Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 27


__ADS_3

Biola mendorong tubuh Key dan berjalan kekamarnya dengan wajah yang cemberut. Tapi baru selangkah dia menjauh dari Key, tangannya sudah ditarik oleh Key. Sehingga membuatnya kembali kepelukan Key.


"Apa lagi?" Tanya Biola dengan dahi yang mengerut dan wajah yang ditekuk. Sambil berusaha mendorong tubuh Key yang kembali memeluknya.


"Tadi kamu lagi mikirin apa?" Tanya Key sambil menggenggam tangan Biola dengan sebelah tangannya dan tangan lainnya merangkul manja dipinggang Biola, karena Biola terus memberontak.


"Bukan urusan kamu!" Jawab Biola ketus sambil berusaha menepis tangan Key yang menggenggamnya.


"Oh ya?" Key menarik tangan Biola yang digenggamnya kepelukannya dan mengangkat dagu Biola lalu mencium bibir merah muda Biola dengan sangat rakusnya.


Biola sangat terkejut dengan perlakukan Key. Jantungnya lagi-lagi berdetak kencang. Matanya bahkan tak berkedip saat Key dengan rakusnya menikmati bibirnya.


"K...key... le...lepas..." Ucap Biola disela-sela ciuman panasnya dan mendorong tubuh Key, tapi tidak bisa melepaskan pelukan Key dipinggangnya.


"Makannya jawab pertanyaan aku. Apa yang kamu pikirkan tadi sampai kamu bengong seperti itu?." Tanya Key lagi saat ciumannya telah terlepas dari bibir merah mudah istrinya.


"Ngeselin banget si ni cowok." Gerutu Biola didalam hati sambil menatap tajam kearah suaminya dan mengelap bibirnya yang basah dengan punggung tangannya.


"Gak penting kok." Jawab Biola gugup dan mengalihkan pandangannya kesamping.


"Benarkah?" Tanya Key sambil memegang dagu Biola lagi dan mengarahkannya kearah wajahnya.


Biola sangat terkejut dan menepis tangan Key yang memegangi dagunya lagi.


"Oke, tapi lepasin aku dulu." Jawab Biola yang dituruti oleh Key.


Biola berjalan kearah kursi yang ada dibalkon itu lalu duduk dikursi itu di ikuti oleh Key yang duduk dihadapannya.


"Jadi tadi kamu mikirin apa?" Tanya Key dengan penasaran. Sungguh Key sangat ingin tahu apa yang mengganggu fikiran istrinya.


Biola mendengus dengan sangat kesal. Karena selama ini ia tak pernah ingin urusan peribadinya diganggu. Tapi untuk kali ini berbeda, Biola memiliki sejuta pertanyaan didalam otaknya yang belum pernah terjawab. Dan pertanyaan-pertanyaan nya tidak bisa dijawab oleh orang biasa. Terutama Key yang Biola anggap hanyalah manusia biasa yang tidak memiliki kelebihan sepertinya.


Yah meski Biola sendiri masih kaget karena Key mempercayai ucapan Mama Kania. Dan percaya dengan hal-hal yang tidak masuk akal.


Biola selalu menganggap orang seperti Key itu tidak pernah percaya akan hal-hal yang tidak masuk diakal dan menganggap hal-hal seperti itu hanyalah hayalan belaka dari orang-orang.


Key terus menatap Biola, dia berharap agar istrinya itu mau bercerita tentang masalahnya kepada Key.


Biola yang melihat raut wajah Key yang siap mendengar ceritanya hanya bisa membuang nafasnya kasar. Sungguh dia tidak mau rahasia terbesarnya diketahui oleh orang lain selain Sinta sahabatnya yang memang sudah ia percayai sejak awal mereka bertemu.


"Sudahlah Key, aku capek. Aku mau tidur." Ucap Biola yang tidak jadi menceritakan masalah pribadinya kepada suaminya.

__ADS_1


Key yang melihat raut wajah istrinya yang kelelahan dan tidak ingin membahas masalah pribadinya hanya bisa pasrah. Dia tak mau memaksa istrinya untuk bercerita kepadanya dan menjadi beban bagi Biola.


Key membuang nafasnya kasar. Dia lebih baik menyerah dengan rasa penasarannya dengan apa yang dipikirkan istrinya dari pada membuat istrinya tambah banyak pikiran.


Key sebenarnya sudah tahu apa yang terjadi dengan perubahan sikap Biola setelah bertanya kepada Ayah mertuanya yang merupakan Ayah kandung Biola. Key juga sangat kesal dengan sifat pecundang Ayah mertuanya yang selalu menuruti keinginan keluarganya dan mengabaikan anaknya sehingga membuat perubahan sikap dalam hidup Biola.


Key sangat sakit hati saat Ayah mertuanya itu bercerita tentang kecelakaan Biola 15 tahun yang lalu. Mendengar kejadian menyakitkan yang menimpa istrinya dulu membuat hati Key terenyuh.


Bagai mana seorang anak yang baru berumur 5 tahun melewati cobaan seberat itu. Dimana Biola tidak dianggap dikeluarganya sejak lahir dan kecelakaan yang menimpanya 15 tahun yang lalu. Sampai-sampai membuatnya harus terbaring dirumah sakit selama satu tahun lamanya.


Dan lebih parahnya lagi semenjak Biola koma, pihak keluarga dari Biola tak ada yang menjenguknya dirumah sakit kecuali Ayahnya yang itupun hanya menjenguk Biola sebulan dua kali. Karena keluarga Pak Bayu (Ayah Biola) yang selalu menyusahkan Pak Bayu.


Lebih parah dari itu semua yaitu Mama Mirna istri kedua Pak Bayu dan keluarga Pak Bayu yaitu Oma Laras pernah ingin menyetop perawatan Biola ketika Biola koma selama setengah tahun. Mereka menyuru Pak Bayu untuk menyuntik mati Biola karena mereka pikir Biola tak akan pernah bangun lagi dan hanya akan membuang-buang uang untuk perawatan Biola yang harganya tidaklah sedikit.


Tapi untungnya meski Pak Bayu pengecut tapi dia masih sangat menyayangi anak dari istri pertamanya. Dia tetap kekeh ingin merawat Biola yang koma meski keluarganya terus menentangnya dengan alasan Biola bukanlah anak kandung Pak Bayu yang jelas-jelas Biola adalah anak kandung Pak Bayu dan almarhum istrinya Viola.


Mendengar cerita itu dari Ayah mertuanya membuat Key sangat geram dan ingin rasanya Key menghancurkan keluarga Anggar yang telah membuat istrinya menderita. Sampai-sampai dia harus berubah sikap yang tadinya imut, ceria dan menggemaskan kini berubah 180° menjadi patung es yang dingin dan cuek akan sekelilingnya.


Tapi Key tidak bisa menghancurkan keluarga Anggara. Karena bagai manapun istrinya adalah anggota keluarga Anggar.


"Baiklah... ayo kita tidur. Besok aku ingin mengajakmu kesuatu tempat mumpung besok akhir pekan." Ajak Key sambil menggandeng tangan Biola dan masuk kedalam kamar mereka.


Key mendudukan Biola diatas kasur dan Biola pun langsung rebahan sambil menyelimuti tubunya. Biola menyengitkan alisnya ketika dia melihat Key yang akan tidur dengan jubah mandi yang belum ia ganti.


"Tidur." Jawab Key sambil menatap Biola bingung.


"Tidur?" Tanya Biola menatap Key aneh.


Key yang menyadari pertanyaan istrinya mengartikan itu sebagai kode keras. Dia kira Biola menginginkan malam pertamanya yang sempat tertunda.


"Ya, kenapa? Apa kamu mau melakukan sesuatu?" Tanya Key dengan nada menggoda dan menopang kepalanya dengan sebelah tangan yang sikunya disandarkan ke bantalnya.


Biola tiba-tiba merasa aneh dengan perubahan sikap Key yang membuatnya merinding. Apa lagi saat sebelah tangan Key melingkar dipinggangnya. Biola terus menepis tangan Key yang melingkar dipinggangnya dengan posisi saling berhadapan.


Key terkekeh melihat tingkat Biola yang terus menepis tangannya yang tak mau pergi dari pinggang ramping Biola.


"Jadi apa kau ingin melakukannya sekarang?" Tanya Key yang terdengar ambigu ditelinga Biola.


"Melakukan Apa? Dan tolong lepasin tangan kamu dari pinggangku." Ucap Biola dengan polosnya.


"Melakukan itu..." Ucap Key yang lagi-lagi terdengar ambigu ditelinga Biola.

__ADS_1


"Kamu tuh ngomong apa si? Aku cuman mau ngomong apa kamu ingin tidur pake jubah mandi itu?" Ujar Biola yang terdengar seperti petir yang menyambar ditengah badai ditelinga Key.


Key melihat pakaian yang ia kenakan. Ia sungguh malu saat mengira Biola sedang memberinya kode keras padahal tidak.


Key langsung bangkit dari tidurnya dan melangkahkan kakinya kearah ruang ganti dengan terburu-buru. Malu, kesel semuanya bercampur jadi satu. Malu karena ia mengira Biola sedang menginginkanya dan kesal karna dia belum mendapat jatah dari istrinya.


•••••••••


Ke esokan paginya Key dan Biola sedang sarapan di meja makan bersama Mama Kania dan Pak Raihan.


Selesai sarapan tiba-tiba Pak Raihan mengajak Key keruang kerjanya untuk mengobrol soal bisnis.


"Key, Papa sudah menyuruh Devin untuk menetap di Indonesia. Biar dia bisa membantu kamu diperusahaan. Karena Papa tahu kalau kamu sangat percaya kepadanya dan hanya dialah yang bisa membantu mu dalam bisnis dan hal lainnya." Ucap Pak Raihan memulai pembicaraan.


"Tapi Pa, bagaimana dengan perusahan cabang yang ada di Amerika?" Tanya Key.


"Perusahaan itu biar Papa yang atur. Papa akan menyuruh asisten kepercayaan Papa untuk mengurus perusahaan cabang di Amerika. Dan Papa yang akan kesana jika ada permasalahan yang mendesak." Ucap Pak Raihan yang diangguki oleh Key.


•••••••


Jam menunjukan pukul 09: 20 pagi. Biola dan Key sedang bersiap-siap karena Key akan mengajak Biola kesuatu tempat yang saat ini Biola sendiri belum tau dia mau dibawa kemana oleh suaminya.


Key dan Biola melewati ruang keluarga yang disana terdapat Pak Raihan dan Mama Kania yang sedang asik mengobrol menikmati akhir pekannya.


"Kalian mau kemana?" Tanya Mama Kania yang melihat Putra dan menantunya sudah rapi.


"Mau kencan lah Ma, emang mau apa lagi kalau anak muda sudah rapi diakhir pekan. Dan membawa pasangan mereka keluar." Jawab Key santai yang langsung mendapat injakan kaki dikakinya oleh istrinya.


"Awww... sakit sayang!" Pekik Key sambil memegangi kakinya.


"Rasain..." Gumam Biola yang masih terdengar oleh Key.


Key mengerucutkan bibirnya saat kakinya di injak. Sunggu Key merasa istrinya ini memiliki kekuatan seperti 10 orang peria dewasa. Karena Key merasakan kakinya sangat sakit saat Biola menginjaknya. Untungnya Key dulu pernah belajar bela diri sejak kecil dan selalu melatih otot-ototnya termasuk otot kakinya. Kalau tidak mungkin saat ini kakinya sudah patah karena diinjak oleh istrinya.


Key sendiri merasa Bingung dengan perubahan sikap dan sifat Biola yang kadang dingin dan cuek menjadi imut dan menggemaskan. Ditambah kekuatan Biola yang tiba-tiba kuat dan tiba-tiba lemah seperti perempuan normal lainnya.


Yah meski Key tahu masa lalu Biola tapi dia juga merasa istrinya itu memang sangat misterius. Ditambah banyaknya rahasia yang saat ini masih belum Key ketahui dari istrinya.


Key masih ingat saat dia harus mengangkat kardus yang lumayan besar milik Biola yang dibawa Biola dari asramanya. Key tak tau apa isi kardus yang sangat berat itu samapi saat ini. Dia juga masih heran karena istrinya dengan mudahnya mengangkat kardus yang menurut Key sangatlah berat.


Mama Kania dan Pak Raihan hanya bisa tertawa melihat tingkah anak dan menatunya yang terlihat kekanak-kanakkan.

__ADS_1


______________________


__ADS_2