Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 131


__ADS_3

"Kamu! Kenapa kamu ada dikamarku?!" Tanya Keynan dengan nada membentaknya karena terbawa emosi.


Biola tampak sangat sedih karena dibentak oleh Keynan.


"Biola juga gak tau. Tadi malam Biola lihat Kakak lagi liatin Biola diluar dari jendela jadi Biola pikir Kakak ngizinin Biola untuk masuk kekamar Kakak. Karena Biola takut gelap dan petir jadi Biola masuk aja. Biola juga heran karena Biola bisa terbang dan nembus tembok sehingga bisa langsung kekamar Kakak." Jawab hantu gadis kecil itu yang mulai menjelaskan kepada Keynan dengan polosnya.


"Hah?! Kamu takut gelap dan petir?" Tanya Keynan sambil berdiri dari duduknya dilantai dan mengusap bokongnya yang tampak sangat sakit karena mencium lantai.


"He'em." Jawab Biola sambil menganggukkan kepanya dengan wajah imutnya yang membuat Keynan gemas sendiri ingin mencubit pipi tembem si hantu kecil itu.


"Kenapa kamu takut. Bukannya kamu hantu?" Tanya Keynan sambil memalingkan wajahnya karena gemas melihat wajah menggemaskan Biola.


Biola menatap Keynan dengan tatapan tak sukanya. Ia bahkan sampai memajukan bibirnya hingga beberapa centi karena tidak suka dengan pertanyaan Keynan.


"Biola bukan hantu! Biola manusia!" Jawab hantu gadis kecil itu dengan lantangnya.


"Manusia?" Ulang Keynan sambil terkekeh dan menatap tubuh mungil Biola yang tampak transparan dipagi hari itu.


Entah kenapa Keynan merasa aneh dengan Biola karena hantu biasanya akan muncul pada malam hari atau ditempat-tempat gelap. Tapi berbeda dengan hantu gadis kecil yang ada dihadapannya ini. Ia bisa terlihat dipagi hari disaat sinar matahari sudah menyinari gelapnya malam.


"Iya, Biola manusia bukan hantu!" Jawab Biola dengan nada tingginya.


"Benarkah?" Tanya Keynan yang membuat Biola melipat kedua tanganya didadanya dan memajukan bibirnya beberapa centi lagi karena marah.


Keynan mendekati hantu gadis kecil itu dan duduk dikasur bersama hantu gadis kecil itu. Keynan mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi tembem dari hantu gadis kecil itu. Namun tangan Keynan tiba-tiba saja tembus dan tidak bisa menyentuh pipi hantu gadis mungil itu. Sehingga hantu gadis mungil itu tersadar dan kaget saat melihat tangan Keynan tembus kedalam tubuhnya.


"Lihat kan? Kalau kamu bukan hantu. Terus kenapa tanganku bisa nembus tubuhmu?" Tanya Keynan yang membuat mata Biola berbinar karena menahan air matanya.


"Jadi Biola udah meninggal? Biola gak mau meninggal. Biola mau ketemu Ayah. Biola juga mau dapet kasih sayang dari Oma. Huaaa..... Biola mau ketemu Ayahh... hiks...hiks..." Tangis Biola dengan kencangnya dan lagi-lagi Keynan menutup telinganya dengan kedua telapak tangannya karena tak kuat mendengar suara tangisan Biola yang sangat kencang.


"Bisa gak si kamu gak usah nangis. Tangisan kamu itu bikin gendang telinga aku mau pecah tau gak?" Perotes Keynan.


"Hiks...hiks... Tapi Biola gak mau meninggal. Biola masih mau dapetin kasih sayang Oma dan Ayah. Biola selalu berusaha menjadi anak yang baik agar Ayah dan Oma menyayangi Biola." Tutur Biola dengan sesenggukannya.


"Tapi mau gak mau kamu harus nerima keyataan kamu saat ini. Kamu sudah meninggal jadi kamu harus meninggalkan dunia ini juga." Jawab Keynan sambil membuang nafasnya dengan kasar.


"Ta...tapi Biola gak tahu harus pergi kemana setelah Biola meninggal." Tutur hantu gadis kecil itu yang membuat Keynan kebingungan.


"Kamu yang hantu aja gak tahu apa lagi aku yang masih hidup. Lagian kamu tuh aneh banget. Kamu kan hantu masa kamu gak tahu tempat setelah kematian." Jawab Keynan dengan alis yang terangkat satu.


Biola menundukan kepalanya dengan wajah sedihnya.


"Biola gak tahu harus pergi kemana. Biola juga gak mau pergi begitu aja. Biola masih mau Ayah menyayangi Biola lagi. Biola juga mau Oma sayang sama Biola seperti dia menyayangi Mona." Jawab Biola dengan wajah polosnya.


Keynan yang mendengarnyapun jadi serba salah. Ia juga meras prihatin dengan keadaan hantu gadis kecil yang ada dihadapannya.


"Sebenarnya seburuk apa masa lalu hantu ini sebelum ia meninggal. Apakah keluarganya tidak menyayanginya sehingga dia perlu mengemis kasih sayang kepada keluarganya?" Pikir Keynan sambil berucap didalam hati dan menatap hantu gadis kecil itu dengan tatapan ibanya.


"Tapi kamu harus pergi. Ini bukan tempatmu. Aku gak nerima hantu dirumahku." Tutur Keynan dengan nada dinginnya.


Sebenarnya Keynan tidak mau mengucapkan kata-kata itu namun ia harus mengucapkannya karena hantu adalah masalalu paling mengerikannya. Dimana Keynan hampir meninggal gara-gara sahabat tak kasat matanya dan membuat ia harus berpindah-pindah rumah karena ada beberapa hantu jahat yang menyakitinya.


"Kakak izinin Biola tinggal disini ya? Biola gak tahu harus pergi kemana. Biola takut diluar sendirian. Dan hanya Kakaklah satu-satunya orang yang bisa lihat Biola. Biola gak tahu harus minta tolong sama siapa lagi selain kepada Kakak." Ucap Biola sambil memohon-mohon kepada Keynan dengan wajah imut dan menggemaskannya sehingga membuat hati Keynan hampir tergoyahkan.


"Sekeras apapun kamu memohon-mohon. Kamu tetap tidak bisa tingga dirumah ini." Jelas Keynan dengan dinginnya dan membuat Biola sedih saat mendengarnya.


"Kalau begitu Biola harus pergi kemana?" Tanya Biola bingung dengan wajah sedihnya.


"Mana aku tahu. Aku mau mandi dulu. Kamu sebaiknya pergi saat aku selesai mandi." Jawab Keynan sambil mengangkat bahunya dan berlalu kekamar mandi.


Biola terdiam dengan wajah sedihnya. Tiba-tiba saja hantu gadis kecil itu mendapatkan sebuah ide yang membuatnya senang saat ia melihat tubuhnya yang bisa tembus terhadap benda apapun.


"Hehehe.... Biola hanya perlu bersembunyi dari pandangan Kakak itu. Sehingga Biola bisa tinggal disini tanpa harus ketakutan dengan dunia luar. Kata Bi Sumi dunia luar itu gak baik dan berbahaya. Jadi Biola gak boleh keluar. Biola juga takut kegelapan dan petir. Biola harus tetep tinggal disini." Gumam hantu gadis kecil itu sambil tersenyum lalu celangak-celinguk. Setelah itu Biola pergi bersembunyi dikamar Keynan. Ia berembunyi dibalik tembok suapaya tidak ketahuan Keynan.


Beberapa menit kemudian, Keynan telah selesai dengan mandinya dan keluar dari kamar mandi. Keynan tampak menatap sekeliling kamarnya yang tampak sepi tanpa kehadiran hantu gadis kecil yang mngganggunya lagi.


Keynan menyunggingkan senyumannya setelah menyadari kalau hantu gadis kecil itu telah pergi dari kamarnya.

__ADS_1


"Baguslah kalau dia ngerti dan mau pergi dari rumahku. Aku gak mau hantu-hantu itu memanfaatkan kemampuanku lagi." Ucap Keynan dengan santainya sambil menggosok-gosok rambut basahnya dengan handuk kecil.


Keynan melangkahkan kakinya kearah lemari pakaian. Ia lalu mengambil setelan pakaian sekolah dasarnya dari dalam lemarinya, Karena Keynan pagi ini harus masuk sekolah.


Keynan dengan santainya melepaskan handuknya yang melilit dipinggang kecilnya. Biola yang bersembunyipun melihat Keynan berganti pakaian. Ia menatap Keynan dengan tatapan herannya.


Terlihat dari wajah hantu gadis kecil itu yang masih sangat polos karena ia seperti tidak bisa membedakan sesuatu yang aneh dari tubuh Keynan.


"Eh, kenapa tubuh Kakak itu beda ya sama tubuh Biola. Lalu itu apa? Punya Biola gak kayak gitu." Pikir Biola sambil menatap kedaerah terlarang Keynan.


Keynan yang tidak menyadari kalau dia sedang diintip oleh sesosok hantu gadis kecil yang sangat polospun hanya terus berganti pakaian dengan santainya.


Setelah berganti pakaian, Keynan pun segera turun untuk sarapan dengan kedua orang tuanya.


Biola pun muncul kembali dari persembunyiaannya dengan tampangnya yang masih heran.


"Itu apa? Punya Biola kok beda dengan punya Kakak itu?" Pikir Biola dengan tampang polosnya.


••••••


Beberapa minggu pun berlalu dan Biola masih belum ketahuan oleh Keynan. Keynan pun tidak pernah menyadari kalau setiap ia berganti pakaian ia selalu diintip oleh sesosok hantu gadis polos yang masih merasa heran dengan bentuk tubuh Keynan yang tak sama dengan bentuk tubuhnya.


Tiba-tiba saja seekor kucing yang baru saja dibeli oleh Mama Kania masuk kedalam kamar Keynan. Kucing itu memiliki bulu yang sangat halus dan berwarna putih. Kaki-kakinya juga terlihat sangat imut dan mungil. Kumis-kumisnya tampak panjang dan cantik. Matanya tampak sangat bulat dan sangat cantik sehingga membuat kucing itu tampak sangat imut dimata siapapun termasuk dimata hantu gadis kecil yang sedang menatap keimutan kucing itu.


Biola yang melihat kucing menggemaskan itu pun tampak berbinar dan ingin bermain dengan kucing itu.


"Uwahhh.... imutnya. Biola mau main sama kucing itu. Kucingnya mengemaskan." Ucap Biola pelan sambil menatap kecing menggemaskan yang ada didalam kamar Keynan.


Biola tampak menatap Keynan sekilas karena ia ingin bermain dengan kucing itu. Tapi Keynan masih berada didalam kamarnya dan masih mengganti pakaiannya.


"Biola mau main sama kucing itu. Tapi Biola takut ketahuan sama Kakak itu. Kalau ketahuan nanti Biola bisa diusir lagi. Biola gak mau diusir." Ucap Biola dengan suara pelannya dan wajah bimbangnya


Biola yang tampak bimbang karena ia sudah sangat gemas dengan kucing itu dan tak tahan ingin bermain dengan kucing itu tapi ia takut ketahun Keynan. Jadi pada akhirnya Biola dengan ragu-ragunya memberanikan diri untuk keluar dari persembunyiannya karena ia sudah tidak tahan ingin bermain dengan kucing menggemaskan itu. Ditambah Keynan masih sibuk dengan pakaiannya jadi Biola pikir Keynan tak akan menyadarinya jika Biola keluar dari persembunyiannya dan bermain sebentar dengan kucing itu.


"Semoga aja Kakak itu gak nyadar." Gumam Biola sambil mengendap-ngendap kearah kucing itu yang berada dibelakang Keynan.


"Pusi...pusi... Sini main sama Mommy." Ucap hantu gadis kecil itu pelan dan dengan gemasnya ia menatap kucing yang ada dihadapannya sambil mengulurkan kedua tangan mungilnya kearag kucing itu.


MIAAAWWW......


Dengan kagetnya kucing itu langsung mengeong dengan kerasnya. Kucing itu juga berdiri dan mendirikan semua bulu-bulu cantiknya seperti landak tak lupa dengan punggung dan ekornya yang terangkat keatas saking kagetnya ia saat melihat hantu yang ada dihadapnnya.


"Pusi-pusi tenang sayang. Mommy gak jahat kok."


Biola tampak terkejut saat mendapatkan reaksi aneh dari kucing itu.


Biola sampai tidak menyadari Keynan yang langsung berbalik karena kaget mendengar suara kucing mengeong seperti suara kucing sedang bertemu sesuatu yang ia takuti.


"Kamu ngapain disini kucing. Pergi sana ke Ma...ma........"


Brukkk.....


Keynan menjatuhkan kaosnya karena kaget meliaht apa yang ada dibelakangnya. Ia juga merendahkan suaranya yang tadinya tampak marah karena kucing Mamanya masuk kedalam kamarnya. Namun sekarang yang membuat Keynan tampak terkejut adalah sesosok hantu gadis kecil yang ada dihadapannya saat ini.


"Ka...ka...kamu!!!" Teriak Keynan dengan kagetnya saat melihat hantu gadis kecil yang ia usir beberapa minggu yang lalu ada dihadapannya.


Biola tampak terkejut saat menyadari Keynan telah melihatnya. Setelah itu Biola tampak cengengesan menatap Keynan.


"Hai Kakak! namaku Biola." Ucap Biola canggung.


"Gak nanya nama kamu!" Bentak Keynan dengan kesalnya.


Biola hanya cengengesan dengan imutnya saat dibentak oleh Keynan. Sepertinya setelah hidup bersama selama beberapa minggu terakhir ini tanpa disadari Keynan, Biola sudah tidak takut lagi dengan bentakan Keynan. Yang menurutnya bentakan Keynan itu seperti angin lalu yang gak penting.


"Kenapa kamu kembali lagi?" Tanya Keynan dengan kesalnya.


"Biola, itu nama Biola." Jawab hantu gadis kecil itu dengan polosnya sambil tersenyum imut kearah Keynan.

__ADS_1


"Bodo amat siapa nama kamu. Aku nanya kenapa kamu balik lagi. Udah bagus kamu gak ada dirumahku beberapa minggu terakhir ini tapi kenapa kamu balik lagi?" Tanya Keynan dengan kesalnya.


"Biola gak balik lagi kok. Biola tetep tinggal disini tapi Biola tingga disininya secara sembunyi-sembunyi agar gak ketahuan Kakak. upss..." Dengan cepat Biola menutup mulutnya dengan kedua tangan mungilnya karena keceplosan.


Keynan menatap Biola dengan penuh amarahnya.


"Jadi kamu gak pernah meninggalkan rumah ini. Dan kamu masih tinggal disini secara sembunyi-sembunyi dari aku?" Tanya Keynan dengan kesalnya.


Biola pun mmgangguk dengan imutnya sehingga membuat Keynan kesal dan gemes sendiri melihatnya.


"Kamu bener-bener hantu ngeselin! Pergi kamu dari rumahku!" Teriak Keynan dengan kerasnya.


Mama Kania yang sedang mencari kucingnya yang baru saja ia beli beberapa hari yang lalupun terkejut pada saat ia mendengar teriakan putranya disaat ia sedang melewati kamar putranya.


"Key, kamu kenapa teriak-teriak?" Tanya Mama Kania dengan herannya dan masuk kedalam kamar putranya.


Keynan pun tampak terkejut saat melihat Mamanya masuk kedalam kamarnya.


"Ma...ma..." Ucap Keynan panik.


"Gawat, kalau sampai Mama tahu kalau dirumah ini ada hantu. Mama pasti bakalan ngajak pindah lagi. Padahal aku udah betah disini. Aku gak boleh biarin Mama tahu kalau dirumah ini ada hantunya." Ucap Keynan didalam hati dengan wajahnya yang dipenuhi keringat karena terlalu terkejut dan panik.


"Kamu kenapa teriak-teriak Key? Terus wajahmu kenapa keringetan kayak gitu? Bukannya kamu habis mandi?" Tanya Mama Kania lagi dengan dahi yang mengerut.


Keynan tampak panik lalu tak sengaja menatap kucing Mamanya yang ketakutan menatap Biola dan bersembunyi dipojokan kamarnya.


"Itu Ma, kucing Mama masuk kamar Key. Key kan gak suka kucing. Jadi Keynan kejar-kejar suapaya dia keluar kamar Keynan." Jawab Keynan dengan tampang pura-pura kesalnya.


"Apa? Si Elizabet ada dikamar kamu. Ya ampun dimana dia? Mama cari-cari kemana-mana ternyata ada dikamar kamu." Ucap Mama Kania dengan senangnya.


"Elizabet?" Gumam Keynan dengan kepala yang ia miringkan.


"Diman Eli nya Mama Key?" Tanya Mama Kania sambil celangak-celinguk dikamar putranya.


"Tuh!" Tunjuk Keynan kearah pojokan kamarnya yang memperlihatkan kucingnya Mama Kania yang tampak sangat syok dan ketakutan karena melihat hantu.


Dengan senangnya Mama Kania menghampiri kucingnya, namun ia merasakan ada yang aneh dengan kucingnya.


"Key, Eli nya Mama kok kayak gini? Kamu apain Eli nya Mama?" Tanya Mama Kania dengan kesalnya saat mendapati kucingnya yang tampak sangat ketakutan.


"Gak tahu. Mama bawa pergi aja sana!" Usir Keynan sambil mendorong punggung Mamanya keluar dari dalam kamarnya.


"Keynan! Eli nya Mama kamu apain ini! Ia lari ketakutan. Ini pasti gara-gara kamu!" Teriak Mama Kania dibalik pintu karena saat Mama Kania keluar dari kamar putranya, kucinya langsung loncat dari pangkuan Mama Kania dan berlari dengan kencangnya keluar rumah Mama Kania.


Keynan mengunci pintu kamarnya dan tak memperdulikan teriakan Mamanya. Keynan menatap hantu gadis kecil yang ada dihadapannya dengan tatapan tajamnya.


"Kamu! Selama ini kamu tinggal dimana dan apa aja yang kamu lakukan?" Tanya Keynan kepada hantu gadis kecil itu.


Biola pun menjelaskan semuanya kepada Keynan termasuk saat ia tak sengaja melihat Keynan telanjang. Bahkan yang lebih parahnya lagi Biola sempat-sempatnya menanyakan tentang apa yang ia lihat dari tubuh Keynan kepada Keynan dengan wajah polosnya. Ia benar-benar penasaran dengan bagian tubuh Keynan yang berbeda dengannya.


"Hantu mesummmm!!!" Teriak Keynan dengan wajah meronanya dan menutup daerah pribadinya dengan kedua telapak tangannya meski ia sudah pakai celana. Keynan hanya belum memakai bajunya. Dengan cepat pula Keynan memakai bajunya karena malu.


"Biola gak mesum!" Ucap Biola dengan polosnya.


Keynan sangat kesal dengan hantu polos yang ada dihadapannya. Keynan membuang nafasnya dengan kasar. Sepertinya ia harus benar-benar bersabar menghadapi hantu polos yang ada dihapannya.


"Pokonya dimanapun kamu berada, kamu gak boleh liatin orang lain telanjang. Itu gak baik, nanti dosa. Kalau pun gak sengaja, kamu harus tutup mata. Inget itu!" Tutur Keynan dengan penuh penekanan yang diangguki oleh Biola.


"Jadi Biola gak boleh lihatin orang lain telanjang? Termasuk saat mandi dan berpakaian?" Tanya Biola dengan polosnya.


"Benar, kamu gak boleh liatin orang lain telanjang. Termasuk kamu gak boleh telanjang didepan orang lain." Jawab Keynan dengan tegasnya.


"Baiklah kalau begitu. Tapi kenapa bagian itu Kakak gak sama dengan punya Biola?" Tanya Biola dengan polosnya.


Wajah Keynan lagi-lagi memerah seperti kepiting rebus saat mendengarkan pertanyaan dari hantu gadis kecil yang benar-benar kelewat polos itu lagi.


"Karena kamu perempuan dan aku laki-laki. Dan inget satu hal lagi. Kamu dilarang menanyakan pertanyaan itu lagi kepada siapapun!" Tutur Keynan dengan tegasnya dan menutup wajahnya yang merona dengan kedua telapak tanganya.

__ADS_1


"Oh.... jadi begitu. Pantesan berbeda dengan punya Biola. Biola pasti tidak akan tanyakan pertanyaan itu lagi kepada orang lain karena Biola sudah mendapatkan jawabannya dari Kakak. Jadi Kakak tenang saja." Jawab Biola sambil tersenyum dengan wajah tanpa dosanya.


Keynan membuang nafasnya dengan kasar. Sungguh ia tak tahu harus berbuat apa kepada hantu gadis polos itu.


__ADS_2