
Setelah dirawat beberapa jam dirumah sakit karena pingsannya, akhirnya Biola mengajak keynan untuk pulang, itupun atas izin dari sang dokter yang merawat Biola. Keynan terus mengkhawatirkan kondisi istrinya yang meminta pulang dan tidak mau lama-lama dirumah sakit.
"Kamu yakin mau pulang sekarang? Kondisi kamu masih lemah loh sayang." Tanya Keynan dengan penuh khawatir sambil memapah Biola untuk berjalan.
"Aku baik-baik aja Key. Aku hanya ke capekan jadi aku pingsan. Lagian kata dokternya juga aku baik-baik saja. Makannya dia mengizinkan aku pulang." Jawab Biola dengan santainya.
"Beneran? Dede bayi nya gak kenapa-napakan?" Tanya Keynan lagi dengan raut wajah yang khawatir.
"Iya Daddy, dede bayi kan kuat." Jawab Biola sambil menirukan suara anak kecil yang membuat Keynan gemas sendiri melihatnya.
"Daddy sangat mengkhawatirkanmu dan Mommy mu sayang. Kalian selalu membuat Daddy khawatir. Daddy sangat menyayangi kalian. Daddy takut kehilangan kalian. Kalian adalah nyawa Daddy. Jika terjadi sesuatu kepada kalian maka Deddy tidak bisa lagi hidup didunia ini." Ucap Keynan sambil berjongkok dihadapan istrinya dan mengarahkan wajahnya keperut istrinya untuk berbicara kepada anaknya yang masih ada didalam kandungan istrinya.
Biola menyunggingkan senyumannya saat mendengarkan ucapan tulus dari suaminya.
"Kami juga menyayangi Daddy. Maaf karena telah membuat Daddy khawatir." Ucap Biola yang masih menirukan suara anak kecil.
Keynan mendonggakan kepalanya dan menatap istrinya dengan senyuman manis yang terukir dikedua sudut bibirnya.
Keynan kembali menatap perut rata istrinya dengan penuh kebahagiaan. Keynan mencium perut rata istrinya yang terhalangi oleh pakaian yang dikenakan oleh istrinya.
Keynan berdiri dari jongkoknya dan mencium kening istrinya dengan penuh kelembutan.
"Terima kasih sayang. Kalian adalah harta berharga yang aku miliki." Ucap Keynan dengan penuh ketulusan.
Sungguh mereka berdua telah hanyut dalam keromantisan dan tidak memperdulikan lagi tempat mereka berada saat ini. Biola dan Keynan menjadi pusat perhatian diparkiran mobil dirumah sakit tempat Biola dirawat.
Sungguh Biola dan Keynan merasa dunia milik mereka berdua. Biola dan Keynan tidak memperdulikan orang lain yang berlalu lalang sambil melirik ke arah mereka dengan tatapan kagum, iri, kesal, terkejut dan yang lainnya.
"Uhh... Dunia memang untuk mereka yang bermesraan. Andai saja suamiku seromantis suami wanita itu. Sungguh wanita itu membuatku iri. Dia sangat beruntung memiliki suami yang sangat tampan. Selain tampan, laki-laki itu juga sangat penyayang dan baik hati. Sunggu suami idaman bagi para wanita diseluruh dunia." Ucap salah satu Ibu-Ibu yang tidak sengaja melihat adegan romantis dan penuh kasih sayang Keynan dan Biola.
"Cih! Apa yang perlu dibanggakan dari suami takut istri seperti dia." Cibir suami dari Ibu-Ibu itu sambil melipat kedua tangannya didadanya.
"Ganggu aja kamu! gak tahu ya kalau aku lagi ngehalu tentang suami idaman yang sangat peduli sama istrinya. Gak kayak kamu." Sindiri Ibu-Ibu itu kepada suaminya.
Dan pada akhirnya pasangan suami istri yang menonton adegan romantis Keynan dan Biola pun bertengkar.
__ADS_1
Keynan dan Biola yang sedang dimabuk oleh keromantisanpun dikejutkan dengan suara ribut-ribut pasangan suami istri yang tengah berdebat gara-gara melihat adegan romantis Keynan dan Biola.
Keynan bergidik ngeri pada saat ia melihat Ibu-Ibu itu menjambak rambut suaminya dengan kuat dan menjewer-jewer telinga suaminya sampai telinga suaminya itu memerah.
Keynan menatap wajah istrinya yang juga tampak terkejut melihat adegan sepasang suami istri yang sedang bertengar diparkiran.
"Sayang...." Ucap Keynan dengan pelan dan membuat Biola mengalihkan pandangannya kearah Keynan.
"Ada apa?" Tanya Biola dengan memiringkan kepalanya menatap tingkah aneh suaminya.
"Em, itu... jangan kayak Ibu-Ibu yang ada disana ya. Aku ngeri sendiri pada saat melihat Ibu-Ibu itu memukuli suaminya." Ucap Keynan sambil menundukan wajahnya kebawah dan menunjuk kearah pasangan suami istri yang sedang bertengkar.
Biola yang melihat tingkah menggemaskan suaminya pun langsung menyunggingkan senyuman Devilnya yang tidak pernah ia tunjukan kepada siapapun.
"Aku gak bakalan marah-marah sama kamu kayak Ibu-Ibu itu kok Key." Jawab Biola sambil terkekeh namun membuat Keynan senang mendengarnya.
"Benarkah?!" Tanya Keynan dengan penuh semangat dan melebarkan senyumannya.
"Iya, karena aku akan lebih mengerikan dari pada Ibu-Ibu itu saat aku marah jadi kamu jangan coba-coba membuat aku marah. Hahahaha..." Jawab Biola sambil tertawa karena telah berhasil mengerjai suaminya.
Keynan yang dikerjai oleh istrinya pun memanyunkan bibirnya beberapa centi.
Biola yang tadinya tertawapun akhirnya menghentikan tawanya saat mendengar ucapan suaminya. Biola memutar bola matanya dengan malas karena Keynan terus meminta hukumannya dicabut.
"Sekali enggak tetep enggak!" Jawab Biola dengan nada dinginnya yang membuat Keynan kembali memanyunkan bibirnya.
Merekapun akhirnya pulang ke kediman keluarga Kristian. Setelah sampai dirumah, Keynan dan Biola disambut oleh Mama Kania dengan tatapan tak bersahabatnya kearah Keynan
Mama Kamia telah mengetahui kalau menantunya masuk rumah sakit dari sekertaris Keynan. Pada awalnya Mama Kania ingin menghubungi menantunya tapi yang mengangkat handphone menantunya justru sekertaris Keynan.
Andre yang mengangkat telepon dari Mama Kania menggunakan handphone Biola pun menjelaskan bahwa Biola tak sengaja meninggalkan ponselnya di sofa diruangan Keynan saat dia dibawa Keynan kerumah sakit.
Andre juga tidak mengambil ponsel Biola pada saat ia mengambil bekal makan siang Keynan karena Keynan sudah memburu-buru Andre untuk secepatnya mengantarkan bekal makan siangnya. Jadi Andre hanya memfokuskan dirinya kepada bekal makan siang Keynan dan tidak melihat sekeliling ruangan Keynan lagi.
Mama Kania sangat terkejut pada saat Andre menjelaskan bahwa menantunya masuk ke rumah sakit. Mendengar keterkejutan Mama Kania membuat Andre ingin mengerjai balik Pak Boss nya.
__ADS_1
Akhirnya dengan panjang kali lebar dan dibuat-buat sederamatis mungkin Andre menceritakan apa yang terjadi kepada Biola diperushaan.
"Pembalasan kecil dari sekertaris yang tertindas." Gumam Andre sambil tersenyum senang karena bisa membalas kekesalannya kepada Keynan.
Andre sangat yakin kalau Bosnya itu akan diomeli habis-habisan oleh Mama Kania.
••••••••
Keynan saat ini sedang menundukkan kepalanya karena menerima omelan dari Mama Kania yang tiada habisnya. Mama Kania sangat terkejut pada saat ia mendengar kalau menantunya pingsan dikantor dan sempat dilarikan kerumah sakit.
"Key! Kamu tuh bisa jaga istri kamu atau enggak si! bagai mana jika terjadi sesuatu kepada mantu dan calon cucuku." Omel Mama Kania kepada putranya.
"Iya Ma, tapi kan Mama juga yang salah karena tidak bisa menghentikan Biola untuk masak. Sehingga Biola kecapekan dan pingsan." Jawab Keynan yang tidak mau disalahkan seorang diri.
"Alasan aja kamu! Kamu tu..... ..."
BRAKK.....
Belum sempat Mama Kania menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba Pak Raihan datang dan membuka pintu utama dirumah keluarga Kristian dengan kasarnya.
"Pa, kamu tu apa-apaan si, ngagetin aja. Lagian gak biasanya Papa masuk rumah sampai banting pintu kayak gitu?" Omel Mama Kania sambil mengelus dadanya karena terkejut.
"Nanti aja jelasinnya Ma, Papa mau pinjem Keynan dulu." Ucap Pak Raihan sambil menarik tangan putranya.
••••••
"Key, kamu itu apa-apan si! kenapa kamu membatalkan kerja sama kita dengan perusahaan Alexa. Kau tahu kerugian yang harus kita tanggung itu tidaklah sedikit." Bentak Pak Raihan dengan marahnya.
"Maaf Pa, aku tahu aku salah. Namun Darius Alexa merupakan orang yang tidak bisa disiplin waktu dan tidak memiliki sopan santun. Dia tidak pantas menjadi rekan bisnis kita. Ditambah dia membentak Biola dan menarik-narik tangan Biola hingga Biola pingsan. Papa tenang aja, aku pasti akan menyelesaikan masalah ini." Jawab Keynan yang menjelaskan situasi yang sebenarnya.
Pak Raihan tampak membuang nafasnya dengan kasar dan mengusap wajahnya frustasi.
"Huhhh... Baiklah kalau begitu. Tapi kamu cepatlah urus masalah ini." Jawab Pak Raihan yang diangguki oleh Keynan.
_________________
__ADS_1
Maaf ya guys hanya 1000 kata lebih di episode kali ini. Aku biasa nulis sampai hampir 2000 kata per episode. Tapi untuk kali ini enggak karena kecerobohan author yang udah buat naskah tapi pas mau di salin naskahnya malah kehapus semua gara-gara salah pencet. Jadi terpaksa nulis dari awal lagi deh.😥
Jangan lupa tinggalkan jejek kalian guys 😘