Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 115


__ADS_3

"Selamat datang kembali Tuan Darius!" Sambut seluruh anggota kelompok mafia Angel's heart kepada Darius yang telah kembali ke Inggris dan langsung datang ke markas besar kelompok mafia Angel's heart.


Darius yang disambut oleh anak buahnya pun hanya meneruskan jalannya dengan tampang dinginnya yang sangat mirip dengan Biola waktu dulu yang sering dijuluki patung es.


"Dimana Bayu?" Tanya Darius dengan nada dinginnya kepada asistennya dikelompok mafia Angel's heart sambil berjalan dan diikuti oleh asistennya itu.


"Tuan Bayu hari ini sedang mengurusi persediaan senjata kita di negara A." Jawab asisten Darius sambil membaca laporannya dan mengikuti langkah kaki Darius.


"Baguslah." Jawab Darius singkat sambil tersenyum devil.


Tiba-tiba Darius menghentikan langkahnya didepan sebuah pintu yang terbuat dari besi. Ia berdiri didepan pintu besi itu dan membuat asistennya menyengitkan alisnya karena bingung.


"Tuan Darius, ada yang bisa saya bantu?" Tanya penjaga ruangan yang saat ini sedang Darius tatap pintunya.


Darius mengalihkan pandangannya kearah penjaga ruangan itu dengan tatapan dinginnya sehingga membuat penjaga ruangan itu merinding karena merasakan hawa dingin dari Tuan nya.


"Kunci." Jawab Darius ambigu.


"Kunci?" Ulang penjaga ruangan itu dengan dahi yang mengerut karena tidak mengerti maksud dari ucapan Darius.


"Buka kunci ruangan ini!" Bentak Darius yang membuat penjaga ruangan itu dan asisten Darius ketakutan.


"Tu...tunggu sebentar Tuan. Sa....saya akan bukakan." Jawab penjaga ruangan itu dengan tubuh yang bergetar karena ketakutan dengan amarah Darius.


Cklek.....


Pintu itu pun terbuka. Terlihat sebuah seringaian iblis dari sudut bibir Darius dan lagi-lagi membuat kedua bawahannya ketakutan.


"Kalian berdua berjagalah didekat pintu ruangan ini!" Perintah Darius kepada penjaga ruangan itu dan asistennya.


"Baik Tuna!" Jawab mereka serempak.


Darius mulai memasuki ruangan itu yang tampak sangat kotor dan sangat bau amis. Darius mengeluarkan masker dari dalam saku celananya dan memakai masker itu karena sudah tidak tahan dengan bau amis yang sangat menyengat.


Darius duduk dibangku yang biasanya digunakan oleh Pak Bayu untuk menonton Mama Mirna yang disiksaolwh anak buahnya. Ya, saat ini Darius sedang berada diruangan tempat Mama Mirna disekap dan disiksa.


Darius tampak menatap Mama Mirna yang saat ini sudah diikat dengan rantai ditembok. Kaki dan tangan Mama Mirna diikat dengan rantai ditembok ruangan itu.


Terlihat Mama Mirna yang saat ini sedang menahan rasa sakit ditubuhnya. Seluruh tubuhnya juga dipenuhi oleh cambukan dan darah yang sudah mengering.


Darius menatap Mama Mirna dengan seringaian iblisnya sambil duduk dan menghadap Mama Mirna yang sedang menderita.


"Pasti sangat menyakitkan bukan?" Tanya Darius sambil menyeringai menatap Mama Mirna namun seringaiannya itu tak terlihat karena ditutupi oleh masker.


Mama Mirna menggerakan bola matanya menatap Darius. Karena seluruh tubuhnya sudah tidak bisa ia gerakan karena sangat sakit akibat cambukan yang dilakukan anak buah pak Bayu setiap harinya. Ditambah Pak Bayu juga kadang-kadang menyiksanya dengan sangat sadis.


Sungguh Mama Mirna lebih memilih mati dari pada hidup tapi disiksa sesadis ini.


"Si...siapa kamu?" Tanya Mama Mirna dengan nada lemahnya.


Ini adalah kali pertama Mama Mirna bertemu Darius. Jadi wajar saja jika Mama Mirna tidak mengenali Darius. Ditambah Darius saat ini sedang memakai masker.


"Menurutmu siapa aku?" Tanya Darius balik dengan seringaian iblisnya.


Mama Mirna menatap Darius dengan tatapan kesalnya. Dia lebih memilih diam karena tenggorokannya sudah sangat sakit karena terus berteriak menahan rasa sakit akibat cambukan dan siksaan dari Pak Bayu, ditambah obat yang diberikan Pak bayu. Yang selalu menyiksanya setiap waktu.


"Kenapa diam?" Tanya Darius sambil berdiri dan menghampiri Mama Mirna yang sudah sangat sekarat.


Mama Mirna tidak menjawab pertanyaan Darius, ia menutup mulutnya rapat-rapat dan menundukan kepalanya kebawah karena menahan rasa sakit dari racun yang diberikan oleh Pak Bayu.


Darius menatap wajah Mama Mirna yang tampak sangat sekarat itu. Ia bahkan sampai menutup matanya karena menahan rasa sakit dari dalam tubuhnya akibat racun penyiksaan yang diberikan Pak Bayu. Seolah-olah organ didalam tubuhnya diaduk-aduk menjadi bubur.


"Jangan tidur dong." Ucap Darius sambil mengangkat dagu Mama Mirna dan mendonggakannya supaya Darius bisa melihat wajah menderita orang yang telah membunuh Kakaknya dan menyiksa keponakannya.


"Ma...mau apa kau?" Tanya Mama Mirna dengan nada kesakitannya.


"Aku mau main. Jadi kamu harus temani aku main ok." Jawab Darius dengan seringaiannya yang membuat Mama Mirna merasakan hawa dingin yang membuat seluruh tubuhnya merinding ketakutan.


Tiba-tiba saja tangan Darius yang mendonggakan dagu Mama Mirna itu tak sengaja terkena tetesan darah Mama Mirna yang masih belum mengering dan menetes ke tangan Darius.


Darius menatap tangnya yang terkena tetesan darah Mama Mirna dengan tatapan jijiknya.

__ADS_1


Plak....


Dengan kasarnya Darius menampar wajah Mama Mirna sehingga sudut bibir Mama Mirna yang terluka dan sudah mengering itu tiba-tiba berdarah lagi.


"Beraninya darah kotormu itu menetes ditanganku hah!" Bentak Darius yang membuat Mama Mirna terkejut dan membelalakan matanya.


"Si...siapa kamu? Kenapa kamu memukulku? Apakah kamu orang suruhan Bayu lainnya yang ingin menyiksaku?" Tanya Mama Mirna lemah dengan darah yang mengalir disudut bibirnya.


Darius tertawa terbahak-bahak saat mendengarkan pertanyaan Mama Mirna yang menurutnya sangat lucu. Darius melepaskan masker diwajahnya dan memperlihatkan wajahnya kepada Mama Mirna.


"Kamu lihat wajahku ini dan ingat-ingat wajah aku dengan baik-baik wanita jahat! Namaku Darius Alexa, anak bungsu dari keluarga Alexa, pemimpin kelompok mafia Angel's heart, Adik dari Viola Alexa yang telah kamu bunuh bersama pacar kamu yang psikopat itu. Dan paman dari Biola Anggara. Oh tidak aku salah sebut. Maksudku Biola Alexa yang kini disebuat dan dikenal sebagai Nyonya Muda keluarga Kristian. Yang dulunya selalu kamu incar nyawanya demi menguasai harta kecil keluarga Anggara yang tidak ada apa-apa dengan harta keluarga Alexa." Jawab Darius yang membuat Mama Mirna membulatkan matanya tak percaya.


Jadi kelompok mafia Angel's heart yang selama ini ia anggap sebagai tempatnya dan keluarga berlindung dari keluarga Kristian yang dapat membunuhnya kapan saja dengan keji justru ternyata adalah sebuah sarang singa yang siap menyantapnya dan keluarganya kapan saja.


Sungguh Mama Mirna merasa kalau dia telah menyerahkan dirinya sendiri kepada singa yang sedang kelaparan saat dia dan pacarnya memutuskan untuk mencari pelindungan kepada kelompok mafia Angel's heart.


"Ka...ka...kamu..." Ucap Mama Mirna gagap karena ketakutan saat melihat wajah Darius yang menyeringai dengan senyuman iblisnya dan mulai mengeluarkan pisau belatinya yang sangat tajam dari dalam saku celananya.


"Kau tahu? Belati ini selalu menemaniku saat aku sedang mengajak para tahananku untuk bermain dipenjara seperti tempatmu saat ini. Sungguh bermain dengan tahanan dan menggunakan pisau belati ini sangatlah menyenangkan. Apakah kamu ingin merasakannya juga?" Tanya Darius dengan tatapan serius kearah Mama Mirna.


Mama Mirna langsung menelan salivanya kasar dan menggelengkan kepalanya dengan tatapannya yang tidak lepas dari pisau belati itu. Sungguh meski pun Pak Bayu sangat kejam menyiksanya tapi Pak Bayu tidak pernah menggunakan sesuatu yang tajam untuk menyiksa Mama Mirna.


Pak Bayu selalu memukul dan mencambuk Mama Mirna. Ia tak pernah menggunakan benda tajam apapun untuk membuat Mama Mirna menderita.


Darius tampak menyeringai dan mendekati Mama Mirna dengan tatapan ingin membunuhnya.


"Gelengan kepalamu aku anggap sebagai tanda persetujuan kalau kamu mau bermain denganku dan pisau belati kesayanganku ini. Ohh.. aku sungguh tidak sabar lagi ingin bermain-main dengan wajah dan jari-jari tangan dan kakimu. Apa jadinya ya jika aku membuat beberapa goresan dikulitmu ini dan membuat jari-jarimu pendek? Mungkin itu akan sangat mengasikkan dan akan terlihat imut.." Ucap Darius dengan penuh semangat dan seringaian iblisnya.


"Ti...tidak! Ja...jangan...! TIDAK...!!" Teriak Mama Mirna didalam ruangan itu.


Darius pun mulai menyiksa Mama Mirna dengan santainya tanpa membuang-buang banyak tenaga terlalu ekstra dan membuatnya kelelahan.


•••••••


1 jam terlah berlalu.


Tangisan dan jeritan Mama Mirna kini sudah tidak terdengar lagi. Dan untungnya ruangan itu kedap suara. Jika tidak maka seluruh anggota kelompok mafia Angel's heart akan sangat merinding ketakutan saat mendengar jeritan dan teriakan Mama Mirna yang sangat mengerikan.


Asisten Darius dan penjaga ruangan itu terkejut saat melihat Darius keluar sambil mengelap kedua tanganya yang dilumuri oleh banyak darah menggunakan tisu yang sengaja disiapkan didalam ruangan itu untuk Pak bayu.


"Kunci ruangan ini lagi!" Perintah Darius kepada penjaga ruangan tahanan Mama Mirna.


"Ba...baik Tuan Darius." Jawab penjaga ruangan itu gugup.


Sungguh baik Darius maupun Pak Bayu selalu membuat penjaga ruangan itu terkejut saat melihat mereka keluar dari ruangan tahanan Mama Mirna. Karena setelah mereka keluar maka mereka akan melumuri tangan mereka dengan darah Mama Mirna.


Tapi sepertinya siksaan yang diberikan Darius kepada Mama Mirna sangat berat ketimbang siksaan yang diberikan oleh Pak Bayu kepada Mama Mirna.


"Benar-benar manusia sadis. Aku tidak boleh membuat mereka tersinggung atau aku akan bernasib sama seperti wanita yang ada didalam." Gumaman penjaga ruangan itu dengan tubuh yang merinding ketakutan.


Bagi kelompok mafia Angel's heart hukuman yang paling ringan itu adalah kematian. Dan hukuman yang paling beratnya adalah sebuah siksaan tanpa akhir yang membuat seseorang lebih memilih mati dari pada hidup.


•••••••


"Selamat datang Tuan Bayu!" Sambut anggota kelompok mafia Anggel's heart saat melihat Bayu baru datang dari negara A dan langsung menuju markas besar kelompok mafia Angel's heart.


"Ku dengar Darius sudah kembali. Apa dia kesini?" Tanya Bayu kepada salah satu anggota mafia Angel's heart.


"Tuan Darius sudah datang 1 jam yang lalu, Tuan Bayu." Jawab salah satu anggota kelompok mafia Angel's heart.


"Oh ya? Dimana dia saat ini?" Tanya Bayu.


"A...... ..." Anggota kelompok mafia Angel's heart itu ingin menjawab tapi tiba-tiba saja Darius datang dan memotong ucapannya


"Kau mencariku Bay?" Tanya Darius sambil berjalan kearah Pak Bayu dengan tangan yang tak henti-hentinya ia bersihkan dari darah Mama Mirna yang tampak sangat menjijikan bagi Darius.


Melihat Darius membuat Pak Bayu teringat akan kejadian beberapa hari yang lalu. Dimana dengan kesalnya dan sadianya Darius memukuli Pak Bayu. Tapi Pak Bayu tidak marah kepada Darius. Dia justru merasa sangat bersalah kepada Darius karena tidak bisa menjaga Viola istrinya dan putrinya. Yang tak lain adalah Kakak dan keponakan Darius.


Tapi rasa bersalahnya itu tiba-tiba berubah menjadi rasa heran saat melihat Darius sedang mengelap tangannya yang dipenuhi darah dengan tisu.


Pak Bayu melihat arah dari jalan yang dilewati oleh Darius yang merupakan arah tempat Mama Mirna disiksa dan tempat para sandra yang ditangkap dan diintrogasi oleh kelompok mafia Angel's heart.

__ADS_1


"Itukan arah ruang tahanan dan tempat wanita ular itu disiksa. Kenapa Darius pergi kesana? Apa dia habis mengintrogasi tahanan?" Pikir Pak Bayu sambil berucap didalam hati.


"Kenapa kau melamun? Apa kau masih merasa bersalah kepadaku pecundang." Sindir Darius dengan nada dinginnya.


Pak Bayu yang mendengarkan ucapan Darius pun sangat terkejut. Ia menatap Darius dengan perasaan bersalahnya. Sepertinya Darius masih belum bisa memaafkannya. Ia hanya memberikan kesempatan kepada Pak Bayu untuk membalaskan dendan Kakaknya dan keponakannya seperti apa yang dikatakan oleh Tuan Davindra.


"Maaf." Itulah satu kata yang sering Pak Bayu ucapkan.


Darius menatap Pak Bayu dengan tatapan malasnya. Ia sangat kesal dengan Pak Bayu, tapi dia juga tidak bisa membuat keponakannya sakit hati. Ia ingin membuat keponakannya juga merasakan kasih sayang dari Ayah kandungnya. Karena selama ini Biola tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu kandung.


Darius tidak mau egois dan hanya memikirkan perasaannya sendiri. Ia sangat tahu kalau Biola juga mengharapkan kasih sayang dari Ayah kandungnya. Jadi sebisa mungkin Darius berusaha menerima Pak Bayu tapi dia juga masih tidak mau memaafkan Pak Bayu.


Biarlah waktu yang akan mengobati luka dimasa lalu. Mungkin dengan berjalannya waktu Darius bisa memaafkan Pak Bayu.


"Kau sudah tahu jawabanku kan? Jadi untuk apa kau minta maaf kepadaku." Jawab Darius ketus.


Pak Bayu hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Sudahlah jangan bahas itu lagi. Aku sudah muak melihat wajahmu." Jawab Darius dengan nada dinginnya dan melewati Pak Bayu yang hanya menunduk karena merasa bersalah.


"Oh iya, tadi aku memberikan sedikit siksaan tambahan kepada wanita ular itu. Karena aku sangat kesal dengan kerjaanmu yang tak becus menyiksa seseorang." Bisik Darius ditelinga Pak Bayu lalu berlalu keluar dari markas besar kelompok mafia Angel's heart.


Pak Bayu yang mendengakan ucapan Darius pun mengerutkan keningnya bingung. Lalu ia pergi ke ruangan tahanan Mama Mirna untuk membuktikan ucapan Darius.


Saat melihat Pak Bayu datang, penjaga ruangan Mama Mirna pun langsung membukakan pintu untuk Pak Bayu.


"Apa Darius kesini tadi?" Tanya Pak Bayu kepada penjaga ruangan Mama Mirna.


Penjaga ruangan itu tampak gugup dan menelan salivanya dengan kasar.


"Benar Tuan, tadi Tuan Darius masuk kedalam selama 1 jam." Jawab Penjaga ruangan Mama Mirna itu dengan sedikit gugup.


Setelah mendengar jawaban dari penjaga ruangan itu Pak Bayu langsung masuk kedalam ruangan tahanan Mama Mirna.


Pak Bayu membelalakan matanya saat melihat kondisi mengenaskan Mama Mirna. Pak Bayu memejamkan matanya dan mengalihkan pandangannya kesamping. Terdengar rintihan Mama Mirna dengan begitu lirihnya.


Pak Bayu sudah tidak tahan melihat kondisi Mama Mirna yang sangat mengenaskan karena ulah Darius. Pak Bayu bukannya kasihan kepada Mama Mirna tapi dia sangat tidak tahan melihat kondisi-kondisi mengenaskan seperti itu.


"Huh..... Darius memang sangat kejam dan sadis. Aku aja tidak berani berbuat seperti itu tapi dia sungguh luar biasa sadis. Pasti sesuatu telah terjadi sehingga membuatnya semarah ini kepada Mirna." Gumam Pak Bayu sambil berjalan keluar ruangan Mama Mirna.


••••••••


Keesokan harinya.


"Bagai mana keadannya?" Tanya Pak Bayu kepada penjaga ruangan Mama Mirna.


"Wanita itu telah mati Tuan." Jawab penjaga itu yang membuat Pak Bayu tersenyum devil.


"Kirim jasadnya keapartemennya dan Miko. Aku tahu kalau laki-laki psikopat itu sudah menyelesaikan misinya dan pulang keapartemennya. Jangan lupa juga pasang CCTV disekitar apartemen itu. Aku mau lihat reaksi psikopat itu saat melihat pacarnya mati secara mengenaskan." Perintah Pak Bayu dengan seringaian iblisnya.


"Ta....tapi Tuan. Sebelum tahanan wanita itu meninggal, Tuan Darius lebih dulu memisahkan beberapa organ tubuh tahanan wanita itu. Termasuk kepalanya." Jawab penjaga ruangan itu gugup.


Pak Raihan membuang nafasnya dengan kasar. Sebenarnya ia tak mau sesadis ini. Tapi apalah daya, sepertinya Darius sudah sangat marah kepada Mama Mirna.


"Bungkus semua anggota tubuhnya dan buatlah menjadi sebuah kado yang sangat bagus." Jawab Pak Bayu sambil berlalu keruangannya.


"Gak pimpinan gak wakilnya. Mereka semua sama-sama kejam dan sadis. Tapi inilah resiko masuk kedunia gelap ini." Gumam pnjaga ruangan itu sambil masuk kedalam ruangan tahanan Mama Mirna.


Bayu masuk kedalam ruangannya dan dikagetkan oleh keberadaan Darius didalam ruangannya.


"Kau..." Ucap Pak Bayu kaget saat melihat Darius ada didalam ruangannya.


"Pertunjukan akan segera dimulai. Apa kau tidak ingin bergabung dan melihatnya bersamaku?" Tanya Darius dengan seringaian iblisnya.


Pak Bayu hanya mematung ditempatnya sambil menatap Darius tak percaya.


Apakah Darius sudah memaafkannya? Itulah yang sedang dipikirkan Pak Bayu saat ini.


"Jangan salah paham. Aku hanya ingin melihat seberapa menderitanya orang yang telah membunuh Kakakku." Lanjut Darius dengan nada dinginnya.


Pak Bayu menghembuskan mafasnya dengan kasar dan menghampiri Darius dengan wajah kusutnya.

__ADS_1


"Huft....Sepertinya aku terlalu berharap. Dulu aku tak peduli mau Darius marah atau benci kepadaku. Tapi sekarang keadaannya telah berbarik. Apakah ini karma yang harus aku terima dari perbuatanku dimasa lalu?" Gumam Pak Bayu sambil berucap didalam hati.


__ADS_2