
Keynan membawa istrinya keruangannya karena ia masih ada pekerjaan untuk ia kerjakan.
Devin yang sedari tadi melihat adegan romantis Keynan dan istrinya pun langsung bergidik ngeri. Karena perubahan Keynan yang tadinya dingin dihadapan orang lain tiba-tiba berubah 180° menjadi imut dihadapan istrinya.
"Semoga aja gue gak ketularan jadi suami takut istri kayak si Keynan ketika gue kawin, eh maksud gue nikah." Ucap Devin sambil tersenyum sendiri menatap Keynan yang sedang menggendong Biola keruangannya.
Sesampainya di ruangan Keynan, Keynan langsung membuka pintu tempat Pak Raihan untuk beristirahat jika dia sedang lembur dulu tapi karena sekarang Keynan telah menggantikan posisinya maka tempat itu telah menjadi milik Keynan.
Tempat itu adalah sebuah kamar yang terhubung didalam ruangan kerja Keynan.
Kamar itu lumayan besar dengan dekorasi yang cukup menenangkan pikiran jika sedang kecapekan berkerja.
Keynan meletakan tubuh istrinya diatas tempat tidur King Size nya lalu menyelimuti istrinya itu dengan selimut.
Keynan membalikan badannya untuk menyelesaikan pekerjaannya namun seseorang menarik tangannya sambil memanggil namanya dengan sangat lembut.
"Key....." Ucap Biola mengigau sambil menyebut nama suaminya sambil tersenyum dan memegang tangan suaminya yang ingin kembali keruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Keynan yang mendengar ucapan istrinya yang sedang mengigau sambil tersenyum dan memegang tangannya yang ingin pergi pun langsung tersenyum bahagia dan membalikan tubuhnya kearah istrinya yang sedang tertidur diatas kasur.
"Apa kamu sedang memimpikanku sayang? Apa mimpimu itu sangat menyenangkan sampai-sampai kau menyebut namaku sambil tersenyum. Rasanya aku ingin melihat mimpi indahmu yang sedang memimpikanku dan tertidur sambil memelukmu sayangku. Tapi aku memiliki banyak pekerjaan untuk diselesaikan. Maafkan aku sayang karena aku tidak bisa menemanimu tidur." Ucap Keynan sedih sambil duduk diatas kasur dan menatap wajah istrinya dalam lalu mencium kening istrinya agak lama.
"Tidurlah yang nyenyak dan teruslah memimpikan aku dimimpimu sayang. Karena aku akan cemburu jika kamu memimpikan orang lain apa lagi sambil tersenyum manis seperti ini." Ucap Keynan sambil mengusap kening istrinya lalu bangkit dari duduknya dan berlalu keruangannya untuk mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda dengan penuh semangat karena mendapatkan vitamin manis dari istrinya.
Diluar ruangan Keynan para kariawan sedang asik bergosip membicarakan tentang aksi romantis Keynan yang menggendong istrinya yang sedang tertidur karena menunggu Keynan diruang tamu.
"Eh aku gak nyangka loh kalau Pak Keynan itu orangnya romantis banget. Aku jadi iri sama istrinya Pak Keynan." Ucap seorang kariawan wanita yang mengajak kariawan lainnya bergosip.
"Aku juga gak nyangka kalau Pak Keynan bisa memiliki sifat seperti itu. Kita kan tau kalau Pak Keynan itu selalu pasang tampang dinginnya saat diperusahaan." Saut Kariawan wanita lainnya.
"Iya benar, aku sampai terharu melihatnya. Coba aja kalau suami aku seperti Pak Keynan pasti aku akan menjadi istri paling bahagia." Balas kariawan wanita lainnya sambil senyum-senyum.
"Uhh.. udah ganteng, romantis pula. Aku jad. ...... ...... " Ucap salah satu kariawan wanita lainnya yang tiba-tiba terhenti karena mendapat teguran dari Sekertaris Lisa.
"Semuanya kembali berkerja! Kalian itu digaji untuk bekerja diperusahaan ini bukan untuk bergosip. Perusahan sebesar ini masih bisa mencari kariawan baru yang lebih berkompeten jika kariawan lamanya tidak dapat bekerja dengan baik." Bentak Sekertaris Lisa dengan penuh emosi. Emosi karena mendengar pujian-pujian dari para kariawan yang sangat menyanjung tinggi kisah romantis Keynan dan istrinya.
Para Kariawan yang bergosip itupun langsung bungkam dan kembali ketempatnya saat mendapat teguran dari Sekertaris Lisa.
"Cih! Cuman sekertaris aja sombong. Ganggu aja gak tau apa kalau kita lagi asik-asiknya." Cibir salah satu kariawan wanita didalam hati sambil menatap kesal kearah Sekertaris Lisa.
Sekertaris Lisa pun berlalu meninggalkan para kariawan yang ia tegur karena bergosip menuju ruangan Keynan sambil membawa beberapa dokumen ditangannya.
Tok tok tok.....
__ADS_1
Sekertaris Lisa mengetuk pintu ruangan Keynan.
"Masuk!" Ucap Keynan didalam ruangannya saat mendengar pintu ruangannya diketuk.
Sekertaris Lisa yang mendengar ucapan Keynan pun langsung merapikan dirinya sebelum masuk kedalam ruangan Keynan dan tak lupa juga ia membuka kancing kemeja atasnya untuk menggoda Keynan.
Yah Sekertaris Lisa selalu melakukan itu untuk menggoda Keynan namun Keynan selalu menghiraukannya.
Dengan anggunnya Sekertaris Lisa melangkahkan kakinya kedalam ruangan Keynan.
"Ada apa?" Tanya Keynan dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.
Sekertari Lisa pun duduk dikursi yang disiapkan saling berhadapan dimeja kerja Keynan.
"Ini dokumen yang tadi Bapak belum sempat tandatangani." Ucap Sekertaris Lisa lembut sambil menundukan tubuhnya sehingga memperlihatkan dua gundukan kembar sekertaris Lisa yang sengaja ia buka kancing kemeja atasnya agar Keynan dapat melihatnya dan tergoda olehnya.
"Mana?" Ucap Keynan tanpa mengalihkan tatapannya dari layar laptopnya sambil menjulurkan tangannya kearah Sekertaris Lisa agar Sekertaris Llisa menaruh dokumen itu ditangan Keynan.
Sekertaris Lisa menghembuskan nafasnya kasar karena menahan emosinya.
"Kenapa selalu susah untuk menggoda Keynan. Padahal aku sangat mencintaimu Keynan." Gerutu Sekertaris Lisa didalam hati sambil menatap Keynan penuh harap.
Sekertaris Lisa sangat kesal tapi dia tidak kehabisan akal untuk menggoda Keynan. Ia memegang tangan Keynan dan mengelus tangan Keynan dengan lembut saat dia ingin menyerahkan dokumen itu kepada Keynan.
"Hari ini gak boleh gagal kau harus menjadi milikku Key." Gumam Sekertaris Lisa penuh percaya diri sambil tersenyum licik.
"Sayang...... " Panggil seorang wanita dengan nada yang sangat lembut mengagetkan sekertaris Lisa dan Keynan.
Keynan dan Sekertaris Lisa pun mengalihkan pandangan mereka kearah ruangan pribadi Keynan untuk beristirahat.
Keynan langsung menghempaskan tangan sekertaris Lisa yang memegangnya saat dia melihat istrinya sedang melihatnya berpegangan tangan dengan Sekertaris Lisa diambang pintu. Keynan terlihat salah tingkah karena takut istrinya itu akan salah pahan.
"Sayang dengarkan aku ini tidak seperti yang kamu pikirkan." Ucap Keynan panik sambil berusaha menjelaskan keadaan yang sebenarnya kepada istrinya.
Penjelasan Keynan tidak didengarkan oleh Biola. Biola berjalan kearah Keynan dan Sekertaris Lisa lalu duduk dipangkuan Keynan dengan manjanya.
Keynan merasa heran dan kaget dengan tingkah istrinya yang tidak seperti biasanya bermanja-manja kepadanya.
Sekertaris Lisa pun tak kalah kagetnya pada saat melihat Biola duduk dipangkuan Keynan dengan manjanya.
"Sayang... kenapa kamu gak nemenin aku tidur. Aku tadi cari-cari kamu tapi kamunya gak ada. Tidur aku enggak nyenyak gara-gara kamu gak meluk aku pas tidur. Kamu tahu sendiri kalau aku gak bisa tidur jika kamu gak meluk aku." Ucap Biola dengan nada lembutnya sambil menyandarkan kepalanya didada bidang suaminya dan memainkan jarinya didada bidang Keynan.
Keynan menelan salivanya kasar karena mendapat godaan maut dari istrinya. Hasratnya sudah sangat menggebu-gebu pada saat Biola berbicara dengan nada lembut kepadanya ditambah ucapan Biola yang memanggil Keynan dengan sebutan sayang. Sungguh Keynan sangat ingin menerkam istrinya saat ini juga.
__ADS_1
"Ma_maaf kan aku sayang. Aku tadi ada pekerjaan jadi tidak bisa menemanimu tidur." Ucap Keynan gugup karena menahan hasrat.
"Oh shit.... ada apa dengan Biola. Kenapa dia bertingkah manja seperti ini. Ahh... sial! aku sangat ingin menerkamnya." Ucap Keynan didalam hati sambil memejamkan matanya karena menahan hasratnya.
"Sayang siapa dia?" Tunjuk Biola kepada Sekertaris Lisa.
Keynan membuka matanya dan menatap Sekertaris Lisa yang ditunjuk oleh Biola.
"Dia Sekertarisku namanya Lisa. Memangnya ada apa sayang?" Tanya Keynan lembut sambil mendekap pinggang Biola supaya mendekat kearah tubuhnya dan mencium pucuk kepala Biola.
"Wangi, sangat wangi." Ucap Keynan didalam hati pada saat dia mencium pucuk kepala istrinya.
Sungguh sebentar lagi Keynan akan kehilangan akal sehatnya dan akan bertindak seperti hewan buas jika Biola terus menggodanya.
"Benarkah! Tapi aku gak suka sama dia. Lain kali kamu harus cari sekertaris laki-laki jangan sekertaris wanita. Kau tahu aku sangat cemburu saat tahu dia sekertarismu." Ucap Biola sambil menunjuk sekertaris Lisa dan mengerucutkan bibirnya dengan manja sambil memainkan dasi suaminya.
Keynan yang mendengarkan ucapan Biola pun merasa sangat bahagia. Dia merasa seperti tertusuk beribu-ribu anak panah cinta dihatinya.
"Aaahhhh.... shit, aku sangat ingin mencium bibir mungilmu itu sayang." Ucap Keynan didalam hati pada saat ia melihat Biola mengerucutkan bibirnya dengan manja.
Tanpa sadar Keynan sudah mencium bibir mungil istrinya itu kilas dihadapan Sekertaris Lisa. Sekertaris Lisa membelalakan matanya tak percaya. Dia sangat kesal dengan tingkah Biola yang menggoda Keynan.
Sekertaris Lisa terus mengepalkan telapak tangannya dibawah meja karena kesal.
Biola menyunggingkan senyumannya pada saat suaminya itu menciumnya dihadapan Sekertaris Lisa.
"Baiklah sayang, aku akan mencari sekertaris baru dan itu adalah laki-laki sesuai keinginanmu. Aku gak ingin kamu cemburu kepadaku. Aku sangat menyayangimu melebihi hidupku." Ucap Keynan lembut sambil mencubit hidung mancung Biola dengan gemasnya
"Tapi Pak.... ...." Ucap Sekertaris Lisa tak terima tapi ucapannya itu sudah dipotong oleh lambaian tangan dan tatapan tajam Keynan yang menyuruh Sekertaris Lisa untuk diam.
"Ini semua gara-gara wanita murahan itu. Ahh... ingin sekali aku menjambak rambut panjang rubah betina itu." Teriak Sekertaris Lisa didalam hati.
"Tapi sayang kalau kamu cari Sekertaris baru lalu Sekertaris Lisa gimana?" Tanya Biola yang pura-pura mengasihani Sekertaris Lisa sambil mendonggak menatap wajah suaminya dengan mata yang berbinar.
"Sial! Aku sudah tidak tahan lagi." Batin Keynan sambil berusaha sekuat tenaga menahan godaan dari istrinya.
"Itu biar jadi urusan ku sayang. Dan untuk Sekertaris Lisa lebih baik kamu keluar dari ruangan saya." Ucap Keynan mengusir Sekertaris Lisa.
"Tapi Pak, saya tidak mau keluar dari pe...... ..."
"KELUAR..!!!!" Teriak Keynan memotong ucapan Sekertaris Lisa lagi.
Sekertaris Lisa mendengus kesal dan keluar dari ruangan Keynan dengan menghentak-hentakan kakinya.
__ADS_1
__________________________
Hai guys jangan lupa tinggalkan jejak 😘