Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 84


__ADS_3

PRANGG....


Suara itu mengusik pendengaran Mama Mirna karena suara itu bukanlah dari ruangan pacarnya Miko yang sedang mengamuk melainkan dari kamar anaknya Mona.


Dengan cepat Mama Mirna melangkahkan kakinya menuju kamar putrinya. Rasa khawatir dan takut bercampur menjadi satu.


Mama Mirna menggedor-gedor pintu kamar putrinya dengan perasaan yang tidak menentu.


Brak.... Brak... Brak....


"Mona buka pintunya!" Teriak Mama Mirna sambil menggedor-gedor pintu kamar Putrinya.


"Mona buka pintunya! Kamu jangan buat Mama Khawatir sayang. Cepat buka pintunya!" Teriak Mama Mirna lagi dan lagi-lagi tidak direspon oleh Mona.


Dengan perasaan yang tidak menentu Mama Mirna langsung kembali kekamarnya untuk mencari kunci cadangan kamar Mona yang dia ambil setelah kejadian Mona pingsan.


Mama Mirna mengambil kunci cadangan kamar Putrinya untuk berjaga-jaga jika kejadian Mona pingsan terulang kembali atau kejadian lainnya yang membuat Mama Mirna khawatir. Dan itu nyatanya memang benar apa adanya.


Mama Mirna kembali kekamar putrinya dengan terburu-buru. Mama Mirna langsung membuka kunci kamar putrinya. Namun setelah Mama Mirna memutar gagang pintu kamar Putrinya, Mama Mirna masih tidak bisa membuka kamar Putrinya.


"Kenapa tidak bisa dibuka? Mona cepet buka pintunya sayang! Kamu ada didalam kan?" Teriak Mama Mirna dengan nada khawatir dan lagi-lagi tidak mendapatkan respon apapun dari putrinya.


"Sial! Kenapa pintunya tidak bisa dibuka! Padahal aku jelas-jelas sudah membuka kuncinya." Gerutu Mama Mirna yang mengkhawatirkan Putrinya.


Mau tak mau akhirnya Mama Mirna memutuskan untuk meminta bantuan kepada pacarnya yang sedang mengamuk. Dia sudah tidak peduli dengan nyawanya yang akan melayang kapanpun jika pacarnya tidak bisa mengontrol emosinya.


Cklek....


Mama Mirna membuka pintu ruangan Miko dengan perlahan dan langsung disambut oleh tatapan tajam dari pacarnya.


"Apa kau tuli! Ku bilang pergi!" Teriak Miko kepada Mama Mirna.


"Sa...sa..sayang dengarkan aku dulu." Ucap Mama Mirna dengan gugupnya.


"Ku bilang pergi! Apa kau mau aku membunuhmu hah!" Teriak Miko lagi dengan tatapan tajam mengarah kearah Mama Mirna.


Seketika tubuh Mama Mirna bergetar dengan keringat dingin yang sempat ia rasakan beberapa puluh menit yang lalu.


"Dengarkan aku dulu Mik. Mo....Mona....."


"Ada apa dengan Mona!?" Bentak Miko memotong ucapan Mama Mirna.


Miko pun langsung mendekati Mama Mirna dengan tatapan membunuhnya. Mama Mirna hanya bisa pasrah jika miko akan melukai tubuhnya karena emosinya yang meluap-luap.


"Ada apa dengan putriku!! Bukankah kamu akan mengurusnya. Dasar tidak berguna!!"


PLAAKKK.....


Dengan dipenuhi emosi Miko langsung menampar Mama Mirna hingga Mama Mirna tersungkur dihadapannya.


Mama Mirna memegangi pipinya yang memerah karena ditampar oleh pacarnya.


"Cepat jawab ada apa dengan Putriku!!!..." Bentak Miko sambil mencengram kerah baju Mama Mirna.


"A...a...aku mendengar suara benda pecah dari arah kamar Mona. Lalu aku berlari kekamarnya namun pintu kamar Mona tidak bisa dibuka walau aku telah membuka kuncinya." Jawab Mama Mirna dengan gugupnya.


"Dasar wanita tidak berguna!" Miko menghempaskan cengramannya dengan kuat dari kerah baju Mama Mirna sehingga Mama Mirna tersungkur dengan kuat kelantai.


Dengan langkah yang cepat Miko berjalan ke arah kamar putrinya di ikuti oleh Mama Mirna dibelakang Miko sambil berjalan terpincang-pincang.


BRAK...BRAK...BRAK....


"BUKA PINTUNYA MONA!!" Teriak Miko diluar kamar Mona sambil menggedor-gedor pintu kamar Mona.


"MONA BUKA PINTUNYA!!" Teriak Miko lagi namun tetap tidak ada tanggapan dari dalam kamar putrinya.


Dengan kesalnya Miko mendobrak pintu kamar Mona sehingga meja rias yang ada didalam kamar Mona pun ikut tergeser.

__ADS_1


Miko dan Mama Mirna pun langsung masuk kedalam kamar putri mereka dan alangkah terkejutnya mereka dengan apa yang mereka lihat dihadapan mata mereka sendiri.


"TIDAKKKK......!!!!!" Teriak Mama Mirna dengan Mata yang membulat dan wajah yang pucat.


Sementara Miko hanya terdiam ditempatnya tanpa sepatah kata pun. Pandangannya mulai menatap kosong kearah yang membuatnya dan Mama Mirna terkejut. Dia seolah-olah tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Tidak!! Tidak!! Ini tidak mungkin!!...." Teriak Mama Mirna dengan berlinang air mata dan terduduk lemas dilantai.


•••••••••


"Dimana anak buah baru itu?" Tanya Darius kepada anak buah lamanya dengan nada dinginnya.


Sementara Pak Bayu sedang duduk disofa diruangan Darius sambil mengerjakan pekerjaannya untuk membuat desain senjata.


"Dia izin tidak masuk untuk hari ini Tuan Darius." Jawab anak buah lama Darius denagn sedikit gugup namun masih bisa menjawab pertanyaan atasannya dengan lancar.


Karena Darius tidak suka dengan bawahan yang berbicara gagap sedikitpun ketika berbicara dengannya.


"Kemana dia! Dia pikir kelompok mafia ini sekolahan yang bisa masuk dan izin sesuka hatinya...!!" Bentak Darius kepada anak buah lamanya.


"Anak perempuan Miko baru saja meninggal dunia jadi Miko meminta izin untuk mengurus pemakaman anak perempuannya." Jawab anak buah Darius dengan keringat yang bercucuran karena takut dengan aura atasannya yang sangat dingin.


Seketika ruangan kerja Darius berubah menjadi hening. Pak Bayu menghentikan kegiatannya membuat desain senjata. Darius menatap wakilnya yang nampak terkejut mendengar penuturan anak buah Darius.


Dengan tatapan yang membunuh Pak Bayu bangkit dari duduknya dan menghampiri anak buah dari pimpinan kelompok mafia Angel's heart.


"Siapa nama anak perembuan Miko?! Dan kenapa dia bisa meninggal!!..." Bentak Pak Bayu tiba-tiba sambil mencengram kerah baju anak buah lama Darius.


"Kalau tidak salah nama anak Miko itu Mona. Dia meninggal karena bunuh diri." Jawab anak buah Darius dengan gugup namun ia tahan-tahan.


Wajah Pak Bayu nampak pucat pasi. Pak Bayu melepaskan cengramannya dari kerah baju anak buah Darius dengan tatapan kosong.


Sebagian anggota kelompok Angel's heart mengenal Mona dan Mama Mirna karena sejak Miko direkrut menjadi anggota kelompok mafia Angel's heart di Indonesia dan pergi ke Inggris, Miko membawa Mama Mirna dan Mona lalu memperkenalkan Mama Mirna dan Mona kepada anak buah Angel's heart lainnya sebagai anak dan istrinya.


"Kamu keluar!" Perintah Darius kepada anak buah lamanya dan langsung dituruti oleh anak buahnya.


Darius bangkit dari kursinya dan berjalan kearah pak Bayu. Darius menepuk Bahu Pak Bayu untuk memperkuat sahabatnya.


"Bay, kamu tenanglah. Aku tahu kau telah menganggap anak dari musuhmu itu seperti anakmu sendiri. Aku akan selidiki tentang semuanya." Ucap Darius menyemangati wakilnya sekaligus sahabatnya.


••••••


Semua nampak sepi tak ada yang datang dipemakaman Mona karena mereka hanyalah orang baru di Inggris dan kebanyakan Agama orang-orang Inggris berbeda dengan Agama Mama Mirna dan Miko.


Mama Mirna tak henti-hentinya meneteskan air mata dihadapan makam Putrinya. Sementara Miko hanya bisa berdiri tegak tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun.


Marah, kesal, benci, kecewa, penyesalan? semuanya bercampur aduk didalam hati Miko. Tak ada kata yang bisa dia ucapkan selain diamnya.


Ke egoisan yang dimiliki oleh Miko membuatnya pantang meneteskan air mata tapi jauh dilubuk hatinya yang paling dalam terdapat penyesalan yang luar bisa dan kesedihan yang sangat mendalam yang dirasakan oleh Miko.


Miko tak pernah menyangka kalau kematian seseorang akan membuatnya merasa kehilangan dan kesedihan yang mendalam. Selama ini dia selalu membunuh musuhnya tanpa ampun dan tak pernah merasakan ketakutan sedikitpun saat membunuh korbannya.


Tapi kali ini Miko merasakan apa yang dirasakan oleh keluarga dari korban yang ia bunuh.


Dikejauhan nampak dua orang pria yang hampir memasuki usia 50 tahunan sedang duduk didalam mobil sambil mengawasi makam Mona. Pria itu menunggu kepergian orang-orang dari makam Mona.


Tak lama kemudian semua orang yang jumlahnya sedikit itu pun pergi dari makam Mona dan hanya menyisakan Miko dan Mama Mirna yang sedang menangis sesenggukkan dimakam putrinya.


"Ayo kita pergi." Ucap Miko dengan nada dinginnya sambil menarik tangan Mama Mirna.


"Tidak! Putriku ada disini. Aku tidak mau meninggalkan putriku!!..." Teriak Mama Mirna sambil menghempaskan tangan kekasihnya.


Dengan emosi yang meluap-luap Miko menyeret Mama Mirna untuk pergi.


"Lepas! Aku gak mau pergi. Aku mau menemani putriku!!" Teriak Mama Mirna sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan kekasihnya.


Miko mentulikan telinganya dan menghiraukan setiap ucapan Mama Mirna sambil menyeret Mama Mirna untuk pergi dari pemakaman.

__ADS_1


Tak lama setelah Miko dan Mama Mirna pergi, kedua pria itu turun dari dalam mobil dan menghampiri makam Mona dengan membawa masing-masing seikat bunga ditangannya.


Ya pria itu tak lain adalah Pak Bayu dan Darius. Mereka mendatangi makam Mona setelah mendapat laporan dari mata-mata kelompok mafia Angel's heart yang disuruh untuk menyelidiki kasus bunuh dirinya Mona.


Pak Bayu mengusap nisan Mona yang selama ini ia anggap sebagai putri bungsunya dengan haru. Pak Bayu meletakan bunga yang ia bawa dimakam Mona diikuti oleh Darius.


Setelah itu ia mendo'akan kepergian Mona supaya tenang dialam sana. Tapi tidak dengan Darius karena Darius merupakan orang Inggris asli dan Agama Darius dengan Agama Pak Bayu juga berbeda.


"Meski kamu bukan anak kandung Ayah tapi Ayah selalu menyayangimu seperti anak kandung Ayah sendiri. Ayah mau mita maaf kepadamu karena Ayah telah gagal menjaga dua malaikat yang telah diturunkan oleh tuhan untuk Ayah. Meski kamu bukan anak kandung Ayah tapi Ayah tetap merasa bersalah kepadamu karena tidak bisa mendidikmu dengan benar dan membiarkanmu bersama orang yang salah sehingga menimbulkan sikap dan sifatmu yang seperti ini." Ucap Pak Bayu sambil mengusap nisan Mona.


"Dan maafkan Ayah karena Ayah tidak bisa melepaskan Ibu dan Ayah kandungmu begitu saja. Mereka telah banyak menghancurkan banyak orang termasuk putri mereka sendiri. Ayah akan membalaskan perbuatan kejam yang telah mereka lakukan. Ayah tidak ingin disebut sebagai pengecut lagi. Ayah ingin membalas setiap perbuatan yang telah mereka lakukan kepada keluargaku terutama kepada Ibu, Biola dan Viola istriku" Lanjut Pak Bayu dengan raut wajah sedihnya.


Deg.....


Jantung Darius terasa seperti terhenti seketika saat mendengar kata Viola dan Biola. Pasalnya nama Kakak Darius itu juga bernama Viola dan nama anak dari Kakaknya Viola adalah Biola.


Kakak dari Darius dulu kabur dari keluarga Alexa karena tidak mau menerima tanggung jawab sebagai ahli waris keluarga Alexa. Selama bertahun-tahun Kakaknya Darius pergi tanpa kabar dan jejak.


Hanya Tuan Davindra Alexa lah yang mengetahui keberadaan Putrinya karena dia memiliki suatu kekuatan yang dapat membuatnya bisa tahu kemana pun anaknya pergi.


Meski Kakanya Darius sangat pintar dan dapat menghapus jejak kepergiannya tanpa diketahui oleh siapapun. Tapi Tuan Davindra Alexa mengetahui segalanya.


Tapi yang anehnya adalah meski Tuan Davindra tahu keberadaan putrinya yang kabur tapi Tuan Davindra tidak pernah menjemput putrinya. Dia malah membiarkan putrinya berkeliaran diluaran sana.


Hingga beberapa tahun berlalu Tuan Davindra Alexa tiba-tiba berkata kepada putranya Darius kalau dia memiliki seorang cucu perempuan yang bernama Biola dan anak perempuannya telah meninggal saat melahirkan.


Tentu saja perkataan Papanya membuat Darius kaget. Tapi dia juga mempercayainya karena keluarga Alexa bukanlah keluarga biasa. Terutama Tuan Davindra Alexa yang mendapat kekuatan dari leluhurnya untuk mengetahui keberadaan seluruh keluarga Alexa yang berada diluaran sana.


Kekuatan itu merupakan kekuatan turun-temurun yang hanya dimiliki oleh keluarga Alexa.


Tapi Tuan Davindra sendiri sudah lama tidak bisa merasakan keberadaan cucunya sejak cucuknya memasuki usia 5 tahun. Tapi cucunya tidaklah meninggal karena masih ada tanda-tanda kehidupan dari cucunya. Tuan Davindra hanya tidak bisa merasakan keberadaan cucunya. Seolah-olah raga dan jiwa cucunya pernah terpisah.


Darius sendiri masih tidak mengetahui rupa dari wajah istri dan anak pertama Pak Bayu. Yang dia tahu adalah cerita dari penderitaan istri dan anak Pak Bayu.


Sebenarnya Darius agak kesal saat mendengar tentang cerita anak dan istri pertama Pak Bayu tapi dia berusaha untuk memberi semangat untuk sahabatnya yang berharga.


Entah kenapa Darius selalu merasa sakit hati saat mendengar cerita tentang istri dan anak pertama Pak Bayu. Seolah-olah dia dapat merasakan penderitaan yang dirasakan istri dan anak Pak Bayu.


"Darius!" Ucap Pak Bayu yang membuyarkan lamunan Darius.


"Ya ada apa?" Tanya Darius dengan kagetnya.


"Ayo kita pulang." Jawab Pak Bayu sambil menatap heran kearah Darius yang sempat melamun.


"Ayo!" Jawab Darius sedikit gugup.


•••••••••


Setelah pulang dari pemakaman Miko mengunci dirinya dikamar Putrinya yang baru ia temui beberapa hari yang lalu.


Miko memfokuskan dirinya dengan minuman agar melupakan rasa sesak yang ada didalam hatinya. Tapi perasaan itu tidak hilang-hilang dari hatinya setelah minum beberapa botol minuman beralkohol.


PRANGG.....


Miko melempar botol minumannya sehingga botol minuman beralkohol itu pecah berkeping-keping.


"Sial! kenapa aku harus berpisah dengan putriku disaat aku baru bertemu dengan dia...!!!" Teriak Miko dengan mata yang sudah berkabut karena terlalu banyak minum.


Tiba-tiba pandangan Miko menatap kearah secarik kertas yang ada diatas nakas dikamar putrinya.


Dengan tubuh yang lunglai Miko berjalan kearah nakas dan mengambil kertas itu. Miko mendudukan tubuhnya diatas kasur sambil membuka secarik kertas itu.


Miko meremas kertas yang ada ditangannya. Matanya tiba-tiba menajam dengan emosi yang meluap-luap.


"Gak peduli mau itu keluarga Kristian atau keluarga lainnya. Aku akan membalaskan dendam putriku. Tunggu pembalasan Ayah nak." Ucap Miko dengan penuh emosi setelah membaca secarik kertas yang ada ditangannya.


______________________

__ADS_1


__ADS_2