
"Eh sayang, kamu sudah datang. Ayo sini duduk." Ujar Mama Kania sambil tersenyum menatap menantunya yang sangat cantik. Biola hanya mengangguk sambil tersenyum.
Biola berjalan kearah Mama Kania dan Pak Raihan. Tuan Davindra dan Darius tak henti-hentinya menatap cucu dan keponakannya dengan mata berbinarnya. Bahkan Tuan Davindra sampai menitikan air matanya saat melihat Biola. Namun dengan cepat ia hapus sebelum terlihat oleh orang lain.
"Cucuku sangat cantik, dia bahkan lebih cantik dari Ibunya. Viola, apakah kau juga melihat kecantikan putrimu. Andai saja pada saat itu kau tidak kabur. Aku pasti sudah bermain-main dengan cucu cantikku. Cucuku, Kakek sangat merindukanmu. Maaf karena dulu Kakek tidak bisa menjemputmu, karena Kakek kira pria itu bisa menjagamu dengan baik. Tapi ternyata Kakek terlalu berlebihan mempercayainya yang ternyata seorang pecundang. Ku harap dia bisa menebus semua dosanya padamu dan Ibumu." Batin Tuan Davindra sambil menatap cucunya dengan penuh haru.
"Tuan Davindra dan Tuan Darius!" Panggil Pak Raihan saat melihat Tuan Davindra dan Darius yang menatap Biola dengan tatapan harunya dan membuat Pak Raihan, Mama Kania dan Biola menatap mereka dengan tatapan herannya.
"Ah iya maaf. Ka... ...."
Grep....
Belum sempat Tuan Davindra menyelesaikan kata-katanya, Darius yang tidak sabaran pun langsung memeluk keponakannya yang sangat mirip dengan Kakaknya. OCD Darius terhadap wanita tidaklah mempan terhadap Biola dan Kakaknya. Ia sangat menyayangi Kakaknya begitu juga dengan Biola keponakannya.
Sungguh saat ini Darius sangat merindukan Kakaknya dan terharu karena bisa bertemu dengan keponakannya lagi yang selama ini ia anggap tidak pernah ada. Darius tak ingin melepaskan pelukannya karena tak ingin kejadian waktu itu terulang kembali. Dimana Keynan membawa Biola yang pingsan kerumah sakit sehingga membuat Darius terpisah dari keponakannya yang baru ia temui. Sungguh Darius tidak ingin berpisah dari keponakannya lagi.
Tentu saja tindakan Darius itu membuat Pak Raihan dan Mama Kania kaget terutama Biola yang saking kagetnya sampai-sampai hanya bisa mematung dipelukan Darius tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Tapi pelukan Darius seperti memberikan kehangatan yang belum pernah atau lebih tepatnya sudah Biola lupakan dari ingatannya. Pelukan hangat yang hanya bisa diberikan oleh keluarga kandung yang jarang ia dapatkan dari keluarga Ayahnya dan Ayahnya sendiri. Tapi sekarang ia malah mendapatkannya dari Darius Alexa yang merupakan orang asing yang sangat dibenci oleh suaminya karena telah membuatnya pingsan.
"Kau adalah keponakanku. Kau adalah keponakan yang telah lama aku nanti-nantikan untuk melihatnya. Maafkan paman yang pada waktu itu saking terkejutnya karena kamu sangat mirip dengan Ibumu sehingga membuatmu pingsan." Ucap Darius dengan lirihnya dan hanya terdengar oleh Biola.
Biola yang mendengarnya pun hanya bisa mematung ditempatnya. Ia masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia terus mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Darius.
"Keponakan?" Pikir Biola sambil berucap didalam hati dengan ekspresi bingungnya.
"LEPASKAN ISTRIKU DARI PELUKANMU DARIUS...!!!!" Teriak seorang laki-laki dengan nada yang dipenuhi amarah yang menggebu-gebu. Laki-laki itu tak lain adalah Keynan yang baru pulang dari kantor dan disuguhkan pemandangan yang menguras emosinya.
Keynan mempercepat langkah kakinya menghampiri Biola dan Darius yang saat ini sudah tidak berpelukan lagi karena mereka sedang menatap kearah Keynan yang berteriak kearah mereka.
Keynan menarik tangan istrinya kedalam pelukannya. Ia memeluk istrinya dengan sangat erat dengan tangan kanannya dan tangan kirinya sedang memegang tas kerjanya.
"Ngapain kamu kesini!! Belum puas kamu membuat istriku pingsan dan membentak istriku hah!!" Teriak Keynan sambil menatap tajam kearah Darius yang tampak sedang menahan emosinya. Tangan kanan Keynan memeluk istrinya dengan sangat erat. Ia tidak akan melepaskan istrinya dari pelukannya.
Sungguh jika ia tidak sedang memeluk istrinya, sudah pasti Keynan saat ini sudah memberikan bogeman mentah kepada Darius.
"Key, kamu jangan marah dulu. Kita bicarakan semuanya secara baik-baik ok." Ucap Biola yang berusaha menenangkan amarah suaminya.
Keynan menatap tajam kearah istrinya. Ia menatap rambut istrinya yang disanggul sehingga mempertontonkan lekuk leher jenjang mulusnya kepada semua orang.
__ADS_1
Dengan kesalnya Keynan menguraikan rambut Biola yang disanggul itu.
"Jangan pernah kamu sanggul lagi rambut kamu didepan umum!!" Ucap Keynan dengan nada tinggi dan mengabaikan ucapan istrinya.
Biola hanya bisa terbengong dengan tingkah suaminya yang luar biasa posesifnya.
"Key, kita bicarakan ini secara baik-baik ya. Sekarang kita duduk dulu." Saut Pak Raihan yang menengahi amarah putranya.
"Tidak bisa Pa! Dia memeluk istriku. Aku curiga dia punya perasaan sama istriku sejak awal bertemu. Makannya aku tidak bisa membiarkan dia! Lagian kenapa kalian membiarkan dia masuk kerumah si Pa Ma?" Tanya Keynan dengan Kesalnya.
Pak Raihan dan Mama Kania hanya diam karena mereka sudah tahu kalau putra mereka pasti akan marah besar.
Tuan Davindra menatap Darius dengan tatapan kesalnya. Karena Darius telah mengacaukan semua rencana yang ia susun saat bertemu dengan cucunya.
Tuan Davindra membuang nafasnya dengan kasar dan mulai berdiri dari duduknya.
"Maafkan tingkah putra saya yang tidak sabaran dan tidak sopan ini. Dia hanya terlalu merindukan almarhumah Kakaknya Viola. Dan menantu keluarga Kristian sangatlah mirip dengan almarhumah anak perempuan sematawayang saya yang merupakan Kakak dari Darius." Jawab Tuan Davindra yang membuat semua orang terkejut.
"Maksud Tuan Davindra, menantu saya sangat mirip dengan almarhumah putri Tuan Davindra? Sehingga kalian datang kesini tidak hanya untuk meminta maaf?" Tanya Pak Raihan penuh selidik.
Tuan Davindra tampak menggeleng ia menatap putranya yang tengah diam menahan amarahnya karena sebelum pergi kesini Tuan Davindra telah memberi peringatan kepada Darius untuk tidak berbuat kasar. Karena kalau dia berbuat kasar lagi maka semuanya akan tambah lebih buruk.
"Meminta maaf hanyalah alasan bagi kami untuk menemui menantu Bapak. Kami datang kesini juga bukan ingin melihat menantu kalian yang sangat mirip dengan almarhumah putri saya. Kedatangan kami ke rumah kediaman keluarga Kristian adalah untuk menemui anggota keluarga Alexa yang telah lama menghilang." Jawab Tuan Davindra yang membuat Pak Raihan, Mama Kania, Keynan dan Biola bingung sekaligus terkejut.
"Apa maksudmu?" Tanya Keynan dengan nada tingginya karena tidak mengerti dengan ucapan Tuan Davindra.
"Semuanya sudah jelas. Istri kamu itu adalah keponakan saya. Dia adalah putri dari Kakak saya. Dia keturunan keluarga Alexa." Jawab Darius yang sudah tak sabaran. Tuan Davindra hanya bisa diam dengan ekspresi kesalnya karena putranya itu selalu merusak rencananya.
"APA?!" Teriak Pak Raihan, Mama Kania dan Keynan serempak. Mereka sangat terkejut dengan penuturan Darius yang sangat mendadak bagi mereka.
Biola hanya bisa diam dengan bola mata yang membulat. Ia sangat terkejut sekaligus tak percaya dengan apa yang diucapkan Darius. Apakah ini jawaban dari perasaan yang selama ini selalu menghantuinya tentang keluarga Alexa? Itulah yang dipikirkan oleh Biola saat ini.
"Gak! Kamu jangan membual yang tidak-tidak Darius. Jelas-jelas Biola adalah keturunan keluarga Anggara. Dan keluarga Anggara tidak memiliki hubungan apapun dengan keluarga Alexa!" Ucap Keynan tak percaya. Ia semakin mengeratkan pelukannya kepada istrinya.
Entah kenapa ada sebuah perasaan takut yang sangat besar dihati Keynan. Seolah-olah keluarga Alexa akan merebut Biola darinya.
"Viola Alexa yang tidak lain adalah Kakakku merupakan penerus dari perusahaan keluarga Alexa. Dia kabur dari kediaman keluarga Alexa saat ia akan dinobatkan sebagai pemilik dari perusahaan keluarga Alexa karena Kakakku ingin mencapai cita-citanya sendiri. Maka dari itu ia kabur dan menikah dengan laki-laki pengecut yang tak lain adalah Bayu Anggara. Karena kecerdasan Kakaku yang memiliki IQ tinggi sehingga membuatku selalu susah untuk melacak keberadaannya. Hingga aku mendapatkan kabar kalau Kakakku sudah meninggal dan memiliki seorang anak perempuan yang tak lain adalah Biola." Jelas Darius dengan nada tingginya dan membuat semua orang terkejut.
"Gak! Lo bohong! Istri gue gak ada hubungan apa-apa dengan keluarga Alexa." Teriak Keynan yang kini sudah menggunakan kata lo-gue bukan aku-kamu lagi. Karena Keynan sudah sangat kesal dengan ucapan Darius sehingga dia tidak mementingkan sopan-santun lagi. Meski Darius sudah hampir seusia Papanya.
__ADS_1
Biola menatap Darius dan Tuan Davindra dengan tatapan yang sulit diartikan. Lalu pandangannya beralih menatap keluarga Kristian dan suaminya yang tampak terkejut dan marah dengan penuturan Darius.
Biola membuang nafasnya dengan kasar. Ia memegang wajah suaminya yang tampak marah untuk menenangkan amarah suaminya.
Keynan mengalihkan pandangannya kearah istrinya. Terlihat dari wajah tampannya itu tersirat ketakutan yang sangat besar. Biola tersenyum sambil menatap wajah ketakutan suaminya untuk menghilangkan rasa takut dihati suaminya.
"Biarkan aku yang selesaikan masalah ini ya Key. Kamu jangan takut, karena gak ada yang perlu kamu takutkan. Aku dan anak kita akan tetap menjadi milikmu begitu juga dirimu yang selalu menjadi milik kita." Ucap Biola lembut yang berhasil menenangkan amarah suaminya.
"Tapi aku takut kehilangan kalian. Mereka itu pembohong. Jangan pernah percaya pada mereka." Ucap Keynan dengan wajah ketakutannya. Tangannya sudah bergetar karena ia pikir keluarga Alexa akan mengambil istrinya.
"Semuanya baik-baik saja." Jawab Biola meyakinkan.
Biola menatap keluarga Alexa dengan tatapan tajamnya. Aura dingin yang selama ini telah menghilang saat Biola menikah dengan Keynan pun mulai terasa kembali.
"Mari silahkan duduk. Kita bicarakan semua ini secara baik-baik." Ucap Biola yang dituruti oleh semua orang.
Tampak Tuan Davindra sangat mengagumi sikap dewasa yang dimiliki oleh cucunya. Sungguh Biola sangat mirip dengan almarhumah Ibunya yang memiliki sikap dewasa dan IQ yang tinggi. Tapi Biola tidak pernah menonjolkan kepintarannya. Dia selalu bersikap biasa-biasa saja dan mengerjakan segala sesuatunya sesuai dengan apa yang ia tahu tanpa menonjolkan IQ tingginya.
"Maaf sebelumnya tapi kalau boleh saya tahu apakah Tuan Davindra dan Tuan Darius memiliki bukti bahwa saya adalah anggota keluarga Alexa? Saya hanya ingin memastikan kebenarannya, karena keluarga dari almarhumah Ibu saya sangatlah beliau rahasiakan. Sehingga tidah ada yang dapat mengetahui asal-usulnya. Bahkan Ayah saya sendiri pun tidak ia beritahu. Dan saya sendiri mengetahui hal itu dari Ayah saya." Ucap Biola dengan tenangnya.
Tampak raut wajah Tuan Davindra sangat sedih saat mendengar cucunya memanggilnya dengan sebutan Tuan bukan Kakek. Tapi apalah daya, semuanya belum terlalu jelas untuk membuat Biola yakin bahwa keluarga Alexa adalah keluarga dari Ibunya.
"Semuanya ada didalam berkas ini. Saya bukanlah orang yang datang tanpa persiapan. Saya telah menyimpan semua bukti yang membuktikan bahwa kamu memang cucu saya." Jawab Tuan Davindra sambil menyodorkan sebuah map yang berisikan berkas-berkas yang didalamnya terdapat sebuah bukti-bukti kuat kalau Biola adalah keturunan keluarga Alexa.
Biola mengambil berkas itu dan membacanya bersama suaminya dan juga Pak Raihan dan Mama Kania.
Pak Raihan, Mama Kania dan Keynan tampak kaget saat membaca berkas-berkas yang isinya membuktikan bahwa Biola memanglah cucu dari Davindra Alexa. Bahkan Keynan sampai merebut berkas-berkas itu dari tangan istrinya dan membacanya dengan teliti.
"Gak! ini pasti bohong!" Teriak Keynan dan meggebrak meja kaca yang ada didapannya dengan berkas yang ia baca karena tak percaya.
"Itu semua asli. Apa kau tidak bisa membuktikan mana berkas asli dan mana berkas palsu. Sebagai seorang pimpinan perusahan besar seharusnya kamu bisa membedakan mana berkas asli dan mana berkas palsukan? didalamnya juga terdapat bukti-bukti kuat dan sangat akurat kalau Biola adalah keturunan keluarga Alexa. jadi berkas itu gak mungkin palsu." Jawab Darius yang tidak menyukai Keynan.
Keynan tampak termenung dan membaca berkas itu lagi dari awal. Ia ingin membuktikan sekali lagi apakah bukti-bukti itu palsu atau asli begitu juga dengan Pak Raihan dan Mama Kania. Padahal didalam hati kecil Keynan sudah sangat hapal dan mengetahui dengan jelas kalau berkas itu asli hanya dengan sekali lihat.
Sementara Biola hanya diam saja. Ia sudah cukup membaca sekali dan ia tak perlu membacanya sampai membolak-balik seperti suaminya. Karena perasaan Biola juga mengatakan bahwa orang yang ada dihadapnnya ini memanglah keluarga dari almarhumah Ibunya.
Tuan Davindra juga tak henti-hentinya menatap liontin hati malaikat yang Biola kenakan. Ia tak menyangka kalau legenda keluarga Alexa ada pada cucunya. Legenda yang sangat dijunjung tinggi dan sangat dirahasiakan dengan baik didalam keluarga Alexa. Legenda yang membuat keluarga Alexa menjadi penyihir agung yang awalnya hanyalah keluarga kecil yang memiliki kemampuan lebih sebagai seorang penyihir. Sehingga membuat keluarga Alexa menjadi sebuah keluarga yang dipenuhi akan misteri.
"Kau memang cucuku. Takdir telah mempertemukan kita, jadi apa yang engkau ragukan cucuku. Liontin yang kau kenakan juga merupakan Liontin yang dulunya dimiliki oleh salah satu leluhur keluarga Alexa atau lebih tepatnya sebuah legenda bagi keluarga Alexa untuk saat ini. Liontin itu memiliki sebuah kekuatan yang hanya memihak kepada orang terpilih. Apakah kau merasakannya cucuku?" Tanya Tuan Davindra yang membuat Biola dan seluruh keluarga Kristian terkejut terutama Mama Kania yang tak menyangka bahwa ada orang lain yang mengetahui tentang liontin hati malaikat kecuali keluarganya yang merupakan keluarga Wijaya.
__ADS_1