Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 133


__ADS_3

11 Bulan lebih pun telah berlalu sejak kedatangan Biola kekediaman keluarga Kristian yang ada di Bandung.


Hubungan Biola dan Keynan pun semakin lama semakin mendekat dan akrab. Keynan pun semakin menyayangi Biola melebihi hubungan sepasang Kakak dan adik. Namun Keynan masih belum tahu arti dari perasaannya kepada hantu gadis kecil itu karena ia masih tergolong anak-anak pada saat itu.


Keynan juga masih belum mengizinkan Biola untuk memasuki rumahnya karena didalam rumahnya ada seekor kucing peliharaan Mamanya yang akan mengancam keberadaan Biola. Bisa-bisa keberadaan Biola akan diketahui gara-gara kucing itu yang bisa melihat keberadaan Biola.


•••••••


Hari ini Keynan membawa seorang teman sekolahnya kerumah untuk kerja kelompok yang diberikan oleh gurunya. Biola menatap Keynan dari luar karena ia tidak diperbolehkan masuk kedalam rumah oleh Keynan.


"Siapa anak perempuan itu? Biola kok gak suka ya lihat anak perempuan itu deket-deket Kakak." Gumam Biola sambil membenamkan wajah bulatnya kedalam kaca jendela rumah Keynan sehingga wajahnya menempel dikaca itu.


Biola tampak tak suka dengan gadis yang dibawa Keynan kerumahnya. Sedari tadi Biola hanya bisa ngomel-ngomel sambil menatap Keynan yang tampak sangat bahagia dengan gadis kecil yang ada disampingnya.


"Biola gak suka! Kak Key hanya milik Biola. Biola gak suka Kak Key deket-deket anak perempuan lain." Rengek Biola sambil menatap kesal kearah Keynan yang sedang kerja kelompok dengan anak perempuan itu.


Biola mulai menilai penampilan anak perempuan itu yang masih mengenakan seragam sekolah dasarnya. Tapi ia mengenakan jepitan rambut yang sangat cantik sehingga membuat Biola cemberut melihatnya karena iri.


Biola menatap penampilannya yang hanya mengenakan gaun putih bersih dan ramput panjang yang terurai tanpa hiasan apapun.


"Biola mau jepitan rambut kayak anak perempuan yang deket sama Kak Keynan. Biola juga mau pakai baju berwarna yang lebih cantik lagi." Gumam Biola dengan tatapan sedihnya saat menatap penampilannya sendiri.


Keynan yang sedang tertawa dengan teman perempuan satu sekolahnya pun tak sengaja melihat Biola yang mengintip dari jendela rumahnya.


Keynan menghentikan tawanya saat melihat wajah Biola yang tampak sangat sedih menatap penampilannya.


Entah kenapa saat melihat Biola bersedih seperti itu membuat Keynan juga merasakan perasaan sakit dihatinya.


"Key, kamu kenapa?" Tanya anak perempuan teman satu sekolah Keynan yang merasa heran dengan sikap Keynan yang tiba-tiba diam.


Keynan pun tersadar dari lamunannya dan tersenyum kearah teman perempuan satu sekolahnya.


"Eh, enggak kok! Ayo kita lanjutin tugasnya." Saut Keynan sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Biola tampak termenung dengan penampilannya dan masih tak rela Keynan berdekatan dengan anak perempuan selain dirinya.


Tiba-tiba Biola mendengar suara tangisan dari arah kolam berenang. Biola pun menghampiri asal suara itu yang ternyata suara tangisan dari Mama Kania.


Mama Kania sedang menonton drama dari laptopnya. Ia menangis dengan kencangnya sambil menonton drama itu.


"Tante baik hati kenapa nangis?" Pikir Biola dengan polosnya sambil mendekati Mama Kania yang menangis.


"Hiks....hiks.... Lakinya jahat banget. Masa istrinya ditinggal gara-gara mantan pertama. Apalagi istrinya lagi hamil kayak gitu. Hua..... aku sedih...." Ucap Mama Kania dengan lebainya sambil menangis sejadi-jadinya dan membuat Biola penasaan dengan apa yang ditonton oleh Tante baik hatinya.


Biola ikut menonton apa yang ditonton oleh Mama Kania dengan tatapan polosnya. Ia menatap drama yang ditonton oleh Mama Kania dengan tatapan seriusnya bahkan tanpa berkedip.


"Oh... jadi Biola harus bersikap kayak yang ada di film itu ya supaya Kak Key gak direbut sama anak perempuan tadi?" Ucap Biola sambil mengangguk-nganggukan kepalanya.

__ADS_1


•••••••


Setelah selesai dengan tugas kelompoknya, Keynan pun mulai mencari Biola karena temannya sudah pulang. Ia merasa khawatir kepada Biola yang terlihat murung tadi.


Namun Keynan tak kunjung menemukan keberadaan gadis kecil itu bahkan hantu gadis kecil itu tidak ada dirumah pohonnya.


Keynan yang lelah mencaripun pada akhirnya memutuskan untuk menunggu Biola sambil membaca buku ditaman belakang rumahnya yang deket dengan rumah pohon tempat tingga Biola saat ini.


Keynan duduk dikursi yang ada mejanya ditaman itu sambil membaca buku bahasa asingnya lagi.


"Berjanjilah kepadaku!" Teriak seorang gadis kecil berusia 5 tahun kepada Keynan yang sedang membaca bukunya dengan santai. Dan sontak saja perkataan gadis itu membuat Keynan terkejut.


"Berjanji apa?" Tanya Keynan sambil menutup buku yang ia baca.


"Berjanjilah kalau kamu hanya akan menikahiku kelak!" Ucap gadis itu dengan tegasnya dan membuat Keynan menaikan satu aslisnya karena heran dengan perkataan gadis kecil yang ada dihadapannya.


Keynan melihat tubuh hantu gadis kecil itu dari bawah keatas dengan tatapan malasnya.


"Gak! Kamu bawel kayak burung Beo, kecil, gak cantik, tubuh kamu juga mungil kayak gitu gak cocok sama seleraku." Ucap Keynan yang menolak hantu gadis kecil itu secara terang-terangan karena memang manusia dan hantu tidak bisa bersama itulah yang Keynan pikirkan saat ini jadi ia menolak Biola.


"Aku masih kecil. Setelah dewasa aku pasti akan tinggi dan cantik." Ucap gadis itu dengan percaya dirinya


"Kamu itu hanya hantu mana bisa tumbuh dewasa." Terang Keynan yang tetap menolak hantu gadis kecil itu yang tiba-tiba bersikap aneh dan mulai memanggil Aku-kamu bukan Kakak dan Biola lagi.


"Aku bukan hantu! Aku manusia." Tegas gadis itu.


Padahal Keynan tidak mau mengatakan itu tapi Biola memang harus menerima Keyataannya. Walaupun Keynan juga tidak ingin menerima Keyataan Biola saat ini. Karena Keynan sangat berharap kalau Biola itu ada dan masih hidup. Biola juga masih selalu lupa kalau dirinya yang sekarang adalah sebuah roh.


"Gak boleh! Kamu hanya boleh menikah dengan aku!" Ucap gadis kecil itu ngotot.


"Terserah, yang pasti aku akan mempunyai pacar seorang model setelah aku dewasa." Ucap Keynan penuh percaya diri.


"Kalau aku bilang gak Boleh ya gak boleh! Kalau enggak aku akan sumpahin kamu gak akan pernah mempunyai hubungan yang langgeng dengan pacar modelmu lalu kamu akan dihianati oleh mereka sehingga hanya aku yang akan menjadi pengantinmu kelak." Ucap gadis kecil itu menyumpahi Keynan.


Keynan menatap Biola dengan tatapan kesalnya. Jika Biola masih hidup, Keynan mungkin akan menerima lamaran itu tapi ia sadar kalau manusia dan hantu tidak bisa bersama makannya Keynan berikeras menolak Biola.


"Kamu itu kenapa si hari ini? Kamu juga gak biasanya panggil Aku- kamu bukan Kakak dan Biola lagi. Terus kenapa kamu tiba-tiba ngotot mau nikah sama aku kelak. Kamu abis liat apa?" Tanya Keynan penuh dengan kecurigaan.


Biola mengalihkan pandangannya dari wajah Keynan seperti menyembunyikan sesuatu.


"Jawab Biola!" Bentak Keynan dengan kesalnya.


Biola menundukan kepalanya dengan wajah sedingnya sambil memainkan jari-jari mungilnya seperti merasa bersalah.


"Tadi Biola lihat Kakak sama anak perempuan. Biola gak suka liatnya. Anak perempuan itu cantik dan memakai jepitan rambut yang cantik juga. Tapi Biola tidak bisa memakai apapun yang bisa Biola pakai hanyalah gaun putih dan Biola tidak memiliki hiasan rambut yang cantik seperti anak perempuan itu." Gumam Biola dengan wajah sedihnya.


Keynan membuang napasnya dan mendekati Biola. Ia menundukan kepanya sambil kedua tangannya bertumpu kepada lututnya agar Keynan bisa melihat wajah Biola yang menunduk.

__ADS_1


"Tadi Kakak ada kerja kelompok dengan Bela, teman sekelas Kakak. Makannya Kakak ngajakin dia pulang kerumah karena Kakak gak mau ninggalin kamu terlalu lama jika Kakak kerja kelompoknya dirumah Bela. Kalau kamu ingin jepitan rambut, nanti Kakak akan belikan yang sangat cantik untuk kamu gimana?" Tanya Keynan dengan nada lembuatnya sambil menatap Biola dengan tatapan penuh ketulusan.


Biola mendonggakan kepalanya sehingga wajah Keynan dan Biola sangat dekat. Keynan terbengong menatap wajah cantik hantu gadis kecil yang ada dihadapannya.


"Bener ya Kak. Kakak harus beliin Biola jepitan rambut yang paling cantik seperti jepitan rambut punya temennya Kakak." Ucap Biola dengan wajah seriusnya yang tampak sangat cantik dan menggemaskan dimata Keynan.


Keynan yang mendengarkan ucapan Biola pun langsung tersadar dan berdiri dihapan Biola dengan pipi meronanya.


"Tentu saja. Kakak pasti akan belikan jepiran rambut tercantik untuk burung Beo Kakak." Jawab Keynan yang membuat Biola mengerucutkan bibirnya karena tidak suka disamakan dengan burung Beo.


"Kakak...." Rengek Biola dengan kesalnya.


"Iya, Biola yang cantik nanti Kakak belikan jepitan rambut yang cantik juga untuk Biola ya." Ucap Keynan sambil tersenyum dan membuat pipi Biola merona karena pujian oleh Keynan.


"Eh, tapi tadi kamu kenapa berbicara seperti itu? Gak Biasanya kamu bicara kayak gitu. Kok aku juga kayak kenal dialohnya ya?" Tanya Keynan penasaran dengan wajah yang tampak sedang berpikir.


Biola tampak tersenyum imut dan enggan untuk menjawab pertanyaan Keynan.


"Biola.....!!" Keynan menatap Biola yang tampak panik. Sepertinya Keynan mulai mencurigai seseorang.


"Itu... tadi Biola gak sengaja denger Tante baik hati nangis jadi Biola samperin karena masih diluar rumah. Eh ternyata Tante baik hati lagi nonton dilaptopnya. Biola kan penasaran jadi Biola ikut nonton. Dan Biola ikutin kata-kata yang ada difilm itu." Tutur Biola dengan gugupnya.


Keynan mebuang nafasnya dengar kasar. Keynan sudah menebak kalau itu ulah Mamanya tercinta.


"Lain kali kalau liat Mama, Kamu langsung menghindar aja ya. Jangan deket-deket Mama. Dia suka ngelakuin hal-hal aneh diluar nalar. Kamu jangan mencontoh Mama Ok." Ucap Keynan yang membuat Biola terbengong. Tapi Biola langsung menjawab kata Iya walau ia merasa heran dengan Keynan dan Mamanya.


•••••••••


"Pak! Nanti berhenti dulu ya ditoko yang ada didepan sana." Ucap Keynan kepada supirnya setelah ia pulang dari sekolahnya.


"Mau apa Tuan Muda?" Tanya Pak Supir itu Kepada Keynan.


"Ada deh, pokoknya nanti berhenti sebentar disana ya." Ucap Keynan.


"Baik Tuan Muda." Jawab Pak Supir itu.


Mobil antar jemput Keynan pun berhenti didepan sebuah toko yang tidak terlalu besar. Ditoko itu terdapat berbagai jenis aksesoris untuk anak-anak dan orang dewasa yang tentunya sangat murah dan terjangkau.


Keynan pun turun dari dalam Mobilnya dan membelikan satu jepitan rambut berbentuk pita yang sangat cantik untuk Biola.


"Biola pasti senang liat jepitan rambut ini." Gumam Keynan dengan penuh semangatnya sambil menatap jepitan rambut berbentuk pita berwarna hitam dengan butiran berlian-berlian palsu berwarna putih.


Keynan membeli jepitan rambut itu dan memasukannya kedalam sakunya setelah itu ia kembali kedalam mobil.


Sungguh Keynan tak sabar ingin menemui Biola saat ini. Ia ingin melihat reaksi Biola saat mendapatkan jepitan rambut yang Keynan belikan untuknya.


"Bagai mana ya reaksinya nanti? Dia kan selalu terlihat imut dan menggemaskan. semoga aja dia suka sama jepitan rambut ini. Andai saja dia bisa memakainya. Pasti dia akan terlihat sangat imut dan mengemaskan." Ucap Keynan didalam hati. Ia tak henti-hentinya menatap jepitan rambut yang ia belikan untuk Biola.

__ADS_1


__ADS_2