
Biola dan Keynan menatap Mama Kania dan Pak Raihan yang tampak ribut-ribut dimeja makan dari arah kejauhan.
"Ma, jangan diberitahu sekarang. Tunggu sampai Keynan pergi kekantor ya." Ucap Pak Raihan yang melarang istrinya untuk memberitahu Keynan tentang keluarga Alexa. Kalau Keynan sampai tahu bisa-bisa dia akan mengamuk.
"Gak pa, kita harus beritahu Keynan juga. Masa hanya beritahu Biola." Tolak Mama Kania dengan lantangnya.
"Ya gak apa-apa lah Ma. Biola aja yang kita beritahu, Keynan jangan. Lagian kan yang pingsan dan ditarik-tarik itu kan mantu kesayangan Mama." Jelas Pak Raihan dengan wajah memelasnya.
"Tapi Pa... ...."
"Kalian sedang ributin apa pagi-pagi gini?" Tanya Keynan yang sudah sampai dimeja makan bersama Biola.
Tampak Pak Raihan yang gelagapan sementara Mama Kania tampak biasa-biasa saja.
"E...enggak kok, kalian sarapa aja. Kami gak lagi bicarain apa-apa." Elak Pak Raihan dengan gugupnya.
Mama Kania memutar bola matanya malas dengan tangan yang ia lipat didadanya. Dengan kesalnya Mama Kania ingin angkat bicara namun Pak Raihan membungkam mulut istrinya dengan telapak tangannya.
"Gini lo Key, Bi. Nanti kelu..... ...emmm..." Dengan cepat Pak Raihan membungkap mulut Mama Kania dengan raut wajah paniknya.
Mama Kania menatap suaminya dengan bola matanya yang membulat karena tiba-tiba mulutnya dibungkam oleh tangan suaminya.
Biola dan Keynan sangat kaget pada saat mereka melihat Pak Raihan yang selalu takut dengan Mama Kania tiba-tiba membungkam mulut Mama Kania dengan raut wajah paniknya.
"Pa Ma, kalian ini kenapa? Pagi-pagi udah aneh aja." Tanya Keynan dengan dahi yang mengerut.
"E...enggak kok. Kami biasa-biasa aja. Kalian sarapan aja duluan. Papa dan Mama mau pergi berdiskusi sebentar." Ujar Pak Raihan sambil menyeret Mama Kania yang terus memberontak karena tidak mau ikut bersama suaminya.
"Mama sama Papa kenapa si Key? Kok mereka pagi ini aneh banget?" Tanya Biola sambil menatap suaminya.
Keynan menatap Mama dan Papanya sampai mereka hilang ditelan kamar. Karena Mama Kania dan Pak Raihan masuk kamar hehe...
"Gak tahu. Papa juga enggak biasa-biasanya berani sama Mama. Mereka aneh banget." Jawab Keynan sambil mengangkat bahunya.
Keynan menatap istrinya yang tampak heran dan belum duduk dikursinya.
"Udahlah mereka biarin aja. Mereka udah biasa aneh-aneh. Sekarang kita sarapan aja ya. Kamu duduk dikursi dulu. Aku akan buatkan susu ibu hamil sekarang." Ucap Keynan lembut namun bagaikan bencana bagi Biola.
"Aku gak mau minum susu. Rasanya enek." Tolak Biola sambil menutup mulutnya rapat-rapat dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Keynan memutar bola matanya malas. Karena setiap pagi dia masih muntah-muntah ditambah dia masih tidak terlalu terbiasa dengan aroma tubuh Devin yang menurutnya bau. Tapi itu tidak sesering dulu dan tidak sampai membuatnya muntah karena Devin dilarang oleh Keynan untuk memakai parfum atau sesuatu yang berbau wangi apapun.
Sebenarnya Keynan melarang Devin mengenakan apapun yang berbau wangi saat dia akan bertemu dengan Keynan termasuk bau dari deodoran. Bisa dipastikan Devin sangat bau pada saat jam makan siang.
Keynan juga akan mengidamkan hal-hal aneh dan diluar nalar yang semuanya berkaitan dengan anak perempuan. Jadi wajar-wajar saja jika Keynan selalu menebak kalau anaknya itu adalah anak perempuan.
"Kan aku yang muntah sayang. Kamu palingan bakal ngerasa eneknya doang tapi gak sampai muntah. Seharusnya kamu bersyukur karena aku yang merasakannya bukan kamu." Ingin sekali Keynan mengatakan kata-kata itu tapi dia tak akan berani mengatakan kata-kata itu kepada istrinya. Bolehkah Keynan perotes? maka jabawannya tidak.
"Kamu duduk aja ya sayang. Aku bakal buatin susunya untukmu seperti biasanya." Ujar Keynan dengan senyuman hangatnya yang bagaikan senyuman devil dimata Biola.
Keynan menekan bahu istrinya supaya istrinya itu mau duduk dikursinya.
"Tapi aku gak mau minum susu. Rasanya gak enak." Tolak Biola dengan mata berbinarnya.
Shit... dia selalu bisa membuat Keynan tak berdaya dengan mata berbinarnya. Keynan selalu luluh dan mengiyakan setiap permohonan Biola yang tidak mausuk diakal saat melihat mata berbinar istrinya.
Tapi kali ini Keynan harus bisa menahan perasaan itu. Ia tidak bisa membiarkan istrinya bolos minum susu. Ini demi kebaikan istrinya dan anaknya.
"Gak! Kamu duduk tenang disini dan tunggu susunya datang." Tolak Keynan yang membuat Biola murung.
"Gak enak..." Gumam Biola sambil menundukan kepalanya layaknya anak kecil yang permintaannya tidak dikabulkan.
Keynan dengan gemasnya menepuk-nepuk kepala istrinya lembut.
"Tunggu ya Mom." Ujar Keynan lembut sambil terkekeh dan berlalu kedapur untuk menyiapkan segelas susu ibu hamil untuk istri tercintanya yang sudah biasa ia lakukan setiap pagi dan malam hari semenjak Biola hamil.
Keynan melihat dapur yang tampak ramai dengan para pelayan yang sedang sibuk membereskan perabotan dapur dan itu membuat Keynan kesal.
Ehemm.....
Deheman Keynan sambil mengepalkan tangannya didepan mulutnya dan berdiri diambang pintu dapur. Seketika membuat seluruh pelayan yang sedang bergosip ria dan berbicara tak jelas sambil membereskan dapur itu terdiam.
Mereka menatap asal suara itu dengan tubuh mereka yang bagaikan patung seolah-olah waktu terhenti detik itu juga.
Keynan menatap setiap pelayannya yang tampak terkejut saat melihat Keynan yang sering masuk dapur akhir-akir ini. Meski para pelayan itu sering melihat Keynan masuk dapur dan membuatkan susu ibu hamil untuk istrinya pada saat pagi dan malam hari tapi tetap saja itu selalu membuat mereka terkejut.
"Lagi dan lagi aku melihat mereka terkejut pada saat aku masuk dapur. Apa ada yang aneh jika aku masuk dapur? Mereka tampak seperti sedang melihat hantu saja." Gerutu Keynan didalam hati sambil menatap tajam kearah para pelayan itu.
"Kalian pergi dari dapur ini seperti biasanya sekarang juga!" Perintah Keynan dengan nada dinginnya kepada para pelayannya.
"Ba....baik Tuan Muda!" Jawab mereka serempak sambil kocar-kacir keluar dari dapur itu.
Setelah dapur kosong Keynan tampak celangak-celinguk menatap sekitar ruangan lalu setelah dirasa aman Keynan langsung menutup dan mengunci pintu dapur.
Keynan mengeluarkan suatu benda dari kantong celananya. Benda itu merupakan masker yang selalu ia pakai saat membuat susu ibu hamil untuk istrinya. Ia dengan sigapnya memasangkan masker itu diwajahnya.
__ADS_1
Keynan memakai masker bukan karena dia alergi debu atau pun karena dia tidak suka aroma didapurnya. Tapi dia memakai masker karena ia tak kuat harus mencium bau suau ibu hamil yang akan ia buat untuk istrinya. Ia selalu muntah-muntah saat membuat susu buat istrinya. Jadi Keynan selalu memakai masker agar ia tidak bisa mencium bau dari aroma susu ibu hamil yang ia buat.
Dan jika itu sampai ketelinga istrinya maka dengan senang hati Biola kan punya alasan untuk menolak meminum susu ibu hamilnya.
Keynan tidak bisa membiarkan itu terjadi makannya dia rela menahan bau dari susu itu agar istrinya bisa minum susu ibu hamil tanpa ada penolakan.
Dengan telatennya Keynan mengambil susu ibu hamil rasa vanila dan membuat susu itu dengan sedikit menjauhkan tubuhnya dari susu yang ia aduk didalam gelas.
"Ah, sial! Enek banget gue. Ini kenapa bau susunya enek bangenget si. Rasanya pengen muntah aja gue. Tapi gue harus kuat demi istri dan anak gue." Ucap Keynan sambil mengaduk susu milik istrinya dengan mata berair karena menahan rasa ingin muntah.
Setelah susunya jadi, Keynan menaruh susu itu diatas nampan. Lalu Keynan melepas maskernya dan mengambil tisu yang ada didapur untuk menghapus keringat dan air matanya yang mengalir karena Keynan menahan rasa ingin muntahnya.
Keynan sering melakukan itu karena ingin membuatkan susu ibu hamil untuk istri tercintanya agar istri tercintanya itu mau meminum susu Ibu hamilnya.
"Fiuh.... akhirnya jadi. Sungguh hanya membuat susu saja aku sangat repot. Namun apalah daya ini semua demi istri dan anakku." Ucap Keynan sambil tersenyum dan mengusap keringatnya. Keynan membawa nampan itu menuju meja makan.
Nampak istrinya itu sedang manyun dan menyangga dagunya dengan kedua tanganya diatas meja makan.
Dengan senyuman lebarnya Keynan menghampiri istrinya.
"Susunya jadi....!" Teriak Keynan dari arah dapur yang membuat Biola menegang dan duduk dengan tegak karena kaget mendengar kata Susu.
"Ayo minum sayang." Ujar Keynan sambil menyodorkan segelas susu rasa Vanila kearah istrinya.
"Key jauhin itu enek banget!" Ujar Biola sambil mendorong susu itu mendekati Keynan. Dengan sigapnya Keynan membuang wajanya kesamping saat susu itu sudah dekat dengan dirinya.
"Key, lo harus kuat. Lo harus bisa nahan rasa ingin muntah lo demi istri lo yang susah minum susu." Ujar Keynan didalam hati.
Keynan kembali menyodorkan gelas berisis susu ibu hamil itu kearah istrinya.
"Minum sayang ini demi kesehatanmu dan anak kita." Ujar Keynan dengan lemah lembutnya.
"Tapi aku gak suka." Jawab Biola dengan wajah memelas.
"Suka gak suka, mau gak mau kamu tetap harus minum. Pokoknya aku gak mau dengar kata penolakan lagi." Ucap Keynan dengan nada tegasnya.
"Baiklah tapi kamu juga harus minum! Aku mau tahu, kamu juga harus merasakan apa yang aku rasakan " Ucap Biola dengan wajah tanpa dosanya.
Keynan menggerutu didalam hati. Ia bingung harus melakukan apa.
"Tapi kan ini susu untuk ibu hamil sayang. Masa aku harus minum susunya, kan aku laki-laki dan aku gak hamil." Ucap Keynan dengan tersenyum terpaksa.
"Kalau begitu kamu aja yang hamil. Pasti kamu akan terlihat seperti badut. Hahaha..." Ujar Biola sambil tertawa terbahak-bahak.
"Mesum!" Kesal Biola sambil melipat tangannya didada.
"Mesum-mesum gini juga kamu menikmatinya. Makannya cepet hapus hukumanmu sayang kalau enggak kamu gak akan merasakannya lagi." Goda Keynan yang membuat wajah Biola memerah seperti kepiting rebus.
"Gak akan! Hukumanmu tetap berlaku." Tolak Biola dengan malu-malu.
"Kalau begitu minum susu nya maka aku gak akan minta hukumanku dicabut." Ujar Keynan yang membuat Biola menatap susu yang disodorkan Keynan dengan tatapan horornya.
"Kalau gak mau minum nanti malam kamu diatas." Lanjut Keynan dengan seringaian devilnya.
"Gak nyambung ya!" Protes Biola.
"Nyambung gak nyambung aku pasti sambungin." Jawab Keynan yang membuat Biola tercengang.
"Udah ni minum. Aku gak mau dengar penolakan lagi." Lanjut Keynan sambil meletakan susu itu dihadapan Biola.
"Kamu minum dulu." Pinta Biola dengan mata berbinarnya lagi.
"Aku kan udah bilang aku laki-laki. Masa aku minum susu ibu hamil." Tolak Keynan dengan paniknya.
Biola memonyongkan bibirnya beberapa centi sambil menatap gelas yang berisis susu ibu hamil itu.
Keynan yang melihatnyapun membuang nafasnya dengan kasar.
"Huh.... derita apa lagi ini." Keluh Keynan didalam hati.
"Baiklah, tapi setelah aku meminum susunya maka kamu juga harus minum." Pasrah Keynan.
Biola tampak tersenyum dan mengangguk dengan cepat.
Dengan cepat Keynan meminum susu yang ia buat untuk istrinya sedikit.
Gluk...gluk...
Hanya dua teguk dan Keynan sudah merasakan perasaan enek yang luar biasa. Namun apalah daya. Dia hanya bisa menahannya sampai istrinya meminum susunya.
Tak...
Keynan menaruh gelas itu dihadapan istrinya dengan wajah pucatnya.
"Sudah kan, ayo cepat minum susunya." Ujar Keynan dengan tersenyum terpaksa dan membuat Biola tersenyum ceria.
__ADS_1
"Itu baru suami baik." Ujar Biola sambil meminum susunya sampai habis dan ia letakan kembali diatas meja.
Dengan perasaan mual yang ia tahan-tahan sedari tadi akhirnya Keynan izin kekamar mandi karena mules padahal mau muntah.
"Sayang, aku kekamar mandi dulu ya. Perutku mules!" Teriak Keynan sambil berlari kearah kamar mandi dan membuat Biola kebingungan.
"Kenapa dia?" Gumam Biola sambil menatap suaminya heran.
Tak lama kemudian datanglah Mama Kania dan Pak Raihan dengan wajah Pak Raihan yang tersenyum lebar dan Mama Kania yang muram.
"Ma, inget loh jangan beri tahu Keynan. Kita hanya akan memberitahu Biola." Bisik Pak Raihan sambil berjalan kearah meja makan.
"Iya, berisik!" Jawab Mama Kania ketus. Karena diancam oleh Pak Raihan.
Pak Raihan akan mengancam Mama Kania jika Mama Kania memberitahu Keynan maka Pak Raihan akan mengurangi uang bulanan untuk berbelanja Mama Kania ditambah Pak Raihan tidak akan mengizinkan Mama Kania untuk pergi ke tempat arisan lagi. Itu artinya Mama Kania tidak akan bisa bergosip lagi dengan teman-temannya.
"Eh sayang, Key nya mana?" Tanya Mama Kania yang melihat Biola sedang sarapan seorang diri dimeja makan.
"Key nya lagi kekamar mandi Ma. Katanya si sakit perut." Jawab Biola sambil melanjutkan memakan sarapannya lagi.
"Sakit perut? Ada-ada aja tu anak." Jawab Mama Kania sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Oh ya Bi, nanti setelah sarapan dan setelah Keynan pergi kekantor kita ngobrol sebentar ya." Ujar Pak Raihan sambil tersenyum dan memakan sarapnya.
"Ngobrola apa Pa?" Tanya Biola dengan dahi yang mengerut.
"Ada deh, tapi suamimu jangan dikasih tahu ya." Jawab Pak Raihan yang membuat Biola kebingungan tapi dia hanya bisa mengangguk.
"Baiklah Pa." Jawab Biola pasrah.
Mama Kania masih manyun saat menatap suaminya. Sementara Pak Raihan hanya cengengesan menatap tingkah istrinya.
Setengah jam kemudian Keynan baru muncul dari arah kamar mandi dengan wajah lesunya dan jasnya yang acak-acakan.
"Key kok lama?" Tanya Biola sambil mendekati suaminya yang sempoyongan.
"Gak apa-apa kok sayang. Tadi aku hanya terlalu mules." Jawab Keynan dengan memaksakan senyuamannya.
"Bener?" Tanya Biola tak percaya tapi diangguki oleh Keynan.
"Ya udah sarapan dulu biar punya tenaga pas kerjanya." Ujar Biola sambil menarik tangan suaminya kearah meja makan.
"Gak sayang! Ini udah siang. Nanti aku sarapan diakntor aja." Tolak Keynan.
"Ya udah kalau begitu aku siapin bekel untukmu aja ya. Kamu jangan makan sembarangan nanti perutmu sakit lagi." Jawab Biola yang dianghuki oleh Keynan.
Biola pun dengan telatennya menyiapkan bekal sarapan pagi untuk suaminya.
Biola menyodorkan bekal sarapan pagi untuk suaminya. Keynan menyengitkan alisnya saat melihat bekal sarapan pagi miliknya.
"Ini apa?" Tanya Keynan sambil menunjuk botol minuman yang berbentuk doraemon yang disodorkan oleh Biola berbarengan dengan bekal sarapan paginya.
"Minuman untuk kamu minum." Jawab Biola dengan wajah polosnya dan mendapat gelak tawa dari Mama Kania dan Pak Raihan.
"Sayang, aku bukan anak kecil. Jadi kamu gak perlu bekelin aku minuman. Apalagi botolnya kayak gini. Lagian dikantorku ada air kok sayang." Jawab Keynan dengan wajah memelasnya.
"Maaf aku gak tahu. Lagian didapur cuma ada botol air ini. Jadi aku pakek aja. Aku takut kamu kehausan." Jawab Biola jujur dengan wajah bersalahnya.
Keynan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Sungguh sejak Biola hamil Keynan sering mendapatkan imbasnya.
Biola yang hamil tapi Keynan yang muntah dan ngidam. Ditambah sifat Biola yang berubah-rubah layaknya anak kecil, orang dewasa, remaja labil dan lain-lain. Bahkan sejak Biola hamil, Keynan jarang melihat sifat patung es yang dimiliki oleh istrinya dulu.
"Ya udah sini biar aku bawa aja. Makasih ya sayang." Keynan mengambil bekal makan siangnya dan botol minuman yang berbentuk doraemon itu dari tangan Biola.
"Gak! Minumannya gak usah dibawa." Biola menarik botol minuman itu dari tangan suaminya.
"Gak apa-apa kok sayang. Biar aku bawa aja. Karena aku mau makan didalam mobil. Kan didalam mobil gak ada air." Jawab Keynan sambil mengambil botol minuman berbentuk doraemon itu dari tangan istrinya. Sungguh Keynan tidak bisa melukai perasaan istrinya barang secuilpun.
Biola yang mendengar penjelasan dari suaminyapun hanya tersenyum dengan imut nya.
"Aku berangkat dulu ya." Keynan mencium kening istrinya dan mengusap kepala istrinya gemas.
"Mmm... hati-hati dijalan. Sarapannya jangan lupa dimakan." Jawab Biola sambil tersenyum dan menyalimi tangan suaminya.
Keynan pun berangkat kekantornya dengan menjinjing bekal sarapan paginya dan sebotol minuman berbentuk doraemon.
Jangan tanyakan kenapa botol minuman itu ada didalam kediaman keluarga Kristian yang sangat kaya, karena botol itu merupakan salah satu botol minuman koleksi Mama Kania untuk dirumahnya.
Mama Kania dan pak Raihan tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah pasrah anak mereka. Mama Kania sangat bersyukur karena dia suka mengoleksi berbagai jenis botol minuman lucu itu. Mama Kania tidak menyangka kalau anaknya itu akan membawa salah satu koleksi botol minuman lucunya.
____________________
Hai guys sampai disini dulu ya. Dan maaf karena up nya belum teratur 😊
Jangan lupa like, komen dan taman-temannya hehehe.....
__ADS_1