Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 89


__ADS_3

"Key, apa ada yang ingin kamu tanyakan kepadaku?" Tanya Biola saat suaminya itu baru keluar dari kamar mandi.


Biola masih memikirkan ucapan Sinta yang keceplosan itu sehingga mau tak mau Biola harus jujur tentang kelebihannya kepada suaminya. Ditambah Biola menyakini kalau suaminya itu sudah mulai mencurigainya.


Keynan nampak berpikir lalu tersenyum kearah istrinya dengan senyuman Devilnya.


"Ada." Jawab Keynan sambil tersenyum Devil.


"Kalau begitu katakanlah. Aku sudah siap." Pasrah Biola.


"Baiklah kalau begitu, bisakah kamu mencabut hukumanku. Aku tidak bisa lama-lama menahannya." Rengek Keynan yang membuat Biola menatap tajam kearah suaminya.


"Hukumanmu itu tidak bisa dicabut. Lagian kata Dokter juga gak baik melakukan hubungan suami istri diawal kehamilan." Peringat Biola yang membuat bibir Keynan memonyong.


"Terus apa yang kamu ingin aku tanyakan kepadamu sayang?" Tanya Keynan balik dengan pura-pura tidak tau dengan maksud tujuan istrinya.


"Sudahlah Key, aku tahu kamu tau dengan maksud dari pertanyaanku. Kamu mungkin bodoh dalam hal keposesifanmu tapi aku yakin IQ mu masih ada dan tidak berkarat." Ucap Biola dengan tak punya hatinya.


"Kamu memang jahat sayang. Bisa-bisanya kamu berbicara sejahat itu kepada suamimu." Rengek Keynan dengan meneteskan air mata kepalsuannya.


"Berhenti bercanda Keynan! Aku sudah mengumpulkan semua keberanianku untuk berbicara tentang rahasiaku kepadamu. Jadi jangan buat aku ragu." Ucap Biola yang mulai terbawa emosi.


Seketika raut wajah Keynan langsung berubah. Keynan duduk disamping istrinya sambil memeluk istrinya dan membenamkan kepala istrinya didada bidang miliknya.


"Maafkan aku sayang, aku hanya tidak mau kamu memaksakan dirimu untuk bercerita tentang rahasiamu. Aku tidak ingin memaksamu. Aku takut itu akan menjadi beban bagimu dan mengganggu kesehatanmu dan anak kita." Jawab Keynan dengan penuh kelembutan dan membuat hati Biola menghangat.


"Tapi dengan aku merahasiakannya darimu, aku merasa seperti mendapat beban yang sangat berat. Aku ingin jujur kepadamu Key. Aku ingin pernikahan kita didasari atas kejujuran. Dan aku harap tidak ada lagi rahasia atau pun kebohongan diantara kita." Ucap Biola dengan tulusnya.


Keynan tampak tersenyum dan mengusap pucuk kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Jika rahasia itu menjadi beban bagimu karena merahasiakannya dariku maka katakanlah, aku siap mendengarkan apa yang ingin kamu katakan. Sebenarnya aku juga ingin menceritakan sebuah kisah yang mungkin belum sepenuhnya aku ceritakan kepadamu." Balas Keynan yang membuat Biola terkejut.


Biola mendonggakan kepalanya untuk menatap wajah suaminya lalu tak lama dari itu Biola tersenyum dan menggenggam telapak tangan suaminya.


"Mulai sekarang kita harus saling jujur dan tidak boleh merahasiakan apapun." Ucap Biola yang di angguki oleh Keynan.


"Aku memiliki kemampuan untuk melihat dan meramal masa depan seseorang yang dekat denganku atau sesorang yang aku kenal termasuk diriku sendiri. Aku mendapatkan kekuatan itu sejak aku berusia 5 tahun atau lebih tepatnya sejak kecelakaan dikapal pesiar 16 tahun yang lalu. Sejak aku terjatuh kelaut, kalung liontin yang diberikan oleh Mama kepadaku pada waktu itu juga ikut terjatuh bersamaku dan terkena darahku yang bercampur dengan air laut. Liontin hati malaikat itu bersinar sangat terang, sinar itu berwarna keemasan. Dengan kesadaranku yang sedikit aku melihat nama Biola Anggara di kalung itu. Namun tak berapa lama nama itu berubah menjadi Biola Alexa. Perlahan namun pasti nama Biola Alexa mulai menghilang dan cahaya keemasan dari liontin itu tiba-tiba masuk kedalam tubuhku. Dan sejak saat itu juga aku tak tahu apa yang terjadi. Yang aku ingat setelah kejadian itu aku bangun dari komaku seorang diri diruanganku. Kata Dokter aku sudah mulai pulih dan tidak ada gejala-gejala yang membahayakan bagi tubuhku. Tapi aku merasa seperti melupakan sesuatu yang sangat penting dalam hidupku. Dan bahkan selalu membuatku bingung sendiri dan ingin mencari sesuatu atau ingatan yang hilang itu. Namun sekeras apapun aku mengingatnya, aku tetap tidak bisa mengingatnya. Bahkan aku hampir melupakan nama Biola Alexa dari ingatanku. Padahal aku masih mengingat kejadian lainnya sebelum aku koma tapi entah kenapa nama Biola Alexa bisa menghilang dari ingatanku. Aku juga bingung karena akhir-akhir ini nama Biola Alexa tiba-tiba muncul di ingatanku dan terus mengiang-ngiang dipikiranku." Ucap Biola yang mengatakan rahasianya kepada suaminya.


"Alexa?" Ulang Keynan dengan dahi yang mengerut.


"Kenapa? Apa kamu tidak mempercayaiku Key? Aku tahu kau pasti tidak akan mempercayainya. Tapi aku ingin memberitahumu tentang rahasiaku. Setidaknya hatiku sedikit merasa lega saat aku memberitahumu." Ucap Biola yang melihat perubahan raut wajah suaminya.


"Tidak, aku bukannya tidak mempercayaimu sayang. Aku memang sudah curiga dengan kemampuan yang kau miliki. Dulu aku juga memiliki kamampuan yang tidak bisa dimiliki oleh sembarangan orang. Itu sebabnya aku mencurigaimu." Jawab Keynan yang mengagetkan Biola.


"Kemampuan apa?" Tanya Biola kaget.


"Sejenis mata batin. Tapi itu sudah menghilang beberapa tahun yang lalu saat aku terbangun dari koma karena kecelakaan." Ungkap Keynan dengan penuh kejujuran.


"Apa kecelakaan karena kamu mengambil anting Mama yang terjatuh di Zebra crossing dan ditabrak oleh pengendara ugal-ugalan lalu kamu koma selama satu bulan?" Tanya Biola yang sudah mengetahui soal kecelakaan Keynan pada saat Keynan berusia 11 tahun dari Mama Kania.


Tapi Mama Kania tidak memberitahu Biola soal kemampuan Keynan dimasa lalu.

__ADS_1


"Iya, karena kecelakaan itu mata batinku tertutup. Dimana tak ada seorangpun yang bisa menutup mata batinku." Jelas Keynan yang membuat Biola terkejut.


"Kenapa bisa begitu?" Tanya Biola penasaran.


Keynan mencubit hidung mancung Biola dengan gemas saat Keynan melihat raut wajah serius istrinya saat mendengar cerita masa lalu Keynan.


"Karena kamu gemesin." Jawab Keynan sambil menarik hidung mancung Biola.


"Ih... Keynan sakit! Aku kan lagi serius-seriusnya denger cerita tentang masa lalumu. Aku juga ingin mengetahui masa lalumu." Ucap Biola sambil menggosok-gosok hidungnya yang merah karena dipencet dan ditarik-tarik oleh Keynan.


"Iya, iya, iya..... Habisnya kamu gemesin jadi aku gak tahan kepengen cubit kamu. Lagian kalau aku beritahu kamu nanti kamu cemburu lagi." Ucap Keynan sambil memeluk manja istrinya.


"Cemburu? Apa jangan-jangan mata batin kamu hilang itu gara-gara kamu dicium cewek saat kamu koma?" Tebak Biola penuh selidik yang membuat Keynan ingin tertawa.


"Emmm.... hampir tepat tapi masih salah." Jawab Keynan yang ingin memanas-manasi Biola yang pencemburu.


Ucapan Keynan mampu membuat darah Biola mendidih karena salah paham.


"Jadi bener kalau mata batin kamu hilang karena dicium cewek!" Kesal Biola sambil menyingkirkan tangan suaminya yang memeluk tubuhnya.


"Aku bilang hampir benar tapi masih salah." Jelas Keynan yang membuat Biola bingung.


"Lalu apa?" Tanya Biola kesal.


Keynan memeluk Biola dari belakang diatas tempat tidur dan berbicara tepat ditelinga Biola. Sehingga Biola bisa merasakan deru nafas suaminya yang berhasil membuat pipi chabi Biola merona.


"Sebenarnya aku juga tidak tahu kenapa mata batinku bisa tertutup. Aku hanya mendapatkan sebuah mimpi. Dimana didalam mimpi itu aku bertemu dengan seorang anak perempuan berusia kisaran 5-6 tahun. Anak perempuan itu berbicara panjang lebar kepadaku dan melepaskan kalung yang ia pakai lalu meletakannya ditelapak tanganku sambil menggenggam tanganku erat. Tak berapa lama dari itu kalungnya bercahaya sangat terang. Dan cahaya itu masuk kedalam tubuhku. Setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi karena aku sudah terbangun dari komaku. Dan sejak saat itu pula mata batinku tertutup dengan sendirinya." Jawab Keynan yang membuat Biola seperti merasakan perasaan familiar.


"Cerita kita kok agak sama ya Key? Tapi yang ngebedain itu adalah kelebihanmu menghilang dan aku mendapatkan kelebihanku. Terus kenapa aku ngerasa familiar dengan cerita masa lalumu. Rasanya itu tidak asing bagiku tapi aku tidak mengingatnya." Ucap Biola sambil berusaha mengingat sesuatu yang ia lupakan.


"Tapi yang aku bingungin itu adalah kenapa ingatanmu yang hilang selama satu tahun itu belum pulih. Padahal dengan jangka waktu yang sangat lama ini ingatanmu seharusnya sudah pulih. Ditambah kata Mama kamu juga mendapatkan beberapa terapi untuk memulihkan ingatanmu. Seharusnya kamu dapat mengingat ingatanmu walau hanya beberapa potongan memori." Uacap Biola yang terlihat kebingungan.


"Aku juga tidak tahu sayang. Aku hanya merasa seperti kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupku. Aku terus mencari sesuatu yang tidak pasti dan mencoba segala hal sesuai dengan instingku. Samapai aku menemukanmu dan aku berhenti mencari sesuatu yang tidak pasti itu. Seolah-olah kamu adalah sesuatu yang aku cari." Ucap Keynan dengan penuh Kejujuran sambil menatap mata istrinya dengan tatapan lembutnya.


"Kenapa aku juga merasakan perasaan yang sama seperti apa yang kamu rasakan Key. Perasaan bingung seperti melupakan janji dan melupakan suatu kenangan dimemoriku yang selalu membuatku tersiksa juga perlahan mulai berkurang saat aku bersamamu. Seolah-olah 50% dari kebingunganku telah terjawab dan sisanya masih menjadi misteri yang aku sendiri tidak mengetahuinya." Balas Biola yang membuat Keynan tampak terkejut.


"Mungkin kita sudah ditakdirkan untuk berjodoh sayang. Dan ku harap tidak ada orang yang merusak kebahagiaan kita saat ini dan dimasa yang akan datang." Ucap Keynan sambil mencium pucuk kepala istrinya.


"Aku juga berharap sama seperti apa yang kamu harapkan Key." Gumam Biola sambil memeluk suaminya.


"Oh iya sayang, yang kamu maksud dengan nama Alexa itu mengingatkanku akan salah satu nama keluarga terbesar dan terkaya se Eropa. Tapi keluarga itu sangat misterius. Keluarga itu hanya terdiri dari tiga orang. Salah satunya adalah Davindra Alexa Kepala keluarga Alexa dan Anak bungsu Davindra yang bernama Darius Alexa. Juga ada satu cucu perempuan dari Davindra Alexa dari anak pertamanya yang menghilang entah kemana dan dinyatakan sudah meninggal oleh keluarga Alexa sejak 21 tahun yang lalu. Cucu Davindra Alexa itulah yang paling misterius di keluarga Alexa dan tidak pernah diperlihatkan ke publik tapi setiap ulang tahunya selalu dirayakan dengan sangat mewah meski yang berulang tahun selalu tidak ada ditempatnya." Ucap Keynan tiba-tiba yang membuat Biola terkejut.


Biola yang mendengarnya pun langsung melepaskan pelukannya dari suaminya.


"Keluarga Alexa? Jadi ada nama keluarga Alexa?"  Tanya Biola terkejut.


"Tentu saja ada sayang." Jawab Keynan sambil mencium pipi Biola karena gemas dengan tingkah Biola yang terkejut.


"Kenapa saat aku mendengar nama keluarga Alexa, membuat hatiku menghangat. Apa hubunganku dengan keluarga itu? Dan kenapa aku merasa kalau 50% dari apa yang aku cari dari ingatan yang aku pikir tidak ada justru berada dikeluarga itu?" Pikir Biola sambil berucap didalam hati.


"Bisakah kau menceritakan semua tentang keluarga Alexa Key." Pinta Biola kepada Keynan namun Keynan tampak menguap dan mengucek matanya yang berat.

__ADS_1


"Ya? Ada apa sayang? Aku tidak mendengarnya?" Tanya Keynan yang mulai mengantuk karena waktu telah larut malam.


"Kamu ngantuk?" Tanya Biola yang melihat Keynan menguap.


"Iya sayang, aku harus tidur sekarang karena besok aku harus meeting." Ucap Keynan dengan suara seraknya.


Biola tampak membuang mafasnya dengan kasar. Biola akhirnya mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada Keynan tentang keluatga Alexa.


"Ya sudah kita tidur aja." Ucap Biola sambil menarik selimut untuk menyelimuti tubunya dan tubuh suaminya.


"Tapi kamu tadi tanya apa?" Tanya Keynan sambil merebahkan tubuhnya.


"Lain kali saja, kita kan masih punya banyak waktu. Lagian ini sudah terlalu larut untuk berbicara." Jawab Biola sambil tersenyum kearah suaminya.


"Hmmm.... kalau gitu sini! Biar Daddy peluk dede bayi dan Mommy nya." Ucap Keynan manja sambil memeluk tubuh istrinya dan terlelap kealam mimpi bersama Biola.


••••••••


Keesokan harinya dikediaman Pak Sinan tempat pengantin baru titisan lumba-tumba dan Nenek lampir berada.


Dengan wajah bantalnya Devin terbangun dari tidurnya. Devin tampak mengerutkan keningnya karena tidak mengenali kamar yang ia tempati.


Tiba-tiba Devin merasakan keram dibagian lengan kanannya dan merasa seperti ada yang menindih tubuhnya.


Devin memalingkan pandangannya kearah sebelah kanannya. Dan betapa kagetnya dia saat melihat Nenek lampir aneh bin ajaib yang selalu ia hindari sedang tidur dengan berbantalkan tangan kanannya. Ditambah Sinta sedang memeluk Devin layaknya seperti gurita menangkap mangsanya.


Devin mengingat kejadian sial yang menimpanya kemarin sehingga membuat Devin harus menikahi Sinta.


Devin mengusap wajahnya dengan kasar menggunakan tangan kirinya karena tangan kananya masih digunakan Sinta sebagai bantalnya.


Devin tak ambil pusing dan memilih tidak membangunkan Sinta karena itu akan membuat  pagi cerah Devin hancur saat mendengar suara cempreng Sinta. Ditambah dia harus menemani Keynan meeting pagi ini. Jadi Devin gak ingin ribut-ribut dengan siapapun.


"Shit! Lo berat banget si Nek." Gerutu Devin sambil melepaskan pelukan Sinta yang sangat lengket kepada tubuhnya.


Dengan usaha yang cukup melelahkan akhirnya Devin berhasil melepaskan tubuhnya dari jeratan sang Nenek lampir.


"Sialan ni cewek kalau tidur udah kayak gurita. Dasar octopus! Gue yakin kalau lo itu titisan gurita makannya sikapnya kayak gurita." Ejek Devin kepada Sinta yang sedang tidur nyenyak.


"Ouh..... sial! tangan kanan gue keram." Keluh Devin sambil memegangi tangan kananya yang keram dan berjalan kearah kamar mandi.


Setelah mandi dan berganti pakaian dengan pakaian kantornya yang ada didalam koper miliknya Devin pun keluar kamar tanpa membangunkan Sinta yang tidur seperti beruang hibernasi.


"Eh, Nak Devin mau kemana?" Tanya Bu Ratih saat melihat Devin keluar kamar dengan pakaian kantornya.


"Aku mau kekantor Bunda. Hari ini ada meeting jadi aku harus kekantor." Jawab Devin dengan sopan.


"Owalah... Nak Devin belum tahu ya kalau suaminya Biola sudah memberikan cuti pernikahan selama satu minggu. Katanya anggep saja sebagai bonus buat bulan madu. Dan Sinta juga udah izin gak masuk kuliah selama satu minggu." Tutur Bunda Ratih sambil tertawa kecil.


"Hah! Yang bener Bun?" Tanya Devin tak percaya.


"Iya, kalau gak percaya nak Devin bisa telepon langsung suaminya Biola." Jawab Bunda Ratih.

__ADS_1


"Sialan lo Keynan!! Gue bales lo nanti." Gerutu Devin didalam hati.


______________________


__ADS_2