Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 60


__ADS_3

Dipagi hari menjelang siang Keynan dan Biola masih betah ditempat tidur tanpa mengetahui kekacauan yang terjadi di kediaman keluarga Anggara tadi malam.


Keynan tertidur dengan nyaman sambil memeluk tubuh istrinya sepeti memeluk guling. Biola yang dipeluk Keynan pun tidak terganggu karena dia sudah sangat kelelahan oleh kelakuan suaminya yang yang membuatnya bergadang semalaman penuh.


Keynan membuka matanya perlahan. Dan hal pertama yang ia lihat saat bangun tidur adalah wajah cantik istrinya yang tertidur pulas karena kelelahan.


Keynan tersenyum lebar saat mengingat kejadian semalam. Dimana dia dan istrinya sedang bertempur semalam penuh. Keynan mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Maafkan aku sayang, Gara-gara kecerobohanku, aku hampir saja melukai hatimu. Tapi untungnya takdir berkata lain dan hubungan kita tidak dirusak oleh orang ke tiga." Ucap Keynan dengan suara seraknya sehabis bangun tidur sambil menatap wajah istrinya dengan penuh rasa bersalah.


"Aku pasti tidak akan membiarkan Mona hidup tenang. Meski keluarga Anggara akan melindungi wanita murahan itu tapi keluarga Kristian tidak akan membiarkan wanita licik itu hidup tenang. Tunggu pembalasanku wanita rubah. Berani-beraninya kau memberiku obat perangsang." Umpat Keynan didalam hati sambil bangun dari tempat tidur dan memakai kembali pakaiannya asal.


Keynan masih belum mengetahui tentang keributan semalam jadi dia fikir keluarga Anggara pasti akan membela Mona.


Keynan mengambil handphonenya dan menelepon seseorang.


"Ha.... ....." Ucap seseorang diserbang sana yang langsung dipotong oleh ucapan Keynan dengan penuh emosi.


"Kamu tangkap Mirna Anggar dan Mona Anggara lalu kamu bawa mereka keruang bawah tanah dikediaman keluarga Kristian. Kamu cari tahu semua rahasia kejahatan atau rahasia apapun tentang Mirna Anggara dan Mona Anggara untuk menyudutkannya. Aku beri kamu waktu satu hari penuh!!!" Perintah Keynan yang membuat orang yang sedang berteleponan dengannya melongo.


"Mak.... .... ...." Belum sempat orang yang menerima telepon dari Keynan membalas ucapan Keynan, Keynan telah lebih dulu mematika panggilannya sehingga membuat orang yang menerima panggilan telepon dari Keynan menggerutu karena kesal.


"Sial ni anak, ada apa sebenarnya? Tidak biasanya dia semarah ini. Lalu Mirna Anggara dan Mona Anggara bukannya mereka Ibu mertua dan adik ipar nya Keynan? Kenapa Keynan menyuruh aku untuk menagkap dan mencari tahu tentang kelakuan kedua Ibu dan anak itu?" Fikir orang yang ditelepon Keynan yang tak lain adalah Devin.


Devin sebenarnya masih bingung dengan perintah Keynan kepadanya tapi dia juga tidak bisa berlama-lama berfikir. Mengingat batas waktu yang Keynan berikan sangatlah sedikit untuk mencari sebuah informasi yang telah lama.


Dan untuk menangkap Mama Mirna dan Mona, Devin pikir itu sangatlah mudah karena dia pikir Mama Mirna dan Mona masih berada dikediaman keluarga Anggra. Jadi dia lebih fokus mencari rahasia atau aib dari Mama Mirna dan Mona.


•••••


Keynan menaruh handphonenya diatas nakas dekat tempat tidur. Ia melihat istrinya yang masih tertidur dengan nyenyaknya.


Sungguh melihat istrinya yang tertidur saja sudah membuat emosinya kembali turun akibat ulah Ibu dan anak itu.


Keynan memandangi wajah istrinya sambil tersenyum. Lalu tiba-tiba pandangannya turun kearah leher jenjang istrinya yang terdapat banyak tanda kepemilikannya.


Tiba-tiba Keynan menelan salivanya saat teringat akan pertempuran mereka tadi malam


"Ah... Sial! Hanya melihat tanda kepemilikkanku dileher istriku membuat aku teringat akan pertempuran kita tadi malam dan membuat hasratku bangkit lagi." Gerutu Keynan sambil memalingkan wajahnya kesembarang arah dan tanpa sengaja Keynan melihat sebuah bingkai poto diatas meja rias milik Biola.


Keynan mengambil poto itu dan memandangi poto itu. Keynan merasa seperti pernah bertemu dengan wanita yang sedang mengendong seorang bayi mungil dipoto itu. Tapi Keynan lupa dan hanya samar-samar mengingatnya.


"Wanita ini terlihat mirif dengan Biola tapi dia dan Biola berbeda. Siapa wanita ini sebenarnya? Lalu kenapa aku seperti pernah bertemu dengan wanita didalam poto ini dulu." Fikir Keynan sambil berusaha mengingat wanita yang ada dipoto itu.


Poto itu adalah poto yang selalu Pak Bayu peluk ketika mengingat anak dan istri pertamanya. Yaitu poto Ibunya Biola dan poto Biola waktu bayi.


"Ah iya aku baru ingat! Dia kan wanita yang aku lamar waktu aku berusia 5 tahun." Ucap Keynan sepontan ketika mengingat tentang wanita yang ada didalam poto itu.

__ADS_1


Bluss...


Tiba-tiba pipi Keynan bersemu merah muda saat mengingat tingkah polosnya yang melamar seorang wanita cantik yang baru ia temui dan wanita itu sedang hamil tua.


Keynan mengertukki kepolosannya pada saat ia berusia 5 tahun. Keynan ingin sekali menggali lubang dan bersembunyi didalamnya saat mengingat dia melamar seorang wanita hamil yang baru ia temui didepan minimarket. Dan anehnya kenapa Keynan masih mengingat kejadian memalukan itu. Fikir Keyna kesal.


Flashback On


20 tahun yang lalu Keynan baru menginjak usia 5 tahun. Pada waktu itu Keynan dan Bi Aidah pengurus Vila yang ada di Bandung, sekaligus baby sister Keynan waktu kecil sedang berbelanja disebuah minimarket dekat Vila.


Pada waktu itu Keynan memaksa ingin ikut dengan Bi Aidah jadi mau tak mau Bi Aidah harus mengajak Keynan.


Setibanya diparkiran minimarket Keynan turun dengan sangat bersemangat. Ia berlari kearah pintu Minimarket tanpa melihat kedepan dan meninggalkan Bi Aidah yang masih didalam Mobil.


Keynan yang berlari tanpa melihat kearah depanpun tak sengaja menabrak seorang wanita. Untungnya wanita itu tidak terjatuh tapi yang terjatuh malah Keynan karena Keynan memiliki tubuh yang kecil jadi Keynan terjatuh dengan terduduk dihadapan wanita yang ia tabrak.


Keynan yang jatuhpun berusaha menahan tangisnya karena dia ingat dengan nasehat Papanya yang mengatakan kalau laki-laki itu tidak boleh menangis.


Mata Keynan sudah berkaca-kaca karena membendung air mata. Wanita yang ditabrak oleh Keynan pun terkekeh melihat wajah Keynan yang membendung air mata.


Wanita itu mengulurkan tangannya kearah Keynan sambil tersenyum. Keynan pun melihat uluran tangan wanita itu lalu memandangi wajah wanita yang mengulurkan tangannya untuk Keynan.


Keynan sangat terkejut pada saat ia melihat wajah wanita itu yang tampak sangat cantik dengan rambut terurai. Ditambah Keynan melihat dua orang pengawal berseragam rapih dengan membawa sebuah pedang dibelakang wanita itu.


Sehingga membuat Keynan tambah kagum kepada wanita yang ada dihadapannya. Keynan mengagap kalau wanita yang ia tabrak adalah seorang putri karena wanita itu memiliki wajah cantik dan dikawal oleh dua orang pengawal yang memiliki seragam khas pengawal putri Inggris pada jaman dahulu.


Pada saat itu Keynan masih sangat polos dan tidak bisa membedakan mana hantu dan mana manusia. Jadi Keynan selalu menganggap hantu sebagai manusia pada umumnya.


Sehingga tak jarang jika Keynan mendapatkan teman seorang hantu dan kadang para hantu yang berteman dengan Keynan selalu ingin mencelakai Keynan.


Tapi Keynan yang polos dan masih kecil itu tidak pernah tahu kalau teman hantunya itu mempunyai rencana jahat untuk melukainya.


Keynan menatap wanita yang ia tabrak tanpa berkedip. Keynan sungguh sangat mengagumi wanita yang ada dihadapannya yang ia pikir ialah seorang putri.


"Hai sayang, apa ada yang sakit?" Tanya wanita yang ditabrak Keynan dengan suara lembut sambil mengangkat tubuh kecil Keynan yang terjatuh agar berdiri lagi. Karena Keynan sedari tadi tidak menerima uluran tangannya.


Keynan yang ditanya pun hanya bisa menggelngkan kepalanya. Tatapannya masih mengagumi pengawal dan kecantikan wanita yang ia tabrak.


"Benar tidak ada yang sakit?" Tanya wanita itu lagi kepada Keynan dan Keynan hanya menjawabnya dengan anggukan.


Tiba-tiba Bi Aidah datang menghampiri Keynan dengan terburu-buru karena melihat Keynan menabrak seorang wanita hamil. Sungguh Bi Aidah sangat takut terjadi sesuatu kepada wanita yang ditabrak Keynan. Karena wanita itu sedang hamil tua.


Bi Aidah meminta maaf kepada wanita itu dengan bahasa sunda dan wanita itupun memaafkannya. Lagi pula wanita itu tidak mempersalahkannya.


"Ya udah, Karena pengasuh kamu sudah datang. Tante pergi dulu ya." Pamit wanita itu sambil tersenyum dan mengelus kepala Keynan.


Keynan yang dielus kepalanyapun merasa senang dengan pipi yang merona.

__ADS_1


Wanita itupun mulai meninggalkan Keynan. Keynan yang sadar kalau Tuan Putrinya pergi pun langsung memanggilnya.


"Tuan Putri tunggu!!" Teriak Keynan sambil memanggil wanita itu.


Wanita itupun berhenti dan menengok kearah Keynan yang menghampirinya.


"Tuan Putri? Maksudnya aku?" Tanya wanita itu tak percaya kalau dia dipanggil Tuan Putri sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, kamu Tuan Putri. Kamu maukan menikah sama aku?" Tanya Keynan sambil menatap kagum kepada wanita itu.


Bi Aidah yang mendengar ucapan Keynan pun hanya bisa tersenyum. Bi Aidah merasa tidak enak kepada wanita itu. Bi Aidah langsung memegang tangan Keynan dan ingin memberi pengertian kepada Keynan tapi wanita itu menggelengkan kepalanya. Jadi Bi Aidah hanya bisa berdiri disamping Keynan.


"Tante bukan Tuan Putri sayang. Nama Tante Viola. " Jawab Viola sambil tersenyum karena gemas dengan tingkah polos Keynan.


"Bohong! Kamu pasti Tuan Putri. Kamu memiliki dua orang pengawal berseragam kerajaan ditambah kamu sangat cantik. Kamu pasti Tuan Putri." Ucap Keynan kekeh.


"Pengawal? Tante sendirian kok sayang gak ada pengawal yang mengikuti Tante." Ucap Viola.


"Aku gak mau tahu kamu harus menikah sama aku." Rajuk Keynan kepada Viola.


Viola yang melihat tingkah menggemaskan Keynanpun mencubit pipi chabi Keynan. Karena Viola pikir kalau Keynan sedang berkhayal.


"Tapi Tante tidak bisa menikah denganmu sayang." Jawab Viola pura-pura bersalah.


"Kenapa?" Tanya Keynan dengan raut wajah bersedih.


"Karena Tante sudah mempunyai suami dan sementar lagi Tante akan memiliki dede bayi." Jawab Viola lembut sambil mengelus perutnya.


Keynan melihat perut Viola yang tampak buncit.


"Dede bayi?" Tanya Keynan yang tak mengerti.


"Iya, Tante sebentar lagi akan melahirkan dan akan memiliki seorang Tuan Putri kecil." Jawab Viola.


Keynan pun tersenyum dan mengelus perut Viola yang buncit. Viola pun kaget tapi tak lama setelah mendengar ucapan Keynan, Viola malah ingin tertawa.


"Baiklah kalau kamu sudah punya suami. Maka Tuan putri kecil mu akan menjadi pengantinku." Jawab Keynan senang sambil mengelus perut Viola.


Viola dan Bi Aidah yang mendengarnyapun hanya bisa menahan tawa.


"Ya ampun putriku bahkan belum lahir tapi dia sudah dilamar. Apa aku akan berpisah dengan putriku secepat ini?" Batin Viola sambil terkikik. Ia tidak menyadari kalau ucapannya akan benar-benar terjadi.


________________________


**Maaf bila ada Typo. Author lagi gak fokus nulisnya.


Jangan lupa tinggalkan jejak 😘**

__ADS_1


__ADS_2