
"Sayang, kamu harus segera pulih. Kamu harus kuat, kamu jangan pernah tinggalkan aku dan anak-anak kita. Mereka masih sangat membutuhkan kamu sayang." Keynan menangis sambil menggenggam tangan istrinya yang masih belum sadarkan diri.
Keynan terus berada disisi istrinya dan tidak sekalipun melihat ketiga bayinya lagi. Ia masih ingin bersama istrinya. Keynan sangat takut kehilangan Biola.
Keynan juga masih menyalahkan dirinya sendiri atas kecelakaan yang menimpa istrinya.
"Sudahlah Key, kamu sebaiknya tengokin anak-anak kamu. Mereka juga ingin melihat Daddy mereka. Kamu jangan terus berlarut-larut dalam kesedihan. Kita akan cari pelaku sebenarnya yang menyebabkan kecelakaan ini. Jadi kamu harus kuat ya Key. Ini demi anak-anak kamu. Kamu juga belum memberi mereka nama bukan? Sebaiknya kamu cepat-cepat beri nama ketiga cucu Papa Key." Nasehat Pak Raihan sambil menepuk bahu putranya.
Keynan yang mendengarkan ucapan Papanya pun langsung menghapus air matanya dan mulai bangkit dari duduknya.
"Papa benar. Aku harus kuat demi anak-anakku." Jawab keynan sambil tersenyum terpaksa.
Keynan benar-benar melupakan ketiga bayi kembarnya karena terlalu bersedih dengan apa yang menimpa istrinya. Ia bahkan belum memberikan nama kepada ketiga bayi kembarnya. Jangankan memberi ketiga bayi kembarnya nama, Keynan sendiri belum mengetahui jenis kelamin dari ketiga bayi kembarnya.
Sungguh momen yang selama ini Keynan tunggu-tunggu malah berakhir dengan sangat teragis. Keynan juga sedikit terauma dengan apa yang menimpa istrinya. Ia masih mengingat betul saat Biola bersimbah darah dan tangannya dengan kuat melindungi perutnya, karena Biola berusaha untuk melindungi bayi yang ada didalam kandunganya.
"Kamu memang Ibu yang luar biasa sayang. Kalau bukan karena pengorbananmu, ketiga anak kita mungkin tidak akan selamat. Aku benar-benar suami yang tidak berguna. Maafkan aku sayang. Seharusnya aku bisa melindungi kalian tapi aku telah gagal melindungi kalian. Aku sorang suami dan Ayah yang gagal." Batin Keynan sambil meneteskan air matanya lagi saat menatap istrinya namun dengan cepat Keynan menghapus air matanya.
"Ayo Key, kita lihat anak-anak kamu. Biar Papa yang jaga Biola. Karena Mama harus menyampaikan apa yang Biola tidak bisa sampaikan kepada kamu." Ujar Mama Kania yang diangguki oleh Keynan.
Mama Kania tampak sangat sedih dengan apa yang terjadi kepada menantunya. Ia juga ingin menangis dan memeluk menantunya tapi ia harus kuat demi putranya. Keynan tampak sangat pendiam sejak Mama Kania melihatnya terduduk dilantai dengan air mata yang tidak pernah mengering dan terus menetes membasahi matanya.
"Ini pasti sangat berat untukmu. Tapi kamu harus kuat Key. Kamu harus bisa bangkit demi ketiga bayi kembarmu. Mereka juga sangat membutuhkan kamu Key." Batin Mama Kania sambil menatap putranya iba.
Mama Kania dan Keynan pun keluar dari ruangan Biola.
BUKK.....
BUKK.....
Wajah tampan Keynan dihajar dengan sangat berutalnya oleh seorang pria paruh baya saat Keynan baru keluar dari ruangan Biola.
Mama Kania menjerit saat melihat putranya tersungkur dilantai dengan darah yang mengalir disudut Bibirnya.
"TIDAK....!! hentikan!" Teriak Mama Kania dengan paniknya dan berusaha untuk membantu putranya. Namun kerah kemeja yang dikenakan Keynan ditarik oleh Pria itu.
BUGG.......
BUGG.....
Pria itu menghantam perut Keynan dengan sangat kuatnya. Ia tidak memberikan Keynan kesempatan sedikitpun untuk melawan.
Keynan yang dipukuli oleh pria itu pun tampak pasrah dan tidak melawan pukulan dari pria itu. Ia seperti menerima setiap pukulan dari pria itu. Seolah-olah Keynan membiarkan dirinya menjadi samsak hidup untuk pria itu melampiaskan amarahnya. Pria itu tak lain adalah Darius yang datang bersama Tuan Davindra.
Darius terus memukuli Keynan hingga Keynan babak beluar dan tersungkur ketembok dengan kuatnya.
"SUDAH CUKUP...!!! Ku mohon jangan pukuli Keynan lagi!" Teriak Mama Kania dengan panikanya namun teriakannya tidak didengarkan oleh Darius.
"Kenapa kamu tidak menjaga keponakan ku dengan baik hah!! Kenapa semuanya bisa seperti ini!" Teriak Darius sambil memukuli Keynan dengan tanpa ampunnya.
Keynan tidak menjawab atau pun melawan Darius. Ia hanya diam seolah-olah pukulan Darius adalah sebuah hukuman yang harus ia terima.
BUGGG...
Dengan kuatnya Darius menghantam perut Keynan dengan tinjuannya lagi. Keynan pun langsung tersungkur kelantai sambil terbatuk-batuk dan muntah darah.
Mama Kania sudah sangat panik saat melihat keadaan anaknya yang sangat memperihatinkan.
"Sudah cukup Darius! Ini semua kecelakaan. Baik Keynan atau pun kita semua yang ada disini tidak bisa menebak kapan kecelakaan itu akan terjadi. Jadi hentikan tindakanmu itu Darius!" Tuan Davindra pun akhirnya angkat bicara karena melihat keadaan Keynan yang sudah sangat buruk.
"TIDAK PA! Kalau bukan karena ketidak becusannya menjaga Biola, Biola tidak akan menjadi seperti ini Pa!" Teriak Darius sambil terus menghajar Keynan.
Pak Raihan yang mendengar keributan diluarpun langsung keluar dari ruangan menantunya. Ia sangat terkejut saat melihat putranya sudah babak belur dan masih dihajar dengan sadisnya oleh Darius.
"Hentikan Darius! Apa yang kamu lakukan!?" Teriak Pak Raihan sambil menahan tubuh Darius untuk tidak memukuli Keynan lagi.
"Lepaska aku! Aku mau menghajar bocah bau kencur itu. Dia telah membuat keponakanku koma." Darius terus memberontak karena Pak Raihan memeganginya.
__ADS_1
Tanpa terasa air mata Darius menetes sambil berusaha melepaskan pegangan Pak Raihan dari tubuhnya.
"Ini semua karena kamu! Hiks... Kenapa semuanya bisa seperti ini. Aku tidak mau kehilangan Biola. Aku tidak mau kehilangan seseorang yang paling berharga dalam hidupku lagi. Hiks....hiks...." Darius menjatuhkan dirinya dan terduduk dilantai dengan begitu rapuhnya.
Untuk pertama kalinya Darius meneteskan air matanya dihadapan semua orang. Sungguh ia sangat takut kehilangan Biola. Biola sudah ia anggap seperti putri kecilnya sendiri. Ia sungguh tidak ingin kehilangan keponakan yang telah ia anggap sebagai putrinya sendiri.
Keynan tampak terduduk dilantai sambil menundukan wajahnya yang dipenuhi oleh luka memar dan darah segar yang mengalir dari kepalanya yang terbentur tembok karena Darius memukul Keynan dengan kuatnya sampai-sampai Keynan terbentur ke tembok.
"Kenapa semuanya jadi seperti ini. Tolong selamatkan keponakanku. Jangan kau ambil dia seperti kau mengambil Kakaku. Setelah sekian lama aku hidup didalam kekegalapan, akhirnya aku menemukan keponakanku. Dia memberitahuku tentang artu dari sebuah kehidupan. Dia juga telah membuat hidupku jauh lebih berwarna lagi sejak kepergian Kakakku. Tapi kenapa semuanya jadi seperti ini! Hiks.... hiks...." Teriak Darius sambil memukul-mukul lantai denganĀ tangannya sehingga membuat tangannya membiru dan berlumuran darah.
Semua orang tampak menatap meraka dengan tatapan ibanya.
Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Keynan. Ia masih mematung ditempatnya dengan kepalanya yang menunduk menatap lantai yang dipenuhi oleh darahnya.
Tak lama kemudian Keynan bangkit dari duduknya dengan semponyongan dan mengusap darah disudut bibirnya dengan punggung tanganya.
"Key, kamu mau kemana? Ayo ikut Mama. Kita periksa lukamu sama dokter ya." Ucap Mama Kania khawatir sambil ingin membantu putranya berjalan.
Tanpa sepatah katapun Keynan menepis tangan Mamanya lalu berjalan dengan gontainya meninggalkan semua orang yang ada disana.
Darius tampak sangat bersedih dengan apa yang terjadi. Ia masih menyalahkan Keynan karena Keynan tidak bisa menjaga Biola. Begitu juga dengan Keynan yang masih menyalahkan dirinya sendiri dengan apa yang menimpa Biola.
Mama Kania mengejar putranya yang berjalan semponyongan menyelusuri lorong rumah sakit. Keynan bahkan sampai berpegangan kedinding dan memegangi perutnya yang terasa sangat sakit karena pukulan Darius yang begitu kuat.
Mama Kania yang melihat putanya pun jadi tidak tega sehingga dia menawarkan diri untuk membantu putanya berjalan lagi.
"Key, Mama bantu ya." Mama Kania langsung mengangkat tangan putranya untuk memapah Keynan. Namun Keynan dengan cepat menepis tangan Mama Kania lagi.
Pandangan Keynan kosong dan ia tidak memperdulikan semua orang yang menatapnya termasuk Mama Kania yang tampak sangat terluka dengan sikap putranya.
Sungguh Mama Kania sangat sakit saat melihat putranya dalam keadaan seperti itu.
Keynan terus berjalan menyusuri setiap lorong rumah sakit dengan semponyongannya dan memegangi perutnya yang terasa sangat sakit dan perih akibat pukulan dari Darius.
Keynan tiba disebuah ruangan yang sedang ia cari sedari tadi. Ia melihat ruangan itu dengan mata yang berbinarnya karena menahan air mata agar tidak jatuh.
Keynan menatap kedalam ruangan itu melalui kaca dari pintu masuk ruangan itu.
Keynan menitikan air matanya saat melihat ketiga bayi kembarnya. Sungguh Keynan sudah berusaha sekuat tenaga untuk tetap kuat tapi tetap saja air matanya tidak Bisa ia bendung lagi.
Didalam ruangan inkubator itu memang hanya ada ketiga bayi Keynan dan Biola. Karena Keynan sengaja memesan ruangan inkubator khusus untuk ketiga bayi mungilnya.
"Maaf Pak, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang suster yang merawat ketiga bayi kembar Keynan.
"Saya ingin menemui mereka." Ucap Keynan sambil menatap kedalam ruangan inkubator tempat bayi-bayi mungilnya berada.
"Ta...tapi Pak. Kondisi Bapak..." Suster itu menatap wajah Keynan yang tampak lebam-lebam dan berdarah karena dipukuli oleh Darius.
"Saya tidak apa-apa Sus. Saya harus memberikan nama untuk ketiga bayi saya." Jawab Keynan dengan begitu lirihnya sambil menatap ruangan inkubator bayi-bayi mungilnya.
"Baiklah Pak, tapi jangan terlalu lama-lama ya Pak. Meskipun ketiga bayi Bapak terlahir dengan sehat tapi tetap saja mereka terlahir secara prematur. Jadi untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak dinginkan maka Bapak tidak boleh terlalu lama berinteraksi dengan bayi-bayi Bapak." Tutur Suster itu yang diangguki oleh Keynan.
"Baiklah Sus." Jawa Keynan singkat dengan pandangannya yang tak ia alihan dari ketiga bayi mungilnya.
Suster itu sangat iba dengan apa yang dialami oleh Keynan. Ia juga melihat wajah Keynan yang terlihat sangat kacau. Bisa dipastikan kalau itu sangatlah sakit.
Keynan pun masuk kedalam ruangan inkubator ketiga Bayinya dengan ditemani suster-suster perawat ketiga bayinya.
Keynan menyentuh salah satu kotak inkubator salah satu bayinya. Keynan tampak tersenyum dengan meringis karena luka disudut bibirnya. Ia sangat bahagia saat melihat salah satu bayinya tersenyum manis kepadanya.
Tak bisa dipungkiri rasa bahagia Keynan saat ia melihat senyuman manis dari bibir mungil malaikat kecilnya. Ada sebuah rasa hangat dihatinya saat melihat senyuman manis dari malaikat kecilnya.
Tapi senyuman Keynan tiba-tiba luntur saat mengingat keadaan istrinya saat ini yang masih belum sadarkan diri.
"Maafin Daddy ya sayang. Daddy gagal menjaga kalian. Maafin Daddy..." Keynan meneteskan air matanya lagi sambil menatap bayi munginya yang tersenyum kepadanya.
Tiba-tiba saja bayi mungil itu menangis saat melihat Keynan menangis. Mungkin bayi itu merasakan apa yang Daddynya rasakan. Jadi ia juga ikut menangis saat melihat Daddy menangis.
__ADS_1
Suster yang melihatnya pun jadi terharu saat melihat hubangan Ayah dan anak itu. Ia membuka kotak inkubator Bayi yang menangis itu. Suster itu dengan penuh kelembutannya menggendong bayi itu dan mendekatkannya dengan Keynan.
"Bayi ini adalah Bayi pertama yang terlahir dari operasi cesar. Dan bayi ini adalah satu-satunya bayi yang berkelamin laki-laki dari ketiga bayi kembar ini. Bayi kedua Bapak berjenis kelamin perempuan. Begitu juga dengan Bayi ketiga Bapak." Tutur suster itu yang membuat Keynan menatap Bayi pertamanya dengan tatapan sendunya. Lalu Keynan menatap kedua bayinya lagi yang masih berada didalam inkubator dengan tatapan sendunya juga.
Keynan menggendong Bayi pertamanya dengan air mata yang menggenang.
"Putra Daddy..." Ucap Keynan sambil mengecup pipi gembul putra pertamanya.
"Jadilah putra yang kuat ya sayang. Dan jagalah adik-adikmu kelak." Ucap Keynan sambil menatap bayi laki-lakinya dengan tatapan sendunya.
Bayi itu tampak tersenyum dan memegangi pipi Keynan yang basah karena air mata.
"Ya ampun. Bayi ini tidak pernah seaktif ini sebelumnya. Kenapa dia tiba-tiba bisa jadi seaktif ini?" Ucap suster itu kaget sambil berbisisk kepada temannya.
"Aku juga kaget saat melihatnya. Dari ketiga bayi kembar ini, hanya bayi itu saja yang jarang berinteraksi." Jawab suster lainnya sambil berbisik juga.
"Apa mungkin ini kekuatan ikatan batin antara anak dan Ayah?" Bisik suster pertama lagi.
"Itu mungkin saja. Ya ampun mereka tampak sangat menggemaskan." Balas suster lannya saat melihat Keynan dan Bayinya yang tampak saling tersenyum dan berinteraksi dengan harunya.
"Namamu Kenan Kris.... ......"
"Kenan Alexa Kristian." Lanjut Mama Kania yang baru saja masuk kedalam rungan inkubator cucunya dan memotong ucapan putranya.
Keynan menatap Mama Kania dengan dahi yang mengerut karena meminta penjelasan.
"Marga mereka akan tetap Kristian. Tapi Biola tetap ingin menambahkan nama keluarga Alexa kepada ketiga bayi kembarnya. Ini adalah nama yang ingin Biola berikan kepada ketiga bayi kembarnya." Jawab Mama Kania yang membuat Keynan tersenyum dan menatap putranya dengan senyuman harunya.
"Jadi ini yang kamu maksud sayang. Kamu memang selalu menjadi yang terbaik. Kau bahkan menyiapkan nama yang terbaik untuk seluruh keluarga dan untuk bayi kita." Batin Keynan sambil menatap putranya dengan tatapan sendunya.
"Baiklah, namamu adalah Kenan Alexa Kristian. Putra pertama keluarga Kristian dan keluarga Alexa. Juga putra pertama Daddy dan Mommy." Ucap Keynan dengan mata sendunya sambil menatap bayi mungilnya dengan senyuman tulusnya.
Keynan mulai menatap kedua bayinya yang lain. Suster yang merawat ketiga bayi kembar itu pun mulai menggendong Kenan kecil. Sementara suster lainnya menggendong kedua putri kembar Keynan.
Keynan menggendong salah satu putrinya dan tersenyum menatap wajah cantik putrinya yang tampak sangat mirip dengan Biola bigutu juga dengan bayi perempuan satunya.
Sungguh kedua bayi kembar perempuan Keynan tampak sangat mirip dengan Biola. Sementara Kenan putra pertama Keynan dan Biola justru sangat mirip dengan Keynan.
Meski mereka bertiga kembar, tapi yang memiliki wajah persis sama hanyalah kedua bayi perempuannya saja. Sementara bayi laki-lakinya justru hanya memiliki sedikit kemiripan dari kembarannya yang lain. Kenan lebih mirip dengan Keynan dari segi wajahnya.
"Putri-putri Daddy sangat mirip sama Mommy nya. Daddy sangat iri pada Mommy kalian. Untungnya kembaran pertama kalian sangat mirip Daddy." Ucap Keynan sambil terkekeh saat melihat kedua putrinya yang tampak sangat lucu-lucu.
Padahal didalam hatinya Keynan merasakan sakit yang sangat luar Biasa. Ia masih sangat mengkhawatirkan istrinya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk terjadi kepada istrinya.
"Sayang, mereka sangat menggemaskan dan sangat mirip dengan kamu dan aku. Sayang, cepatlah sadar dan lihatlah mereka bertiga yang sangat menginginkan kasih sayang dari Mommynya." Batin Keynan sambil mencium kedua pipi gembul putrinya.
"Namamu Violin Alexa Kristian. Anak kedua keluarga Kristian dan keluarga Alexa. Juga anaknya Mommy and Daddy." Ujar Keynan sambil tersenyum dan mencium pipi putru keduanya gemas.
Keynan mulai menggendong putri terakhirnya. Ia menatap putri terakhirnya dengan tatapan penuh rasa cinta dan penyesalan.
"Maafin Daddy ya sayang, Daddy belum siapin nama untuk kamu. Daddy tidak menyangka kalau kalian ternyata kembar tiga." Gumam Keynan dengan wajah menyesalnya.
Keynan hanya menyiapkan kedua nama itu. Ia juga tak tahu kalau anaknya kembar tiga. Ia pikir jika anaknya laki-laki maka dia akan diberikan nama Kenan dan jika anaknya perempuan maka dia akan memberikan nama Violin. Itu sebabnya Keynan hanya menyiapkan kedua nama itu.
"Key." Ucap Mama Kania yang membuat Keynan menengok kearahnya.
"Sebenarnya Biola sudah tau kalau janin yang ia kandung itu kembar tiga. Ia juga sudah menyiapkan satu nama untuk salah satu anaknya kelak jika anaknya perempuan." Jawab Mama Kania yang membuat Keynan terkejut.
"Apa Ma?" Tanya Keynan kaget.
"Viola." Jawab Mama Kania singkat yang membuat Keynan terkejut lalu tersenyum menatap putrinya yang belum ia beri nama.
"Aku tahu kenapa kamu ingin memberikan nama salah satu putri kita dengan nama almarhumah Mamamu. Sayang, aku sangat merindukanmu." Gumam Keynan dengan matanya yang lagi-lagi berkaca-kaca saat mengingat istrinya yang masih terbaring tak sadarkan diri dirumah sakit terbesar yang ada di kota Bandung.
"Namamu Viola Alexa Kristian. Itu adalah nama almarhumah Nenekmu dari Ibumu sayang. Apa kamu suka?" Tanya Keynan dengan nada lembutnya kepada putri kecilnya.
Bayi mungil itu hanya tersenyum saat mendengarkan pertanyaan dari Daddy nya. Seolah-olah ia mengerti dengan apa yang Daddy nya tanyakan.
__ADS_1
"Anak pintar." Ucap Keynan sambil mencium pipi gembul putrinya.
Sungguh Keynan sangat senang bisa melihat ketiga bayi kembarnya, namun ia juga masih sangat bersalah kepada istrinya dan ketiga bayi kembarnya. Jika saja ia lebih ekstra menjaga Biola pasti kejadian ini tidak akan terkadi.