
Biola terbangun dari tidurnya. Ia menggeliatkan tubuhnya dan merasakan kalau suaminya itu tidak ada disampingnya.
Biola mendudukan tubuhnya dan merasakan sakit dibagian intimnya.
"Aww... ada apa dengan ku?" Ucap Biola saat merasakan sakitnya.
Biola menyibakan selimutnya dan melihat tubuhnya tidak mengenakan sehelai benangpun. Biola pun teringat apa yang terjadi semalam. Wajahnya memanas, pipinya memerah seperti kepiting rebus.
Sungguh dia tidak menyangka kalau dia dan Keynan sudah melakukan hubungan suami istri. Meski kata Keynan mereka pernah melakukannya di Vila tapi waktu itu Biola tidak mengingat apa pun jadi dia sedikit tidak malu tapi kali ini berbeda. Biola mengingat segala yang dilakukannya dan suaminya tadi malam sehingga membuat Biola merasa malu.
"Uhh... kenapa aku bisa teriak-teriak seperti itu. Gimana aku bisa menghadapi Keynan saat kita berdua bertemu nanti. Meski kita telah melakukannya waktu di Vila tapi waktu itu aku gak inget apa-apa, jadi aku gak terlalu malu. Tapi tadi malam berbeda dengan yang di Vila. Tadi malam aku bener-bener terbawa suasana." Ucap Biola dalam hati saat mengingat kejadian semalam ketika Biola menjerit-jerit menyebut nama suaminya.
Sungguh dengan mengingatnya saja sudah membuat pipi Biola merah merona lagi.
Biola menutup wajahnya yang merona dengan telapak tangannya berusaha untuk menahan malunya. Ia kemudian membuka selimutnya untuk turun dari tempat tidur dan pergi kekamar mandi.
Saat Biola ingin melangkahkan kakinya kekamar mandi dengan tertatih-tatih, tiba-tiba ia melihat ada bercak darah diatas seprai berwarna putih diatas tempat tidurnya. Biola menyengitkan dahinya saat melihat darah yang ada diseprai itu.
"Apa aku datang bulan?" Fikir Biola sambil berucap didalam hati.
"Gak, seharusnya ini bukan waktunya karena aku selalu datang bulan diakhir bulan dan ini masih awal bulan. Apa jangan-jangan.... ...." Ucap Biola dalam hati sambil merasakan sakit diperselangkangannya. Ia baru menyadari kalau rasa sakit didaerah intinya itu tidaklah biasa.
"KEYNAN...... Sialan gue ditipu lagi. Dasar laki-laki berengsek. Jadi selama di Vila itu kita gak ngelakuin apa-apa. Awas aja kalau dia pulang...." Ucap Biola dengan penuh emosi.
Sungguh waktu bersama dengan Keynan itu selalu membuat nya merasakan segala macam emosi yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Selesai mandi, Biola melihat jam yang ada didinding kamarnya. Ia membulatkan matanya saat melihat jam yang sudah menunjukan pukul 11:50 siang.
"Ahh... Sial! Kuliah gue, ini semua gara-gara Keynan. Awas aja kamu Key, kau habis ditangan ku kalau kamu pulang nanti." Sungguh rasa malu Biola karena tadi malam sirnah seketika saat tahu kalau suaminya itu telah menipunya.
Saat ini Biola benar-benar marah kepada suaminya yang telah menipunya itu.
Biola terus menggerutu sambil mengambil ponselnya yang ada diatas nakas untuk turun kebawah karena perutnya sudah mulai berontak minta di isi.
__ADS_1
Biola menyalakan ponselnya yang ia matikan sejak tadi malam. Biola membelalakan matanya saat menerima puluhan panggilan tak terjawab dari Sinta dan ada beberapa pesan dari Sinta dan suaminya.
Biola membuka pesan dari sinta terlebih dahulu. Dan isi pesan itu tak lebih dari kata sepam yang dikirim Sinta.
"Lo hutang penjelasan sama gue." Itulah pesan sinta yang ia ulang sampai 30 kali.
"Nyampah aja ni anak. Hutang penjelasan apa coba? Ada-ada aja." Ucap Biola acuh ia lebih memilih mengabaikan pesan Sinta dan membuka pesan dari suaminya yang saat ini ia benci karena kebohongannya. Yah lebih tepatnya ngambek.
"Sayang, Maafkan aku karena aku tidak bisa menepati janjiku untuk menghabiskan hari ini berdua denganmu. Hari ini adalah hari pertama aku memimpin perusahaan, jadi aku harus pergi keperusahaan. Sekali lagi aku minta maaf karena tidak bisa menepati janjiku. Tapi aku berjanji akan menebusnya nanti. Dan makasih untuk tadi malam. Kamu benar-benar sexy Honey. Dan untuk malam ini kamu harus siap-siap lagi untuk membuat cucu buat Mama dan Papa." Itulah pesan dari Keynan yang membuat Biola geram sekaligus malu. Ia membanting ponselnya kearah tempat tidur saking geramnya.
"Dasar suami berengsek, tak tahu malu, penipu." Gerutu Biola dengan penuh emosi. Ia masih marah dengan Keynan karena telah menipunya.
••••••
Sementara itu Keynan sedang asik senyum-senyum sendiri diruangannya karena mengingat kejadian tadi malam yang membuatnya sangat bahagia.
"Kesambet lo?" Ucap Devin yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan luas dan megah milik Keynan.
"Mau apa lo kesini?" Tanya Keynan dingin karena ia kesal dengan Devin yang mengganggu lamunannya.
"Dari mana lo tau?" Tanya Keynan heran.
"Yah dari siapa lagi kalau bukan Tante tersayang gue." Ucap Devin sambil tersenyum mengejek ke arah Keynan.
"Lo sama Mama itu emang sebelas dua belas. Emang bener kata orang kalau ponakan sama Tantenya itu lebih dekat dari pada anaknya sendiri." Gerutu Keynan.
"Haha... udah jangan bahas itu dulu. Gue mau ngomong serius mumpung masih ada waktu sebelum rapat." Ucap Devin sambil tertawa.
Sungguh Keynan kesal dengan ucapan Devin yang mengatakan mau ngomong serius tapi dia nya sendiri masih tertawa. Dari mana serius-seriusnya coba.
Devin yang melihat raut wajah Keynan yang terlihat tak percaya dengan ucapannya pun langsung menghentikan tawanya dan merubah raut wajahnya menjadi serius.
Sungguh jika kedua peria itu sedang serius maka sikap mereka akan berubah menjadi orang lain.
__ADS_1
"Gue serius gak becanda lagi. Ini mengenai mantan lo." Ucap Devin dengan serius.
Keynan yang mendengar mantannya disebutpun langsung mengubah raut wajahnya menjadi dingin.
"Apa lagi yang dia perbuat?" Tanya Keynan.
"Dia tadi pagi ngamuk-ngamuk didepan gerbang perusahaan. Dia berteriak-teriak seperti orang gila kalau dia adalah calon istri lo. Dan dia akan menghancurkan Biola karena telah merebut posisinya sebagai Nyonya Muda keluarga Kristian." Jawab Devin.
"Setelah dikasih hati minta jantung." Ucap Keynan tersenyum sinis sambil memutar kursinya membelakangi Devin.
"Urus dia, jangan biarkan dia menyentuh istriku." Perintah Keynan kepada Devin.
"Sudah dijalankan. Karena gue tau apa yang lo fikirkan. Lagian gue enggak akan biarin Kakak ipar gue kenapa-kenapa." Jawab Devin sambil tersenyum sinis.
Sungguh dalam pemikiran, Devin dan Keynan selalu sama dan tak pernah bertolak belakang.
"Bagus, urus dia sampai dia tidak mau menjalani hari esok lagi." Ucap Keynan menyeringai.
Satu hal yang tersembunyi dari sifat Keynan selama ini yang tak terlihat dari sosok Keynan yaitu Keynan merupakan orang yang sangat sayang akan keluarga dan orang terdekatnya. Dia akan menghalalkan segala cara jika ada orang lain yang mengganggu orang-orang yang ada disekitarnya terutama keluarganya. Bahkan dia rela membunuh untuk melindungi keluarganya dan sifat itu juga dimiliki oleh Devin.
Jadi tak heran mereka selalu memiliki pemikiran dan tujuan yang sama.
Setelah putus dari Adista, Keynan mulai mencari informasi tentang Adista. Mulai dari keseharian adista dan apa yang dia lakukan dibelakang Keynan tanpa sepengetahuan Keynan waktu mereka pacaran.
Keynan melakukan itu bukan karena dia masih mencintai Adista. Melainkan karena dia ingin tahu seberapa parahnya penghianatan Adista kepadanya. Karena Keynan sangat benci dengan orang yang berhianat kepadanya.
Dan terbukti dari informasi yang Keynan dapatkan dari orang kebercayaannya kalau Adista itu sangatlah berbahaya.
Adista adalah tipekal wanita yang haus akan kekuasaan dan dia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan terutama membunuh seseorang.
Dia juga pernah membunuh seseorang hanya karena orang itu lebih segala-galanya dari pada dirinya. Dan pembunuhan itu disembunyikan rapat oleh keluarganya sehingga tak ada yang tau tentang hal itu terutama polisi.
Keynan mendapatkan informasi itu atas jasa orang kepercayaannya yang dapat diandalkan dan dapat mencari informasi sampai ke akar-akarnya.
__ADS_1
___________________________