Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 55


__ADS_3

**Hello guys πŸ™‹


Gimana-giman udah penasaran belum. Aku kan udah bilang mau buat para readers penasaran sama cerita ini πŸ˜‚


Aku seneng banget loh baca komen kalian. Aku gak marah tapi aku malah seneng dan tambah semangat nulis karena itu tandanya kalian peduli sama Novel ini.😊


Jawaban author dari komentar kalian ada didua episode yang author up khusus untuk hari ini.


Happy reading guys 😘**


____________________


Biola berjalan menuju kamar Ayahnya. Ia membuka pintu kamar Ayahnya dan terlihat didalam kamar itu bahwa Ayahnya sudah tertidur dengan pulasnya.


"Dia tidur!? Lalu kenapa dia memanggilku?" Ucap Biola didalam hati. Biola menatap Pak Bayu yang sedang tertidur dengan herannya.


Biola membalikkan badannya untuk kembali kekamarnya. Tapi seseorang tiba-tiba mencegahnya dan menghalangi jalannya.


Orang itu menatap Biola lalu menengok Pak Bayu yang sedang tertidur pulas dikasur yang berada dibelakang tubuh Biola. Orang itu kembali menatap Biola. Sungguh gerak-geriknya sangat mencurigakan.


"Huuhhh.... untungnya Pak Tua itu sudah meminum obat tidur yang aku campurkan dibuburnya tadi. Kalau tidak dia pasti akan menghalangi rencanaku." Gumam orang itu sambil membuang nafasnya dengan lega. Orang itu tak lain adalah Mama Mirna.


"Emm... nak, bisakah kita bicara sebentar?" Tanya Mama Mirna yang menghalangi jalan Biola.


Biola tidak menghiraukan ucapan Mama Mirna dan lebih memilih melanjutkan langkahnya tapi Mama Mirna tetap menghalangi langkah kaki Biola menuju kamarnya.


"Ini penting!!" Ucap Mama Mirna yang terus mencegah Biola.


"Tapi aku tidak ingin mendengar omong kosongmu." Jelas Biola yang membuat Mama Mirna mati kutu. Tapi dia terus memikirkan cara agar bisa mengulur waktu untuk anaknya Mona.


Mama Mirna menarik tangan Biola agar Biola menghentikan langkahnya lagi.


"I..i..ini tentang Ayahmu." Jelas Mama Mirna dengan gugup.


Biola menatap tangannya yang dipegang oleh Mama Mirna dengan tersenyum miris.

__ADS_1


"Mungkin dulu waktu aku masih kecil aku sangat ingin wanita ini memegang tanganku seperti ini dan bermain layaknya seorang ibu dan anak. Tapi sekarang semuanya sudah tidak sama lagi. Sekarang aku merasa sangat jijik melihat tanganku dipegang oleh tangan kotor wanita murahan ini. Dia gak pantas jadi Mamaku, dia hanya orang jahat yang selalu menginginkan harta keluarga Anggara. Dia gak pantas menggantikan posisi Mamaku dihatiku. Beruntungnya aku karena Ayah selalu menjauhkan aku dari wanita jahat ini waktu aku kecil. Tapi aku juga tidak bisa melupakan sikap pengecut Ayah yang selalu menuruti setiap keinginan Ibu nya. Mungkin saat ini aku sudah memaafkan sikap dan perbuatan Ayah kepadaku dimasa lalu. Tapi kenangan pahit dimasa lalu itu selalu terbayang-bayang diingatanku. Kenangan itu sangat pahit dan menyakitkan dihidupku sehingga aku tidak yakin kalau aku dan Ayah akan kembali lagi ke saat-saat itu. Pada saat sebelum Ayah tiba-tiba berubah kepadaku dan selalu membawaku disetiap dia berkerja. Superhero yang aku kenal sudah tidak ada lagi dan tidak akan pernah kembali lagi. Ini semua sudah berakhir. Aku bukan lagi anggota keluarga Anggara. Aku kembali kekediaman keluarga Anggara lagi hanya untuk menjenguk Ayah karena mengingat jasanya dimasa lalu. Tapi ini mungkin akan menjadi perpisahan bagi kita untuk kedepannya. Aku mungkin tidak bisa memutuskan hubungan kekeluargaan tapi sekarang aku bukanlah Anggota keluarga Anggara. Lagi pula aku tidak dianggap dikeluarga ini. Jadi sudah seharusnya aku pergi. " Ucap Biola didalam hati sambil tersenyum sinis.


"Aku tidak ingin tahu lagi mengenai Ayah dan keluarga Anggara. Lagi pula aku bukan lagi bagian dari keluarga Anggara. Dan bukankah itu keinginanmu dan Omanya Mona." Jawab Biola dengan dingin dan menekankan kata Omanya Mona.Β  Seolah-olah dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Oma Laras yang keras kepala itu.


"Ta...ta...tapi in..." Ucapan Mama Mirna tidak terdengar lagi ditelinga Biola. Karena tiba-tiba saja kepala Biola berdengung dengan hebatnya disertai perasaan yang tidak enak yang melanda hatinya.


Tiba-tiba sebuah gambaran-gambaran tidak menyenagkan terlintas diingatannya. Gambaran-gambaran yang tidak pernah ia lalui dan tidak pernah terjadi selama ia hidup.


Ya gambaran-gambaran yang terlintas diingatan Biola adalah sebuah ramalan buruk Biola yang tiba-tiba muncul setelah sekian lama tidak ada tanda-tanda tentang kemampuan Biola meramal masa depan.


"Perasaan ini..!!??Β  Sial!!!.. kenapa kemampuanku melihat masa depan sekarang jadi semakin memburuk. Biasanya kemampuanku untuk melihat kejadian buruk dimasa depan akan terjadi satu hari sebelum kejadian itu terjadi tapi sekarang? Kenapa malah tinggal beberapa menit saja. Apa kemampuanku akan menghilang? Ahhh... Sial!!!!... bukan itu intinya untuk sekarang. Intinya saat ini adalah Keynan suamiku. seharusnya aku tidak mempercayai Mona dan meninggalkan Keynan. Wanita itu tidak ingat dengan ancamanku dipesta pada malam itu. Maka jangan salahkan aku jika aku berbuat lebih kasar padamu anak haram." Gumam Biola berapi-api pada saat dia tiba-tiba mendapatkan ramalannya.


"Nak...nak... Biola...!!!" panggil Mama Mirna yang melihat Biola bengong.


"Ada apa dengan anak tak berguna ini. Kenapa dia tiba-tiba melamun. Apa dia gila?! Emang wanita gila akan melahirkan anak gila juga." Cibir Mama Mirna didalam hati. Sambil mencoba menyadarkan Biola.


Dia tak sadar ucapannya itu menggambarkan dirinya dan anaknya Mona yang sama-sama gila akan harta dan kekuasaan.


Biola pun menatap Mama Mirna dengan tatapan dingin dan tajamnya sehingga membuat Mama Mirna merinding ketakutan.


Biola terus menatap Mama Mirna dengan tajam. Mama Mirna mundur ketakutan pada saat Biola menghampirinya dengan aura dinginnya yang mencekam.


"Kenapa denganku? Kenapa aku sangat ketakutan saat merasakan aura dingin yang mencekam dari tubuh anak ini. Seluruh tubuhku bergetar pada saat merasakan aura dingin yang mencekam dari anak ini. Seolah-olah aku sedang berhadapan dengan seorang malaikat maut." Ucap Mama Mirna didalam hati sambil ketakutan.


Biola mencengkram rahang Mama Mirna dengan kuat sehingga membuat Mama Mirna merinding ketakutan. Ia sudah tidak merasakan sakit akibat Biola mencengram rahangnya dengan kuat. Karena yang di rasakan Mama Mirna saat ini adalah ketakutan akibat aura dingin Biola yang sangat mencekam.


Mama Mirna sungguh sangat lupa akan sifat dan sikap Biola yang sangat dingin kepada orang lain yang ada disekitarnya termasuk orang yang berani mengusik kehidupan pribadi Biola.


"Jangan pernah bermain-main lagi denganku. Aku sudah memperingatkanmu dan anak harammu pada saat dipesta malam itu untuk tidak bermain-main lagi dengan ku atau kau dan anak harammu itu akan merasakan hukuman yang setimpal. Ingat ini wanita murahan dan anak haramnya." Ancam Biola dengan nada membentak sambil menekankan kata 'wanita murahan dan anak haramnya'.


DEG....


Jantung Mama Mirna berdebar sangat cepat pada saat mendengar ucapan Biola yang menyebut anaknya anak haram.


Tubuhnya tiba-tiba mematung ditempat. Mama Mirna merasa seluruh dunianya sudah hancur saat mendengar Biola menyebut anaknya anak haram.

__ADS_1


Sungguh Mama Mirna tidak menyangka akan ada orang lain yang mengetahui rahasia besarnya dimasa lalu.


"Ka... ka..kamu... ta..ta..tau?" Tanya Mama Mirna terbata-bata. Ia melihat Biola yang sedang menyeringai kearahnya.


Seringaian Biola sungguh membuat Mama Mirna ketakutan sehingga ia hanya bisa mematung ditempatnya sambil menatap Biola tak percaya.


Biola menghempaskan cengkamannya yang kuat dari dagu Mama Mirna.


"Ingatlah dengan baik ancamanku!!! Dan tunggulah pembalasanku. Selama ini aku selalu diam dengan sikap semena-mena kalian bukan berarti aku lemah dan tidak bisa melawan. Dimataku kamu hanyalah manusia kotor yang telah banyak membunuh orang dan bergunta-ganti pasangan dibelakang Ayah dan sifat kotormu itu telah turun kepada anakmu yang merupakan anak dari selingkuhanmu dengan seorang pria pesikopat. Aku sungguh malas jika harus berbicara dengan orang rendahan sepertimu." Ancam Biola dengan nada membentak kepada Mama Mirna.


Mama Mirna yang mendengar ucapan Biola hanya bisa terduduk lemah dilantai. Dia sungguh tak menyangka kalau rahasia terbesarnya telah diketahui oleh Biola.


Dimana rahasinya itu ia sembunyikan dengan rapat-rapat sehingga tidak ada yang tahu tapi itu semua tidak mempan untuk Biola, gadis misterius yang selalu gagal ia bunuh.


Biola masuk kedalam kamar Pak Bayu dan membuka laci yang berada disebelah tempat tidur Pak Bayu. Biola menghembuskan nafasnya dengan lega saat melihat benda yang dia cari masih ada ditempatnya.


Dilaci itu terdapat kunci kamarnya yang selalu Pak Bayu simpan karena ketika Biola kecil, Biola sering mengunci kamarnya dan menangis didalam kamarnya akibat ulah Mona dan Mama Mirna yang sering menyiksanya. Sehingga Pak Bayu harus menyimpan kunci duplikat kamar putrinya untuk dirinya agar dia bisa menghibur putrinya yang sedang menangis.


Biola sudah melihat di gambaran ramalan masa depannya kalau pintu kamarnya dikunci dari dalam oleh Mona jadi dia harus mencari kunci lain untuk membuka pintu kamarnya.


Setelah mengambil kunci kamarnya, Biola sempat melihat mata Ayahnya terbuka tapi itu sekilas dan Biola tidak terlalu peduli akan hal itu. Yang dia pedulikan saat ini adalah suminya yang akan digoda oleh pelakor.


Biola meninggalkan Mama Mirna yang sedang terduduk lemas dilantai kamar Pak Bayu karena ancamannya.


"Mona, aku gak akan membiarkan Keynanku direbut oleh wanita murahan sepertimu." Gumam Biola sambil menaiki anak tangga menuju kamarnya.


_____________________


β€’


β€’


β€’


NEXT➑

__ADS_1


__ADS_2