Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 126


__ADS_3

Keynan mencium ketiga bayi kembarnya dengan penuh kasih sayang Lalu ia mulai meninggalkan ruangan inkubator puta putrinya karena ia tidak bisa berlama-lama disana.


Keynan tampak menatap ketiga bayi kembarnya dari luar dengan senyuman tulusnya dan mata sendunya.


"Key, kita kedokter dulu ya. Lukamu harus segera diobatin." Ajak Mama Kania dengan wajahnya yang tampak sangat khawatir, karena luka-luka Keynan masih belum diobati.


"Gak Ma, Aku harus keruangan Biola. Biola lagi nungguin aku. Aku gak mau pas dia sadar aku gak ada disisinya." Ucap Keynan sambil tersenyum kecil dan berjalan dengan sempoyongannya kearah ruangan istrinya.


Mama Kania membuang nafasnya dengan kasar. Ia melihat punggung putranya yang tampak sangat lebar tapi sangat terlihat jelas juga kalau dipunggunya itu, putranya sedang memikul sebuah tanggung jawab yang sangat besar.


••••••


"Ngapain kamu ke sini! Pergi kamu!" Usir Darius dengan nada lantangnya saat ia melihat Keynan masuk kedalam ruangan Biola.


"Darius! Pelankan suaramu! Ingat kita sedang berada diruangan Biola." Peringat Tuan Davindra yang membuat Darius melihat keponakanya yang terbaring tak sadarkan diri diberangkar dengan alat medis penopang hidupnya.


Darius membuang nafasnya dengan kasar karena berusaha untuk mengendalikan emosinya. Darius berusaha untuk memelankan suaranya saat berbicara dengan Keynan.


"Pergi kamu dari sini! Jangan pernah kamu tunjukan wajahmu lagi dihadapanku!" Ucap Darius dengan sinisnya tanpa melihat kearah Keynan.


Keynan tampak tidak memperdulikan ucapan Darius. Ia terlihat sangat pendiam sejak kecelakaan itu. Keynan menatap istrinya dengan tatapan rapuhnya.


"Tuan Darius, saya mohon Tuan jangan memisahkan putra saya dengan menantu saya. Keynan juga merasakan apa yang Tuan saat ini rasakan." Ujar Pak Raihan dengan wajah memelasnya.


Darius bangkit dari duduknya dan mulai meninggalkan ruangan keponakanya. Karena jika ia berlama-lama disana maka Darius malah akan semakin emosi.


Keynan tampak tak memperdulikan Darius. Keynan mulai mendekati istrinya yang masih tak sadarkan diri. Ia duduk disamping berangkar istrinya sambil menggenggam erat tangan istrinya tanpa mengucapkan sepatah katapun. Tatapan Keynan menatap wajah istrinya yang tampak sangat pucat dan tampak sangat lemah.


"Sadarlah sayang, aku sudah tidak kuat lagi melihatmu dalam keadaan seperti ini." Batin Keynan sambil mencium punggung tangan istrinya yang ia genggam erat sedari tadi.


••••••


Darius pergi keatap rumah sakit dengan perasaan kacaunya. Ia masih ingin menghajar Keynan tapi ia tidak bisa membuat keributan didalam ruangan keponakannya.


"AAHHHH...... SIAL!!! KENAPA SEMUANYA JADI SEPERTI INI....!!!!" Teriak Darius dengan kencangnya sambil menatap seluruh bangunan dari atas rumah sakit itu.


Darius mengusap wajahnya dengan kasar lalu meninju tembok pembatas diatas rumah sakit itu.

__ADS_1


Tangan Darius yang terluka dan sudah diperbanpun mulai mengeluarkan darah lagi. Darius sedikit pun tidak merasakan sakit dipergelangan tangannya karena rasa sakit fisiknya tidak sesakit rasa sakit dihatinya.


Perasaan Darius sangat kacau. Ia ingin sekali melenyapkan orang yang telah membuat keponakannya seperti ini. Tapi apalah daya, pengemudi truk itu malah meninggal ditempat.


Tapi Darius sangat yakin kalau semua ini pasti ada sangkut pautnya dari rencana licik seseorang. Terbukti kalau kematian dari pengemudi truk itu sangatlah misterius.


Pengemudi truk itu tidak memiliki luka serius yang dapat merenggut nyawanya namun ia meninggal ditempat tanpa alasan yang jelas.


Semuanya tampak sangat misterius seolah-olah kecelakaan yang menimpa Biola telah dirancang sedemikian rupa oleh seorang profesional.


Darius mengambil handphonenya dan mulai menghubungi seseorang.


"Bagaimana penyelidikannya?" Tanya Darius kepada orang yang ia telepon.


"Kecelakaan ini memang ada sangkut-pautnya dengan campur tangan seseorang. Dan orang itu sepertinya sangat lihai bersembunyi dan menyembunyikan identitasnya dari kelompok mafia Angel's heart. Aku yakin kalau orang itu sangat mengenal kelompok mafia Angel's heart dari dalam." Jawab orang yang ditelepon Darius itu dengan suara paraunya seperti sehabis menangis.


"Apa maksudmu dia orang dalam?" Tanya Darius terkejut.


"Bisa jadi, tapi sepertinya dia bukanlah orang dalam. Kita tidak bisa gegabah dalam penyelidikan ini. Jangan sampai kita salah tangkap dan membiarkan pelaku aslinya berkeliaran." Jawab orang yang ditelepon Darius itu lagi.


"Baiklah, cepatlah cari dan tangkap dia. Aku tidak mau dia hidup dengan tenang. sementara keponakanku sedang berjuang antara hidup dan mati." Ucap Darius dengan tegasnya.


Orang yang ditelepon Darius itu tiba-tiba terdiam sehingga membuat jeda dipembicaraannya dengan Darius. Orang itu tampak mencengkram dadanya dengan kuat. Ia bahkan sampai meneteskan air matanya saat mendengakan ucapan Darius.


"Kenapa sesakit ini. Kenapa putriku harus kembali dalam masa-masa sulit ini lagi. Tolong jangan kau pisahkan putriku dengan diriku lagi. Aku pasti akan menghancurkan orang itu sampi dia menjadi abu. Putriku maafkan Ayah. Lagi dan lagi Ayamu ini tidak bisa melindungimu. Lebih baik Ayah yang berada diposisimu saat ini. Ayah tidak ingin melihat kamu menderita lagi." Gumam orang yang berteleponan dengan Darius itu yang tak lain adalah Pak Bayu.


"Apa kau mendengarkanku Bayu?" Tanya Darius diserbang sana saat Darius tidak mendengarkan lagi suara Pak Bayu.


"Ya, bagai mana dengan permintaanku waktu itu?" Tanya Pak Bayu sambil mengusap air matanya yang menetes karena teringat putrinya yang koma.


"Tergantung dengan kemampuanmu menemukan orang itu. Ini kesempatan terakhirmu. Jika kamu bisa menemukannya maka kamu akan tinggal dikelompok mafia Angel's heart. Jika tidak maka bersiap-siaplah untuk angkat kaki dari kelompok mafia Angel's heart." Jawab Darius dingin.


Pak Bayu sebenarnya mau dikeluarkan dari kelompok mafia Angel's heart oleh Darius karena pembalasan dendamnya sudah berakhir. Namun pada saat Pak Bayu ingin meninggalkan kelompok mafia Angel's heart, tiba-tiba saja ia mendengar putrinya dicelakai oleh orang lain.


Pak Bayu memohon-mohon kepada Darius untuk menerimanya kembali. Darius pun memberikan Pak Bayu kesempatan namun jabatannya tidak setinggi dulu. Pak Bayu sekarang hanyalah seorang tangan kanan Darius dikelompok mafia Angel's heart.


Meski begitu Pak Bayu tidak mengeluh. Karena tujuannya berada didunia gelap ini karena ia ingin melindungi putrinya. Nyawanya dan juga alasan Pak Bayu untuk tetap hidup didunia ini.

__ADS_1


"Terima kasih atas kesempatannya. Aku pasti akan berusaha agar bisa masuk kembali kedalam kelompok mafia Angel's heart." Jawab Pak Bayu.


"Baguslah jika kau tau posisimu." Ucap Darius ketus.


"Emm... apakah keadaannya sudah membaik?" Tanya Pak Bayu ragu-ragu.


"Jika kau penasaran maka datanglah sendiri. Aku tidak ingin memberi tahumu." Jawab Darius ketus sambil menutup panggilan teleponnya secara sepihak.


Pak Bayu menatap teleponnya dengan tatapan sendunya.


"Aku juga ingin menemui putriku dan cucu-cucuku. Tapi apakah aku pantas untuk menemui mereka?" Pikir Pak Bayu sambil mencengkram erat handphonenya. Dan merasakan sakit dihatinya karena keadaan putrinya saat ini.


••••••••


"Key, kamu jangan menyiksa dirimu sendiri. Kamu harus makan. Inget kamu harus tetap sehat untuk anak-anak kamu." Bujuk Mama Kania kepada putranya yang sudah tidak pernah menjaga pola makannya sejak Biola dinyatakan koma.


"Aku gak lapar Ma. Aku masih mau nemenin Biola." Jawab Keynan sambil menggelengkan kepalanya dan menatap wajah istrinya yang tampak pucat.


"Ayolah Key, sebentar lagi si kembar akan keluar dari rumah sakit. Kamu harus kuat, inget jika tidak ada kamu maka siapa yang akan mengurus mereka. Mereka membutuhkan orang tuanya Key. Biola saat ini tidak bisa mengurus mereka maka hanya kamulah yang bisa mengurus mereka. Apakah kamu tega melihat mereka jauh dari orang tuanya? Apakah kamu tega melihat mereka diasuh oleh oarng lain?" Tanya Mama Kania yang membuat Keynan terdiam lalu menatap Mama Kania dengan sendunya.


"Kapan mereka akan keluar rumah sakit Ma?" Tanya Keynan dengan sendunya.


Mama Kania tersenyum saat melihat reaksi putranya. Sudah beberapa hari ini Keynan tampak sangat pendiam dan jarang sekali berbicara. Ia juga tampak sangat kurus dan tak terawat. Sehingga membuat Mama Kania tampak sangat sedih melihat keadan putranya saat ini.


"Mereka akan keluar rumah sakit 2 hari lagi. Jadi kau harus makan supaya kamu punya tenaga untuk menjaga ketiga bayi kembar kalian." Jawab Mama Kania sambil menyodorkan sepiring makanan kearah Keynan.


Keynan menatap piring itu dengan tatapan kosongnya. Ia tidak ada niat untuk memakan makanan yang disodorkan oleh Mamanya tapi ia harus makan demi ketiga buah hatinya.


Dengan perlahan Keynan menerima makanan yang disodorkan oleh Mama Kania dan memakannya sambil menatap istrinya yang masih tak sadarkan diri dan terbaring lemah diberangkar rumah sakit terbaik yang ada di kota Bandung.


"Aku harus kuat, ini demi ketiga buah hati kita. Sayang, aku akan berusaha untuk tetap kuat demi mereka meski nantinya tidak ada kamu. Jadi kamu juga harus kuat dan berusahalah untuk bangun dari komamu demi mereka dan aku. Karena tanpamu keluarga kecil kita tidak akan lengkap. Kita juga harus segera menempati kastil yang sudah aku buat untuk rumah masa depan kita." Gumam Keynan dengan air mata yang menetes sambil mengunyah makanannya.


Sungguh makanan yang ia kunyah sangatlah susah untuk Keynan cerna. Ia sangat merindukan istrinya. Benar-benar sangat merindukan istrinya Biola Kristian.


__________________


Author numpang lewat....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian biar othor rajin up 😘


사랑해 💖


__ADS_2