu sudah cukup menderita sayang. Semoga kamu tidak merasakan sakit yang sama seperti apa yang aku rasakan saat ini." Ucap Keynan didalam hati sambil memejamkan matanya karena merasakan sakit disekujur tubuhnya terutama dibagian jantungnya.
"ARRGHH....!! SAKIT...!!" Teriak Keynan dengan begitu kencangnya.
Tiba-tiba liontin hati malaikat yang ada dileher Biola berubah menjadi cahaya keemasan. Cahaya itu terbang keatas tubuh Biola lalu cahaya itu membentuk sebuah jantung yang berwarna emas.
"Ini..." Gumam Darius dengan tidak percayanya sambil mematap apa yang ia lihat tanpa berkedip.
Keynan terus berteriak-teriak kesakitan. Tubuhnya serasa remuk, jantungnya terasa seperti menghilang. Ia tidak bisa merasakan detak jantungnya lagi saat ini. Seolah-olah jantungnya menghilang dari raganya.
"Penyatuan." Ucap Tuan Davindra setelah membaca mantra yang ada didalam buku peninggalan penyihir El dan juga kertas selembar itu yang baru Tuan Davindra temukan.
Jantung berwarna emas itu yang awalnya dari liontin hati malaikat itu langsung masuk kedalam dada Keynan dan menyatu dengan jantung Keynan saat ini.
AKKKHHHHH..........!!!!
Teriak Keynan dengan begitu kencangnya setelah itu munculah sebuah cahaya putih yang keluar dari kedua simbol yang ada diruangan itu.
Cahaya putih itu menyelimuti Keynan dan Biola yang sedang melakukan ritual itu.
Deg...deg...
Detak jantung Keynan membali berdetak lagi.
Keynan mulai membuka matanya yang terpejam karena menahan rasa sakitnya. Namun hal pertama yang ia lihat bukanlah ruangan tempat ritual itu terjadi, melainkan disebuah kolam yang dipenuhi oleh bunga-bunga cantik yang terletak ditengah hutan. Dan pada saat itu Keynan sedang mandi dikolam yang dipenuhi bunga-bunga cantik itu.
"Eh, aku dimana? Lalu kenapa jantungku tidak sakit lagi?" Ucap Keynan didalam hati.
__ADS_1