Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 120


__ADS_3

"APA? Gak! Aku gak bakalan kabulin permintaanmu yang itu!" Tolak Keynan saat mendengarkan permintaan dari istrinya yang sangat sulit untuk Keynan kabulkan.


Biola tampak cemberut lalu mengeluarkan handphonenya dan memutar rekaman tadi malam dimana Keynan sudah berjanji kepadanya.


Keynan tampak mengerutkan dahinya saat mendengarkan suara dari rekaman yang Biola putar diponselnya.


"Aku sebarin rekaman ini keseluruh karyawan diperusahaan Alexa dan perusahaan Kristian." Ancam Biola yang membuat Keynan gelagapan.


"Ta....tapi permintaannya boleh digantikan? Aku gak keberatan kalau kamu minta aku berbaikan dengan Darius tapi kalau permintaan keduamu ini akan sangat beresiko bagimu dan anak kita sayang." Bujuk Keynan dengan tampang memelasnya.


"Ya udah kalau gitu kamu sekarang pake baju wanita aja. Aku akan sebarin rekaman ini agar semua karyawan kamu tau kalau bos nya akan datang pake baju wanita kekantor pagi ini." Acam Biola dengan bibir cemberutnya.


Keynan menjambak ramutnya sendiri karena bingung harus berbuat apa. Ingin sekali Keynan menarik kata-katanya semalam. Tapi semuanya sudah terlambat.


"Tungguh sayang. Kita bicarakan ini lagi ya?" Ucap Keynan dengan wajah memelasnya.


"Tepatin janji kamu atau enggak. Inget kamu sendiri loh yang bilang akan pake baju wanita kalau kamu enggak nepatin janji." Ancam Biola lagi yang membuat Keynan ingin menghajar dirinya sendiri saat mengingat ucapannya sendiri tadi malam.


"Tapi ini sangat beresiko kepadamu dan anak kita sayang." Bujuk Keynan.


"Ya ampun Keynan! Aku hanya minta ke Vila yang ada di Bandung waktu itu. Aku hanya ingin melahirkan anak kita di Bandung. Hanya itu saja. Lagian Bandung gak terlalu jauh dari Jakarta. Gak sampai setahun juga kalau kita ke Bandung naek pesawat atau mobil." Gerutu Biola karena kesal dengan tingkah posesif Keynan yang berlebihan.


"Ta... tapi tetap aja Bandungkan jauh. Nanti kamu kecapean gimana? Aku gak mau kamu kenapa-napa." Ujar Keynan penuh khawatir.


Biola memutar bola matanya malas. Ia memunggungi Keynan saking marahnya.


"Pokonya aku mau lahiran di Bandung. Lagian aku ini lagi hamil bukannya lagi sakit keras! Kamu itu terlalu berlebihan Key. Aku juga bosen kalau tiap hari hanya diam dirumah aja." Ucap Biola penuh emosi.


Keynan duduk dikasurnya dengan memegangi kepalanya yang terasa pening.


"Disini aja ya jangan ke Bandung. Bandung jauh loh!" Bujuk Keynan lagi dengan tampang memohonnya.


Biola menatap Keynan dengan kesalnya. Semua orang selalu saja melarang dia untuk pergi kemana-mana. Bahkan kesupermarket yang paling dekat pun dilarang. Sungguh Biola sangat bosen setiap hari dirumah terus-menerus.


"Bandung deket Key. Pokonya aku mau ke vila yang ada di Bandung! Aku mau lahiran di Bandung. Aku gak mau tahu pokonya aku mau ke vila yang ada di Bandung!" Rengek Biola sambil menghentak-hentakan kakinya dan membuat Keynan panik sendiri saat melihatnya.


Dengan cepat Keynan bangun dari duduknya dan memeluk tubuh istrinya. Karena ia takut terjadi apa-apa pada istri dan anaknya jika Biola terus menghentak-hentakan kakinya dengan kuat kelantai.


"Kamu itu apa-apaan si sayang! Kamu tahu gak kalau itu berbahaya. Jangan lakuin itu lagi!" Bentak Keynan karena terlanjur khawatir kepada istri dan anaknya.

__ADS_1


Biola yang dibentakpun tampak menundungan kepalanya dengan air mata yang berlinang. Jujur ini kali pertama Keynan membentak Biola. Sungguh Biola tidak menyangka kalau Keynan akan membentaknya.


Keynan yang melihat air mata istrinya pun jadi menyesal karena telah membentak istrinya. Ia menangkup kedua pipi istrinya yang basah itu dengan kedua telapak tangannya.


"Maafkan aku ya sayang. Aku gak maksud untuk bentak-bentak kamu. Aku hanya mengkhawatirkan kamu dan anak kita. Sudah ya jangan nangis lagi." Ucap Keynan lembut sambil mengusap air mata yang mengalir dipipi istrinya. Lalu memeluk istrinya dengan penuh kelembutan.


"Tapi aku mau tinggal di Vila itu sampai aku melahirkan. Aku ingin melahirkan di Bandung Key." Ucap Biola dengan sesenggukan.


Sungguh mood Biola sejak hamil benar-benar buruk dan sebagai suami yang baik, Keynan harus pandai-pandai menyesuaikan emosinya dengan emosi Biola yang sedang hamil.


"Tapi kenapa harus di Bandung? Kamu kan juga bisa melahirkan di Jakarta?" Tanya Keynan dengan nada lembutnya dan menatap istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Karena di Bandung adalah tempat kelahiran kamu dan aku. Disana juga awal kamu bertemu dengan aku yang masih ada didalam kandungan Ibuku. Disana kau juga melamarku yang masih berada didalam kandungan Ibuku bukan? Ibuku meninggal saat melahirkan aku juga disana. Beliau juga dimakamkan disana. Aku hanya mengunjungi makam Ibuku beberapa kali saat aku masih kecil bersana Ayahku. Aku juga yakin kalau kita memiliki sebuah memori yang sangat indah di vila itu. Meski kita tidak mengingatnya si.... Aku juga ingin mengembalikan benda yang aku ambil dari rumah pohon yang ada di vila kamu itu Key." Jawab Biola dengan mata sendunya.


Keynan yang mendengarkan penuturan dari istrinya pun merasa bersalah kepada istrinya karena telah egois dan tidak memikirkan perasaan istrinya. Ia juga baru tahu kalau Ibu dari istrinya itu dimakamkan di Bandung. Sungguh dia merasa gagal menjadi sumi yang baik bagi Biola.


"Baiklah, kita akan tinggal di Bandung sampai kamu melagirkan. Tapi ada syaratnya." Ucap Keynan pasrah dan disambut senyuman lebar oleh istrinya.


"Apa syaratnya?" Tanya Biola antusias.


"Sebelum kita pergi, kita akan periksa kandungan kamu terlebih dahulu kedokter kandungan. Kalau dokter kandungannya bolehin kita pergi maka kita akan pergi tapi kalau enggak, kita gak akan pergi." Jawab Keynan dengan santainya.


"Key, Bandung deket loh dari Jakarta." Ucap Biola dengan kesalnya.


"Gak! Bagiku Bandung jauh." Jawab Keynan dengan menggelengkan kepalanya.


"Gak sampai setahun kok Key dari jakarta ke Bandung. Palingan cuma beberapa jam. Waktu itu kita ke Bandung juga gak sampai malem kan. Apa lagi kita berangkatnya agak siangan loh." Ucap Biola dengan wajah kesalnya menanggapi sikap Keynan yang berlebihan.


"Pokoknya kalau mau ke Bandung dan melahirkan disana, kamu harus nurut. Dan ikuti apa yang aku katakan." Jawab Keynan yang membuat Biola memonyonhkan Bibinya beberapa centi.


"Dasar suami ngeselin!" Gerutu Biola sambil memunggungi Keynan.


"Gimana mau gak?" Tanya Keynan yang membuat Biola memutar bola matanya malas


"Ya udah asalkan aku tetep ke Bandung dan melahirkan disana." Jawab Biola ketus.


"Itu barus istrinya Keynan Kristian." Ujar Keynan sambil tersenyun lebar dan mencium pucuk kepala istrinya yang sedang memonyobgkan bibirnya beberapa centi.


•••••••••

__ADS_1


"Kamu beneran mau pindang ke Bandung sayang?" Tanya Mama Kania dengan bibir monyongnya.


"Iya Ma, Biola mau lahiran disana. Karena disana adalah tempat Biola dan Keynan dilahirkan. Disana juga ada makam Mama Biola Ma, Biola juga ingin mengunjungi makam Mama Biola. Biola udah lama gak nengokin Mama Biola. Jadi Biola ingin menengok Mama Biola sekalian memperkenalkan Keynan dan calon cucunya." Jawab Biola dengan semangatnya.


Mama Kania tersenyum lembut saat mendengarkan penuturan dari menantunya yang selalu ia anggap sebagai anak kandungnya sendiri.


"Kamu memang anak yang sangat baik. Mama sangat beruntung bisa menjadi Ibu mu meski hanya sebagai Ibu mertuamu." Ucap Mama Kania sambil mengelus lembut kepala menantunya.


"Seharusnya Biolah lah yang beruntung karena mendapatkan Mama sebaik Mama Kania. Mama adalah Ibu mertua terbaik dan beda dari yang lainnya." Balas Biola sambil memeluk Mama Kania.


"Ahhh.... kalau begini kan Mama gak mau ditinggal sama kamu. Mama ikut aja ke Bandung ya? Mama gak mau pisah sama putri Mama satu-satunya." Ucap Mama Kania terharu sambil memeluk Biola erat.


"Gak! Mama gak boleh ikut ke Bandung!" Jawab Keynan dan Pak Raihan berbarengan.


Biola dan Mama Kania melepaskan pelukan mereka dan menatap Pak Raihan dan Keynan dengan tatapan herannya.


"Kenapa gak boleh ikut?. Mama kan mau nemenin mantu Mama di Bandung." Mama Kania menatap Keynan dan Pak Raihan dengan tatapan kesalnya.


"Kalau Mama pergi nanti Papa sama siapa? Mama mau kalau Papa cari istri baru gara-gara Mama pergi?" Ancam Pak Raihan.


"Gak! Enak aja mau cari bini baru. yang ada aku potong buyung puyuh mu hah!" Bentak Mama Kania sambil berkacak pinggang dan menatap Pak Raihan dengan tatapan tajamnya.


"Makannya Mama jangan ikut ke Bandung. kalau enggak nanti Keynan punya Mama muda." Balas Keynan sambil menyeret koper-koper milik Biola dan miliknya.


Hari ini Keynan dan Biola akan pergi ke Bandung. Biola juga sudah mendapatkan izin dari dokter kandungannya. Jadi Biola akan aman-aman saja selama diperjalanan.


"Diam kamu anak nakal!" Mama Kania memelototi Keynan yang memanas-manasi Mama Kania.


Padahal tujuan awal Keynan tidak mengajak Mama Kania karena dia tidak mau diganggu. Ia ingin berduaan di Bandung bersama istrinya. Apalagi Keynan sudah mendapatkan izin dari dokter untuk menyentuh istrinya lagi, jadi ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas itu.


Mama Kania menatap Pak Raihan tajam dengan masih berkacank pinggang.


"Jadi Mama gak jadi ikut kan?" Tanya Pak Raihan dengan seringaiannya.


Mama Kania mendengus sambil membelakangi Pak Raihan karena marah.


Setelah itu Keynan dan Biola berpamitan kepada Mama Kania dan Pak Raihan. Biola juga tak lupa berpamitan kepada Kakeknya lewat telepon. Namun pada saat Biola ingin menelepon pamannya, Keynan lebih duluh menghentikan Biola. Dia bilang kalau dia sudah memberi tahu Darius saat tak sengaja bertemu dikantor perusahaan Alexa.


Biola yang mendengar penuturan suaminya pun hanya mengangguk. Karena Biola sudah meliha sendiri kalau Darius dan Keynan sudah berdamai. Padahal Keynan dan Darius masih sering bertengkar dibelakang Biola dan keluarga Kristian.

__ADS_1


Bahkan Keynan berbohong kepada istrinya kalau dia sudah memberi tahu Darius tentang kepergiannya bersama istrinya ke Bandung. Karena Keynan tak ingin diganggu oleh siapa pun termasuk Mamanya sendiri.


__ADS_2