Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 82


__ADS_3

Disinilah Biola dan Keynan sekarang, diruangan tempat Ibu memeriksa kandungannya, bersama Dokter cantik yang ditabrak oleh Keynan dikoridor rumah sakit.


Biola saat ini sedang berbaring diatas kasur dengan Dokter cantik yang sedang memeriksa kandungannya.


Dengan lemah lemut Dokter cantik itu memeriksa kandungan Biola dan meng USG kandungan Biola.


Bola mata Keynan nampak berbinar melihat kecambahnya yang tumbuh didalam rahim istrinya.


Begitu juga dengan Biola yang tampak sangat bahagia melihat janinnya yang mulai tumbuh meski hanya sebesar biji kacang hijau. Saking senangnya Biola melihat janinnya, Biola sampai-sampai melupakan kalau dia lagi ngambek kepada suaminya.


"Ini bentuk janin Ibu Biola. Usia janin Ibu Biola sudah memasuki usia 4 minggu. Jadi bentuk janinnya baru terbentuk dan hanya sebesar 0,1 cm atau sebesar biji kacang hijau." Tutur Dokter cantik itu sambil memperlihatkan gambaran USG janin yang ada dirahim Biola.


"Kalau boleh tahu jenis kelaminnya perempuan atau laki-laki Dokter?" Tanya Keynan bersemangat.


Sementara Dokter cantik itu hanya tersenyun menahan tawanya. Biola hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya karena sudah sangat capek memberitahu calon Ayah itu kalau jenis kelamin anaknya masih belum bisa terlihat diusia kehamilan Biola saat ini.


"Maaf Pak, untuk bisa melihat jenis kelamin dari janin yang dikandung oleh Ibu Biola perlu waktu 18-20 minggu untuk bisa melihatnya. Diwaktu itu Bapak dapat melihat jenis kelamin dari janin yang dikandung oleh Ibu Biola." Tutur Dokter cantik itu sambil tersenyum.


"Apa tidak bisa dilihat sekarang?" Tanya Keynan yang masih penasaran dengan jenis kelamin anaknya.


"Itu mustahil Pak, karena janin juga perlu berkembang dan membentuk dirinya dirahim Ibunya." Tutur Dokter cantik itu dengan tersenyum tapi kali ini senyumannya adalah senyuman palsu bukan senyuman tulus lagi karena sudah kesal dengan pertanyan Keynan yang mustahil.


"Ayolah Tuan Muda, kau pikir aku ini Tuhan yang dapat melihat jenis kelamin anakmu diusia kandungan istrimu yang baru menginjak 4 minggu. Dan hanya sebentuk biji kacang hijau." Kesal Dokter cantik itu yang bernama Mita didalam hati.


Biola hanya menutup wajahnya dengan telapak tangannya karena malu dengan sikap suaminya plus ingin tertawa melihat tingkah konyol suaminya yang ngeyel dan tidak bisa diberitahu.


Keynan memonyongkan bibirnya karena tidak dapat mengetahui jenis kelamin anaknya.


Setelah memeriksa kandungan, Biola dan Keynan keluar dari ruangan Dokter Mita. Biola yang sudah keluar dari ruangan Dokter Mita pun tak bisa menahan tawanya lagi.


Biola langsung tertawa terbahak-bahak diluar ruangan Dokter Mita karena mengingat kekonyolan suaminya.


"Hahahaha...... Key IQ mu berapa? Kok aku baru tahu kalau suamiku ini sangat pintar tapi sebaliknya. Hahaha...." Ledek Biola kepada suaminya sambil tertawa.


Keynan hanya memonyongkan bibirnya saat mendengar ucapan istrinya.


"Udah jangan dibahas lagi. Aku mana tahu tentang masalah kehamilan." Grutu Keynan sambil membuang mukanya kearah samping.


"Uhhh... calon Ayah kok ngambek si." Goda Biola sambil menoel dagu suaminya.


Biola tak habis-habisnya terkikik dengan tingkah imut dan menggemaskan suaminya.


Ehemm.....


Tiba-tiba ada suara seseorang berdehem dari arah samping Biola. Keynan dan Biola pun memutar pandangan mereka kearah orang itu.


"Ini rumah sakit, tempat orang sakit bukan tempat orang mesra-mesraan. Sepertinya kalian salah tempat!" Ucap Orang itu yang tak lain adalah Adi sahabat Keynan yang dulunya pernah menjadi selingkuhan sepihaknya Adista, mantan Keynan yang sekarang berada dirumah sakit jiwa karena ulah Keynan.


"Lo ngapain di sini?" Tanya Keynan yang kaget melihat sahabatnya.


"Seharusnya gue yang nanya lo ngapain disini? Apa jangan-jangan gue bakalan dapet ponakan?" Tebak Adi.


"Dari mana lo tahu?" Tanya Keynan kaget.


"Sejak kapan lo jadi bodoh gini Key? Jelaslah gue tahu orang lo sama bini lo abis keluar dari ruangan itu!" Ujar Adi sambil menunjuk ruangan tempat Biola memeriksa kandungannya.


"Sialan lo! Lo aja kali yang bodoh." Ujar Keynan dengan kesalnya.


"Oh ya?" Saut Biola yang ikut menimpali.


"Iyalah sayang, suamimu ini kan pinter." Jawab Keynan sambil mengusap rambut istrinya.


"Kalau gak bodoh terus yang tadi nanya siap.... ....." Belum sempat Biola menyelesaikan kata-katanya Keynan sudah mengecup bibir istrinya dihadapan Adi agar istrinya itu diam dan tidak memberitahukan aibnya kepada Adi.


Biola hanya bisa membelalakan matanya karena suaminya itu selalu menciumnya dihadapan orang lain.


"Key! Aku kan sudah pernah bilang jangan cium aku dihadapan orang lain." Bisik Biola dengan kesalnya kepada suaminya.


"Abisnya kamu gemesin jadi pengen cium." Ujar Keynan sambil mencubit kedua pipi istrinya yang chabi.


"Ih, Keynan lepas! Pipiku sakit." Rengek Biola sambil memukul-mukul tangan suaminya yang mencubit pipinya.


"Hadeh..... enak banget yang suami istri. Mesra-mesraan dimana-mana juga kayak dirumah sendiri." Sindir Adi yang sedang menonton drama romantis sahabatnya.

__ADS_1


"Makannya nyusul." Sindir balik Keynan kepada Adi sambil merangkul bahu istrinya.


Sementara Biola sedang pokus untuk menurunkan tangan besar suaminya yang seenaknya saja ia taruh dibahunya. Gak tahu apa kalau tangan Keynan itu berotot dan sangat berat. Kesal Biola yang berusaha menurunkan tangan suaminya.


"Nyusul kemana?" Tanya Adi pura-pura bodoh.


"Nyusul Nenek lo yang udah meninggal." Jelas Keynan yang merasa kesal dengan ucapan Adi.


"Lo nyumpahin gue mati! Parah banget lo padahal gue bentar lagi mau tunangan."  Kesal Adi.


"Tunangan? Lo yakin gak jadi selingkuhan lagi?" Tanya Keynan yang menganggap ucapan Adi hanya candaan.


"Ya kali dijadiin selingkuhan sampe dua kali. Gue juga belajar kali dari masa lalu. Dan tidak akan mengulanginya lagi dimasa depan." Ucap Adi dengan bijaknya.


"Jadi bener kalau lo mau tunangan?" Tanya Keynan tidak percaya.


Dibelakang Keynan Dokter Mita baru keluar dari ruangannya dan sedang sibuk memainkan handphonenya sambil berjalan.


"Iya, ini calon tunangan gue dan calon istri gue kelak." Adi menarik tangan Dokter Mita yang baru keluar dari ruangannya


Dokter Mita hanya menatap Adi dan Keynan dengan tatapan herannya.


"Dia calon tunangan lo?" Tanya Keynan tak percaya.


"Iya, emang lo aja yang bisa cari cewek cantik. Ups.... salah, lo kan gak nyari tapi dicariin sama Tante Kania hahaha...." Ujar Adi dengan bangganya sambil menertawai Keynan.


"Sialan lo!" Umpat Keynan sambil menendang pelan kaki Adi.


"Ini ada apa si?" Tanya Dokter Mita yang tidak mengerti apa-apa dan malah ditarik tangannya oleh pacarnya.


"Hehehe....maaf sayang. Oh ya, ini sabatku dan itu istri dari sahabtku." Ucap Adi sambil memperkenalkan Biola dan Keynan kepada Dokter Mita.


"Telat lo! Gue udah kenalan sama Dokter Mita. Dia kan yang meriksa kandungan istri gue." Ucap Keynan.


"Oh ya?" Tanya Adi kepada pacarnya.


"Iya, mereka pasienku." Jawab Dokter Mita sambil menatap Adi.


"Key laper." Rengek Biola sambil memegangi perutnya.


Merekapun pindah posisi ke salah satu restoran yang dekat dengan rumah sakit tempat Dokter Mita berkerja untuk mengobrol-ngobrol sambil makan siang.


"Oh iya Key, bukannya lo mau pindah ke Inggris tapi kenapa lo masih ada di Indonesia." Tanya Adi memulai pembicaraan setelah memesan makanannya.


"Ada sedikit masalah jadi gue dan istri gue harus undurin penerbangan kita. Tapi kita juga gak tahu sampai kapan kita akan undurin keberangkatan kita." Jawab Keynan.


"Pak Keynan dan Ibu Biola mau pindah ke Inggris?" Tanya Dokter Mita yang mendengarkan pembicaraan Adi dan Keynan.


"Iya, seharusnya si gitu tapi diundurin." Jawab Keynan sambil memainkan rambut istrinya dengan manjanya.


"Oh kalau Pak Keynan dan Ibu Biola mau pergi nanti lebih baik konsultasikan dulu kepada Dokter kandungan. Karena akan sangat berbahaya untuk berpergian jauh disaat hamil muda." Ujar Dokter Mita membetikan saran.


"Benarkah?" Tanya Keynan terkejut.


Terus Dokter Mita pun memberitahukan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh Ibu hamil. Keynan mendengarkan setiap ucapan Dokter Mita bahkan sampai mencatatnya didalam handphonenya.


Biola hanya tersenyum melihat tingkah suaminya yang sangat peduli kepadanya dan kandungannya.


Jadilah obrolan mereka hanya seputar tentang masalah Ibu hamil yang sedang dipelajari oleh Keynan dengan seriusnya.


Setelah itu Keynan dan Biola berpamitan kepada Adi dan Dokter Mita.


Diperjalanan Keynan nampak sedang menengok-nengok kekanan dan kekiri jendela mobilnya. Seperti sedang mencari sesuatu.


"Key, kamu cari apa? Dari tadi aku lihat kepala kamu gak diem tengok kekiri dan kekanan." Tanya Biola yang mulai kesal melihat tingkah suaminya yang aneh.


Bukannya menjawab Keynan malah menepikan mobilnya didepan toko buku.


"Bentar ya sayang. Aku mau kedalam dulu. Gak lama kok." Ucap Keynan sambil keluar dari dalam mobil dan membuat Biola bingung sendiri didalam mobil.


Didalam Keynan nampak sudah menemukan buku yang mau ia beli dan membawanya kekasir.


Keynan membeli 10 macam buku tentang kehamilan. Sang kasir hanya tersenyum saat Keynan memberikan buku-buku itu kepadanya.

__ADS_1


"Heran aku kok masih ada ya suami setampan dan seperhatian dia. Andai saja suamiku kelak seperhatian dan setampan dia pasti aku bakalan jadi wanita paling beruntung." Batin sang kasir itu yang merupakan seorang gadis seusia Biola.


Setelah membayar bukunya, Keynan keluar dari dalam toko buku. Tapi baru didepan toko buku handphonenya sudah berbunyi.


Keynan membelalakan matanya saat melihat handphonenya. Dari kejauhan Biola nampak menatap heran suaminya yang nampak terkejut saat menyalakan handphonenya.


Keynan menatap kearah Mobilnya sekilas lalu berbelok arah kesampingnya untuk menelepon seseorang.


"Lah... kenapa dia belok arah? Sikapnya juga mencurigakan meski dia sering aneh-aneh tapi kali ini kok tambah parah." Ucap Biola sambil memandangi suaminya yang sedang menelepon seseorang.


"Aku gak mau tahu! Malam ini harus jadi. Kalau gak aku pecat kamu!" Teriak Keynan dengan marah-marah yang membuat Biola mengerutkan dahinya.


Setelah itu Keynan nampak mengambil nafasnya dengan pelan untuk mengatur emosinya lalu menghampiri istrinya yang berada didalam mobil.


"Maaf ya sayang. Tadi ada sedikit urusan jadi aku agak lama." Ucap Keynan sambil memasang sabuk pengamannya.


"Tadi aku lihat kamu menelepon seseorang, kamu teleponan sama siapa?" Tanya Biola to the point.


"Biasa masalah pekerjaan." Jawab Keynan dengan tampang mencurigakan.


Pasalnya mau itu masalah perusahaan atau bukan Keynan pasti akan menelepon atau mengangkat teleponnya dihadapan istrinya kalau Keynan bersama istrinya tapi kali ini Keynan malah sembunyi-sembunyi hanya untuk menelepon seseorang.


"Dia pasti bohong!" Tebak Biola didalam hati sambil menatap Keynan penuh curiga.


Tak berapa lama tatapan Biola beralih ketumpukan buku yang baru dibeli Keynan. Biola membelalakan matanya karena terkejut dengan sampul buku yang ia baca dari tumpukan buku yang dibeli Keynan.


"Key! Kamu gak salah ini beli setumpuk buku tentang kehamilan?" Tanya Biola dengan kagetnya.


Sementara Keynan sudah mengendarai mobilnya menuju kediaman keluarga Kristian.


"Apa salahnya sayang. Ini merupakan pengalaman pertamaku menjadi seorang Ayah. Aku masih harus belajar banyak tentang kehamilan agar aku bisa menjaga istri dan anakku yang ada didalam kandunganmu." Jawab Keynan sambil mengelus rambut istrinya.


"Iya si aku tahu itu tapi apa perlu membeli buku tentang kehamilan sampai setumpukan ini?" Tanya Biola sambil menatap suaminya heran.


"Itu sedikit sayang. Tadinya aku mau beli semua jenis buku tentang kehamilan ditoko buku itu tapi aku takut kamu bakalan nunggu lama jadi aku hanya membeli 10 jenis buku tentang kehamilan. Bukannya itu sedikit?" Jelas Keynan.


"Sedikit palamu, orang ini satu bukunya tebel-tebel gini." Kesal Biola sambil membuka-buka satu buku tebal tentang kehamilan.


"Segitu bagiku gak tebal kok sayang. Karena bagiku buku setebal itu gak ada apa-apanya dibandingkan dengan dirimu dan anak kita." Ucap Keynan sambil mengelus perut rata istrinya dengan sebelah tangannya dan sebelah tangannya lagi ia pakai untuk mengemudi.


Pipi Biola merona saat mendengar ucapan suaminya.


Sesampainya dirumah Biola menceritakan tentang kekonyolan Keynan kepada Ibu dan Ayah mertuanya. Mama Kania dan Pak Raihan tak habis-habisnya menertawakan anak mereka.


"Ketawa aja terus! Tega banget si kalian sama aku. Aku kan hanya berusaha untuk menjadi suami dan Ayah yang baik." Tutur Keynan dengan bijaknya.


"Iya, iya, kau memang Ayah yang baik hahaha....." Tawab Mama Kania yang mengejek putranya.


"Ayo sayang! Kita kekamar aja." Ajak Keynan sambil menarik tangan istrinya.


Sesampainya dikamar Keynan menyodorkan paper bag kearah istrinya.


"Apa ini?" Tanya Biola sambil membuka paper bag yang disodorkan Keynan.


"Gaun." Jawab Keynan dengan santai.


"Iya aku tahu ini gaun tapi untuk apa kamu membeli gaun? Kau tahu? Diruang ganti kita sudah banyak gaun-gaun yang belum sempat aku pakai. Kenapa kamu boros-boros hanya untuk membeli gaun. Aku yakin harga gaun ini pasti juga sangat mahal kan?" Omel Biola kepada suaminya.


"Ya aku kan tidak tahu. Kalau kamu gak suka sama gaun-gaun itu kamu bisa membuangnya." Ucap Keynan dengan entengnya.


Dengan kesalnya Biola memukul tubuh suaminya dengan paper bag yang ada ditanganya.


"Sakit sayang..!!" Pekik Keynan sambil melindungi kepalanya.


"Habisnya kamu ngeselin." Ucap Biola sambil menyilangkan tangannya didadanya.


Tiba-tiba ponsel Keynan berdering. Keynan melihat nomor seseorang yang meneleponnya terus menyembunyikan handphonenya kebelakang agar Biola tidak melihat nomor seseorang yang meneleponnya.


"Sayang, aku angkat telepon dulu ya! Kamu mandi aja dulu terus pakai gaun yang aku berikan." Perintah Keynan kepada istrinya.


"Tapi kita mau kama?" Tanya Biola namun tidak dijawab oleh Keynan karena Keynan sudah menjauh dari hadapan istrinya.


"Keynan kenapa aneh si hari ini." Gerutu Biola sambil berjalan kearah kamar mandi.

__ADS_1


____________________


Tinggalkan jejak kalian guys 😘


__ADS_2