Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 123


__ADS_3

Diperjalanan Keynan dan Biola tampak berbincang-bincang dengan sangat bahagianya. Mereka sedang membicarakan tentang nama untuk anak mereka nantinya.


"Pokonya namanya harus Violin Kristian." Ucap Keynan kekeh.


"Tapi kan Key, nama itu untuk anak perempuan. Nanti gimana kalau anak kita laki-laki?" Ucap Biola dengan kesalnya kepada Keynan yang sangat yakin kalau anak mereka nantinya adalah anak perempuan.


"Pokonya aku yakin kalau anak kita itu adalah anak perempuan." Ucap Keynan ngotot.


"Kenapa kamu gak buat nama untuk anak laki-laki juga Key? Siapa tau anak kita anak laki-laki." Ucap Biola dengan kesalnya.


Keynan tampak berpikir lalu menganggukan kepalanya sambil mengemudikan mobilnya.


"Emm.... kalau nama untuk anak laki-laki sebnarnya aku sudah punya si." Jawab Keynan yang membuat mata Biola berbinar kesenangan.


"Apa namanya?" Tanya Biola antusias.


"Kenan Kristian." Jawab Keynan dengan yakinnya sambil tersenyum lebar kearah istrinya.


Biola melongo saat mendengar nama yang diberikan suaminya jika anak mereka adalah anak laki-laki nantinya.


"Keynan dan Kenan apa bedanya Key. Kamu hanya membuang huruf Y dari nama kamu." Kesal Biola sambil melipat tangannya diatas perut buncitnya.


"Heheh....  gak apa-apa kan biar samaan sama Daddy nya. Kalau Violin biar samaan sama Mommy nya." Jawab Keynan cengengesan.


"Apa-apan nama Violin dan Biola kan beda jauh." Ucap Biola sambil memonyongkan bibirnya beberapa centi.


"Kan nama awalannya Mirip nama Mama Kamu dan nama kamu. Jadi agak mirip lah sayang." Keynan menganggukan kepalanya dengan penuh keyakinan.


"Terserah kamu lah. Tapi nama belakangnya aku yang ngurus. Karena kalau gak aku pasti paman dan kamu bakalan ribut lagi." Jawab Biola dengan tampang kesalnya.


Keynan tampak terkejut saat mendengarkan ucapan istrinya ia menatap istrinya sekilas karena harus fokus menyetir.


"Apa? Kamu gak ngerencanain buat ngasih marga keluarga Alexa sama anak kita kan sayang?" Tanya Keynan dengan kagetnya.


"Aku gak akan kasih tau kamu. Biar Aku, Mama dan Kakek yang mengetahui nama belakang untuk anak kita nantinya. Bahkan aku gak ngasih tau Papa. Karena Papa selalu bersekongkol dengan kamu itu kata Mama." Jawab Biola yang membuat mata Keynan membulat saking kagetnya.


"Jadi kamu sudah merencanakannya sedari lama dan tidak memberi tahu aku?" Tanya Keynan dengan kesalnya.


"Habisnya kamu sama Paman ribut mulu. Jadi aku gak akan kasih tahu kamu sama Paman juga Papa. Karena kata Mama Papa itu selalu membela kamu." Jawab Biola sambil tersenyum lebar saat melihat wajah kesal suaminya.


"Kamu bener-bener jahat sayang." Ucap Keynan dengan wajah kesalnya.


"Jahatan juga kamu. Masa anak kita pengen keripik kentang aja kamu malah ribut-ribut sama Paman. Bukannya buat perut istri kenyang malah buat kepala istrinya mau meledak." Biola memonyongkan bibirnya karena kesal saat mngingat kejadian itu.


Keynan nampak bersalah saat mengingat kejadian itu. Sungguh ia merasa sangat bersalah kepada istri dan anaknya.


"Maafkan aku ya sayang. Aku janji gak akan mengulangi kejadian itu." Ucap Keynan sambil menggengam tangan istrinya dengan satu tangannya karena tangan lainnya ia pergunakan untuk menyetir mobil.


Biola hanya mengangguk sambil tersenyum kearah suaminya.


Mereka pun tiba disebuah restoran bintang lima yang ada di kota Bandung. Biola memesan begitu banya makanan dan membuat Keynan gemas sendiri melihatnya. Ia sangat ingin menggigit pipi chabi istrinya yang sedang menyantap makanannya dengan begitu lahapnya.


Sungguh Keynan hanya menatap istrinya yang sedang makan dengan lahapnya tanpa berniat untuk menghabiskan makan siangnya. Bagi Keynan menatap istrinya yang sedang makan dengan lahapnya itu sangatlah asik.


Keynan tak henti-hentinya menonton Biola yang sedang menyantap makan siangnya dengan begitu lahapnya seperti tidak diberi makan satu tahun.


Keynan melihat noda makanan disudut bibir istrnya. Dengan telatennya Keynan mengulurkan tangannya dan membuang noda makanan itu dari sudut bibir istrinya dengan cara mengusap sudut bibir istrinya.


"Makannya pelan-pelan saja sayang, gak akan ada yang merebut makananmu kok." Ucap Keynan sambil tersenyum dan menjilati jarinya yang ia pakai untuk mengusap noda disudut bibir istrinya.


Sontak saja apa yang dilakukan Keynan membuat pipi chabi Biola memerah. Ia bahkan sampai memperlambat aksi makannya yang sangat lahap itu karena malu.


"Ayo habiskan makananmu sayang. Ini masih banyak untuk kamu makan. Kalau gak cukup kamu bisa pesen lagi." Ujar Keynan sambil tersenyum dan menaruh beberapa makanan kedalam piring istrinya.


Biola membelalakan matanya saat Keynan membuat piringnya menggunung dengan makanan yang ia taruh kedalam piring istrinya.


"Key ini kebanyakan." Biola menatap suaminya dengan begitu kesalnya.


"Jangan malu-malu sayang. Aku yakin porsi segini gak akan cukup buat kamu dan anak kita." Jawab Keynan dengan senyuman manisnya.


Biola yang mendengarnya pun langsung memonyongkan bibirnya beberapa centi.

__ADS_1


"Jadi maksud kamu aku gendut?" Tanya Biola dengan kesalnya.


Keynan hanya tersenyum saat melihat istrinya kesal dan mengerucutkan bibirnya beberapa centi.


"Kalau kamu gendutan itu bahkan lebih bagus lagi sayang. Aku kan jadi punya guling empuk untuk aku tidur nantinya." Jawab Keynan dengan senyuman polosnya.


"Kamu ngehina aku?" Bentak Biola sambil menaruh sendoknya diatas piringnya.


"Gak kok, aku cuman becanda. Aku seneng aja lihat nafsu makanmu bertambah. Dengan begitu anak kita pasti akan sehat. Kamu juga terlihat lebih sehat dan itu membuat aku sangat senang. Karena kesehatan kalian sangatlah berharga bagiku." Jawab Keynan dengan tersenyum tulus dan memegang tangan istrinya yang ada diatas meja lalu mencium punghung tangan istrinya dengan dipenuhi rasa cinta.


Sontak saja apa yang dilaukan Keynan itu membuat Biola tersipu malu.


Jujur saja Keynan sangat bersyukur karena istrinya itu tidak mengalami muntah-muntah saat mengandung karena Keynan lah yang merasakannya. Tapi Keynan sama sekali tidak keberatan karena dengan begitu nafsu makan Biola tidak terganggu seperti Ibu-Ibu hamil lainnya.


Biola bahkan sering kali makan banyak tanpa harus merasakan mual-mual. Yah meski kadang Biola juga sering mengidamkan sesuatu yang aneh-aneh tidak hanya Keynan saja.


Tapi yang membuat Keynan bingung adalah kenapa kandungan Biola sangat besar. Ia tidak terlihat seperti Ibu-Ibu hamil pada umumnya. Nafsu makan Biola juga berlebihan. Dan berat badan Biola juga nambah berkali-kali lipat dari sebelum hamil.


Keynan sangat yakin kalau anaknya itu tidak kembar karena kata dokter kandungan Biola, Biola tidak mengandung anak kembar. Apakah dokter kandungan Biola salah mengdiagnsis? Pikir Keynan karena merasa heran dengan kadungan Biola yang tampak besar dan nafsu makan Biola yang sangat banyak.


Andai saja Biola tidak ingin membuat kejutan tentang jenis kelamin anaknya pasti Keynan sudah mengetahui anaknya cewek atau cowok. Dia juga penasaran tentang anaknya dan ingin membuktikan diagnosis dokter itu secara langsung. Siapa tahu dokter itu salah mengdiagnosis kan.


Biola yang sudah mulai melahap makan siangnya lagi pun tak sengaja melihat piring suaminya yang masih bersih dan tak ada sedikit noda makanan pun diatas piring suaminya.


"Key, kamu kenapa gak makan?" Tanya Biola yang menghentikan aksi makannya karena melihat piring suaminya yang beresih dan tak ada sedikit makananpun diatas piringnya.


Keynan yang sedang asik menatap istrinya pun langsung kaget saat mendengar suara istrinya.


"Eh, aku gak laper kok sayang. Cukup liatin kamu aja aku udah kenyang." Jawab Keynan sambil tersenyum.


"Gak boleh gitu. Mana ada orang liatin orang lain makan langsung kenyang. Kamu harus makan. Ayo buka mulut kamu." Ucap Biola sambil mengarahkan sendoknya yang berisi makanan dihadapan mulut suaminya.


"Aku gak pengen makan sayang. Aku makannya nanti aja ya." Jawab Keynan dengan wajah memelasnya.


Jujur saja Keynan memang sedang tidak mood untuk makan. Ia justru malah dalam keadaan berbalik dengan keadaan istrinya saat ini. Jika nafsu makan Biola bertambah maka nafsu makan Keynan malah menurun. Sungguh pasangan suami istrinya yang aneh. Yang hamil siapa yang merasakan efeknya malah kedua pasangan itu.


"Kamu harus makan! Kalau kamu gak makan aku juga gak akan mau makan lagi." Ucap Biola dengan nada penuh ancaman.


"Gitu dong. Itu baru suami aku. Ayo duduk disebelah aku biar aku suapin. Kamu akhir-akhir ini makannya dikit. Jadi kamu perlu aku suapin biar kenyang." Ucap Biola dengan tersenyum lebar dan menepuk kursi yang ada disebelahnya agar Keynan berpindah dari posisi duduknya yang berhadapan dengan Biola.


Dengan malasnya Keynan bangun dari duduknya dan berpindah posisi kesebelah istrinya.


"Ini! Buka mulut mu lagi Aaa...." Biola menyodorkan sendok yang berisi makanan lagi kehadapan mulut suaminya sambil membuka mulutnya sendiri seperti menyuapi anak kecil.


Dengan lemasnya Keynan membuka mulutnya dan mengunyah makanannya.


"Makan yang banyak. Jangan kayak anak kecil. Inget bentar lagi mau jadi Bapak." Ucap Biola sambil menyendokan makanannya lagi untuk suaminya.


Keynan hanya patuh saja dengan perlakuan istrinya yang memperlakukannya layaknya big baby.


Aksi suami istri itu tentu saja menjadi bahan tontonan oleh pengunjung lestoran lainnya. Para pengunjung restoran itu tampak tersenyum melihat kemesraan sepasang suami istri itu yang tampak sangat manis dimata para pengunjung restoran lainnya.


Setelah menyelesaikan makan siangnya. Keynan dan Biola pun langsung menuju parkiran. Di parkiran Keynan tampak melihat sebuah toko bunga yang ada diserbelah restoran bintang lima tempat mereka makan siang.


Keynan sangat ingat kalau istrinya itu sepertinya sangat menyukai bunga. Dan ia tak pernah memberikan istrinya bunga sejak mereka menikah. Makannya sekarang Keynan ingin memberikan istrinya kejutan dengan memberikan istrinya sebuket bunga untuk istrinya.


"Sayang, kamu tunggu didalam mobil sebentar ya. Sepertinya aku meninggalkan handphone aku didalam." Uacap Keynan berbohong.


"Kamu ini kok bisa ceroboh si. Ya udah sana cepetan." Jawab Biola yang sudah masuk kedalam mobil.


"Hehe..... iya maaf. Ya udah aku kedalam dulu ya. Inget kamu jangan kemana-mana." Peringat Keynan dengan seriusnya.


Entah kenapa Keynan merasakan perasaan tidak enak saat ingin meninggalkan istrinya tapi semua perasaan itu ia tepis dari dalam hatinya karena ia ingin membuat istrinya bahagia dengan memberinya sebuket bunga.


"Iya, cepet ambil handphone kamu sana." Jawab Biola sambil mengibas-ngibaskan tangannya mengusir suaminya.


"Ya udah aku pergi dulu ya. Ingat untuk tetap didalam mobil." Balas Keynan sambil mencium kening istrinya dan menutup pintu mobilnya.


Biola hanya tersenyum sambil menatap suaminya dari dalam mobil lalu tatapannya mulai fokus menatap daerah sekelilingnya dari dalam mobil.


••••••••

__ADS_1


Keynan yang merasa istrinya sudah tidak memperhatikannya lagi pun langsung mengganti arah jalannya menuju toko bunga yang ada disebelah restoran bintang lima tempat Keynan dan Biola makan siang tadi.


Dengan dipenuhi rasa senangnya Keynan membuka pintu masuk toko bunga itu yang terbuat dari kaca. Sungguh ia sangat ingin segera kembali ketempat istrinya dan memberikan sebuket bunga sepesial untuk istrinya.


Terdengar suara lonceng saat Keynan membuka pintu ditoko bunga itu lalu munculah beberapa orang pelayan yang menyambut kedatangan Keynan.


"Selamat datang Tuan. Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan itu ramah sambil tersenyum kearah Keynan.


Keynan tampak melihat-lihat bunga ditoko bunga itu. Disana terdapat berbagai jenis bunga yang sangat banyak sehingga membuat Keynan bingung sendiri untuk memilih bunga seperti apa yang cocok untuk istrinya.


"Emm... saya mau beli bunga untuk istri saya, tapi saya tidak tahu bunga seperti apa yang cocok untuk istri saya." Jawab Keynan sambil melihat-lihat bunga ditoko bunga itu.


"Mau saya rekomendasikan bunga-bunga yang cocok untuk istri anda Tuan?" Tanya pelayan toko itu ramah.


Tanpa pikir panjang Keynan langsung mengiyakan tawaran dari pelayan itu karena ia sudah bingung harus mencari bunga seperti apa yang covok untuk istrinya. Jujur saja Keynan bukanlah seorang pria yang romantis. Ia hanya sering menggoda istrinya tapi ia tidak bisa melakukan hal-hal romantis seperti orang lain.


Pelayan itu mengambil bunga mawar merah dan menunjukannya kepada Keynan.


"Tuan bisa memilih bunga mawar merah sebagai hadiah untuk istri Tuan karena mawar merah sering dipilih sebagai lambang cinta. Mawar merah juga disimbolkan sebagai simbol keromantisan. Warna merah juga melambangkan sebuah keberanian yang kuat untuk menjaga pasarangnya." Tutur pelayan itu yang membuat Keynan berfikir.


"Apakah tidak ada bunga yang lainnya. Yah kurasa bunga mawar sudah biasa. Jadi rekomendasikan bunga lainnya." Pinta Keynan yang tampak bimbang.


Jujur saja Keynan ingin memberikan bunga yang terbaik untuk istrinya. Bunga yang sangat sepesial yang tak akan pernah Biola lupakan.


Pelayan itu lalu mengambil beberapa bunga lainnya seperti bunga lili putih, tulip, anyelir merah putih dan lainnya. Pelayan itu menjelaskan satu persatu arti dari bunga-bunga itu dan membuat Keynan tambah bimbang untuk memilih bunga yang cocok untuk istrinya.


Hingga pada akhirnya Keynan memilih bunga anyelir merah putih. Kenapa Keynan memilih bunga anyelir merah putih ketimbang bunga yang lainnya? Karena bunga anyelir merah putih melambangkan cinta. Anyelir merah melambangkan cinta yang mendalam, sedangkan anyelir putih mewakili cinta yang abadi. Itu sebabnya Keynan memilih bunga itu. Karena cintanya kepada Biola sangatlah dalam dan juga abadi. Terbukti dari reinkarnasi Biola dan Keynan yang masih setia mencintai walau tidak saling mengingat.


Keynan menerima buket bunga anyelir merah putih yang sudah dihias secantik mungkin oleh pelayan toko itu. Keynan tampak menyukai bungai yang sudah ia terima dari pelayan toko itu.


"Pasti Biola akan sangat menyukai bunga ini. Bunga pertama yang aku berikan kepada istriku haruslah menjadi bunga terbaik yang tidak akan bisa dilupakan." Ucap Keynan didalam hati sambil menatap bunga itu dengan penuh cinta.


"Jadi berapa semuanya?" Tanya Keynan kepada pelayan toko itu.


Pelayan toko itu pun menyebutkan harganya dan Keynan pun ingin membayar bunga yang ia beli. Namun tiba-tiba saja terdengar suara kearah dari arah luar yang mengagetkan semua orang yang ada ditoko bunga itu termasuk Keynan.


BRAAAKKKK.........


Tiba-tiba saja terdengar suara yang sangat keras dari arah luar disusul oleh ribut-ribut dari suara orang-orang diluaran sana.


Deg....deg...deg...


Entah kenapa hatinya merasa tidak tenang ia menatap kearah pintu toko bunga itu dimana orang-orang pada berhamburan melihat apa yang terjadi diluaran sana.


Keynan tampak mematung karena merasakan jantungnya yang entah kenapa berdebar sangat kencang. Perasaannya tak karuan. Entah kenapa ada sebuah rasa khawatir dan juga rasa panik yang sangat besar dihatinya. Ia bahkan sampai menghentikan gerakannya untuk membayar bunga itu keada pelayan toko yang ada dihadapannya.


"Tuan?" Ucap pelayan toko itu yang mengagetkan Keynan dari lamunannya.


"Oh iya, ini uangnya." Ucap Keynan sambil memberikan uang kes kepada pelayan toko itu.


Keynan berjalan dengan cepat kearah pintu lalu menarik pundak seseorang yang sedang menonton sesuatu dari arah pintu toko bunga itu.


"Ada apa ya?" Tanya Keynan kepada orang itu.


"Entahlah, sepertinya ada sebuah kecelakaan. Katanya si ada sebuah mobil truk pengangkut kayu batangan yang mendadak tak terkendali lalu menabrak parkiran restoran bintang lima disebelah toko bunga ini." Jawab orang itu yang membuat Keynan terdiam ditempatnya.


Ia menatap arah kerumunan itu dengan pandangan kosongnya.


"Gak! Biola pasti baik-baik aja. Ya Biola pasti baik-baik aja. Dia kan bisa melihat masa depan. Jadi Biola pasti selamat." Ucap Keynan yakin sambil menggenggam erat buket bunga yang ia beli.


Ucapan dan perbuatan sungguh berbanding terbalik dengan gerakan tubuhnya saat ini. Tanpa sadar Keynan sudah berlari dengan kencangnya kearah parkiran tempat mobilnya diparkir dengan masih memegang buket bunga yang ia beli untuk istrinya tercinta.


Jantung Keynan terus berdegup dengan kencangnya. Nafasnya naik turun karena saking kencangnya ia berlari.


Terlihat sebuah kerumunan sedang mengelilingi sesuatu. Keynan tidak menghiraukan kerumunan itu. Saat ini Keynan sedang mencari keberadaan mobilnya. Dimana mobilnya? Kenapa mobilnya tidak ada ditempatnya? Itulah yang Keynan pikirkan saat ini saat ia tak menemukan mobilnya. Ditambah kecelakaan itu terlalu dekat dengan tempat Keynan memarkir mobilnya.


"Semoga saja kamu gak kenapa-napa sayang." Gumam Keynan sambil menggenggam erat buket bunga untuk istrinya.


Dengan perasaan yang sangat kacau dengan jantung yang terus berdegup sangat kencangnya, Keynan memberanikan diri untuk berjalan kearah kerumunan itu. Ia membelah jalan dari kerumunan orang-orang itu.


Bruk....

__ADS_1


Keynan menjatuhkan buket bunga anyelir merah putih yang ia beli untuk istrinya saat ia melihat apa yang dikerumuni oleh orang-orang itu.


__ADS_2