Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 110


__ADS_3

'Jantungku adalah milikmu. Teruslah hidup untukku dan jagalah jantungku disetiap kehidupanmu. Kita akan dipertemukan kembali oleh takdir yang dulu memisahkan kita dikehidupan yang lain dengan jantungku yang masih bersamamu. Aku janji jika suatu saat nanti kita bertemu kembali dalam keadaan apapun itu aku pasti akan mencintaimu lagi dan lagi. I Love You Elza Alexa.' Eros.


_____________________


"Bagai mana keadaan istri saya Dokter?" Tanya Keynan saat dokter keluarga Kristian itu sudah selesai memeriksa Biola yang pingsan.


Saat ini Biola sudah dipindahkan kekamarnya. Semua orang tampak mengkhawatirkan Biola dan berkumpul dikamar Keynan dan Biola. Tapi untungnya Kamar Biola dan Keynan sangat luas jadi mereka tak perlu menunggu diluar.


"Keadaan Nyonya Muda baik-baik saja. Dia hanya terlalu syok dan tertekan. Meski keadaannya baik-baik saja tapi diharapkan kejadian ini tidak terulang kembali. Karena itu akan sangat membahayakan bagi janin yang ada didalam kandungan Nyonya Muda. Mengingat Nyonya Muda yang sedang hamil muda sehingga menjadikannya rentan dan dapat membahayakan janin yang ada didalam kandungan Nyonya muda." Tutur Dokter keluarga Kristian itu yang membuat semua orang menghela nafasnya dengan lega.


"Syukurlah kamu baik-baik saja sayang." Ujar Keynan lembut sambil duduk diatas kasur disamping istrinya yang berbaring dan mengelus kepala istrinya lembut.


"Syukurlah mantu dan cucuku baik-baik saja." Ujar Mama Kania sambil terduduk lemas diatas sofa dikamar anaknya itu.


Semua orang juga tampak mengambil nafas leganya. Sungguh mereka semua sangat takut terjadi hal-hal buruk kepada Biola.


Tuan Davindra tak henti-hentinya menatap liontin hati malaikat. Ia sudah sangat lelah dengan kekuatan yang dimiliki oleh keluarga Alexa yang merenggut nyawa keluarganya.


Sungguh bagi Tuan Davindra kekuatan keluarga Alexa itu bagaikan kutukan yang akan memusnahkan kelurganya. Dia tidak ingin keluarganya ada yang meninggal lagi dan dijadikan tumbal lagi. Jadi itu sebabnya Tuan Davindra mendirikan kelompok mafia Angel's heart dan tidak mengajari Darius dan Viola kekuatan sihir. Cukup dirinya sendirilah yang menjadi seorang penyihir dikeluarga Alexa untuk saat ini.


Tuan Davindra ingin melindungi keluarganya yang tersisa. Tapi apalah daya, dia tidak tahu kalau cucunya yang selama ini tidak bisa ia lacak keberadaannya dengan kekuatan leluhurnya sejak cucunya menginjak usia 5 tahun itu justru kini malah menjadi pemilik dari liontin hati malaikat.


"Bisakah aku mengamati liontin hati malaikat itu?" Pinta Tuan Davindra tiba-tiba dan membuat semua orang terkejut.


Keynan menatap istrinya yang masih pingsan dan memgelus pipi istrinya sayang lalu mengaguguk mengiyakan ucapan Tuan Davindra.


Setelah apa yang dijelaskan dan dibuktikan oleh Tuan Davindra membuat Keynan dan keluarga Kristian percaya kalau Tuan Davindra dan Darius adalah keluarga Biola.


Tuan Davindra mendekati Keynan dan Biola yang ada dikasur dan bermaksud untuk melepaskan liontin hati malaikat itu dari leher cucunya.


Keynan pun berdiri dari duduknya dan menatap Tuan Davindra yang ingin melepaskan liontin hati malaikat itu dari leher cucunya.


Tuan Davindra mulai menyentuh liontin itu namun liontin itu seolah-olah tidak bisa dilepaskan dari leher Biola.


"Ada apa ini? Kenapa liontinnya tidak bisa dilepas?" Ucap Tuan Davindra kebingungan dan membuat yang lainnya juga kebingungan.


Tuan Davindra melakukan segala cara untuk melepaskan liontin itu namun liontin itu tidak bisa dilepas dari leher Biola.


"Kenapa liontinnya tidak bisa dilepas?" Tanya Mama Kania bingung.


"Saya juga tidak tahu. Yang jelas liontin ini seolah-olah tidak bisa dilepaskan dari leher cucuku." Jawab Tuan Davindra bingung.


Keynan tampak berpikir dengan keanehan yang terjadi. Ia sering melihat istrinya melepaskan liontin itu dari lehernya saat mandi dan ia juga pernah membantu Biola untuk melepaskannya. Tapi kenapa saat orang lain yang melepaskannya justru liontin itu tidak mau lepas?


Keynan terus berpikir hingga ia teringat akan kata-kata istrinya yang menceritakan kejadiannya yang sedang koma waktu ia berusia 5 tahu. Dimana para Dokter dan perawat yang melepaskan liontin hati malaikat itu dari tubuh Biola dan menjauhkannya dari Biola, maka kondisi Biola akan memburuk. Keadaan Biola akan menjadi kritis jika liontin itu dipisahkan darinya.


"Jangan dilepas!!" Teriak Keynan yang menghentikan gerakan Tuan Davindra yang sedang melepaskan liontin hati malaikat itu dari leher cucunya.


Tuan Davindra menyengitkan alisnya bingung. Begitu juga dengan orang-orang lainnya yang ada dikamar itu.


"Kenapa saya tidak boleh melepaskannya?" Tanya Tuan Davindra heran.


"Biola pernah bercerita kepadaku kalau liontin itu tidak bisa dijauhakan darinya. Pada saat Biola koma 16 tahun yang lalu. Para dokter dan perawat pernah melepaskan liontin itu dan menjauhkannya dari Biola. Dan dampak yang terjadi adalah keadaan Biola malah menjadi kritis. Tapi anehnya saat liontin itu didekatkan lagi kepada Biola, tiba-tiba saja keadaannya berubah menjadi normal kembali." Jawab Keynan yang membuat Tuan Davindra dan Darius terkejut.


Sementara Mama Kania dan Pak Raihan hanya mengangguk mengingat cerita masa lalu Biola. Mereka juga sudah mengetahui semua penderitaan dan masa lalu menantunya sejak kejahatan Mama Mirna terbongkar. Namun tentang cerita dari menantu mereka memang sulit untuk dipercaya.


"Ini semua ulah wanita ular itu!! Aku pasti akan menambahkan penderitaan mereka. Meski Bayu sudah memberikan mereka pelajaran tapi aku tidak akan membiarkan mereka hidup dengan tenang. Masih ada 2 hari lagi sebelum wanita ular itu mati karena racun yang telag Bayu berikan. Aku pasti akan membuatnya hidup menderita di 2 hari kehidupannya." Batin Darius sambil mengepalkan tangannya dan tersenyum devil tapi tidak terlihat oleh siapapun.


"Apa itu benar?" Tanya Tuan Davindra tak percaya.

__ADS_1


"Itu benar karena aku mendenagrnya langsung dari Biola." Jawab Keynan sambil menatap istrinya kembali dengan tatapan lembutnya. Ia sudah duduk kembali disebelah istrinya yang sedang terbaring tak sadarkan diri.


"Kenapa bisa seperti itu? Semua ini membuatku pusing saja. Padahal saya ingin menghentikan semua kekuatan yang dimiliki oleh keluarga Alexa tapi kenapa semuanya malah menjadi seperti ini. Kenapa kalung itu sangat berkaitan erat dengan cucuku?" Ucap Tuan Davindra sambil mengacak rambutnya frustasi.


Keynan yang melihat Kakek dari istrinya pun juga ikut pusing dengan keadaan yang terjadi. Keynan menatap istrinya dengan pandangan sendunya lalu pandangannya tak lama beralih menatap liontin hati malaikat yang dikenakan oleh istrinya.


"Sebenarnya benda ini apa? Kenapa dia sangat menyusahakan istriku dengan misterinya." Gerutu Keynan didalam hati yang entah kenapa sangat kesal dengan liontin hati malaikat yang telah membuat istrinya seperti orang kesurupan dan telah membuat istrinya pingsan. Ia ingin sekali melepaskan liontin itu dan membuangnya jauh-jauh. Kalau perlu ia hancurkan saja agar istrinya bisa hidup tenang dengannya.


Tanpa sadar tangan Keynan sudah terulur menyentuh liontin hati malaikat. Dengan kesalnya Keynan melepaskan liontin yang ada dileher istrinya. Dan tanpa sadar juga Keynan berhasil melepaskannya. Sementara Tuan Davindra begitu kesusahan saat berusaha untuk melepaskannya.


Semua orang juga tidak ada yang melihat dan menyadari tindakan yang dilakukan oleh Keynan. Mereka masih termenung dengan pikiran mereka masing-masing.


Dengan Kesalnya Keynan membanting liontin itu ke lantai sehingga menimbulkan bunyi yang sangat keras. Semua orang-orang menatap Keynan dengan dahi yang mengerut. Karena mereka tidak melihat pada saat Keynan membanting liontin itu kelantai. Mereka hanya melihat Keynan yang ngomel-ngomel tak jelas.


Plak...


Liontin hati malaikat itu jatuh dilantai dengan cara yang mengenaskan tapi tak ada kerusakan sedikitpun ataupun goresan apa pun. Keynan yang sudah terlanjur marah pun menginjak-nginjak liontin hati malaikat itu yang tampak masih sangat cantik walau sudah ia banting kelantai.


"Dasar benda pembawa sial...!!! Benda gak guna...!!! Bisanya hanya nyusahin istri orang...!!! Hancur kamu benda laknat...!!" Teriak Keynan dengan dipenuhi emosi sambil menginjak-nginjak liontin hati malaikat yang telah membuat istrinya pingsan dan membuat semua orang kebingungan menatap Keynan.


"Key, kamu kenapa? Jangan buat hal aneh-aneh!" Tanya Mama Kania yang tidak dijawab oleh Keynan.


Mama Kania sudah pusing melihat tingkah anaknya yang aneh. Udah tahu sekarang mereka sedang pusing tentang liontin itu, tapi Keynan malah bertingkah aneh-aneh. Itulah yang dipikirkan semua orang dikamar itu tanpa melihat apa yang diinjak-injak Keynan.


Mereka semua menatap tingkah Keynan yang seperti anak kecil yang tidak diberi jajan. Didalam pandangan mereka, Keynan sedang menghentak-hentakan kakinya seperti anak kecil yang nagambek.


Tapi tadi mereka juga sempat mendengar suara seperti suara benda yang dibanting. Jadi mereka juga menatap lantai yang diinjak-injak oleh Keynan dengan begitu kasarnya sambil tak henti-hentinya mengumpat dan mengucapkan 'benda pembawa sial'.


Keynan melakukan itu tampa sadar karena dia sangat kesal dengan liontin hati malaikat yang hampir membuat ia jantungan saat melihat istrinya yang seperti orang kesurupan lalu pingsan begitu saja.


Mereka semua menatap kearah lantai yang diinjak-injak Keynan dan betapa terkejutnya mereka saat melihat liontin hati malaikat yang sudah terletak dilantai dengan begitu mengenaskannya dengan kaki Keynan yang tak henti-hentinya menginjak liontin hati malaikat. Tapi meski diinjak dengan begitu sadisnya, liontin itu masih tetap utuh dan tidak ada kerusakan sedikitpun.


Semua orang membelalakan matanya saat melihat Keynan menginjak-nginjak liontin hati malaikat. Tuan Davindra malah sampai tercengang dan tak percaya dengan apa yang ia lihat. Jelas-jelas Tuan Davindra tidak bisa melepaskan liontin itu dari leher cucunya. Tapi Keynan dengan mudahnya melepaskan liontin itu dan menginjak-nginjak benda berharga itu dengan tak punya hatinya hanya karena dia kesal melihat istrinya yang seperti orang kesurupan dan pingsan gara-gara liontin hati malaikat.


Mama Kania dengan cepat mengambil lionton itu dari lantai yang diinjak-injak oleh putranya itu dan mendorong Keynan sampai terjatuh dan terduduk dilabtai.


Brukk.....


"Aww.... Ma, sakit!" Pekik Keynan sambil mengusap bokongnya yang mencium lantai tapi tidak begitu kasar.


"Kamu bener-bener gak sopan Key! Gimana kalau liontinnya rusak?! Liontin ini benda yang sangat berharga Key!" Teriak Mama Kania dengan lantangnya sambil mengusap-ngusap liontin hati malaikat yang tampak berdebu tapi tidak rusak ataupun lecet sedikitpun.


Keynan tersadar dengan apa yang ia lakukan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia menatap semua pasang mata dikamar itu yang menatapnya dengan begitu ganasnya.


"Hehe.... maaf. Aku gak sengaja. Tadi aku terbawa emosi karena liontin itu istriku pingsan." Jawab Keynan cengengesan dan mendapat tatapan tajam dari semua orang.


Darius tampak sangat ingin menghajar Keynan. Ia terus-menerus menahan emosinya saat melihat tingkah menyebalkan Keynan.


Deg....


Tiba-tiba saja jantung Keynan seperti berhenti berdetak. Keynan merasakan sakit dijantungnya. Cengengesannya tadi yang menyadari kebodohannyapun tiba-tiba memudar. Keringat bercucuran dari wajah Keynan dengan wajahnya yang pucat secara tiba-tiba.


Keynan mencengkram dadanya dengan begitu kuat. Ia merasa seperti jantungnya diinjak-injak oleh seseorang. Rasanya sangat sakit. Keynan bahkan sampai menundukan tubuhnya dan wajahnya hampir menyentuh lantai karena Keynan masih dalam posisi duduk dilantai karena ditendang Mama Kania.


"Ma, sa....sakit...." Ucap Keynan pelan karena menahan rasa sakit dibagian jantungnya. Ia mencengram dadanya kuat dan membuat semua orang menatapnya heran.


"Udah deh Key, jangan bercanda mulu. Candaanmu gak lucu. Orang lagi panik gini kamu malah bercanda." Ucap Mama Kania sambil menatap putranya malas. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Cih! Keluarga Alexa tidak akan mau mengakui menantu seperti dia." Cibir Darius didalam hati karena tingkah Keynan yang menurutnya sangat memalukan.

__ADS_1


"Ma, Pa! Ja...jantungku sakit....." Ucap Keynan yang masih tidak dipercayai oleh semua orang kecuali Tuan Davindra.


Tuan Davindra merasakan ada masalah yang serius kepada suami dari cucunya itu. Dengan cepat Tuan Davindra mengahmpiri Keynan yang tampak kesakitan.


"Hei! ada apa denganmu?" Tanya Tuan Davindra panik.


"Ja...jantungku...." Jawab Keynan pelan bahkan suaranya hampir tak terdengar karena berusaha menahan rasa sakitnya.


"Udah Tuan Davindra jangan dibantu. Dia palingan sedang mendrama." Ucap Mama Kania yang menatap putranya dengan tatapan kesalnya.


"Sepertinya dia tidak berbohong. Buktinya dia berkeringat sangat banyak. Ditambah cengramannya didaerah dadanya sangat kuat. Kalau kalian tidak percaya kalian bisa lihat urat-urat tangannya yang berusaha mencengram daerah jantungnya karena menahan rasa sakit." Jawab Tuan Davindra yang membuat semua orang menatap Keynan.


Benar saja apa yang Tuan Davindra ucapkan. Keynan tampak sangat kesakitan dengan keringat yang bercucuran dan tangan yang mencengkram kuar dadanya karena menahan sakit dijantungnya.


"Sa...sakit..." Ucap Keynan lirih.


"Key, ka...kamu beneran sakit?" Tanya Mama Kania panik.


Tak ada jawaban dari Keynan. Ia hanya memegangi jantungnya dengan kuat. Tiba-tiba Keynan muntah darah dan membuat semua orang tambah panik.


Huek....


Huek....


Keynan memuntahkan darah yang sangat banyak dengan tangan yang masih mencengkram dadanya karena menahan rasa sakit dijantungnya.


Semua orang tampak panik lagi. Pak Raihan memanggil dokter pribadi keluarga Kristian yang baru saja melangkah melewati pintu utama keluarga Kristian.


"Ada apa dengan Keynan, dok? Kenapa dia kesakitan didaerah jantungnya?" Tanya Mama Kania khawatir.


Keynan saat ini sudah pingsan dan dibaringkan disebelah Biola karena diberi obat penenang. Keynan terus mencengkram dadanya dengan kuat sehingga membuat kuku-kukunya menacap didadanya. Sehingga mau tak mau dokter keluarga Kristian itu harus memberi Keynan obat penenang. Jika tidak Keynan pasti akan melukai dirinya sendiri karena menahan rasa sakit yang begitu kuat dijantungnya.


Bahkan kemeja yang dikenekan Keynan pun sudah berdarah dan robek karena kuku-kuku Keynan yang menancap dikulit dadanya.


Dokter yang ditanya oleh Mama Kania itu pun hanya bisa menatap Mama Kania dengan tatapan paniknya.


"Ada apa dengan Keynan? Kenapa jantungnya sakit? Dan kenapa tadi dia muntah-muntah darah?" Tanya Mama Kania lagi karena pertanyaannya tidak dijawab oleh dokter itu.


"Maaf sebelumnya Nyonya besar. Sepertinya Tuan Muda harus dibawa kerumah sakit untuk perawatan yang lebih lengkap." Jawab dokter itu dengan paniknya.


"Hah! Ada apa dengan putra saya dok?" Kali ini bukan Mama Kania yang menjawab melainkan Pak Raihan yang juga tampak panik.


"Begini Tuan Besar, Tuan Muda mengalami luka yang sangat parah didaerah jantungnya. Ia sepertinya sudah berkelahi dengan seseorang dan terkena pukulan atau benturan didaerah jantungnya. Tapi yang membuat saya heran itu kenapa tidak ada luka memar didaerah kulit luar. Jika Tuan Muda terkena pukulan atau pun sebuah benturan maka akan terlihat memarnya. Makannya saya menyarankan untuk dibawa kerumah sakit agar saya bisa merawat dan memeriksa luka dijantung Tuan Muda. Saya takut kalau tuan muda mendapatkan luka dalam." Jawab Dokter itu yang membuat semua orang tercengang.


Baru saja mereka panik karena Biola yang mengamuk tiba-tiba pingsan. Sekarang malah ditambah Keynan yang tiba-tiba saja jantungnya terluka parah.


Mama Kania menyalahkan dirinya sendiri karena ia pikir apa yang terjadi kepada Keynan itu ulahnya. Dia tadi mendorong Keynan sampai Keynan terduduk dilantai.


"Pa, apa ini salah Mama. Tadi Mama dorong Key." Ucap Mama Kania panik.


"Belum tentu Ma. Kita bawa Keynan kerumah sakit terlebih dahulu. Biar dokter yang memeriksa keadaannya." Jawab Pak Raihan yang juga panik.


Tuan Davindra merasakan ada kejanggalan dengan kondisi suami dari cucunya.


"Pasti ada yang tidak beres. Apa ini ada kaitannya dengan liontin itu? Jelas-jelas suami dari cucuku itu tadi nampak baik-baik saja. Tapi keadaannya tiba-tiba memburuk dan jantungnya yang tiba-tiba terluka parah tanpa sebab setelah ia menginjak-nginjak liontin hati malaikat dengan sangat kasarnya." Ucap Tuan Davindra didalam hati sambil menatap liontin hati malaikat yang kini diletakan diatas meja dekat sofa dikamar Keynan dan Biola.


____________________


Maaf ya guys jika up nya lama-lama karena ada sedikit masalah sama reviewnya.

__ADS_1


__ADS_2