Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 74


__ADS_3

"Kalian habis dari mana?" Tanya Pak Raihan yang melihat anaknya dan menantunya beru pukang tengah malam.


"Kami habis kencan." Jawab Keynan dengan cengirannya dan mendapat tatapan tajam dari Biola.


"Ya udah Key, kamu ikut Papa. Papa mau bicara sama kamu." Ucap Pak Raihan sambil berlalu keruang bacanya dan meninggalkan kebingungan untuk Keynan dan Biola.


"Apa yang mau Papa bicarakan?" Tanya Biola kepada Keynan.


"Aku juga tidak tahu sayang. Kamu masuk ke kamar, gosok gigi, mandi terus tidur jangan nunggu aku. Aku gak mau kamu kelelahan." Perintah Keynan sambil mencium pipi istrinya dengan gemasnya sebelum pergi menyusul Pak Raihan.


"Is laki mesum." Gumam Biola sambil menyunggingkan senyumannya dan menyentuh pipinya yang dicium oleh Keynan.


•••••


"Pah! Papa mau ngomong apa? Kenapa kelihatan serius begitu?" Tanya Keynan sambil duduk saling berhadapan dengan Papanya.


"Mirna dan anaknya telah ditemukan." Jawab Pak Raihan to the point.


Keynan membelalakan matanya tak percaya. Emosinya tiba-tiba memuncak saat mendengar nama Mama Mirna dan Mona.


"Dimana mereka?!" Tanya Keynan dengan nada tinggi.


"Mereka ada di Inggris." Jawab Pak Raihan yang membuat Keynan membelalakan matanya.


"Inggris?" Ulang Keynan sambil menatap Pak Raihan untuk meminta kepastian.


"Iya, mereka sepertinya bersembunyi di sana." Jawab Pak Raihan dengan santai tapi tersirat sedikit kekhawatiran diraut wajah paruh bayanya.


Keynan langsung berdiri dan merogoh ponselnya yang berada disaku celananya untuk menghubungi anak buahnya. Dia sudah sangat kesal dengan Ibu dan anak itu. Keynan sangat ingin membalas perbuatan kejam Ibu dan anak itu yang sudah membuat Biola menderita dan hampir merusak rumah tangganya.


Pak Raihan yang menyadari itu segera menghentikan Keynan untuk menelepon anak buahnya.


"Tunggu Key! Papa belum selesai berbicara." Cegah Pak Raihan.


Keynan pun menurunkan tangannya yang hendak menelepon anak buahnya.


"Bicara apa lagi Pah! Aku harus membalas semua perbuatan keji Ibu dan anak itu. Kita sudah membiarkan mereka bebas diluaran sana terlalu lama. Aku tidak mau musuhku hidup dengan bebas setelah apa yang telah mereka lakukan kepadaku dan khususnya istriku Biola." Ucap Keynan dengan mata yang menajam.


"Iya Papa tahu apa yang kamu rasakan. Tapi ini penting Key!" Bentak Pak Raihan.


Keynan menghembuskan nafasnya dengan kasar dan kembali duduk berhadapan dengan Papanya.


"Baiklah Pah. Apa yang masih ingin Papa bicarakan?" Tanya Keynan pasrah.


"Seperti yang kita ketahui kalau pacar Mama Mirna atau Ayah kandung Mona itu merupakan seorang psikopat yang sering keluar masuk penjara. Dia sudah terjun kedunia kegelapan sudah sangat lama jadi tak heran jika dia mengenal beberapa kelompok mafia." Jelas Pak Raihan bertele-tele.


"Maksud Papa?" Tanya Keynan dengan dahi yang mengerut karena mencerna setiap ucapan Papanya.


"Ayahnya Mona yang bernama Miko itu mengenal salah satu, ah tidak! Maksud Papa, dia mengenal kelompok mafia yang paling besar dan paling ditakuti diseluruh negara. Miko sepertinya meminta bantuan kepada kelompok mafia itu untuk menyembunyikannya dan keluarga kecilnya sehingga kita susah untuk melacaknya. Kelompok mafia itu adalah kelompok mafia paling sadis dan tidak pernah berbelas kasih. Entah bagai mana Miko bisa mengenal mereka. Yang pasti keluarga kita tidak bisa berurusan dengan kelompok mafia itu." Jelas Pak Raihan yang membuat Keynan mengepalkan telapak tangannya karena menahan emosi.


"Sial! Jadi apa yang harus aku lakukan Pah? Aku tidak mau membiarkan Ibu dan anak murahan itu hidup dengan bebas." Tanya Keynan dengan dipenuhi emosi.


"Papa sudah mengirimkan mata-mata untuk mengawasi mereka. Kita akan cari waktu yang tepat untuk membalas setiap perbuatan mereka tanpa menyinggung kelompok mafia itu." Jelas Pak Raihan yang berusaha menenangkan Keynan.


Keynan mengembuskan nafasnya dengan kasar untuk yang kedua kalinya.


"Aku akan menunda lagi penerbanganku ke Inggris sampai mereka tertangkap dan diberikan pelajaran yang setimpal untuk setiap kejahatan yang mereka perbuat." Ucap Keynan sambil mengepalkan telapak tangannya.


"Itu yang ingin Papa dengar darimu." Ucap Pak Raihan sambil menepuk bahu putranya.


•••••


Keynan membuka pintu kamarnya dengan perlahan karena takut istrinya sudah tidur. Keynan melihat kearah kasur dimana istrinya sedang berbaring.

__ADS_1


Keynan tersenyum saat melihat istrinya sudah tertidur dengan pulas. Keynan mendekati kasur dimana istrinya tertidur. Dia mengusap kepala istrinya pelan sambil menatap istrinya dengan penuh cinta.


"Tunggulah sebenatar lagi. Kita pasti akan menempati kastil impian kita. Tapi tidak untuk sekarang. Aku perlu mengurus Ibu dan anak itu terlebih dahulu. Aku tidak bisa membiarkan seorang musuhpun berkeliaran dengan bebasnya. Aku takut mereka akan berbuat sesuatu yang buruk kepada keluarga kecil kita." Ucap Keynan lalu mencium kening istrinya dan berlalu kekamar mandi.


Setelah 20 menit kemudian Keynan keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian tidurnya. Dia mendekati kasur dan berbaring disebelah istrinya.


Tapi karena goncangan yang ditimbulkan oleh Keynan membuat Biola terbangun sambil mengucek matanya.


"Emm... kau sudah selesai bicara sama Papa?" Tanya Biola sambil mengucek matanya.


Keynan menatap istrinya yang sudah terbangun. Keynan menarik istrinya kedalam pelukannya dan membenamkan kepala istrinya dipelukannya.


"Sudah, ayo kita tidur." Jawab Keynan sambil mengelus-ngelus kepala Biola dengan lembut.


Biola menatap suaminya itu dengan tatapan aneh plus heran. Karena biasanya suaminya itu suka mengganggu tidurnya hanya untuk meminta jatah setiap malamnya. Tapi entah dapat hidayah dari mana Keynan malam ini tidak meminta jatahnya dan malah mengajaknya untuk tidur.


Entah Biola yang berpikiran mesum atau suaminya yang tiba-tiba berubah menjadi lebih dan tambah perhatian.


"Tumben gak minta jatah. Biasanya juga pas aku udah tidur nyenyak dia gerayangin tubuh aku. Itu sepertinya sudah menjadi kebiasaannya sejak malam pertama." Pikir Biola sambil mendonggakan kepalanya untuk menatap suaminya yang sedang menutup matanya.


"Udah jangan dilihatin mulu. Aku tahu aku ganteng. Nanti kamu gak bisa tidur karena terus terpesona dengan wajah ganteng suamimu ini." Ucap Keynan dengan PD nya tapi masih dengan mata yang tertutup.


Biola menggerutu dengan kesalnya saat mendengat ucapan suaminya. Bisa-bisanya Keynan tahu kalau Biola menatapnya padahal dia sedang menutup matanya.


Keynan membuka matanya dan menatap kepala istrinya yang ada didada bidang miliknya karena wajah Biola sudah Biola sembunyikan didada bidang miliknya lagi saking kesalnya mendengar ucapan Keynan.


Keynan menganggkat dagu istrinya dan menatap setiap inci dari wajah istrinya.


"Kenapa si? Apa karena aku gak ngasih kamu jatah malam ini?" Tanya Keynan yang membuat Biola membelalakan matanya.


"Enak aja aku gak pernah minta jatah. Orang kamu yang setiap malam gangguin aku karena ingin minta jatah. Aku hanya heran aja karena kamu malam ini nyuruh aku tidur padahal tiap malam selalu minta jat..... .... ups!!" Ucap Biola keceplosan dan mengutarakan semua yang mengganjal dihatinya.


Dengan cepat Biola menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya dan memalingkan wajahnya dari wajah suaminya sambil mengerutuki dirinya sendiri.


Keynan menyunggingkan senyumannya dan mempererat pelukannya dipinggang ramping istrinya.


"Kata siapa aku mau! Aku hanya bilang heran aku gak bilang mau itu." Kesal Biola sambil mengerucutkan bibirnya.


"Iya, iya... aku yang mau jadi apa kamu sudah siap untuk bertempur malam ini?" Tanya Keynan menggoda istrinya.


Kini Keynan telah berpindah posisi diatas tubuh istrinya dan siap memangsa istrinya.


"Dasar mesum!!" Kesal Biola tapi dihatinya merasa senang. Entah kenapa dia sangat ingin mendapat sentuhan hangat dari suaminya untuk malam ini.


Keynan mulai mendekati wajah istrinya dan mencium bibir istrinya dengan penuh kelembutan. Biola pun membalas ciuman suaminya.


Keynan mulai menurunkan ciumannya keleher jenjang istrinya.


Tetot.........  adegan panasnya diskip aja ya guys. Soalnya authornya masih polos takut dosa 😂


Kalian bisa bayangin aja sendiri apa yang Keynan dan Biola lakukan wkwkwk....


••••••••


Mentari telah menunjukan wajahnya dan mengusir kegelapan yang menyelimuti dunia.


Suara merdu kicauan burung menyambut datangnya sinar mentari.


Perlahan sinar mentari itu masuk kecelah-celah tirai yang menutupi jendela dan sedikit memberikan sinarnya kedalam kamar yang terlihat sangat gelap dan sangat berantakan dengan pakaian yang berserakan dimana-mana.


Biola mulai membuka matanya karena terusik oleh sinar mentari yang tembus kecelah-celah gorden. Biola menggeliatkan tubuh polosnya  dan merasakan sakit diseluruh tubuhnya.


"Sial! Seluruh tubuhku sakit. Keynan tadi malam terlalu bersemangat. Kalau tau bakal jadi gini mending tadi malam pas Keynan suruh aku tidur aku pasti akan langsung tidur dengan nyenyaknya." Gerutu Biola saat merasakan tubuhnya yang sakit-sakit dan pegal-pegal.

__ADS_1


Keynan mengerjap-ngerjapkan matanya dan melihat istrinya yang sudah menggerutu karena merasakan sakit disekujur tubuhnya.


Keynan terkekeh saat melihat tingkah istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan.


Dengan cepat Keynan duduk dari tidurnya dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Kenapa si pagi-pagi udah manyun aja?" Tanya Keynan sambil menyandarkan kepalanya di bahu istrinya.


"Ini semua gara-gara kamu." Kesal Biola dengan bibir yang mengerucut beberapa centi.


"Kan tadi malam kamu yang ngasih kode minta jatah jadi aku dengan senang hati dan penuh semangat melayanimu Tuan Putri kecilku." Ucap Keynan dengan tenangnya dan mendapat pelototan dari istrinya.


"Sudah ku bilang aku gak minta jatah!!" Teriak Biola sambil mendorong tubuh suaminya yang memeluknya.


BRUUKKK...


Keynan yang didorongpun terjungkal kelantai dengan tubuh polosnya. Biola yang melihatnyapun segera memalingkan wajahnya.


"Mataku ternodai." Gumam Biola sambil menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.


"Awww.... sakit! Kamu jahat banget si yang." Gerutu Keynan sambil mengusap-ngusap kepalanya yang sedikit kejedot lantai.


"Habisnya kamu ngeselin." Ucap Biola masih menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.


Keynan yang melihat tingkah istrinya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Karena Biola sudah lama melihat tubuhnya yang polos tapi masih saja suka malau-malau kocheng.


Keynan berdiri dari lantai dan berusaha membuka telapak tangan Biola yang menutupi mata Biola.


"Lepas! Kamu harus terbiasa melihat aku telanjang." Ucap Keynan yang berusaha membuka telapang tangan Biola.


"Enggak! Kamu mesum. Sana pergi!" Usir Biola sambil mempererat telapak tangannya yang menutupi matanya.


"Mesum-mesum gini kan sama istri sendiri." Balas Keynan tak mau kalah.


Keynan terus menarik tangan Biola sementara Biola mempererat tangannya yang menutupi matanya.


Akhitnya yang kalah adalah Keynan dan dengan kesalnya Keynan masuk kedalam kamar mandi.


"Kali ini aku mengalah. Tapi lain kali kamu harus terbiasa lihat aku telanjang saat kita gak ngelakuin itu." Ucap Keynan penuh penekanan sebelum masuk kekamar mandi.


"Gak mau punyamu kecil!" Ucap Biola nyolot yang membuat Keynan membelalakan matanya.


"Kecil?" Gumam Keynan tak percaya.


Keynan langsung mengambil handuk dan ia lilitkan dipinggangnya. Keynan membuka kembali pintu kamar mandi dan menatap tajam kearah istrinya.


Biola yang menyadari ucapannya pun langsung menutup mulutnya.


"Ohhh... jadi selama ini kamu gak puas sama pelayananku?" Tanya Keynan sambil menatap istrinya dengan tatapan seperti singa yang siap menerkam mangsanya.


"Em.. bu_bukan gitu. Maksudku... Uwahhh.... Key turunin aku!!!" Tiba-tiba Keynan menggendong tubuh polos istrinya ala bridal style dan membawanya kedalam kamar mandi.


"KEY.....turunin aku!! Pinggangku masih sakit!" Teriak Biola yang tidak dihiraukan oleh Keynan.


"Aku akan memuaskanmu sambil mandi sayang. Sehingga kamu bisa tahu apakah punyaku kecil atau besar." Ucap Keynan sambil menaruh tubuh istrinya dibathub.


Dan pertempuran babak keduapun dimulai dikamar mandi dengan Keynan yang sangat bertenaga dan penuh gairah karena disebut miliknya kecil.


___________________


Maaf ya readers karena telat up. Kalau kemarin karena MT/NT nya yang emang lagi eror. Tapi kalau sekarang authornya lagi banyak urusan pribadi jadi telat up.


Terima kasih untuk para readers yang udah mau nungguin aku up.

__ADS_1


Sekian dan terimah kasih. Semoga Novel ini dapat menghibur untuk para readers sekalian.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian guys 😘


__ADS_2