
"Key, kamu hari ini jangan nyetir dulu ya. Kondisi kamu kurang baik untuk nyetir." Khawatir Biola sambil memapah suaminya.
Keynan dan Biola kini sedang berada di parkiran perusahaan keluarga Kristian. Biola dan Keynan memutuskan untuk pulang karena kondisi Keynan yang terus muntah-muntah.
"Kalau aku gak nyetir terus siapa yang nyetir? Emang kamu bisa nyetir sayang?" Tanya Keynan kepada Biola.
Biola nampak berpikir sebentar lalu menggeleng dengan tersenyum imut.
Keynan menepuk jidatnya dan mencium pipi istrinya dengan gemas sehingga membuat mereka menjadi bahan tontonan diparkiran.
"Key jangan cium aku pas ada orang lain!" Kesal Biola sambil mengerucutkan bibirnya.
"Iya, iya... " Jawab Keynan dengan nada lesunya.
Cup....
Keynan mencium bibir istrinya kilas sehingga orang-orang yang memperhatikan Keynan dan Biola pun membelalakan matanya saat melihat Keynan mencium bibir Biola.
"Keynan... kamu tu ya...." Biola langsung mencubit perut suaminya karena kesal dengan ulah nakal suaminya.
"Aww.... Sakit sayang, aku ini lagi lemes gini kamu malah lakuin KDRT." Pekik Keynan.
Biola hanya diam sambil memutar bola matanya malas.
"Udah ah! Aku mau nyetir." Ucap Keynan tiba-tiba dan langsung masuk kedalam mobil.
"Ihh.... gak boleh! Kamu lagi lemes gitu nanti kalau nabrak gimana?!" Biola langsung menarik tangan suaminya yang hendak masuk kedalam mobil.
"Terus siapa yang nyetir?" Tanya Keynan sambil berdiri dihadapan istrinya.
"Aku panggil Devin aja ya. Biar dia yang nyetir." Ucap Biola memberikan saran.
"Gak gak gak...!! kamu mau suamimu muntah-muntah terus ya. Devin tu bau banget aku gak kuat nyium bau badannya." Tolak Keynan dengan lantangnya.
"Ya udah aku panggil taksi aja. Mobil ini kamu tinggal aja diperusahaan." Ucap Biola memberikan saran lainnya.
"Ribet kalau panggil taksi karena harus nunggu. Lebih baik aku panggil supir perusahaan aja." Jawab Keynan dengan santainya.
Sementara Biola sudah mengepalkan tangannya dengan wajah yang merah padam karena menahan emosi.
"Kenapa gak dari tadi KEYNAN!!! Gue makan juga lo." Kesal Biola didalam hati sambil menatap wajah suaminya yang seolah-olah tidak salah apa-apa.
Setelah memanggil supir perusahaan keluarga Kristian. Keynan dan Biola pun mulai berangkat menuju kediaman keluarga Kristian.
Tapi dipertengahan jalan tiba-tiba Keynan memberhentikan mobilnya sehingga membuat supir perusahan keluarga Kristian mengerem mendadak.
"Pakkk.... pakkk.... berhenti!!" Teriak Keynan yang membuat Pak Supir langsung ngerem mendadak.
Ckittt....
"Keynan, kamu apa-apaan si. Itu bahanya tahu ngerem mendadak!!" Kesal Biola sambil menatap tajam kearah Keynan.
Sementara yang ditatap malah melihat kearah jendela mobil dengan mata berbinar.
__ADS_1
Sedangkan sang Supir hanya bisa mengelus dadanya dengan mulut yang berkomat-kamit karena kaget.
"Pak Supir tolong parkirkan mobil ini ditepi jalan biar gak ganggu orang lewat." Ujar Keynan sambil membuka pintu mobil.
"Baik Tuan Muda." Jawab sang Supir.
"Key, kamu mau kemana?" Tanya Biola yang melihat Keynan keluar.
"Aku mau beli sesuatu kamu tunggu aku didalam mobil aja ya. Gak akan lama kok." Jawab Keynan sambil turun dari dalam mobil.
Biola hanya bisa menatap heran kearah suaminya. Tidak biasanya dia bersikap aneh seperti itu.
Pak Supir pun meminggirkan mobil kesamping jalan supaya tidak mengganggu pengguna jalan lain.
Tak berapa lama kemudian Keynan datang membawa sebuah kantong kresek yang lumayan besar dan berwarna putih dengan nama mini market tempat Keynan berbelanja.
Biola sudah menduga kalau suaminya itu habis dari mini market saat membaca tulisan yang ada dikantong kresek yang dibawa Keynan.
"Kamu habis beli apa?" Tanya Biola sambil mengintip kantong kresek yang dibawa Keynan.
"Aku beli ini! kamu mau gak?" Tawar Keynan sambil memperlihatkan barang belanjaannya yang semua isi nya berbagai macam es krim.
Biola menatap es krim itu dengan tatapan bengongnya lalu menatap heran kearah Keynan.
"Untuk apa kamu beli ini?" Tanya Biola sambil menunjuk kantong kresek penuh es krim yang dibawa Keynan.
"Karena aku mau aja." Jawab Keynan singkat sambil mengambil satu es krim rasa coklat.
"Itu kan dulu, sekarang aku suka. Makannya aku beli." Jawab Keynan sambil menjilati es krimnya.
Biola hanya menatap Keynan heran. Karena Keynan menyantap es krimnya dengan begitu rakus bahkan tidak menawari Biola lagi.
•••••••
"Loh.... kok kamu udah pulang Key?" Tanya Mama Kania saat melihat putranya pulang bersama istrinya.
"Aku lagi gak enak badan Ma." Jawab Keynan sambil mencomot lagi es krim dari dalam kantong kreseknya dan memakannya dihadapan Mama Kania.
Mama Kania membelalakan matanya tak percaya saat melihat anaknya memakan es krim. Karena bagi Keynan es krim itu adalah musuh terbesarnya.
"Kamu makan apa itu Key?" Tanya Mama Kania kaget.
"Mama kan bisa lihat sendiri kalau aku lagi makan es krim." Jawab Keynan santai.
"Iya Mama tahu, cuman kok kamu bisa makan es krim. Bukannya es krim itu makanan yang paling kamu benci." Jelas Mama Kania.
"Itu dulu Ma, sekarang aku suka. Ini tuh enak banget loh Ma." Jawab Keynan sambil duduk dikursi ruang tamu dekat Mamanya dan menjilati es krimnya.
Mama Kania menatap menantunya untuk mempertanyakan sikap aneh putranya dan menantunya hanya mengangkat bahunya tidak tahu apa-apa.
"Kata kamu tadi kamu gak enak badan. Kamu gak enak badan kenapa?" Tanya Mama Kania kepada putranya.
"Mungkin kebanyakan tempur." Jawab Keynan santai yang membuat Mama Kania ingin menabok putranya.
__ADS_1
Biola hanya bisa menundukan kepalanya karena malu dengan ucapan suaminya yang menyeleneh itu.
"Tadi Keynan muntah-muntah diperusahaan Ma. Sekertaris Keynan juga udah sempat memanghil Dokter. Tapi kata Dokter, Keynan cuma kecapean." Jawab Biola mengalihkan topik pembicaraan suaminya yang menyeleneh itu.
"Muntah? Kok bisa? Kamu jajan sembarangan ya Key?" Tanya Mama Kania seperti bertanya kepada anak berusia 5 tahun.
Biola hanya menatap mertuanya dengan tatapan anehnya. Karena memperlakukan Keynan yang usianya sudah 25 tahun itu seperti anak kecil berusia 5 tahun.
"Jajan apa Ma? Aku udah ada jajanan yang lebih enak dirumah ngapain aku perlu jajan diluar." Jawab Keynan sambil menatap istrinya dengan tatapan genitnya.
Bukkk....
Mama Kania langsung memukul kepala putranya yang berpikiran ngeres itu.
"Awww..... saki Ma!!" Pekik Keynan sambil memegangi kepalanya yang dipukul oleh Mama Kania.
"Bukan jajan seperti itu Keynan!!" Teriak Mama Kania.
"Udah kamu masuk kamar aja sana! Mama mau ngomong sama mantu kesayangan Mama aja. Kalau ngomong sama kamu bisa-bisa darah tinggi Mama naik." Ucap Mama Kania mengusir putranya.
"Ya udah aku ke kamar dulu. Sayang cepet nyusul ya, aku udah rindu. Inget jangan lama-lama rindu itu berat!!" Teriak Keynan dari atas tangga menuju kamarnya sambil menirukan ucapan film anak SMA di Bandung itu loh... yang inisialnya D&M.
"Pergi sana!! Dan jangan pernah kembali." Teriak Mama Kania dengan kesalnya.
Sungguh putranya kali ini benar-benar aneh. Mama Kania sampai naik darah menghadapi kelakuakan putranya yang tiba-tiba aneh.
"Jadi ada apa dengan Keynan, sayang? Kenapa dia jadi bertingkah aneh seperti itu?" Tanya Mama Kania kepada Menantunya.
"Aku juga tidak tahu Ma, aku nerima telepon dari sekertaris Keynan tentang kondisi Keynan. Terus aku langsung kekantor Keynan dan mendapati Keynan yang sedang dirawat oleh seorang Dokter. Dokter itu bilang kalau kondisi Keynan baik-baik saja dan hanya kecapean. Aku sendiri sempat heran dengan tingkah laku Keynan yang aneh pas Dokter itu pergi." Jawab Biola menjelaskan kepada Mama mertuanya.
"Bertingkah aneh seperti apa?" Tanya Mama Kania.
Biola pun menjelaskan semua keanehan Keynan yang tiba-tiba muntah saat mencium aroma tubuh Devin dan tingkah Keynan yang tiba-tiba memberhentikan mobil ditengah jalan hanya demi membeli sekantung kresek penuh es krim.
"Hah! Masa si sayang, keynan bersikap seperti itu?" Ucap Mama Kania tidak percaya.
"Aku juga tidak tahu Ma." Jawab Biola.
"Eh... kok ciri-ciri perubahan Keynan sama kayak Papa dulu ya? Dulu waktu aku hamil Keynan, Papa juga sering muntah-mutah dan sering bertingkah aneh. Apa Keynan hamil ya? Eh, salah... maksudku apa Biola hamil ya?" Ucap Mama Kania didalam hati yang nampak berpikir sambil memangut-mangut.
"Ehemm.... ya udah kalau begitu, kamu kekamar aja. Siapa tau tu anak lagi butuh istrinya." Ucap Mama Kania dengan raut wajah yang mencurigakan.
Biola pun menuruti ucapan Ibu mertuanya dan pergi kekamarnya tanpa curiga sedikitpun dengan tingkah Ibu mertuanya.
_______________
Hai hai hai guys! Author balik lagi nih. Maaf ya guys karena akhir-akhir ini author telat up.
Sekali lagi maaf 🙇
Makasih atas perhatiannya guys.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian 😘
__ADS_1