
Sesuai dengan yang dijanjikan Keynan, bahwa hari ini Key akan mengajak Biola ke suatu tempat.
Biola menatap jalanan dari jendela mobil yang sengaja ia buka tanpa menatap kearah Key.
Sepanjang perjalanan didalam mobil tampak sepi tanpa adanya percakapan dari sepasang suami istri itu. Key lebih pokus mengemudikan mobilnya sambil tersenyum saat ia sesekali memandangi wajah cantik istrinya yang terterpa angin dari jendela mobil yang ia buka.
"Hari ini aku ingin membuat momen yang romantis bersamamu sayang." Ucap Key dalam hati sambil tersenyum memikirkan apa yang telah ia rencanakan didalam fikirannya.
Perjalanan menempuh waktu sampai berjam-jam lamanya. Biola yang tadinya tidak ingin tau mau diajak kemana, kini malah jadi bingung karena perjalanan yang menempuh waktu sampai berjam-jam lamanya. Ditambah arah perjalanan yang Biola yakini mengarah ke Bandung.
"Sebenarnya kenapa dia ngajak gue ke bandung?" Fikir Biola sambil berucap didalam hati. Biola melirik ke arah Key yang sedang mengemudikan mobilnya.
Key yang sadar ditatap oleh istrinya pun menengok kearah Biola. Seketika pandangan mereka bertemu, Key memberikan senyuman termanisnya ke arah istrinya yang sedang menatapnya.
Entah kenapa setiap Biola melihat senyuman Key yang terlihat sangat manis membuat jantungnya jadi berdegub sangat cepat.
"Uhh... sepertinya pulang dari sini gue mau menemuin dokter deh. Bagai manapun gue harus tau penyakit yang gue derita." Ucap Biola dalam hati dengan begitu polosnya sambil memalingkan wajahnya kearah luar mobil.
Biola memang terlalu polos karena dia sejak kecil tidak pernah mengenal cinta dari seseorang. Bahkan dia tidak bisa membedakan mana rasa senang, sedih dan marah karena seseorang. Karena sejak kejadian 15 tahun yang lalu membuat Biola menjadi pribadi yang tertutup dan dingin kepada semua orang yang ada disekitarnya termasuk keluarganya.
"Sabar ya sayang. Kita akan segera sampai." Key mengelus pucuk kepala Biola dengan satu tangan dan tangan lainnya ia pakai untuk mengemudi.
Sontak saja apa yang dilakukan oleh Key itu membuat jantung Biola berdetak lebih cepat dari saat mereka saling berpandangan tadi. Wajah Biola sudah sangat merah, sehingga dia tidak mengalihkan pandangannya dari pemandangan jalanan kota Bandung.
Sunggu perasaan Biola sangat campur aduk. Dia sendiri tak tau perasaan apa yang ia rasakan. Entah senang, kesel, benci, malu, marah ataupun sangat bahagia. Karena Biola belum pernah merasakan perasaan ini sebelumnya.
Key melajukan mobilnya kearah tempat berbukit dengan udara yang sangat asri dan pemandangan hijau yang menyejukan mata.
Tak lama kemudian, terlihatlah Vila yang sangat besar dengan halaman yang sangat luas berdiri ditengah-tengah pemukiman kecil yang ada ditempat itu.
Mobil Key memasuki Vila itu. Terlihat dua orang penjaga gerbang membuka gerbang dan mempersilahkan Key masuk sambil menundukan tubuhnya memberi hormat.
"Vila milik siapa ini?" Gumam Biola sambil melihat Vila yang besarnya hampir menyerupai kediaman utama keluarga Kristian.
Biola dan Key turun dari mobil dan disambut oleh dua orang satpam penjaga gerbang tadi dan 4 orang lainnya yang masih belum Biola ketahui.
"Siapa Mereka?" Tanya Biola dalam hati sambil menatap satu persatu orang yang sedang membungkuk memberi hormat sambil mengucapkan selamat datang.
__ADS_1
"Selamat datang Tuan Muda." Sapa mereka bersamaan sambil melirik Biola yang tampak asing dimata mereka.
"Siapa perempuan ini? Kenapa Tuan Muda mengajak seorang perempuan ke Vila ini? Biasanya Tuan Muda selalu datang sendiri ke Vila ini tanpa mengajak siapapun." Gumam seorang wanita berusia 30 tahunan, yang merupakan seorang pembantu yang ditugaskan menjaga Vila keluarga Kristian begitu pulang dengan 5 orang lainnya.
"Mmm.." Jawab Key sambil mengangguk.
"Oh iya! perkenalkan ini adalah istri saya. Namanya Biola Kristian. Saya sudah menikah satu minggu yang lalu. Dan tolong perkenalkan nama dan tugas kalian masing-masing kepada istri saya." Key memperkenalkan istrinya yang telah berganti marga menjadi Kristian kepada ke 6 orang kepercayaan Key untuk menjaga Vila yang dulunya merupakan rumah masa kecil Key.
Semua orang itu nampak terkejut karena mereka sebelumnya tidak mengetahui pernikahan Tuan Mudanya. Tapi tak lama kemudian mereka menyapa Biola dengan ramah.
"Selamat datang Nyonya Muda." Sapa mereka serempak yang membuat Biola canggung + kikuk.
"Nyonya Muda perkenalkan nama saya Edi, penjaga gerbang dan keamanan di Vila ini." Ucap seorang laki-laki berusia sekitar 45 tahunan.
"Nyonya Muda perkenalkan nama saya Saleh, saya merupakan rekannya kang Edi." Sambung seorang laki-laki yang usianya sekitar 30 tahunan.
"Nyonya Muda perkenalkan nama saya Salim, saya adalah tukang kebun di Vila ini." Ucap seorang laki-laki yang usianya tak jauh berbeda dari Kang Edi.
"Nyonya Muda perkenalkan nama saya Aslan, saya merupakan rekannya Kang Salim." Ujar peria paruh baya yang usianya sekitar 47 lebih.
"Nyonya Muda perkenalkan nama Saya Sarah, saya yang bertugas memberesihkan Vila." Lanjut seorang wanita berusia 26 tahunan yang ternyata istri dari Saleh.
Biola menyengitkan alisnya mendengar perkataan Bi Aidah yang tidak dimengerti olehnya. Karena Bi Aidah menggunakan bahasa Sunda yang memang Biola tidak terlalu mengerti Bahasa Sunda.
"Ok! Sekarang kalian kembali ketempat kalian masing-masing dan Kang Edi tolong bantu saya untuk membawa koper yang ada didalam mobil kedalam Vila." Perintah Key yang membuat Biola kaget. Soalnya Biola tidak tau menahu tentang koper itu. Biola juga tidak tahu kalau mereka akan menginap. Yang Biola tahu, Key mengajaknya ke suatu tempat dan ia pikir nanti sore atau malam mereka akan pulang.
"Key, kapan kamu masukin koper kebagasi mobil? Terus bukannya kita akan sebentar disini, dan nanti sore atau malam kita sudah pulang lagi kan?" Tanya Biola sambil menatap Key bingung sementara yang ditatap hanya bisa tersenyum.
"Koper itu telah disiapkan oleh pelayan sebelum kita bangun. Dan kata siapa kalau kita akan sebentar disini? Hmm..." Ujar Key sedikit menggoda kepada istrinya yang tampak kebingungan.
"Tapi kamu gak bilang sebelumnya kalau kita bakalan nginep disini!" Ucap Biola sedikit kesal.
Key yang melihat istrinya yang nampak kesal membuatnya merasa gemas dan mengacak pucuk rambut Biola dengan gemasnya.
"Iya... iya... aku yang salah. Maaf kan aku." Ucap Key lembut mengakui kesalahannya.
Biola nampak sangat kesal sampai-sampai ia menyilangkan tangannya diatas dada.
__ADS_1
"Aku mau pulang!" Ucap Biola yang mulai cemberut karena ditipu oleh suaminya.
"Jangan gitu dong! Aku kan udah minta maaf." Bujuk Key yang melihat istrinya merajuk.
"Gak! Pokoknya aku mau pulang. Lagian kita belum izin sama Mama dan Papa kalau kita akan menginap." Ujar Biola tak mau kalah.
"Urusan Mama dan Papa sudah aku urus. Jadi mau yah nginep disini. Aku janji besok sore kita udah pulang ke Jakarta lagi." Bujuk Key kepada istrinya sambil menangkupkan kedua tangannya didadanya dengan tatapan memohon kearah Biola.
"Ya udah deh! Kalau gitu." Ucap Biola pasrah setelah berfikir cukup lama lalu melangkahkan kakinya kedalam Vila.
Biola memasuki kamar utama di Vila itu yang nampak sangat besar dan megah walau tak semegah kamarnya dikediaman utama rumah keluarga Kristian. disusul Key dibelakangnya.
Terlihat didalam kamar itu ada Teh Sarah yang sedang membereskan pakaian Key dan Biola.
"Tuan Muda bajunya sudah dibereskan." Ucap Teh Sarah kepada Key yang dibalas anggukan oleh Key.
"Oh iya, Teh Sarah tolong siapin makan siang untuk kami. Kami belum makan siang karena ingin cepat sampai." Ucap Key kepada Teh Sarah.
"Baik Tuan Muda." Ucap Teh Sarah sambil menundukan badannya dan pergi dari kamar Biola dan Key.
"Sayang, aku mandi dulu ya!" Ujar Key mendekati Biola yang sedang duduk disofa kamar dan mengelus pucuk kepala Biola lembut.
"Mandi mandi aja kali, gak usah pake sentu-sentuh kepala." Sunggu Biola ingin sekali mengucapkan kata itu dan menepis tangan Key yang mengusap kepalanya dengan gemas. Tapi apa boleh buat, Biola hanya bisa diam dan tak mau bicara sebagai tanda ke perotesannya yang diajak menginap tanpa sepengetahuannya.
Key hanya bisa tersenyum manis dan berlalu kekamar mandi.
Biola yang mulai bosan menunggu Key yang sedang mandi memutuskan untuk berkeliling Vila. Tapi pada saat dia ingin keluar dari kamarnya, dia melihat sebuah poto kecil yang dipajang diatas nakas.
Biola meraih poto yang telah diberi bingkai itu. Dia melihat seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahunan sedang duduk dirumah pohon sendirian tapi terlihat anak laki-laki itu seperti tersenyum kearah sampingnya dimana disana tidak ada siapa-siapa selain papan kayu yang berfungsi sebagai tembok.
"Siapa dia? Kenapa dia mirif Key? Apa dia Key? Tapi kenapa aku seperti pernah bertemu dengan anak ini waktu kecil? Tapi dimana?" Fikir Biola sambil menatap poto anak laki-laki itu heran.
Entah kenapa pada saat Biola melihat poto anak laki-laki yang mirif suaminya itu hati Biola jadi sedikit gelisah. Seolah-olah ada yang dia lupakan. Tapi dia tidak bisa mengingatnya.
______________________
**Terima kasih atas dukungannya guys
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian 😘**