
Ting....Tong....
Suara bel berbunyi nyaring di sebuah apartemen mewah yang ada di Jakarta ditekan oleh seorang wanita paruh baya yang masih terlihat muda dan cantik.
Wanita itu berdiri didepan pintu apartemen dengan melipat kedua tangannya didadanya dan menghentak-hentakan kakinya karena terlalu kesal dengan sang pemilik apartemen yang tak kunjung membukakan pintu apartemennya untuk wanita itu.
"Bener-bener ya tu anak! Bisa-bisanya dia gak pulang kerumah tanpa ngabarin terlebih dahulu. Gak tahu apa kalau aku tuh khawatirin dia." Gerutu wanita itu yang tak lain adalah Nyonya Devi, Ibu dari Devin.
Nyonya Devi yang kesal karena harus menunggu lama pun akhirnya memutuskan untuk membuka pintu apartemen tanpa menunggu sang pemilik apartemen untuk membukakan pintu untuknya. Karena Nyonya Devi sudah mengetahui kata sandi apartemen anaknya.
Tapi karena dia ingin menghormati anaknya maka dari itu Nyonya Devi menunggu Devin membukakan pintu untuknya.
Namun karena Devin tak kunjung membuka pintu selama hampir 30 menit maka Nyonya Devi pun tidak mementingkan sopan-santun lagi kepada anaknya itu.
Dengan kesalnya Nyonya Devi berjalan dengan cepat kearah kamar putranya. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Nyonya Devi langsung membuka pintu kamar putranya.
Alangkah terkejutnya Nyonya Devi saat melihat putranya sedang tertidur dengan seorang wanita sambil berpelukan. Dan yang lebih parahnya lagi Devin bertelanjang dada sementara wanita yang dipeluk Devin tidak mengenakan sehelai benang pun.
Dengan dipenuhi amarah Nyonya Devi mendekati putranya dan berteriak dengan sangat keras kepada putranya yang sedang tertidur pulas sambil berpelukan dengan seorang wanita.
"DEVIN!!! BANGUN KAMU DEVIN.....!!!"" Teriak Nyonya Devi dengan nada yang sangat tinggi sampa-sampai suaranya bergema disetiap sudut kamar Devin.
Dengan kagetnya Devin dan wanita yang dipeluknya yang tak lain adalah Sinta pun langsung terperanjat dan bangun dari tidur nyenyak mereka.
Keduanya tampak kaget dengan bola mata yang melihat kesekeliling ruangan untuk mencari sesuatu yang memembangunkan mereka. Dan tanpa sadar pandangan keduanya saling bertemu dengan bola mata yang membulat karena terkejut.
"Uwahhh....... ngapain lo ada dikamar gue......!!!" Teriak Sinta sambil menunjuk Devin.
Devin membelalakan matanya saat melihat pemandangan yang sangat indah dipagi hari. Bagai mana tidak indah, Sinta tidak mengenakan apa-apa selain handuk yang melilit ditubuhnya. Dan sedikit saja gerakan dari Sinta handuk itu telah terjatuh dan menampilkan lekuk tubuh Sinta yang sangat menggoda bagi Devin.
"Astagfirullah al-azim....!!!! Devin tutup mata kamu...!!!" Teriak Nyonya Devi yang mengagetkan kedua manusia yang baru bangun tidur itu.
Devin dan Sinta pun langsung mengalihkan pandangan mereka kearah Nyonya Devi.
Devin membelalakan matanya saat melihat Ibunya ada dikamarnya dan memergokinya sedang tidur satu ranjang dengan seorang wanita yang bukan muhrimnya.
Dengan terburu-buru Devin melemparkan selimut kearah Sinta yang masih bengong karena bingung dengan apa yang terjadi tanpa mengetahui kondisinya yang sedang tidak mengenakkan sehelai benang pun.
Sinta yang dilempar selimut pun langsung terperanjat kaget dan langsung melihat kearah tubuhnya yang sedang tidak mengenakan apa-apa.
"Kyaaaaa......!!! Kenapa gue gak pake baju?!!!!" Teriak Sinta yang baru menyadari kalau tubuhnya tidak mengnakan sehelai benang pun dan terekspos begitu saja.
Sinta menatap Devin yang nampak panik dan gelagapan karena situasi yang tidak menguntungkan baginya.
"Lo apain gue? Kenapa gue bisa ada disini dan gak pake apa-apa?!" Tanya Sinta sambil berteriak kepada Devin dengan tubuh yang bergetar ketakutan.
Nyonya Devi menatap anaknya untuk meminta penjelasan dengan apa yang terjadi. Namun Devin hanya diam membisu dengan raut wajah yang panik.
"Devin! Mama bener-bener sangat kecewa sama kamu. Mama akan telepon Papa kamu. Kamu harus mempertanggung jawabkan apa yang telah kamu perbuat." Ucap Nyonya Devi dengan nada dingin dan raut wajah kecewanya sambil berlalu keluar kamar putranya.
__ADS_1
"Lo apain gue? Kenapa gue bisa telanjang?!" Teriak Sinta lagi sambil mengguncang-guncangkan tubuh Devin saat Nyonya Devi sudah benar-benar keluar dari kamar Devin.
"Gue gak apa-apain lo! Gak ada yang terjadi diantara kita. Ini semua karena ulah lo yang mabuk-mabukan dan nyusahin orang! Seharusnya lo ngucapin terima kasih ke gue. karena kalau gue gak bawa lo, lo pasti udah dimakan sama pria hidung belang." Tutur Devin dengan kesalnya sambil menunjuk-nunjuk wajah Sinta.
Sinta pun tampak memikirkan ucapan Devin dan mengingat-ngingat kejadian semalam. Dimana dia tak sengaja meminum segelas wine yang ada dimeja diruangan VIP tempat Sinta, Adinda dan pacarnya Adinda kumpul.
Sinta membelalakan matanya saat mengingat tingkahnya yang konyol dikamar mandi pria. Tapi setelah itu dia tidak ingat apa-apa karena tertidur.
"Kalau gak terjadi apa-apa diantara kita lalu kenapa gue bisa telanjang? Lo pasti cari kesempatan dalam kesempitan kan?" Tebak Sinta penuh curiga.
"Idih..!! Apa yang bagus dari tubuh lo! sampai lo bisa sesombong itu. Dada lo aja rata kayak papan talenan gitu. Bikin gue gak nafsu aja tau gak! Yang ada lo tuh nyusahin gue banget. Dah cium-cium orang sembarangan terus muntahin orang lagi." Kesal Devin yang mulai menceritakan kejadian sialnya karena ulah Sinta.
Flashback On
Devin sedang asik menikmati bibir menggoda Sinta. Mereka berciuman dengan panasnya sampai-sampai tanpa sadar Devin sudah melepaskan pakaian Sinta dan hanya menyisakan pakaian dalam Sinta saja.
Tak lama dari itu Devin menurunkan ciumannya ke leher jenjang Sinta. Namun tak berapa lama kemudian.
Huekk....
Sinta tiba-tiba muntah ditengah-tengah adegan panasnya dengan Devin. Sinta memuntahi tubuh Devin yang sedang asik menikamati tubuhnya.
Devin yang menyadarinya pun langsung menatap Sinta dengan tatapan kosongnya. Dengan penuh emosi Devin mengusap wajahnya dengan kasara.
"Astagfirullah....!!! apa yang telah gue lakukan!!" Ucap Devin sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Lo bener-bemer cewek pembawa sial!" Ucap Devin kepada Sinta yang sedang muntah-muntah.
Devin mau tak mau harus mamandikan Sinta dengan mata terpejam karena diapartemennya tidak ada seorang pelayan yang dapat membantu Devin memandikan Nenek lampirnya.
Devin terus menahan nafsunya yang bergejolak saat memandikan Sinta yang tidak mau diam saat dimandikan. Tak butuh waktu lama, Devin pun selesai memandikan Sinta dan memakaikan handuk kepada tubuh Sinta.
Setelah itu Devin membawa Sinta ketempat tidur dan membaringkan Sinta diatas tempat tidur dengan masih menggunakan handuk yang menutupi tubuhnya yang polos.
Devin menyelimuti tubuh Sinta tanpa memakaikan Sinta pakaian karena dia terburu-buru ingin memeberesihkan diri dari bau muntahan Sinta.
"Perasaan gue akhir-akhir ini sial banget deh. Masa dalam waktu dekat udah ada dua orang yang muntahin tubuh gue. Mereka pikir tubuh gue tuh tempat muntah apa?" Gerutu Devin didalam hati sambil mandi air dingin.
Setelah mandi Devin keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek yang ditutupi oleh handuk putih yang melilit dipinggangnya. Devin melihat Sinta yang sudah tertidur dengan lelapnya.
Devin yang melihat wajah Sinta yang terlelap pun tanpa sadar membaringkan tubuhnya yang terlalu lelah disamping Sinta.
Devin memejamkan matanya dan mulai mengarungi dunia mimpinya. Tak berapa lama setelah Devin tertidur Sinta mulai tidak bisa diam dalam tidurnya dan memeluk Devin layaknya seperti gurita.
Sementara Devin tidak menyadari kalau tubuhnya dipeluk oleh Nenek lampirnya, karena Devin sudah tertidur dengan pulasnya dengan hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada.
Flashback Off
Begitulah kira-kira yang terjadi tadi malam antara Sinta dan Devin.
__ADS_1
Devin menceritakan semuanya kepada Sinta namun yang ia ceritakan hanyalah keagresifan Sinta. Ia tidak menceritakan tentang dirinya yang tergoda oleh tubuh Sinta melainkan seperti Sinta lah yang hampir memperkosanya.
"Apa?! Lo gila ya? Mana mungkin gue seperti itu!" Teriak Sinta tak percaya.
"Terserah kalau lo gak mau percaya dengan apa yang gue ucapin. Yang pasti sekarang kita harus temuin Mama dan jelasin apa yang terjadi sebenarnya. Gue bakalan kebawah duluan. Lo ganti baju aja dengan baju gue yang ada didalam lemari. Inget jangan lama-lama!" Saut Devin sambil menutup pintu kamarnya.
Sinta turun dari tempat tidur dan pergi kekamar mandi untuk mencuci muka, karena sekarang bukan saatnya dia untuk mandi. Karena dia harus menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi antara dia dan Devin.
"Ya ampun pengaruh alkohol memang sangat mengerikan. Kalau tahu begini, gue gak bakalan mau jadi bodyguard si Adinda." Sesal Sinta sambil membasuh mukanya berulang kali.
Setelah itu Sinta membuka lemari Devin untuk mencari pakaian yang pas dengan tubuh mungilnya. Namun semua pakaian Devin terlalu besar ditubuh Sinta. Sinta mulai memunguti pakainnya yang berserakan dilantai.
Sinta mengambilnya dan merasakan kejanggalan yang aneh saat melihat bajunya. Karena menurut Devin, Sinta muntah-muntah sampai mengotori badannya sendiri. Otomatis bajunya juga ikut terkena muntahannya. Tapi Sinta tidak melihat muntahan sedikitpun dibajunya.
Namun Sinta tak ambil pusing. Ia mengenakan pakaiannya yang semalam dan menghampiri Devin dan Nyonya Devi dibawah sebelum kesalah pahaman ini semakin menjadi-jadi.
Tampak dibawah sudah ada Pak Kandra Wijaya, adik Mama Kania sekaligus Papanya Devin. Pak Kandra dan Nyonya Devi tampak sedang memarahi Devin habis-habisan.
Mereka terlihat sedang memojokan Devin dan Devin hanya pasrah begitu saja diomeli oleh kedua orang tuanya.
"Pokoknya Papa gak mau tahu! Kamu harus bertanggung jawab Devin. Kau pikir Mama mu dan Papa akan percaya dengan omong kosong mu setelah Mama mu melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau kamu sedang meniduri anak gadis orang!" Teriak Pak Kandra kepada Putranya dengan nada mengintimidasi.
Devin hanya pasrah dimarahi padahal dia tidak benar-benar meniduri Sinta. Devin ingin menjelaskan apa yang terjadi namun kedua orang tuannya itu tidak memberikan dia kesempatan untuk menjelaskan.
Dengan perasaan takut Sinta menghampiri suara keributan itu dan langsung ditanyai oleh Pak Kandra.
"Nak, tolong hubungi keluargamu! Kita akan membicarakan masalah ini bersama-sama sebelum kamu mengandung anak dari putra kami." Jelas Pak Kandra yang bagaikan petir yang menyambar disiang bolong bagi Sinta dan Devin.
Hingga akhirnya Devin dan Sinta pun berada disini. Dihadapan pak penghulu dan Ayahnya Sinta yang berwajah datar karena kecewa kepada anak gadisnya plus merasa kesal kepada calon menantunya. Sehingga Pak Sinan Ayahnya Sinta pun tak habis-habisnya menatap Devin dengan tatapan tajamnya yang membuat Devin merinding ketakutan.
Setelah keluarga Sinta bertemu dengan keluarga Devin. Kedua keluarga itu memutuskan untuk menikahkan kedua anaknya hari itu juga dari pada harus menanggung dosa lebih jauh lagi. Itulah yang dipikirkan oleh kedua keluarga tanpa mendengarkan penjelasan dari kedua anak-anaknya. Dan langsung menikahkan Sinta dan Devin pada hari itu juga.
Terlihat Keynan dan Biola baru datang keacara pernikahan sederhana Devin dan Sinta yang hanya dihadiri oleh beberapa orang keluarga terdekat tanpa ada hiasan mewah diacara pernikahan dadakan Sinta dan Devin.
Biola dan Keynan tampak tercengang melihat Devin dan Sinta yang akan menikah dadakan pada hari itu juga.
Keynan dan Biola sangat terkejut saat Mama Kania mengatakan kalau Devin dan Sinta digerebek sedang tidur berdua dikamar apartemen Devin dengan tidak mengenakan sehelai benang pun ditubuh mereka. Sehingga pada hari itu juga keduanya langsung dinikahkan.
Mama Kania tampak senang dan berbisik-bisik kepada adik iparnya kalau Sinta adalah wanita yang Mama Kania ingin ia jodohkan kepada Devin.
Terlihat Nyonya Devi menarik nafasnya dengan lega saat mengetahui kalau Sinta gadis baik-baik. Karena Nyonya Devi sangat percaya kepada Kakak Iparnya yang aneh bin ajaib itu kalau Kakak Iparnya itu akan memilihkan menantu yang terbaik untuk anaknya.
"Key, Mama itu mak comblang ya?" Bisik Biola kepada suaminya.
"Mama bukan mak comblang sayang. Dia tuh ratu perjodohan. Aku yakin Devin dan Sinta adalah pasangan yang serasi seperti kita kalau Mama yang jodohin." Balas Keynan sambil berbisik juga tapi dengan cengirannya yang membuat Biola ingin tertawa.
Acara ijab kobul pun berlangsung dengan lancar. Dan kini Sinta dan Devin telah resmi menjadi pasangan suami istri dimata Agama dan mata hukumnya nanti nyusul. Karena mereka nikahnya dadakan.
"Ya Alah, kenapa aku sesial ini dapet istri aneh bin ajaib." Gumam Devin didalam hati.
__ADS_1
"Huwaaa..... Lee min ho ku kenapa jadi titisan lumba-lumba." Tangis Sinta didalam hati.
__________________