
Sepeninggalan Pak Bayu dan Oma Laras. Mama Mirna segera menghubungi seseorang yang merupakan pacarnya sekaligus Ayah kandung Mona yaitu Miko.
"Hallo sayang. Tumben kamu telepon aku. Ada apa? Oh iya uangku habis nih. Tolong kamu kirimkan uang untukku ya sayang." Ucap Miko pacar gelap Mama Mirna dengan nada suara seperti orang mabuk.
"Kamu mabuk lagi ya?! Terus uang yang aku kasih minggu lalu kamu kemanain?" Tanya Mama Mirna dengan nada membentak.
"Uangnya udah abis aku pake mabuk-mabukan sama temen-temen aku." Jawab Miko santai sambil cegukkan karena alkohol.
Mama Mirna mengepalkan tangannya karena kesal. Bisa-bisanya pacarnya itu menghabiskan semua uang yang Mama Mirna kirimkan kepadanya sementara tambang uangnya kini telah mengetahui kejahatannya. Jika Mama Mirna dan Mona tidak pergi dari kediaman keluarga Anggara pada malam ini juga maka mereka otomatis akan masuk penjara atas tindakan penipuan dan pembunuhan.
"Kau bener-benar bodoh!!! Apa kau tahu kalau rencana kita telah ketahuan. Sekarang juga kamu jemput aku dikediaman keluarga Anggara. Iangat jangan telat atau putrimu akan masuk penjara karena renacana kita gagal dan yang lebih parahnya si Bayu yang pengecut dan Nenek tua yang bodoh itu sudah mengetahui kalau Mona bukanlah cucu dan anak mereka. Meski mereka akan mati tapi keluarga Kristian pasti tidak akan tinggal diam apa lagi Mona gagal merayu pewaris tunggal keluarga Kristian yang merupakan besan keluarga Anggara." Teriak Mama Mirna dibalik telepon.
Miko yang mendengar ucapan Mama Mirna pun langsung membulatkan matanya. Seketika kesadarannya yang akan menghilang karena pengaruh alkoholpun tiba-tiba kembali.
"Apa yang kamu katakan? Bagai mana mungkin rencana yang telah kita buat selama berpuluh-puluh tahun untuk merebut seluruh harta keluarga Anggara bisa terbongkar!! Terus kenapa kau merencanakan hal lain tanpa sepengetahuanku?!!" Bentak Miko yang kaget mendengar penuturan dari pacarnya.
"Sudah!! Jangan tanyakan itu dulu. Sekarang si Bayu pengecut itu dan Ibu nya yang bodoh sedang menuju rumah sakit. Semoga saja mereka cepet mati karena dosis racun yang aku berikan kepada si Bayu itu sangat tinggi jadi aku yakin dia hanya bisa bertahan hingga beberapa jam, ditamah Nenek tua bodoh itu sedang terkena serangan jantung, semoga saja dia cepat mati. kau cepat datang ke kediaman keluarga Anggara sekarang. Aku akan mengambil semua surat-surat penting perusahaan keluarga Anggara terus kita bisa menjualnya dengan harga yang tinggi. Karena kita sudah tidak mungkin memiliki perusahan keluarga Anggara." Ucap Mama Mirna.
"Tunggu dulu, Lalu bagai mana dengan Mona? Dia masih belum mengetahui kalau aku adalah Ayah kandungnya?" Tanya Miko panik.
"Itu biar jadi urusanku. Yang terpenting saat ini kita harus pergi!" Bentak Mama Mirna yang langsung mematikan sambungan teleponnya.
Tut....tut...tut.....
"Ahh.... SIAL!!! Kenapa selalu susah untuk merebut harta keluarga Anggara. Seolah-olah takdir tidak mengizinkannya hingga sampai 20 tahun lamanya kita masih belum bisa mengusai kekayaan keluarga Anggara dan malah berakhir seperti ini." Teriak Miko sambil mengusap wajahnya kasar dan berlalu keparkiran disebuah bar terbesar di Jakarta.
••••••••
Mama Mirna mengacak-ngacak kamar dan ruang kerja suaminya untuk mencari berkas berharga perusahaan dan apa saja yang bisa menjadi uang.
Mama Mirna melalukan itu karena dia tahu kalau dia tidak mungkin memiliki perusahaan keluarga Anggara meski Pak Bayu dan Oma Laras sudah meninggal pun tapi Mona dan dirinya belum tentu mendapatkan warisan keluarga Anggara.
Karena Keluarga Kristian juga pasti tidak akan tinggal diam dengan perbuatan Ibu dan anak itu. Keluarga Kristian tidak akan membiarkan Mama Mirna dan Mona hidup tenang menikmati harta keluarga Anggara karena yang berhak atas semua itu hanyalah Biola seorang karena Biola adalah keturunan murni keluarga Anggara.
Ditambah Mama Mirna dan Mona telah mengusik keluarga Kristian. Otomatis mereka akan benar-benar dalam masalah jika malam ini mereka tidak pergi.
Mama Mirna mengira rencananya akan berhasil dengan memfitnah Keynan memperkosa anak nya sehingga semua orang akan menyalahkan Keynan dan akan menjadikan Mona sebagai istri ke dua Keynan Kristian dan akan mengusir Biola sebagai Nyonya Muda pertama keluarga Kristian. Tapi keadaan malah berbalik dan akan menjadi masalah besar baginya jika masih ada didalam pengawasan keluarga Kristian.
Setelah mengambil sebagian harta keluarga Anggara yang ada dirumah. Mama Mirna membereskan pakaian mahalnya kedalam koper dan setelah itu Mama Mirna menghampiri kamar anaknya Mona.
"Aku harus cepat, mumpung si Keynan itu sedang dalam pengaruh obat perangsang dan masih harus menuntaskan hasratnya dengan istrinya. Bisa gawat kalau sampai dia sadar." Gumam Mama Mirna dengan begitu cemas sambil berjalan terburu-buru ke arah kamar anaknya.
BRAAKKK..
Mama Mirna membuka pintu kamar anaknya dengan kasar dan mengagetkan Mona yang sedang duduk dikasurnya sambil memerban kepalanya yang berdarah karena dihempaskan ketembok oleh Keynan.
__ADS_1
"Ma! Kalau buka pintu biasa aja. Gak tau apa kalau kepalaku lagi sakit gara-gara rencana Mama yang gagal." Kesal Mona yang tidak digubris oleh Mama Mirna.
Mama Mirna mengemasi seluruh pakaian Mona. Mona yang melihatnya pun tambah bingung.
"Ma! Ada apa si? kenapa pakaianku dimasukin kedalam koper?" Tanya Mona sambil menghentikan tangan Mamanya yang sedang memasukan pakaiannya kedalam koper.
"Diam kamu! Kalau bukan gara-gara kamu yang gagal merayu Keynan mungkin saat ini kita akan menjadi orang paling kaya dan menguasai seluruh kekayaan keluarga Anggara dan kau bisa menjadi Nyonya Muda keluarga Kristian. Tapi nyatanya keadaan malah berbalik. Kita harus cepat meninggalkan rumah ini. Kalau tidak kita akan masuk kedalam penjara!!" Bentak Mama Mirna yang membuat Mona kaget.
"A...a...apa?! Meninggalkan rumah ini? Lalu kita akan tinggal dimana? Aku gak mau jadi miskin. Aku gak mau ninggalin kediaman keluarga Anggara!!" Teriak Mona sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Mona sudah terbiasa hidup mewah jadi ketika mendengar kalau dia harus meninggalkan rumah mewah keluarga Anggara, dia tidak akan mau dan tidak akan menerimanya.
Dulu mungkin Mona sempat tidak peduli mau perusahaan keluarga Anggara bangkrut atau tidak karena dia fikir pacarnya Tama atau sekarang lebih tepatnya matannya akan menghidupi kemewahannya.
Tapi sekarang berbeda, sekarang satu-satunya yang bisa menghidupi kemewahan hidunya adalah keluarga Anggara, jika dia harus meninggalkan keluarga Anggara lalu siapa yang akan menghidupi kemewahan hidupnya?
Sungguh memikirkannya saja sudah membuat Mona setres.
"Tidak... tidak aku tidak mau menjadi miskin.!!" Mona terus menggeleng-gelengkan kepalanya sambil memegangi kepalanya.
"Tidak ada penolakan! Kita sudah tidak memiliki banyak waktu lagi. Kita harus pergi sebelum Keynan sadar dari pengaruh obat perngsangnya." Jelas Mama Mirna.
"Gak! Kenapa kita gak berlindung saja dirumah Oma, Oma pasti akan melindungi dan membela kita." Ucap Mona memberikan ide.
Mona hanya bisa mematung ditempatnya, dia tak pernah menyangka kalau Nenek kesayangannya bukanlah Nenek kandungnya.
"Bohong itu semua bohongkan Ma? Mama lagi bercanda kan? Aku anaknya Ayah Bayu dan cucu nya Oma Laras kan Ma?" Tanya Mona tidak mempercayai ucapan Mama nya.
"Sudahlah jangan memikirkan mereka lagi. Si Bayu itu akan mati sebentar lagi karena racun yang aku berikan selama ini dan untuk Nenek tua bodoh itu kuharap dia mati juga karena serangan jantung kalaupun dia tidak mati dia akan aku bunuh." Ucap Mama Mirna sambil menarik tangan anaknya keluar pintu kamar.
Mona yang mendengar ucapan Mama nya hanya bisa diam dan mengikuti kemana Mamanya menarik tangannya.
Mona sungguh tidak menyangka kalau Mamanya sesadis ini. Dan membunuh orang yang sangat baik kepadanya.
Selama ini yang Mona tahu Mama nya sangat ingin membunuh Biola begitupun dengan Mona karena Mona selalu iri dengan Biola yang selalu mendapat perhatian yang banyak dari Ayahnya.
Tapi Mona tidak pernah sekalipun berfikiran untuk membunuh Ayahnya ataupun Oma nya yang sangat baik dan sangat memanjakannya.
"Tidak!!! Aku ingin ketemu Oma dan Ayah." Teriak Mona sambil menepis tangannya yang ditarik oleh Mama Murna.
PLAKKK...
"Bodoh! Sadarlah.... Kau pikir Nenek tua itu akan menyayangimu lagi setelah dia tau kalau kamu itu bukan cucu nya. Aku sangat mengenal Nenek tua itu dengan baik. Dia itu keras kepala dan tidak akan pernah mengakui dan menerima kamu lagi sebagai cucu nya setelah mengetahui kebohongan kita. Jika kamu menemui nenek tua itu maka keberadaanmu akan diketahui oleh keluarga Kristian dan kau akan habis ditangan keluarga Kristian. Lagi pula untuk apa kamu menemui orang yang sebentar lagi akan mati? Pikirkan dirimu sendiri dan jangan pernah berbelaskasih kepada orang lain." Mama Mirna menampar putrinya lalu Mama Mirna menasehati putrinya dengan nasehatnya yang penuh sesat.
Mona hanya bisa menunduk tidak menjawab. Mama Mirna pun menarik tangan putrinya keluar dari kediaman keluarga Kristian.
__ADS_1
"Nyonya, Nona. Kalian mau kemana malam-malam? Dan kenapa kalian membawa koper?" Tanya satpam penjaga gerbang.
"Diam!!" Bentak Mama Mirna masih menyeret Mona keluar gerbang keluarga Anggara.
Satpam yang dibentak oleh Mama Mirna pun hanya bisa bungkam dan melihat kepergian atasannya.
Tak jauh dari gerbang keluarga Anggara terdapat seorang peria berjaket hitam dengan mengenakan hode dikepalanya sedang bersender disebuah mobil hitam yang tidak terlalu mahal.
Mona sangat mengenali laki-laki itu karena laki-laki itu sering keluar masuk penjara. Dan selalu menjadi pemberitaan utama ditelevisi sebagai buronan pesikopat yang berkali-kali kabur dari penjara.
Laki-laki itu juga sering membunuh orang tanpa alasan dan menganiaya orang yang mengganggunya hingga mati secara mengenaskan.
"Kenapa Mama mengenal buronan pesikopat itu? Apa hubungan Mama dengan pesikopat itu?" Ucap Mona didalam hati sambil bersembunyi dibelakang tubuh Mamanya karena takut.
Laki-laki itu membantu Mama Mirna memasukan kedua koper milik Mama Mirna dan Mona kedalam bagasi mobil.
"Mik, ayo kita pergi. Sebelum Keynan sadar dan mulai mengamcam kehidupan kita." Ucap Mama Mirna kepada laki-laki yang memaki jaket hitam itu yang tak lain adalah Ayah kandung Mona.
"Apa dia anak kita?" Tanya Miko yang baru melihat Mona karena selama ini Miko tidak pernah dipertemukan dengan anaknya oleh Mama Mirna.
"Iya, ayo kita pergi." Jawab Mama Mirna santai sambil memasang sabuk pengaman.
Deg....
Jantung Mona seolah-olah berhenti berdetak saat mendengar ucapan Mama Mirna yang meng iyakan pertanyaan laki-laki yang sedang berada dikemudi mobil itu.
Mona tidak menerima kenyataan yang sangat pahit baginya. Dia tidak ingin memiliki seorang Ayah buronan polisi.
"Ma! Apa yang Mama katakan? Dia bukan Ayahku, Mama jangan mengada-ngada. Aku anaknya Ayah Bayu bukan laki-laki pesikopat buronan polisi itu!" Tunjuk Mona kepada Miko Ayahnya.
"Sadarlah Mona! Dia adalah Ayah kandungmu. Si Bayu itu hanya tambang uangku yang selama ini aku manfaatkan agar kehidupan keluarga kita lebih membaik. Kalau saja rencana kita malam ini berjalan lancar mungkin kau, aku dan Ayahmu akan hidup bahagia dengan bergelimang harta tapi takdir selalu saja tidak berpihak kepada kita." Jelas Mama Mirna sambil mengumpat karena kesal dengan rencananya yang selalu gagal selama 20 tahun menikah dengan Pak Bayu.
Mona hanya terdiam tak merespon.
Ingin menjadi kaya dan menempati posisi Nyonya Muda keluarga Kristian agar hidup lebih bergelimang harta malah mendapati kenyataan pahit bahwa dia adalah anak seorang buronan pesikopat dan keluar dari kegelimangan harta.
Sungguh dalam satu malam Mona merasa dunianya telah hancur dan dia tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan dia tidak bisa melihat orang yang dia anggap nenek selama ini untuk terakhir kalinya.
Meski Mama Mirna berhasil mengambil sebagian harta keluarga Anggara tapi itu tidak seberapa dan tidak akan mencukupi kehidupan mewah Mona untuk beberapa tahun ke depan.
______________________
**Banyak kan guys 😂
Maaf masih belum bisa crazy up karena masih bentrok dengan waktu didunia nyata**.
__ADS_1