Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 138


__ADS_3

"AHHHH....!!!" Teriak gadis berambut pirang itu saat ia baru terbangun dari tidurnya dan dikagetkan oleh sesosok laki-laki tampan yang tidur disebelahnya dengan beralaskan hamparan rumput yang luas.


Eros terbangun dari tidurnya dan mengucek matanya dengan begitu imutnya.


"Kenapa kamu teriak-teriak. Ganggu orang tidur aja." Ucapnya dengan suara seraknya sehabis bangun tidur.


"Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan kepadaku?!" Tanya gadis berambut pirang itu dengan nada membentaknya.


Eros mengerutkan keningnya saat mendengarkan pertanyan gadis berambut pirang yang ada dihadapannya.


"Siapa aku? Bukannya kamu pernah melihatku sebelumnya kelinci kecil. Kau bahkan memgintipku saat aku sedang mandi." Tutur Eros yang membuat gadis berambut pirang itu mengingat apa yang terjadi pada waktu itu.


Gadis berambut pirang itu tiba-tiba mengubah ekspresi wajahnya menjadi panik saat mengingat siapa laki-laki yang ada dihadapannya saat ini.


"Tu.....Tuan Malaikat, A...anda Tuan malaikat kan?  Maafkan saya Tuan malaikat! Tolong jangan bunuh saya. Anda bisa melenyapkan kemampuan saya tapi saya mohon jangan bunuh saya!" Teriak gadis berambut pirang itu yang membuat Eros menutup telinganya karena tak tahan dengan suara teriakan gadis berambut pirang yang ada dihadapannya.


"Hei, bisakah kamu tidak berteriak sekencang itu saat berbicara denganku!" Bentak Eros saat gadis berambut pirang itu menghentikan ucapannya.


"Ma...maafkan saya Tuan Malaikat." Jawab gadis berambut pirang itu sambil menundukan kepalanya.


Eros membuang nafasnya dengan kasar saat melihat raut wajah bersalah gadis yang ada dihadapannya.


"Sudahlah... Oh iya, siapa namamu? Aku lupa namamu." Tanya Eros kepada gadis berambut pirang itu.


Gadis berambut pirang itu menyengitkan alisnya saat mendengarkan kata-kara Eros.


"Lupa? Emangnya kita pernah bertemu sebelumnya? Ah, lupakan saja. Diakan malaikat, jadi sudah pasti dia tau sesuatu tentang diriku." Gumam gadis berambut pirang itu sambil mencuri pandang kearah Eros.


"Nama saya Elza Alexa, Tuan Malaikat." Jawab gadis itu yang bernama Elza dengan masih menundukankan kepanya dihadapan Eros.


"Baiklah sekarang kamu akan jadi muridku." Ucap Eros dengan santainya dan membuat Elza ternganga saking kagetnya.


"Apa? Apa maksud Tuan Malaikat? Bukannya Tuan Malaikat mau menghukum atau membunuh saya karena saya bisa melihat malaikat?" Tanya Elza tak percaya.


Eros menyunggingkan senyumannya dan mengangkat dagu Elza dengan satu jari telunjuknya.


"Ya, saya memang mau membunuh kamu. Tapi setelah saya pikir-pikir kamu itu sangat disayangkan kalau harus dibunuh begitu saja. Padahal kamu punya bakat alami yang melebihi bakat keluargamu yang saat ini. Kamu bisa menjadi seorang penyihir terkuat diabad ini jika aku yang mengajarimu." Jawab Eros sambil mendekatkan wajahnya kewajah Elza.


"Apa? Jadi saya juga bisa menjadi seorang penyihir Tuan?" Tanya Elza tak percaya.


Eros melepaskan jarinya dari dagu Elza dan menepuk kepala gadis itu dengan lembutnya.


"Tentu saya kamu bisa. Kamu bahkan bisa menjadi paling hebat diantara semua orang. Waktu kompetisi tingal 1 bulan lagi. Aku janji akan menjadikanmu penyihir yang paling kuat. Sehingga kamu bisa membesarkan nama keluargamu." Tutur Eros yang membuat mata Elza berbinar saking senangnya.


"Benarkah Tuan Malaikat? Saya sangat ingin menjadi penyihir. Tolong ajari saya Tuan Malaikat." Ucap Elza dengan penuh antusiasnya.


Eros tersenyum saat mendengarkan jawaban Elza yang sesuai dengan pemikiranya.


"Tapi...." Lanjut Elza tiba-tiba dengan raut wajah sedihnya dan membuat Eros mengerutkan keningnya.


"Tapi apa?" Tanya Eros dengan dahi yang mengerut dan menatap Elza dengan tatapan tanyanya.


"Tapi Kakak saya akan ikut kompetisi itu juga. Saya tidak mau bersaing dengannya." Jawab Elza dengan tatapan sedihnya.


Eros tampak berpikir lalu menepuk tangannya sehingga membuat Elza kaget dan menatap Eros dengan tatapan herannya.


"Belajar saja dulu. Kalau urusan kayak gitu kita pikirkan nanti aja. Karena belajar sekarang adalah yang paling penting." Jawab Eros dengan santainya.


"Tuan Malaikat benar. Makasih Tuan Malaikat." Jawab Elza dengan polosnya padahal Eros hanya asal bicara pada waktu itu. Tapi ucapan polos Elza mampu memporak-porandakan isi hati seorang malaikat cinta kala itu.


"Ada apa ini? Kenapa jantungku tiba-tiba berdebar kencang saat mendengarkan ucapan kelinci kecil itu. Aku gak mungkin suka kepadanyakan? tidak! Aku gak boleh punya perasaan kepada kelinci kecil ini atau aku akan dimusnahkan." Batin Eros sambil memegangi dadanya yang berdebar kencang.


•••••••

__ADS_1


Sejak saat itu Eros mulai mengajari Elza ilmu sihir. Perkembangan Elza juga sangat cepat sehingga membuat Eros kaget sekaligus bangga.


Kedekatan keduanya juga sudah melebihi sepasang murid dan guru, tapi mereka lebih memilih menganggap hubungan mereka saat ini adalah hubungan sepasang murid dan guru karena mereka sadar kalau mereka berdua tidak akan pernah bisa bersama.


Keynan juga masih berada didalam tubuh Eros tapi ia lebih memilih untuk diam dan mengawasi saja kisah masa lalunya bersama istrinya. Sehingga ia tau betapa sakitnya kisa cintanya dengan Biola dimasa lalu.


"Jadi ini awal mulai tumbuhnya perasaan cinta kita. Seorang malaikat cinta harus mengajari seorang manusia ilmu sihir padahal ini bukan profesinya tapi dia tidak bisa menolak karena ini adalah sebuah perintah dari atasannya. Dia juga tidak akan pernah menyangka kalau selama ini cinta telah muncul didalam hatinya untuk muridnya." Gumam Keynan sambil melihat betapa tulusnya cinta Eros dan Elza kala itu.


Mereka benar-benar saling mencintai namun mereka sadar kalau cinta mereka tidak akan pernah bisa disatukan. Jadi mereka berdua hanya bisa saling mengagumi dari dalam lubuk hati mereka yang paling dalam.


"Hari ini adalah hari kompetisi. Apakah kamu mau mendaftar?" Tanya Eros dengan nada lembutnya kepada Elza.


"Tidak guru, saya tidak mau mendaftar. Saya tidak mau bersaing dengan Kakak saya. Apalagi saya belum memberitahu keluarga saya kalau saya mempelajari ilmu sihir. Dan sudah berlatih sampai sejauh ini." Jawab Elza dengan wajah sedihnya.


"Tapi bukannya ini cita-cita kamu?" Tanya Eros yang tidak tega melihat orang yang ia cintai harus bersedih dan mengalah kepada orang lain.


"Tidak apa-apa guru, aku kuat jadi aku tidak akan sedih. Karena bagiku kebahagiaan Kakaku juga kebahagiaanku dan jika dia bersedih maka aku akan bersedih." Jawab Elza sambil tersenyum dengan begitu polosnya.


Eros benar-benar sangat ingin memeluk Elza saat itu namun ia tidak bisa melakukan hal itu. Karena hubungannya dengan Elza saat ini hanyalah sepasang guru dan murid. Bukan sepasang kekasih pada umumnya.


"Mungkin aku pengecut karena harus mengubur perasaan cintaku kepadamu. Padahal aku tau kalau kamu juga menyukaiku. Tapi biarlah aku menjadi seorang pengecut dari pada aku tidak bisa melihatmu lagi. Walaupun aku hanya bisa menatapmu tapi itu lebih baik dari pada aku harus dipisahkan darimu." Batin Eros sambil menatap Elza dengan tatapan penuh cintanya.


"Guru, apa ada sesuatu diwajahku? Kenapa guru menatapku terus-menerus sedari tadi?" Tanya Elza dengan begitu polosnya.


Eros yang mendengar ucapan Elza pun langsung terbangun dari lamunannya. Lalu ia mengusap kepala Elza dengan penuh kasih sayangnya.


"Tidak apa-apa El. Aku hanya berpikir kalau kamu itu terlalu polos untuk menjadi seorang penyihir yang paling kuat. Aku harap suatu saat nanti kamu tidak berbelas kasih kepada musuhmu. Karena jika kamu melakukan itu, maka kamu akan dalam bahaya." Ucap Eros dengan raut wajah seriusnya.


"Aku gak polos kok guru." Jawab Elza cepat.


"Ya, kamu gak polos. Buktinya kamu ngintipin guru pas lagi mandi." Jawab Eros sambil terkekeh.


"Guru....!!!" Kesal Elza.


Jika saja saat ini ada sebuah sihir untuk menghentikan waktu. Mungkin Elza maupun Eros akan memggunakan sihir itu agar mereka bisa bersama selama-lamanya.


Hingga tibalah saat kompetisi itu berlangsung. Namun tiba-tiba Elsa, Kakaknya Elza sakit tanpa alasan. Dan setelah diperiksa, ternyata Elsa telah diberi racun dan itu kemungkinan dilakukan oleh orang yang ikut kompetisi kerajaan. Karena Elsa sangat ahli dalam sihir walaupun tak sehebat adiknya Elza yang baru belajar selama 1 bulan tapi sudah sangat mengusai ilmu sihir dengan begitu ahlinya.


"Bagai mana ini? Kompetisinya akan segera dimulai tapi aku tidak bisa menggerakan tubuhku. Kekuatanku juga melemah. Rasanya seluruh tubuhku tidak bisa digerakan." Ujar Elsa yang tampak bingung.


"Sudahlah lebih baik kamu menyerah saja. Biar Ayah yang akan mengurus pengunduran kamu dari kompetisi kerajaan." Ujar kepala keluarga Alexa.


"Tapi Yah, Elsa ingin memperbaiki perekonomian keluarga kita. Dan bekerja dikerajaan akan membuat kita tidak kekurangan lagi. Kita juga akan diangkat menjadi bangsawan oleh Raja jika aku bisa lulus dari kompetisi itu." Jelas Elsa dengan wajah seriusnya.


Kepala keluarga Alexa hanya bisa membuang nafasnya dengan kasar sambil mengusap kepala putri pertamanya itu dengan lembut.


"Menyerahlah nak, kesehatanmu adalah nomor satu. Ayah tidak mau terjadi sesuatu yang buruk kepada kamu. Ayah dan yang lainnya juga tak keberatan jika kami harus hidup miskin lagi. Karena kita sudah terbiasa akan hal itu." Ucap kepala keluarga Alexa sambil tersenyum kepada putrinya.


Ibunya Elsa dan Elza hanya bisa menangis karena ucapan putrinya yang sedang sakit tapi ia masih memikirkan keluarganya. Sungguh ia terharu akan putrinya yang memiliki pemikiran yang sangat bijaksana untuk keluarganya.


"Tapi Yah... ...."


"Aku akan menggantikan Kakak untuk mengikuti kompetisi itu. Aku akan bekerja dikerajaan dan mendapatkan gelar bangsawan untuk keluarga kita." Ucap Elza tiba-tiba dan membuat semua orang terkejut.


"Apa? Bagai mana bisa? Bukannya kamu tidak bisa ilmu sihir?" Tanya kepala keluarga Alexa dengan begitu terkejutnya.


Elza tersenyum dan menunjukan kekuatannya yang ia pelajari dari Eros 1 bulan yang lalu.


"Aku belajar sihir sejak 1 bulan yang lalu. Dan perkembanganku cukup cepat sehingga aku bisa berada ditahap ini." Tutur Elza yang membuat semua orang terkejut.


"Kenapa kamu tidak memberitahu kami lebih awal." Tanya kepala keluarga Alexa dengan begitu terkejutnya.


Elza menghentikan sihirnya dan mulai membuang nafasnya dengan kasar untuk memulai mengarang sebuah cerita kepada keluarganya. Karena ia tidak bisa memberitahukan tentang keberadaan Eros yang merupakam seorang malaikat kepada keluarganya.

__ADS_1


"Karena aku tidak mau membuat Ayah dan Ibu berkerja keras untuk mencari uang hanya agar aku dan Kakak dapat belajar ilmu sihir. Sebenarnya aku tahu kalau Ayah dan Ibu sudah banting tulang untuk membiayai Kakak agar Kakak bisa belajar sihir. Dan aku tidak ingin menanbah beban kalian." Ucap Elza yang memang benar apa adanya.


Semua orang tertunduk saat mendengarkan ucapan Elza terutama Elsa yang baru tahu akan hal itu.


"Maafkan aku Ayah Ibu. Aku memang tidak mengerti kalian." Ucapnya dengan raut wajah sedihnya.


"Kamu tidak salah nak. Kami melakukan itu agar kehidupanmu jauh lebih baik dari pada kami. Dan Elza, Ibu dan Ayah benar-benar minta maaf kepada kamu. Karena selama ini Ibu dan Ayah tidak bisa membiayai kamu untuk belajar seperti kami membiayai Kakakmu Elsa." Ujar Ibunya Elsa dan Elza dengan raut wajah sedihnya.


Elza menggeleng sambil tersenyum kearah Ibunya yang duduk disebelah tempat tidur sederhana Elsa.


"Tidak Bu. Bagiku kasih sayang dari kalian sangatlah berarti dari pendidikan manapun. Karena banyak orang lain diluaran sana yang sangat pintar tapi mereka tidak memiliki moral. Mereka selalu berambisi dan mengabaikan semua orang yang berjuang bersamanya hanya demi sebuah jabatan." Ucap Elza dengan bijaknya.


Ibunya pun langsung memeluk Elza dengan erat. Ia tidak pernah menyangka kalau putrinya yang selama ini selalu ia abaikan karena terlalu sibuk mencari uang untuk biaya belajar Elsa justru sangat pintar dan kepintarannya justru melebihi orang-orang yang belajar dan menghabiskan banyak uang hanya untuk belajar sesuatu yang tidak mereka mengerti.


Yang lebih terpenting dari semua itu Elza sangat baik dan sopan begitu juga Elsa. Tapi Elza sangat berbeda dari yang lainnya.


Kepala keluarga Alexa hanya bisa tersenyum saat melihat keluarganya yang sangat bahagia.


"Baiklah kalau begitu, Elza mari ikut Ayah. Kita akan kekerajaan untuk mengikuti kompetisinya." Tutur kepala keluarga Alexa yang diangguki oleh Elza.


Setelah itu Elza mulai mengikuti kompetisi dan mengalahkan banyak lawan-lawan yang kuat. Ia mampu menangkan kompetisi itu dan mengalahkan 1000 pesaing lainnya.


Keluarga Alexa pun diberi gelar bangsawan sejak saat itu. Elza juga sudah mulai bekerja di kerajaan dan mendapatkan kepeecayaan dari rlsang Raja.


Eros yang melihat perkembangan Elza pun hanya bisa tersenyum dan menatap Elza yang tampak sangat sibuk dikerajaan.


Eros menatap Elza dari atas pohon ditaman kerajaan. Sementara Elza sedang sibuk mengurus pekerjaanya disebelah taman kerajaan.


"Dia mulai tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat. Dia juga tidak memakai pakaian lusuhnya lagi. Dia sudah tambah cantik dengan pakaian para bangsawan itu. Sepertinya tugasku sudah berakhir. Tapi apakah aku rela meninggalkannya dan melihatnya bersama laki-laki lain?" Gumamnya sambil tersenyum kecut dan menampakan wajah sedihnya.


Elza tak sengaja menatap Eros yang ada diatas pohon ditaman kerajaan. Elza tersenyum kearah Eros dan berlari menghampirinya. Ia bahkan sampai meninggalkan pekerjaannya yang menumpuk hanya untuk menemui Eros. Karena dia sudah lama tidak bertemu Eros sejak ia mulai memasuki kerajaan.


Sungguh Elza sangat merindukan Eros. Ia juga ingin mengungkapkan perasaannya yang selama ini ia pendam karena menghilangnya Eros beberapa hari terakhir ini membuat Elza sangat merindukannya.


Hingga Elza ingin menjadi egois dan tidak memikirkan apapun lagi. Ia tidak memiikirkan tentang dirinya dan Eros yang beda alam. Yang saat ini ia pikirkan hanyalah ingin bersama dengan Eros selama-lamanya. Ia tidak tahu resiko yang sangat berat akan ditanggung oleh Eros nantinya.


"Guru...!!" Teriaknya sambil tersenyum dan berlari kearah Eros.


Eros membalas senyuman Elza dan turun dari atas pohon dengan begitu agunnya.


Greppp...


Elza memeluk Eros dengan begitu kuatnya. Ia juga menangis dipelukan Eros sampai-sampai membuat Eros terkejut akan sikap Elza.


"Guru aku sangat merindukanmu. Aku tidak mau berpisah lagi darimu. Guru aku cinta kamu." Ujar Elza sambil menangis dipelukan Eros dan memeluk Eros dengan begitu kuatnya.


Eros tertegun saat mendengarkan ucapan Elza. Ia menghentikan kedua tangannya yang ingin membalas pelukan Elza saking kagetnya akan pengakuan cinta Elza.


"Guru, aku sangat mencintaimu. Aku benar-benar sangat mencintaimu guru. Aku gak mau kamu menghilang seperti beberapa hari terakhir ini. Aku sangat takut kehilanganmu. Aku tidak ingin berpisah dari mu lagi. Aku tidak peduli mau aku dan guru itu berbeda. Yang aku inginkan adalah aku dan guru bisa bersama-sama selama-lamanya." Ucap Elza dengan begitu lirihnya.


Eros hanya terdiam tanpa membalas pelukan Elza. Ia teringat dengan ucapan ketuanya beberapa hari terakhir ini saat ia meninggalkan Elza yang ikut kompetisi kerajaan.


"Ingatlah satu hal ini Angelous tou erota. Jangan sampai kamu jatuh cinta kepada manusia. Aku bisa melihatnya dengan mata kepalaku sendiri kalau kamu sudah mulai menunjukan perasaanmu terhadap gadis itu. Ingatlah Eros, dia hanyalah misimu yang harus kamu penuhi dan kamu harus meninggalkannya saat misimu telah selesai. Janganlah kamu campurkan perasaanmu dengan misimu. Kamu adalah malaikat dan kamu dilarang untuk mencintai manusia. Jika kamu melanggarnya, maka kamu tau sendiri apa hukumannya. Kamu akan dilenyapkan dan tidak akan pernah bisa bereinkasnasi." Tutur ketua malaikat Eros dengan begitu dinginnya lalu pergi meninggalkan Eros yang terdiam ditempatnya.


Perkataan dari ketuanya itu selalu terngiang-ngiang dikepalanya. Eros melepaskan pelukan Elza dengan begitu kasarnya sampai-sampai membuat Elza terkejut.


"Maaf, ada sesuatu yang harus saya selsaikan." Ucapnya sambil pergi dari hadapan Elza dan terbang dengan sayap kokohnya tanpa menoleh kearah Elza saat ini.


Elza merasaan sakit yang teramat sangat dalam dihatinya. Ia menangis dan membuat pelayan dan pengawal yang melihatnya keheranan.


Keynan yang melihatnyapun jadi mengerti kenapa ia dipisahan dari Biola dimasa lalu. Ia juga merasakan sakit yang teramat sangat dalam dihatinya saat melihat Elza yang terpuruk.


Keynan menatap Eros yang tampak murung dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.

__ADS_1


"Aku tau kalau kamu merasakan sakit yang sangat mendalam. Kejadian ini memang sama persis dengan kejadian aku dan Biola ketika kami masih kecil." Ucap Keynan yang tentu saja tak akan pernah terdengar oleh Eros.


__ADS_2