Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 47


__ADS_3

Keynan dengan terburu-buru memencet tombol lift.


"Sial! Gara-gara rapat gue jadi telat jemput Biola. Tunggu aku sayang." Gerutu Keynan didalam hati sambil merogoh saku celananya untuk mencari handphonenya yang ia matikan saat rapat.


Keynan menghidupkan kembali layar handphonenya. Ia membelalakan matanya saat melihat panggilan tak terjawab dari kontak yang tertera nama My Wife.


Sungguh Keynan tidak tahu harus bahagia atau bersedih. Bahagia karena akhirnya istrinya itu meneleponnya terlebih dahulu dan sedih karena Keynan telat sehingga membuat Biola meneleponnya.


"Padahal ini kali pertamanya kamu menelepon aku lebih dulu sayang tapi aku tidak menjawabnya." Gumam Keynan dengan raut wajah yang sedih sambil berusaha menelepon balik istri tercintanya.


Panggilan Keynan tersambung namun panggilan itu belum dijawab oleh Biola.


"Sayang ayo angkat." Ucap Keynan saat sudah tiba dilantai bawah. Dan berjalan dengan terburu-buru tanpa melihat kesekelilingnya.


Keynan terus menghubungi nomor handphone Biola tapi Biola masih tidak menjawabnya.


"Pak tadi ada seorang wanita yang mencari Bapak." Ucap sang Resepsionis yang bernama Rosa saat Keynan melewati sang resepsionis.


Sebenarnya pada awalnya Rosa tidak ingin memberitahukan hal itu kepada Keynan namun karena dia melihat Biola yang setia menunggu lama diruang tunggu sehingga membuat Rosa jadi iba kepada Biola.


Ditambah itu adalah pekerjaannya jadi dia berusaha untuk bersikap profesional dalam berkerja. Meski dia sangat kesal dengan tingkah Biola yang sangat dingin kepadanya dan Rosa juga mengira kalau Biola adalah seorang pelakor.


"Suruh dia menunggu diruang tunggu." Titah Keynan tanpa menoleh kearah Rosa. Sambil terus berjalan keluar perusahaan.


"Tapi pak! wanita itu sudah menunggu hampir 2 jam. Dia juga sampai tertidur karena terlalu lama menunggu." Ucap Rosa mencoba menjelaskan.


"Siapa?" Tanya Keynan sambil menghentikan langkahnya.


"Dia berada diruang tunggu Pak." Jawab Rosa sambil menunjuk kearah ruang tunggu yang dibatasi oleh kaca sehingga semua orang yang keluar masuk perusahaan keluarga Kristian bisa melihat keberadaan Biola yang sedang tertidur disana.


Keynan membelalakan matanya saat melihat istrinya tertidur diruang tunggu perusahaannya.


Keynan menatap Rosa dengan tajam dan penuh emosi.


"Oh tuhan apa salahku. Kenapa Pak Keynan terlihat marah kepadaku saat aku menunjukan wanita itu kepada Pak Keynan. Sudah ku duga seharusnya aku tidak merasa iba kepada wanita dingin itu. Entah kenapa aku merasa Pak Keynan sama wanita itu terlihat sangat mengerikan." Gumam Rosa sambil menundukan kepalanya saat melihat tatapan tajam dari atasannya.


"Kenapa kamu gak suruh istriku menunggu diruanganku!" Bentak Keynan kepada Rosa sampai-sampai membuat semua kariawan yang ada diruangan bawah itu melihat kearah Keynan dan Rosa.


Rosa menelan salivanya kasar saat mendengar kata istri yang keluar dari mulut atasannya.


"Ahhh..... sial! Jadi dia istrinya Pak Keynan. Kenapa aku bisa melupakan wajah istrinya Pak Keynan. Dan kenapa penampilan istrinya Pak Keynan sangat berbeda dengan saat dipesta pengangkatan Pak Keynan jadi CEO." Jerit Rosa didalam hati dengan bercucuran keringat.

__ADS_1


"Ma_ maaf kan saya Pak. Sa_saya tidak mengenali istri bapak." Ucap Rosa gugup. Sungguh dia benar-benar takut jika pekerjaan yang ia jalani sejak lama akan berakhir sampai disini hanya karena menyinggu Nyonya Muda keluarga Kristian.


"GAK BECUS!!" Bentak Keynan dengan penuh emosi. Rosa hanya bisa menunduk ketakutan.


"Ada apa Key?" Tanya Devin yang mendengar ada keributan dilantai bawah.


"Aku gak mau tau mulai besok aku gak mau lihat wanita itu lagi diperusahan keluarga Kristian." Bentak Keynan kepada Devin


"Hei ada apa ini sebenarnya?" Tanya Devin yang tidak tahu dengan kejadian yang sesungguhnya. Ditambah dia baru datang sudah kena semprot oleh Keynan.


Keynan menunjuk kearah ruang tunggu tempat Biola menunggu Keynan. Terlihat disana Biola sedang tertidur dikursi diruang tunggu.


Devin menepuk jidadnya saat tahu penyebab bos + saudaranya itu marah.


"Ya ampun! Jadi itu penyebab Keynan ngomel-ngomel." Ucap Devin didalam hati.


"Key, kamu jangan mutusin segala sesuatunya dengan terburu-buru hanya karena tingkah posesif  kamu kepada istrimu. Rosa itu merupakan pegaiwai terbaik dan teladan diperusahaan kita. Jika dia dipecat maka perusahaan kita yang akan rugi." Ucap Devin berusaha menasehati Keynan sekalian menolong Rosa dari amukan suami posesif.


"Mau dia pegawai teladan atau apa kek yang jelas aku gak mau lihat dia diperusahaan ini lagi." Ucap Keynan dengan penuh emosi.


"Gini nih kalau ngomong sama suami posesif tingkat kakap. Susah banget dinasehatinya." Gumam Devin kesal.


"Ya udah kalau gitu gimana kalau kita pindahin aja dia kekantor cabang." Tawar Devin yang masih mau menolong Rosa.


"Makasih Pak Devin karena telah mau membantu saja." Ucap Rosa dengan lirih. Sungguh dia tidak pernah menyangkan akan menyinggung atasannya.


"No problem asalkan jangan lupa bayarannya." Ucap Devin sambil tersenyum Devil. Sungguh Rosa menyesal karena telah mengucapkan kata terima kasih kepada Devin.


"Cih! Padahal orang kaya tapi masih doyan sama duit kariawan biasa sepertiku." Cibir Rosa dengan kesalnya kepada Devin.


Pasalnya gajinya dengan gaji Devin itu sangat jauh berbeda dan gaji Devin itu bisa tergolong sangat besar. Ditambah orang tua Devin itu merupakan seorang bangsawan dan mereka sangatlah kaya.


"Heran gue tuh duit buat apa sampai-sampai harus meras sama pegaiwai rendahan seperti gue."  Ucap Rosa dengan herannya dan kesal.


Sebenarnya Devin melakukan itu hanya untuk memberi hukuman kepada Rosa yang tidak mengingat dengan jelas wajah Nyonya Muda keluarga Kristian.


"Inget teransferannya aku tunggu. Nanti nomor rekeningnya aku kirim. Dan ingat baik-baik wajah Nyonya Muda keluarga Kristian jika tidak ingin ini semua terulang kembali." Ucap Devin sambil berlalu menghampiri Keynan dan Biola.


•••••••


Keynan menatap wajah istrinya yang sedang tertidur dengan sendu.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang" Ucap Keynan lirih sambil mengelus pipi chabi istrinya.


Sebenarnya Keynan sendiri bingung kenapa istrinya itu bisa berada dikantornya. Tapi itu semua tidak penting baginya karena Keynan sudah merasa bersalah kepada istrinya yang telah menunggunya selama 2 jam.


"Emmm.... Key..." Biola terbangun karena merasakan ada seseorang yang menyentuh pipinya.


"Apa aku membangunkanmu sayang?" Tanya Keynan masih mengelus pipi istrinya dengan lembut.


Biola hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan suaminya.


"Apa rapatnya sudah selesai?" Tanya Biola baik sambil memegang tangan Keynan yang mengelus pipinya.


"Iya, maafkan aku karena aku kamu harus menunggu lama diruang tunggu. Aku benar-benar suami yang tidak berguna." Ucap Keynan menyalahkan dirinya sendiri dengan raut wajah bersalah seperti anak kecil yang ketahuan melakukan kesalahan oleh Ibu nya.


Devin yang melihat tingkah Keynan yang seperti itu pun langsung bergidik karena jijik. Sunggu dia tidak pernah menyangka kalau Keynan bisa bertingkah sangat imut dihadapan istrinya dan itu membuat Devin merasa jijik melihat tingkah Keynan.


Semua kariawan yang melihat tingkah Bos mereka yang tiap hari selalu pasang tampang dinginnya pun tak kalah kagetnya seperti Devin pada saat melihat Keynan tunduk dihadapan istrinya dengan tampang imutnya.


"Itu bukan salahmu kok Key, tadi kelas terakhir aku dosennya izin dan gak ada dosen yang mau menggantikannya jadi aku pulang lebih awal. Aku juga sudah menghubungi kamu tapi handphone kamu tidak aktif.  Pada awalnya aku ingin pulang tapi aku takut kamu gak menelepon aku terlebih dahulu pas mau jemput aku dan kamu pergi kekampus. Lagian ada hal yang mau aku bicaran kepadamu." Jelas Biola kepada suaminya.


Sebenarnya Biola masih sangat mengantuk. Matanya juga masih sangat berat. Beberapa kali Biola menguap dan mengucek matanya yang berat. Rasanya dia sangat ingin tertidur kembali.


Keynan yang ingin bertanya pun mengurungkan niatnya pada saat dia melihat istrinya yang masih mengantuk. Keynan pun terkekeh pada saat melihat tingkah istrinya yang terlihat imut dimata Keynan.


"Apa kamu masih mengantuk sayang?" Tanya Keynan sambil mengusap pucuk kepala Biola dengan lembut.


"Mmmm..." Jawab Biola  karena menahan kantuknya.


"Baiklah kalau begitu kamu tidur lagi saja." Ucap Keynan yang langsung dituruti oleh Biola.


Biola kembali tertidur dan tingkah Biola saat ini membuat Keynan gemas kepada istrinya sehingga membuatnya tidak henti-hentinya tersenyum memandangi wajah istrinya.


"Kamu tuh gemas banget si sayang. Jadi pengen deh." Ucap Keynan didalam hati sambil terkekeh.


Tanapa pikir panjang Keynan langsung menggendong tubuh istrinya. Biola yang sudah tertidur kembali terbangun karena merasakan kalau tubuhnya seperti diangkat oleh seseorang. Namun Biola tidak membuka matanya karena ia tahu kalau yang menggendongnya itu adalah suaminya sendiri.


Biola yang masih mengantuk pun tertidur kembali dipangkuan suaminya


Sungguh Biola lupa kalau dia berada diperusahaan suamunya. Sementara Keynan lebih tidak peduli dengan tatapan para kariawannya yang melihatnya menggendong istrinya ala bridal style.


_________________________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian manteman 😘


__ADS_2