
Biola yang menerima ajakan dari adiknya Mona pun menghubungi Keynan untuk memberitahu ajakan Mona untuk makan malam dirumah keluarga Anggara dan untuk menjenguk Pak Bayu. Sekalian memberitahu Keynan kalau dia hari ini pulang lebih awal karena dosennya izin dan tudak ada dosen lain yang mau menggantikannya.
Karena biasanya Keynan lah yang selalu mengantar ****** Biola dari kampus.
Biola tampak sibuk menghubungi Keynan tapi panggilannya tidak diangkat-angkat oleh Keynan.
"Kenapa gak diangkat si! angkat dong Key. Biasanya dia yang selalu nyepam dihandphone aku dan selalu telepon aku tapi pas aku yang telepon dia, dianya malah yang gak angkat telepon aku." Gerutu Biola didalam hati.
Biola sungguh kesal kalau harus menunggu sampai suaminya itu datang.
"Uhhh... mana masih 2 jam lagi. Males banget gue kalau harus nunggu sampai 2 jam." Gumam Biola sambil melirik jam tangannya.
Akhirnya Biola pun memutuskan untuk naik taksi menuju perusahan keluarga Kristian. Karena dia takut nanti Keynan tidak meneleponnya dan malah langsung menjembutnya kekampus jika dia pulang kerumah.
Setelah 30 menit perjalanan dari kampus menuju perusahan keluarga Kristian, Biola pun sampai diperusahaan keluarga Kristian.
Ini kali pertamanya Biola memasuki perusahaan yang dikelola oleh suaminya. Ia sangat kagum dengan perusahan keluarga dari suaminya yang nampak megah dan sangat besar.
Biola bertanya keberadaan Keynan kepada resepsionis karena ini kali pertamanya Biola memasuki perusahan keluarga Kriatian dan dia tidak tahu dimana ruangan suaminya.
"Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsonis yang bernama Rosa dengan ramah kepada Biola.
"Saya ingin bertemu dengan Keynan. Apa Keynannya ada?" Tanya Biola dengan nada dinginnya.
Sungguh itulah sikap Biola kepada orang yang baru ia temui. Dan sikap itulah yang selalu membuat orang lain salah paham kepada Biola.
"Ya ampun ini wanita datangnya dari mana si ngeselin banget. Udah dandannanya gak elegan dan biasa-biasa aja, ucapannya juga dingin banget kayak Pak CEO." Gerutu Resepsionis itu didalam hati sambil menilai penampilan Biola.
Sungguh Resepsionis itu belum tahu kalau Biola adalah istri dari Pak CEO nya yang dingin dan selalu mengerikan bagi para kariawan diperusahan itu. Ditambah penampilan Biola saat ini dengan penampilan Biola saat dipesta pengangkatan Keynan itu sangatlah berbeda jauh. Sehingga membuat beberapa kariawan diperusahan keluarga Kristian tidak mengenali Biola saat ini.
"Maaf Mbak, apa Mbak sudah ada janji dengan Pak Keynan?" Tanya Resepsionis itu lagi sambil tersenyum.
"Emang perlu janji?" Tanya Biola balik.
Karena Biola pikir dia tidak perlu janji untuk menemui suaminya. Dan Biola pikir semua kariawan diperusahan keluarga Kristian sudah tahu tentang setatusnya sebagai Nyonya Muda keluarga Kristian sejak Keynan mengumumkan Biola sebagi Nyonya Muda keluarga Kristian dipesta pengangkatan Keynan sebagai CEO.
__ADS_1
"Betul Mbak, kalau mau bertemu dengan Pak Keynan. Mbak perlu janji terlebih dahulu." Ujar Resepsionis itu masih dengan tampang ramahnya. Tapi didalam hatinya sudah sangat kesal dengan Biola.
"Kalau gak ada janji ngapain kamu mau nemuin Pak Keynan. Apa mau menggodanya? Hello...
Lo jangan ngarep. Karena Pak Keynan sudah punya istri yang sangat ia cintai. Ditambah istrinya Pak Keynan itu sangat cantik dan sangat keren gak kayak lo. Heran gue kenapa banya pelakor bertebaran didunia ini." Gerutu sang resepsionis didalam hati sambil mengingat betapa mengagumkannya Biola pada saat dia memberi pelajaran kepada Mona dipesta pengangkatan Keynan sebagai CEO.
"Tapi saya perlu bertemu dengan Keynan. Apakah Mbak bisa menelepon Ke ruangan Keynan. Teleponnya tidak aktif sedari tadi." Ucap Biola dengan tampang tanpa ekspresinya kepada resepsionis itu.
"Cih! Alasan saja. Dari tampang lo aja gue udah tahu kalau lo itu cewek ganjen. Dasar pelakor." Cibir sang Resepsionis itu lagi didalam hati.
"Maaf tapi Pak Keynannya sedang ada rapat. Jadi tidak bisa diganggu." Jelas Resepsionis itu kepada Biola.
Biola menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Sesusah itukah ingin bertemu suami diperusahaan suami sendiri." Ucap Biola didalam hati.
"Kalau begitu bisakah kamu beritahu saya dimana ruangan Keynan. Saya ingin menunggu Keynan diruangannya." Ucap Biola pasrah.
"Maaf Mbak, Mbak tidak bisa menunggu diruangan Pak Keynan. Nanti Pak Keynan akan marah jika ada orang diruangannya." Ucap Resepsionis itu dengan nada tinggi karena mulai kesal dengan Biola yang berusaha menemui Pak Boss nya.
"Lalu saya harus menunggu dimana?" Ucap Biola yang juga mulai kesal karena selalu dicegah oleh sang Resepsionis.
"Mbak bisa menunggu diruang tunggu disebelah sana." Ucap Reseosionis itu sambil menunjuk kearah ruangan yang dibatasi oleh kaca yang berada tak jauh dari tempat resepsionis itu. Didalam ruangan itu terlihat sangat jelas ada kursi panjang tempat orang-orang untuk menunggu.
Biola menghembuskan nafasnya dengan kasar dan berjalan menuju kearah ruang tunggu.
"Cih, kalau gak inget kerjaan udah gue caci maki tuh pelakor. Seenaknya aja mau goda Pak CEO yang udah punya istri. Udah dibaik-baikin bukannya berterimakasih ini mah boro-boro ucapan terimakasih. Ngomongnya aja udah kayak lagi dikutub, dingin banget." Cibir sang Resepsionis dengan nada yang lumayan tinggi.
Biola yang tak jauh dari lokasi sang Resepsionispun mendengarkan cibiran sang Resepsionis.
Biola membalikan tubuhnya kearah sang resepsionis dan menatap Resepaionis itu dengan tatapan dinginnya. Sementara sang Resepsionis yang ditatap dengan tatapan dingin Biola pun langsung merinding dan menelan salivanya kasar.
Gluk...
"Gila! tuh orang atau monster. Bahkan kedinginan Pak Bos aja bisa dikalahkan sama tuh cewek." Gumam sang Resepsionis saat melihat tatapan tajam dan dinginnya Biola.
__ADS_1
Sang Resepsionis hanya bisa tersenyum tanpa dosa kearah Biola. Biola pun tak ambil pusing. Ia sangat kesal dengan sang Resepsionis namun dia tak ingin membuat keributan diperusahan suaminya.
Biola mendudukan tubuhnya dikursi panjang diruang tunggu. Biola berusaha untuk menghubungi nomor suaminya tapi na'asnya nomor suaminya itu masih tidak aktif.
Setengah jam pun berlalu. Biola sudah sangat bosan menunggu Keynan diruang tunggu. Berkali-kali Biola menguap karena terlalu bosan menunggu Keynan sehingga membuat Biola mengantuk.
"Hoam.... kalau tau bakal jadi begini mendingan aku langsung pulang aja." Gumam Biola sambil menutup matanya yang terlalu berat untuk tetap terjaga. Biola pun terlelap dan mulai menjelajahi alam mimpi.
Satu jam pun berlalu tapi Biola masih terlelap diruang tunggu. Keynan yang baru selesai rapat pun langsung ingin menjemput Biola dikampus karena dia sudah telat beberapa menit.
"Sial! Gue telat. Semoga saja Biola masih nungguin aku." Ucap Keynan sembari berlari kearah lift.
"Pak Keynan! ini masih ada berkas yang harus Bapak tanda tangani " Ucap seorang wanita bertubuh sexy dan berparas cantik yang tak lain adalah sekertaris Keynan sambil mengejar Keynan yang akan pergi.
"Itu bisa nanti, aku sudah telat jemput istriku." Keynan mendorong berkas yang disodorkan oleh sekertarisnya yang bernama Lisa.
"Tapi Pak ini sangat penting." Ujar Sekertaris Lisa sambil terus mengalangi Keynan.
"Lebih penting istri aku dari pada setumpuk berkas itu. Lagian nanti juga pasti akan aku tanda tangan, gak harus sekarang. Kamu lebih baik kerjakan pekerjaan kamu yang lain." Titah Keynan dengan penuh emosi dan dengan nada dinginnya.
"Baik pak, maafkan saya." Ucap sekertaris Keynan sambil menundukan tubuhnya.
Keynan tidak menghiraukan permintaan maaf dari sekertarisnya. Ia lebih memilih memper cepat langkahnya.
"Segitu pentingnya kah istri Pak Keynan sampai-sampai aku tidak dihiraukan. Padahal sejak awal bertemu Pak Keynan, aku sudah mulai jatuh cinta sama pak Keynan." Gumam sekertari Lisa dengan lirihnya.
Sekertaris Lisa sudah menyukai Keynan sejak Keynan masuk keperusahan keluarga Kristian yaitu ketika Keynan baru pulang dari Amerika dan masih belum menjabat sebagai CEO.
Lisa selalu berusaha mengejar Keynan dengan memberikan semua perhatiannya kepada Keynan. Namun Keynan selalu saja mengiraukannya dan selalu fokus pada pekerjaannya.
Meski sering dicuekan oleh Keynna tapi itu tidak membuat Lisa putus asa. Ia terus mendekati Keynan. Hingga pada saat pengalihan jabatan Pak Raihan kepada putranya Keynan. Lisa baru tahu kalau Keynan sudah menikah.
Lisa sangat kecewa namun ia masih berusaha mendekati Keynan saat ia tahu kalau Keynan dijodohkan. Dan ia fikir Keynan tidak mencintai istrinya Biola.
________________________
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian guys😉