Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 117


__ADS_3

Maaf ya guys masih ada adegan kekerasannya. Tapi ini yang terakhir kok. Soalnya diepisode-episode selanjutnya akan berbeda.


Penasaran? Kuy baca ^_^


_________________


Pak Bayu tampak menikmati kesakitan yang Miko alami saat ini.


"Arghhh.... Bayu! Lo iblis!" Teriak Miko dengan nada suara yang melemah karena menahan rasa sakit akibat sengatan listrik dan pukulan dari para anak buah Pak Bayu.


Pak Bayu hanya menatap Miko dengan seringaiannya tanpa memperdulikan teriakan Miko.


"Ya, aku memang iblis. Dan kamu yang telah merubahku menjadi iblis." Ucap Pak Bayu didalam hati sambil menikmati penderitaan yang dirasakan oleh Miko.


Cklek......


Tiba-tiba saja seseorang masuk kedalam ruang tahanan Miko. Pak Bayu tampak mengalihkan pandangannya kearah orang itu sementara anak buahnya masih sibuk menghajar Miko dengan berutalnya.


Pak Bayu membelalakan matanya saat melihat orang yang baru masuk itu yang tak lain adalah Darius. Ia masuk dengan membawa sebuah koper yang entah apa isi didalam.


"Apakah sudah dimulai?" Tanya Darius sambil mengembangkan senyuman iblisnya.


Pak Bayu melirik koper yang dibawa Darius. Sepertinya Pak Bayu sangat hapal apa isi didalam koper yang dibawa Darius.


"Apa kau ingin ikut main?" Tanya Pak Bayu kepada Darius.


Darius tersenyum menatap Miko yang tampak menderita dan kesakitan.


"Mana mungkin aku melewatkan momen-momen yang sangat menyenangkan ini." Jawab Darius dengan seringaian Devilnya.


"Terserah padamu. Karena kamu juga berhak balas dendam. Tapi kamu jangann buat dia mati dengan sangat mudah." Balas Pak Bayu.


"Itu sudah pasti. Mana mungkin aku membiarkannya mati begitu saja." Jawab Darius yang mulai membuka isi didalm kopernya yang semuanya merupakan alat-alat tajam untuk menyiksa Miko.


Pak Bayu menatap perlengkapan yang dibawa Darius dengan tatapan acuhnya. Pak Bayu sekarang sudah terbiasa dan sudah menguatkan hatinya untuk melihat hal-hal sadis dan berbau darah. Karena pekerjaannya memang mengharuskannya untuk melihat hal-hal yang seperti itu.


Miko yang sadar kalau diruangan itu ada Darius pun langsung meminta bantuan kepada Darius tanpa mendengarkan percakapan Darius dan Pak Bayu.


"Tuan Darius tolong saya! Bayu ingin membunuh saya. Kamu harus menolong saya. Bukannya kelompok mafia Angel's heart akan melindungi anak buahnya? Jadi kamu harus selamatkan saya dari laki-laki gila itu." Adu Miko dengan nada suara yang melemah karena terus dihajar tqnpa henti oleh anak buah Pak Bayu.


"Akh...woi! Kalian gak takut sama Tuan Darius. Kenapa kalian masih memukuli gue? Kalian ingin mati hah!" Bentak Miko yang terus dipukuli anak buah Pak Bayu tanpa melihat kearah belakangnya dimana disana ada Darius pemimpin dari kelompok mafia Angel's heart.


"Minggir kalian berdua!" Perintah Darius kepada anak buah Pak Bayu.


Anak buah Pak Bayu pun langsung menghentikan aksinya memukuli Miko dan menjauh dari Miko. Miko yang mendengar ucapan Darius pun langsung tersenyum penuh kemenangan.


"Dasar sampah kalian! Terim...." Baru juga Miko ingin bahagia karena dia pikir Darius menolongnya sehingga dia ingin mengucapkan kata terima kasih kepada Darius.


Namun Miko dikagetkan dengan perlengkapan yang dibawa oleh Darius. Ditambah Darius membawa sebuah benda seperti palu yang lumayan besar kearah Miko dengan seringaian iblisnya.


Miko menelan salivanya dengan kasar. Ia mencoba berpikiran positif kepada Darius yang membawa palu itu.


"Tu...Tuan, Apakah kamu ingin melepaskan rantai ini dengan palu itu?" Tanya Miko dengan gugupnya sambil menahan rasa sakit diseluruh tubuhnya.


"Untuk apa aku melepaskanmu? Aku justru ingin bermain-main dengan tubuhmu. Kau tahu? Kado yang beberapa hari datang kerumahmu itu adalah hadiah dari Bayu tapi akulah yang membuat dan mempercantik isi didalam kado itu. Apa kau menyukainya?" Tanya Darius dengan seringaian iblisnya.


Deg....


Mendengar ucapan Darius membuat jantung Miko seolah-olah berhenti berdetak.


"Itu gak mungkin!" Teriak Miko tak percaya.


"Apa kau ingin melihat rekamannya? Disini aku merekam saat-saat aku bermain dengan tubuh orang yang kamu cintai dengan pisau belati yang aku miliki dan dihari akhirnya aku bermain-main dengan peralatan yang ada didalam koper ku ini." Jawab Darius sambil menunjukan handphonenya lalu menunjuk kearah kopernya.

__ADS_1


Darius memutar video penyiksaannya dan memperlihatkannya kepada Miko. Miko melihat video itu dengan mata yang membelalak. Ia bahkan sampai mendengar suara jeritan Mama Mirna yang sangat menyayat hati.


"TIDAK! JANGAN PUTAR LAGI! KALIAN MEMANG MANUSIA KEJAM!" Teriak Miko sambil menutup matanya dan mengalihkan pandangannya dari ponsel Darius.


Sungguh Miko sangat tidak ingin melihat itu semua. Hatinya sangat sakit seperti diiris-iris oleh pisau yang sangat tajam saat melihat video yang ada dihandphone Darius.


"Kejam kau bilang? Jika kami kejam latas kamu ini apa? Bukannya kamu sering melakukan hal-hal itu kepada keluarga orang lain? Aku hanya meniru apa yang kamu lakukan kepada orang lain. Apakah itu salah? Seharusnya tidak kan? Karena kamu juga telah membunuh Kakakku dan membuat kehidupan keponakanku menderita. Jadi siapa yang kejam disini? Aku hanya memberikan siksaan kepada kalian tapi kalian memberikan penderitaan yang tidak ada habisnya kepada keponakanku dan bahkan kalian dengan teganya membunuh Kakakku dan hampir membuat keponakanku juga ikut terbunuh karena ulah kalian!" Bentak Darius kepada Miko.


Miko mencerna setiap perkataan Darius. Sebenarnya siapa Darius? Apa dulu Miko pernah bermasalah dengan orang seberbahaya Darius? Tapi seingat Miko, dia tidak pernah berurusan dengan orang-orang berbahaya. Apalagi berulusan dengan keluarga dari pimpinan kelompok mafia Angel's heart yang bahkan ditakuti oleh seluruh negara.


"Gue gak pernah berurusan dengan keluarga lo! Jadi mana mungkin gue bisa membunuh keluarga lo." Bentak Miko dengan bahasa kasarnya. Dia tidak mementingkan sopan santun lagi dengan Darius, setelah tahu kalau Darius dan Bayu lah yang telah membunuh orang yang sangat ia cintai.


Darius tampak tersenyum sinis sambil menatap Miko dengan tatapan merendahkan.


"Kakaku Viola Alexa, istri dari Bayu Anggara. Keponakanku adalah Biola Alexa yang sekarang sudah menikah dengan keluarga Kristian. Apa kau ingat?" Tanya Darius yang membuat Miko tercengang saat mendengarnya.


Pak Bayu yang mendengar penuturan Darius pun tampak memasang raut wajah sedihnya. Karena Darius memanggil Viola dan Biola dengan marga keluarga Alexa bukan marga keluarga Anggara.


Tapi apa boleh buat, Pak Bayu cukup sadar diri dengan akan apa yang terjadi dimasa lalu. Selama ini keluarga dari Pak Bayu memang tidak pernah mau mengakui Biola dan Viola masuk kedalam keluarga Anggara. Jadi wajar saja jika saat ini juga keluarga dari istrinya itu tidak mau mengakuinya dan masih memberi marga keluarganya kepada istri dan anaknya. Karena selama ini keluarga Anggara tidak pernah memberikan marganya kepada Biola dan Viola.


Miko menatap Darius dengan tatapan terkejutnya.


"Si....siapa kamu sebenarnya?" Tanya Miko dengan raut wajah kagetnya.


"Siapa aku? Bukannya apa yang aku ucapkan itu sudah jelas? Aku adalah adik dari orang yang kamu bunuh. Dan paman dari seorang anak yang selalu kamu buat kehidupannya menderita dan hampir terbunuh sampai beberapa kali karena rencana jahatmu." Ucap Darius dengan nada tinggi.


Miko tampak terdiam karena tidak percaya dengan apa yang terjadi.


"Ini tidak mungkin." Ucap Miko dengan wajah frustrasinya.


Jadi selama ini ia telah menyerahkan dirinya dan keluarganya kepada orang yang ia pikir bisa melindunginya justru malah yang melenyapkan keluarganya.


"Jadi bukan keluarga Kristian yang melakukannya tapi justru keluarga dari anak pembawa sial itu?" Ucap Miko didalam hati sambil mengepalkan tangan yang diikat rantai dengan kuat.


"Ini semua karena anak pembawa sial itu! Andai waktu bisa gue putar kembali. gue pasti bakalan lakuin segala cara untuk membunuh anak pembawa sial itu!" Ucap Miko didalam hati dengan mata yang menajam.


"Percuma kamu mengutuk didalam hatimu yang busuk itu. Karena sebentar lagi kamu akan mati dalam penderitaan." Ucap Darius yang ingin memulai siksaannya kepada Miko.


Pak Bayu yang tidak ingin melihat Darius yang akan menyiksa Miko dengan sangat sadisnya pun langsung keluar dari ruangan penjara Miko dan menuju keruangannya.


Pak Bayu masih sangat merindukan putrinya dan ingin bersama dengan putrinya kembali. Tapi keadaannya saat ini membuatnya sangat malu untuk bertemu putrinya. Dia yang dulu dengan dia yang sekarang sudah sangat berberbeda.


Pak Bayu yang sekarang begitu sangat kejam dan sadis. Ia sudah berlumuran dosa sehingga membuatnya ragu untuk bertemu dengan putrinya.


Biarlah dia yang menjadi Devil untuk melindungi malaikat kecilnya agar malaikat kecilnya bisa hidup bahagia bersama keluarga barunya yang jauh lebih menyayanginya daripada keluarganya yang dulu.


Disaat Pak Bayu sudah duduk dikursinya tiba-tiba saja salah satu anak buahnya masuk kedalam ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Hosh...... hosh..... Tu... Tuan ini gawat! Sepertinya kita akan melewati badai yang sangat besar." Ucap anak buah Pak Bayu dengan ngos-ngosannya karena berlari-lari mencari keberadaan pimpinan dan wakil pimpinannya.


"APA?!" Teriak Pak Bayu terkejut. Ia bahkan sampai berdiri dari duduknya dan menggebrak mejanya.


"Iya Tuan, kami juga tidak tahu kenapa bisa datang badai tiba-tiba. Padahal sebelum pergi kita telah melihat perkiraan cuaca terlebih dahulu. Didepan ada badai yang sangat besar yang akan menghatam kapal kita. Diamana itu adalah jalur yang akan kita lewati. Ombaknya juga sudah semakin tidak terkendali. Saya takut kalau kapal ini akan karam karena tersapu ombak besar. Ditambah didekat sini hanya ada lautan dan jauh kesebuah pulau. Kapal juga sudah tidak bisa dikendalikan. Ditambah ada sedikit kebocoran dibawah kapal." Jawab anak buah Pak Bayu yang membuat Pak Bayu terkejut bukan main.


Apa-apaan ini? Apa dia akan mati didalam laut? Itulah yang saat ini Pak Bayu pikirkan.


"Cepat panggil bantuan kemarkas besar! Dan suruh mereka membawa semua helikopter yang kita miliki kesini. Pokonya seluruh anggota kelompok mafia Angel's heat harus selamat! Gak peduli mau ada badai ataupun tidak! Mereka harus datang kesini membawa helikopter dan menyelamatkan kita!" Perintah Pak Bayu kepada anak buahnya.


"Baik Tuan!" Jawab anak buah Pak Bayu yang langsung pergi dari ruangan Pak Bayu.


Pak Bayu pun tak tinggal diam. Ia langsung pergi keruangan tahanan Miko untuk memberitahu Darius tentang apa yang akan mereka hadapi.


Sementara Darius sepertinya masih bersenang-senang menyiksa Miko. Miko bahkan sudah menjerit-jerit dengan lirihnya karena siksaan Darius.

__ADS_1


Brak.....


Tiba-tiba saja kapal besar itu berguncang dengan hebatnya. Dan membuat senjata-senjata tajam Darius bergeser dan membentur tembok.


Darius menghentikan siksaannya kepada Miko sambil menatap kesekeliling ruangan itu yang tampak berguncang dengan kuatnya.


"Ada apa ini? Kenapa kapalnya berguncang seperti ini?" Tanya Darius kepada anak buahnya yang tadi disuru Pak Bayu untuk menyiksa Miko.


"Saya akan periksa keluar Tuan!" Jawab anak buahnya dan langsung pergi keluar ruangan itu namun tiba-tiba saja Pak Bayu masuk kedalam ruangan itu dan membuat semua orang terkejut.


Karena dengan kasarnya Pak Bayu membuka pintu dan mengagetkan semua orang yang ada didalam kecuali Miko yang sudah sangat sekarat karena ulah Darius.


Terlihat Pak Bayu tampak sangat kelelahan karena habis berlari dari ruangannya keruang penjara yang cukup jauh dari ruangannya.


"Gawat....hosh...hosh..." Ucap pak Bayu menggantung karena sedang mengambil nafas.


"Ada apa?" Tanya Darius dengan dahi yang mengerut.


"Hosh..... kapal kita terjebak badai. Dibawah sudah ada kebocoran ditambah ombaknya yang sangat besar. Kemungkinan besar kapal kita akan karam karena kapal kita tidak bisa bergerak ditengah-tengah ombak yang besar seperti ini." Jawab Pak Bayu yang membuat Darius kaget.


"Apa? Kenapa bisa seperti ini! Apa sebelum pergi mereka tidak lihat perkiraan cuaca?" Teriak Darius yang sangat kaget dengan penuturan Pak Bayu.


"Aku juga tidak tahu. Tapi kata anak buahku badai ini datang secara tiba-tiba." Jawab Pak Bayu yang membuat Darius kesal.


Dengan cepat Darius mengambil tisu dan mengelap tangannya yang berlumuran darah.


"Apa sudah meminta bantuan kemarkas?" Tanya Darius sambil berjalan terburu-buru keluar ruangan tahanan Miko. Disusul Pak Bayu dan kedua anak buahnya. Mereka bahkan sampai melupakan Miko yang sangat sekarat dengan kaki yang hanya tersisa satu karena ulah Darius.


"Kita sudah meminta bantuan dan sepertinya mereka akan tiba dalam waktu setengah jam dengan menggunakan kecepatan penuh. Mengingat lokasi kita yang sudah sangat jauh dari bibir pantai." Jawa Pak Bayu yang membuat Darius frustasi.


"Sial! Perintahkan semuanya untuk mengulur waktu sebisa mungkin sampai bantuan datang! Kita harus mempertahankan kapal ini agar kapal ini tidak karam secepatnya." Perintah Darius kepada kedua anak buahnya yang mengikutinya dari ruangan tahanan Miko.


"Baik Tuan!" Jawab mereka serempak dan mulai berlari kearah nahkoda kapal.


Semua anggota kelompok mafia Angel's heart tampak berbondong-bondong mempertahankan kapal agar kapal tidak karam dan tersapu ombak. Semuanya tampak berusaha sekuat tenagga untuk mengulur waktu.


Setengah jam pun sudah berlalu dan munculah segerombolan helikopter yang sangat banyak dari arah kejauhan. Mereka juga tampak sedang melawan badai yang mempersuli penerbangan helikopter itu. Tapi untungnya helikopter itu dikemudikan oleh orang-orang yang sangat ahli dan tidak bisa lagi diragukan kemampuannya untuk mengemudikan sebuah pesawat terbang termasuk helikopter.


"BANTUAN TELAH DATANG.....!!" Teriak salah satu anggota kelompok mafia Angel's heart saat melihat segerombolan helikopter itu.


Teriakan itu membuat semua orang mengirup nafasnya dengan lega.


"AYO SEMUANYA NAIK KE HELIKOPTER DAN TINGGALKAN KAPAL INI..!!" Perintah Pak Bayu kepada seluruh anggota kelompok mafia Angel's heart. Karena kapal besar itu sebentar lagi akan karam. Mengingat banyaknya kebocoran dan ombak besar yang sangat sulit untuk mereka hindari.


Semua kelompok mafia Angel's heart mulai naik keatas helikoter dengan tangga yang diturunkan dari atas helikopter.


"Cepat naik semuanya! Kami tidak bisa menahan badainya terlalu lama! Badainya cukup kuat." Teriak pilot dari atas helikoter.


Semua orang pun mulai naik keatas helikopter yang berjejer begitu banyaknya. Karena anggota mafia Angel's heart yang berada didalam kapal itu juga sangat banyak dan hampir setengahnya dari keseluruhan anggota kelompok mafia Angel's heart.


Setelah beberapa menit berusaha menaiki helikopter, akhirnya semua anggota Angel's heart berhasil diselamatkan kecuali Miko yang masih diikat didalam ruangan penjara menggunakan rantai.


Kapal besar itu akhirnya tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Setelah semua orang berhasil diselamatkan kecuali Miko, kapal besar itu akhirnya tersapu ombak yang sangat besar dan jatuh kedasar laut.


Semua helikopter itu juga berusaha menghindari badai dan muai menjauh dari tempat itu.


"Akhirnya kita semua bisa selamat..." Ucap Darius sambil menghembuskan nafasnya dengan lega.


"Ya, tapi tidak untuk dia." Jawab Pak bayu.


Darius tampak menyunggingkan senyumannya dan menatap lautan yang mulai tenang karena mereka telah menghindari badai yang besar itu.


"Kau benar. Padahal aku belum puas bermain-main dengan tubuhnya. Aku masih ingin menyiksanya lebih dan lebih tapi sayangnya dia harus mati didalam lautan yang luas ini seorang diri." Jawab Darius dengan nada kesalnya.

__ADS_1


Sungguh bencana alam ini hampir saja merenggut nyawanya dan setengah dari Anggora kelompok mafia Angel's heart.


__ADS_2