Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 50


__ADS_3

"KEYNAN.....!!!" Teriak Biola pada saat dia sadar sedang ditipu oleh suaminya lagi.


Keynan hanya bisa tertawa karena aksinya untuk mengerjai istrinya itu sukses.


"Dasar suami jahat! Kau berani menipuku lagi hah!" Bentak Biola sambil memukul-mukul dada bidang suaminya karena suaminya itu mendekap Biola diatas tubuhnya dengan kuat sehingga Biola tidak bisa duduk.


"Hahahaha......


Maafkan aku sayang, kau sangat menggemaskan hari ini jadi aku tak tahan untuk tidak mengerjaimu." Ucap Keynan sambil tertawa.


"Hiks.... aku benci kamu...!!!!" Teriak Biola sambil terisak dipelukan suaminya.


Keynan yang mendengar tangisan istrinya pun seketika melihat kewajah istrinya yang dipenuhi air mata.


Keynan merasa bersalah kepada istrinya. Ia melepaskan pelukannya dari pinggang ramping istrinya dan memegang wajah istrinya dengan kedua telapak tangannya sambil mengusap air mata istrinya dengan kedua ibu jarinya.


"Suttt... jangan nangis sayang. Aku minta maaf, aku memang sudah keterlaluan. Kamu bisa hukum aku sepuasnya asalkan kamu jangan menangis. Hatiku sangat sakit saat melihatmu menagis sayang." Ucap Keynan merasa bersalah.


Sungguh melihat istrinya menangis seperti ini membuat hatinya merasa sangat sakit. Seolah-olah Keynan merasakan kepedihan yang dirasakan oleh istrinya.


"Jangan nangis sayang, aku memang suami yang tidak berguna karena telah membuat istriku menagis seperti ini. Tapi kamu jangan menagis sayang karena tangisanmu itu sangat berharga bagiku." Ujar Keynan sambil memeluk kembali istrinya diatas tubuhnya dan mengusap punggung istrinya dengan lembut.


"Hiks.... kamu jahat. Kamu gak tahu sepanik apa saat aku tahu kamu tidak bernafas lagi." Isak Biola dipelukan suaminya.


"Maaf..." Lilir Keynan merasa bersalah. Ia mencium kening istrinya lembut.


"Jangan nagis lagi ya.." Bujuk Keynan sambil menatap wajah penuh air mata istrinya.


"Kamu harus dihukum." Ucap Biola sambil menatap tajam kearah mata suaminya.


"Sesuai keinginanmu ratuku." Rayu Keynan dengan nada lembut dan mencium kilas bibir istrinya.


Biola mencium Keynan terlebih dahulu dengan rakusnya. Keynan yang dicium lebih dulu oleh istrinya pun membelalakan matanya tak percaya tapi ia juga menikmati permainan bibir istrinya.


"Ada apa dengan istriku? Kenapa dia tidak seperti biasanya." Ucap Keynan didalam hati.


Ciuman mereka berlangsung sangat lama dan semakin memanas. Kini Keynan telah membalikan keadaan dan memimpin permainan panas mereka.


Keynan sudah larut dalam hawa nafsunya. Ia sangat ingin melahap tubuh istrinya saat itu juga.


"Cukup sampai disini..!!!!" Ucap Biola tiba-tiba sambil mendorong tubuh Keynan yang sedang asik menikmati tubuh istrinya.


"Cobaan apa lagi ini..!?!?" Keluh Keynan didalam hati.

__ADS_1


"Ta_tapi aku.... ..." Perotes Keynan terhenti saat Biola memotong ucapannya.


"Kita harus segera pulang karena kita harus kerumah Ayah untuk makan malam dan menjenguk Ayah yang sakit." Ucap Biola dengan polosnya atau lebih tepatnya pura-pura polos.


Biola bangkit dari atas tempat tidur dan merapikan pakaiannya yang berantakan tanpa menghiraukan suaminya yang sedang mematung diatas tenpat tidur.


"Ini hukumanmu suamiku sayang. Jadi nikmatilah penderitaanmu karena kau selau menipuku maka tanggung sendiri akibatnya. Makan tuh hawa nafsu." Cibir Biola didalam hati sambil tersenyum membelakangi suaminya. Karena dia sudah berhasil membalas dendam kepada suaminya.


"Uhhh.. sial! Kenapa harus disaat seperti ini. Kayaknya aku harus mandi air dingin deh. Ah.... kalau bukan karena Ayah mertua aku pasti akan menerkammu sayang." Gerutu Keynan didalam hati.


"Ayah sakit apa?" Tanya Keynan yang sudah menetralkan kekesalannya tapi tidak dengan hawa nafsunya.


"Aku gak tahu, aku hanya disuruh untuk makan malam sekalian nengokin Ayah yang sakit." Ucap Biola acuh.


"Ba_ baiklah... ka_kalau begitu bisakah kau keluar sebentar." Ucap Keynan gugup sambil menyelimuti daerah bawahnya saat melihat Biola yang sedang merapikan pakaiannya.


"Kau mengusirku." Biola mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Keynan yang terdengar seperti mengusirnya dari kamar itu.


"Bu_bukan begitu sayang. Aku hanya ingin mandi." Ucap Keynan yang lagi-lagi terlihat gugup.


"Aneh biasanya dia selalu tak tahu malu ketika sedang bersamaku tapi kenapa kali ini dia terlihat malu-malu." Batin Biola yang merasa heran dengan tingkah aneh suaminya.


Biola tidak sadar kalau tingkah aneh suaminya itu akibat dari ulahnya untuk membalas dendam kepada suaminya.


"Ya udah aku tunggu diruanganmu." Ucap Biola ketus sambil berlalu keluar kamar.


"Uhhh... selamat. Lagian kenapa kamu harus tambah tegang si padahal cuma lihat dia rapihin bajunya aja. Emang tubuh istriku selalu membuatku tergoda lagi dan lagi. Ditambah tingkahnya tadi yang mengambil inisiatif. Siapa coba yang tidak tergoda ketika istrinya mengambil inisiatif terlebih dahulu. Sepertinya aku harus mandi air dingin dulu untuk saat ini." Gumam Keynan sambil beranjak kearah kamar mandi.


_____________________


"Key kok lama ya? Dia lagi apa si dikamar." Gumam Biola sambil mengintip kekamar tempat Keynan berada.


"Dia kemana? Kok dia gak ada dikamar? Apa dia lagi dikamar mandi?" Fikir Biola saat melihat kamar tempat suaminya berada tampak sepi.


"Tar deh?? Kenapa aku jadi kepo kayak gini si! Aku ngerasa sejak bertemu dengan Keynan dan keluarganya sifat ku lambat laun jadi berubah. Ada apa dengan ku? Terus kenapa akhir-akhir ini aku tidak bisa meramal masa depan lagi? Apa pada akhirnya aku akan menjadi manusia biasa seperti dulu lagi? Dan sifat ku yang dulu juga akan kembali kepadaku. Apa itu artinya Biola saat ini akan menghilang dan Biola dulu akan kembali." Fikir Biola sambil mematung didepan pintuk kamar didalam ruangan Keynan.


Biola sendiri juga bingung dengan sifatnya yang berubah sejak 15 tahun yang lalu. Ia selalu merasa kalau perubahan sifatnya itu karena Ayahnya yang tidak memperdulikannya lagi. Tapi hati kecilnya selalu berkata kalau perubahan sifatnya itu bukan karena keluarganya semata tapi ada hal lain yang merubah sifatnya.


"Tidak tidak tidak.... itu mungkin hanya perasaanku saja dan soal ramalan masa depanku mungkin memang tidak ada kejadian berbahaya yang menimpaku dan orang-orang disekitarku." Gumam Biola penuh optimis.


Ehemmm....


Deheman seseorang mengagetkan Biola dari lamunnya.

__ADS_1


Biola membalikan badannya kearah asal suara deheman itu yang ada dibelakangnya.


"Hallo Kakak Ipar! senang bisa bertemu denganmu lagi." Ucap Devin yang tiba-tiba muncul entah dari mana.


"Kau siapa?" Tanya Biola yang tidak mengenali Devin. Padahal mereka sudah dua kali bertemu pada saat hari pernikan dan sehari sesudah pernikahan Keynan dan Biola.


"Kakak Ipar kau tidak mengenaliku?" Tanya Devin tak percaya.


Biola hanya menggelengkan kepalanya. Sungguh Biola tidak mengingat Devin.


"Kakak Ipar kau jahat sekali kepada adik iparmu. Apa kau tahu kalau aku itu keponakan kesayangan Tante Kania?" Tanya Devin lagi sambil memelaskan wajahnya karena Biola tidak mengenalinya. Padahal selama ini dia selalu melindungi Kakak Iparnya dari belakang.


"Mama punya keponakan?" Tanya Biola tak percaya. Dia benar-benar melupakan Devin karena jarangnya mereka bertemu. Ditambah Biola adalah tipekal wanita yang tidak memperdulikan orang-orang asing yang ada disekitarnya.


Devin hanya bisa menangis didalam hati saat mengetahui Kakak Ipar yang ia lindungi dari orang-orang jahat yang ingin merebut posisi Nyonya Muda keluarga Kristian tidak mengenalinya.


"Hiks.... kau jahat sekali Kakak Ipar. Pantas saja dari data yang aku cari di Universitasmu semua siswa memanggilmu patung es. Ternyata kau memang seperti patung yang tidak memperdulikan orang lain yang ada disekitarmu dan sedingin es yang bisa membuat orang-orang menggigil kedinginan jika didekatmu." Ucap Devin didalam hati.


"Ah.. sudahlah! kalau begitu aku akan memperkenalkan diriku lagi kepada Kakak Iparku." Ucap Devin pasrah menerima kenyataan bahwa Kakak Iparnya tidak mengenalinya.


"Perkenalkan namaku Devin Wijaya keponakan dari Tante Kania Kristian sekaligus asisten Pribadi serbaguna Keynan Kristian." Ucap Devin memperkenalkan dirinya sambil tersenyum saat mengucapkan asisten pribadi serbaguna. Dia merasa dirinya terlihat murahan saat mengucapkan kata serbaguna.


"Apa aku harus memperkenalkan diriku juga?" Tanya Biola balik dengan nada cueknya.


"Nasib punya Kakak Ipar Patung es." Keluh Devin didalam hati.


"Tidak perlu Kakak Ipar. Apa Key nya ada Kakak Ipar?" Tanya Devin yang mulai kesal mengajak Patung es bicara.


"Ada apa kau mencariku! gangu aja." Ucap Keynan dingin dan baru seleaai mandi air dingin dikamarnya lalu keluar dari dalam kamarnya


"Sett.... dah ni pasangan serasi banget. Yang satu kayak Patung es dan satu lagi kayak beruang kutub." Kesal Devin sambil berucap didalam hatinya


"Ini ad.... ...." Ketika Devin ingin mengucapkan maksud kedatangannya tiba-tiba Biola sudah memotong ucapannya.


"Key! Kamu kok lama banget dikamar mandi. Kamu gak lihat jam apa? Lihat ni kita udah hampir telat. Mana kita harus kerumah dulu untuk ganti baju." Perotes Biola kepada suaminya sambil menunjuk jam tangan yang ia pakai.


Keynan yang mendapatkan protesan dari istrinya pun hanya bisa menunduk seperti anak kucing yang ketahun mencuri ikan asin.


Devin hanya bisa melongo menyaksikan adegan kedua orang aneh dihadapannya.


"Sungguh derama yang jarang-jarang ada dan sangat langka." Ucap Devin didalam hati pada saat melihat Keynan yang bertingkah seperti anak kucing dihadapan istrinya.


___________________

__ADS_1


**Maaf bila ada Typo dan maksih atas dukungan kalian.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya guys 😘**


__ADS_2