Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 22


__ADS_3

Sekarang Sinta dan Biola sedang berada dikantin kampus untuk makan siang. Sinta tak habis-habisnya mengerjai Biola dengan bertanya banyak hal kepada Biola. Lama kelamaan Biola pun jadi capek dan kesal dengan sahabatnya yang tiba-tiba bawel kepadanya.


Saking keselnya Biola, akhirnya Biola pun bungkam dan kembali memasang wajah dingin dan cueknya.


"Yahh... lo gak asik banget si Bi. Lagian jarang-jarang kan lo ngeladenin gue ngomong. Biasanya juga kan selalu Hmm, ya, apa, kenapa, tidak, dan banyak jawaban singkat yang lo keluarin." Ucap Sinta sambil menirukan ucapan Biola dan memonyongkan bibirnya.


Biola menatap Sinta yang sedang memonyongkan bibirnya. Dia baru sadar kalau sedari tadi temannya itu sedang mengerjainya dengan terus bertanya banyak hal kepadanya. Akhirnya Biola pun memasang senyum dinginnya kepada Sinta. Sinta yang melihat senyuman dingin Biola merasa merinding.


"Wahh... gawat nih, epertinya Biola baru nyadar kalau gue lagi ngerjain dia yang tiba-tiba berubah kayak orang normal. Sial banget si nih mulut, bisa-bisanya dia keceplosan kayak gini." Gerutu Sinta dalam hati sambil memukul bibirnya pelan yang sempat ia monyong-monyongkan tadi.


"Ohh.. jadi tadi itu lo habis ngerjain gue gitu?" Tanya Biola dengan tatapan dingin dan senyuman sinisnya yang mampu membuat Sinta tersenyum kikuk dan merinding ketakutan melihat senyum dan tatapan Biola yang mengintimidasi.


"Ma_maaf Bi. Lo kan tau kalau lo jarang ngeladenin omongan gue. Jadi mumpung lo nya bisa diajak ngomong, yah... jadi, gue sekalian ngerjain lo. Itung-itung balas dendam karena lo sering diemin gue." Jawab Sinta gugup sambil menundukan kepalanya kebawah. Dan membentur-benturkan jari telunjuknya dengan jari telunjuk lainnya.


"Balas dendam ya?" Tanya Biola sambil mengangkat sebelah alisnya menatap Sinta. Lalu mulai menaikan sudut bibirnya keatas.


Sinta yang menyadari ucapannya semakin memperburuk keadaan langsung mendonggakan kepalanya. Dia melihat senyuman Biola yang jadi lebih menakutkan dari sebelumnya.


"Ehh... ma_maksud gu_gue. I_itu.." Jawab Sinta gagap saking ketakutannya dengan aura dingin Biola yang mencekam. Sungguh saat ini Sinta merasa seperti berada di kutub utara.


"Udahlah... hari ini gue maafin lo. Tapi awas lo kalau berani ngerjain gue lagi." Ancam Biola sambil nusukkan sendok garpuh kedalam makanannya dihadapan Sinta. Sinta menelan salivanya kasar saat melihat Biola menusukan sendok garpuhnya kedalam makanannya.


"Bener-bener gue kapok ngerjain lo Bi. Kalau tau gini jadinya lebih baik gue gak ngerjain lo. Untung dia belum apa-apain gue, coba kalau dia apa-apain gue, pasti gue bakalan menderita tujuh turunan karena belum diapa-apain aja gue udah tersiksa sama tatapan dinginnya yang mampu membuat tulang gue lemes apa lagi kalau sampai itu terjadi." Gumam Sinta dalam hati sambil merinding ketakutan. Dia benar-benar kapok mengerjai Biola lagi. Sungguh dia lupa kalau temannya itu adalah patung es yang dapat membekukan orang-orang yang mencari gara-gara kepadanya.


"Makasih Bi, lo emang yang paling baik. Sebagai rasa terima kasih gue, gue teraktir makanan lo deh." Ucap Sinta cengengesan sambil menyogok Biola dengan teraktiran agar Biola tak marah lagi ke padanya. Yah.. walau Biola sendiri tak peduli dan tak menolak juga.


"Serah lo." Jawab Biola cuek karena masih marah dengan Sinta.


"Oh ya Bi, lo kapan mau balik ke asrama lagi? Gue kesepian tau kalau lo gak ada. Yah... walau ada lo juga gue tetep kesepian. Tapi setidaknya kalau gak ada lo asrama berasa ada yang kurang." Ucap Sinta keceplosan. Sinta pun langsung menutup mulutnya saat melihat tatapan Biola yang sangat mengintimidasi itu lagi.


"Mulut oh mulut bisa gak si lo jangan asal ceplos." Gumam Sinta mengerutuki mulutnya yang asal ceplos.

__ADS_1


"Hehe... maaf Bi." Ucap Sinta cengengesan sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.


Raut wajah Biola kembali seperti semula. Dia menyantap makanannya yang sedikit lagi tanpa menatap Sinta lalu setelah makanannya habis. Biola pun angkat Bicara dan menjawab pertanyan Sinta yang tidak sempat ia jawab karena mulut ceplos Sinta. Yah sebenarnya Biola juga harus memberitahu Sinta kalau dia akan pindah cepat atau lambat.


"Gue mau keluar dari asrama." Kata Biola yang langsung membuat Sinta kaget dan terbatuk-batuk karena tersedak oleh makanannya. Sinta segera mengambil air minumnya dan menegaknya sampai habis.


Biola hanya bisa menatap temannya yang bodohnya itu kebangetan. Sampai-sampai makanpun bisa tersedak. Fikir Biola menatap Sinta heran.


"A_apa lo bilang? Lo mau keluar dari asrma?." Tanya Sinta kaget setelah menegak habis minumannya.


"Lo mau ninggalin gue Bi? Gue tau tadi gue udah bikin lo marah, tapi gak sampe harus ninggalin gue juga Bi. Nanti siapa yang masakin gue makanan kalau lo pergi. Terus nanti tugas gue siapa yang mau bantu kalau lo sampai pergi." Lanjut Sinta dengan mata yang berkaca-kaca. Dia fikir Biola meninggalkan asrama karena dia membuat marah Biola tadi.


Biola tak habis fikir dengan sahabatnya yang laknat ini. Bisa-bisanya dia memikirkan hal seperti itu.


"Gue pergi bukan karena lo. Gue pergi emang sudah seharusnya gue pergi, tapi gue tetep kekampus ini kok." Jelas Biola tidak membahas pernikahannya karena Sintanya yang percaya kepada Biola.


Mendengar penjelasan Biola, Sinta masih tetap saja berkaca-kaca dan tidak ingin berpisah dari sahabatnya. Yah walaupun ada atau tidak ada sahabatnya itu, Sinta merasa sendirian, tapi kalau Biola sampai pergi, dia pasti akan merasa ada yang kurang dan tak ada yang membantunya lagi dalam tugas, masak dan beberesih. Karena Biola lah yang paling rajin akan tugas itu diasramanya.


"Cihh.. lebay banget lo! Ujung-ujungnya juga minta bantuan gue." Cibir Biola yang kesal dengan tingkah sahabatnya itu.


Yah karena sekarang Biola sudah menikah jadi Biola harus tinggal dirumah suaminya. Walaupun Biola masih tidak mencintai Key dan masih ragu akan hubungan pernikahannya dengan Key karena Key sendiri yang bilang kalau dia sudah memiliki kekasih sejak pertama kali bertemu. Dia masih tak ingin menerima Key seutuhnya karena takut akan masa depan rumah tangganya dimasa depan.


Yah.. walaupun ramalannya mengatakan dia harus menerima perjodohannya dengan Key tapi dia juga tidak bisa melihat masa depannya dengan Key akan seperti apa. Jujur pada awalnya Biola tidak peduli dengan hubungan Key dengan wanita lain. Tapi setelah meilihat tingkah Key akhir-akhir ini membuat Biola ragu dan luluh akan sikapnya Key.


Biola sangat bingung dengan perasaannya saat ini yang ingin memiliki Key seutuhnya tapi dia juga takut jika suatu saat nanti ada wanita lain ditengah-tengah rumah tangga mereka. Biola masih inget jelas dengan perkataan Key kalau dia akan menikahi pacarnya walaupun Biola dan Key sudah menikah.


Sungguh Biola sangat takut jika suaminya harus dibagi dengan wanita lain. Jadi itu sebabnya Biola masih tidak bisa menerima Key seutuhnya dan bodohnya dia karena tak tau kalau perasaan yang sedang ia alami ini adalah cinta.


Sudah cukup Biola membagi Ayahnya dengan wanita lain selain dia dan ibunya kepada ibu tirinya dan anak dari ayah dan ibu tirinya. Dia tak mau jika harus membagi suaminya juga dengan wanita lain. Sungguh Biola sangat terpukul jika itu terjadi padanya.


Key juga sangat bodoh karena dia sangat mencintai Biola dan ingin memiliki Biola seutuhnya tapi dia juga lupa memberi tahu tentang perarasaan cintanya kepada Biola dan tentang mantan pacarnya.

__ADS_1


_________________


Sebelum Biola pulang dan dijemput oleh Key. Biola menyempatkan diri untuk pergi ke asramanya. Dia ingin mengambil barang-barang yang masih tertinggal diasramanya.


Setelah itu dia pergi keparkiran dimana suaminya itu telah menunggunya.


"Itu apa?" Tanya Key yang melihat Biola membawa kardus yang cukup besar dan ia letakan dibangku belakang.


"Barang-barang aku yang tertinggal diasrama." Jawab Biola sambil duduk disebelah Key.


"Oh.." jawab Key sambil mendekatkan badannya kearah Biola. Sontak saja Biola kaget dan mengira Key akan menciumnya lagi seperti tadi pagi.


Biola ingin mendorong tubuh Key yang mendekat ke arahnya tapi dia malam memejamkan matanya. Saking gugupnya dan jantungnya yang berdebar tak karuan jadi membuatnya jadi salah tingkah dan memejamkan matanya. Sunggu perasaan yang Biola alami saat ini membuatnya lemah seketika.


Cukup lama Biola memejamkan matanya tapi dia merasa tidak ada yang terjadi. Hingga akhirnya dia membuka matanya.


Biola terbengong saat Ia membuka matanya dan dilihatnya Key sudah kembali ke kemudi mobilnya.


"Lah terus tadi dia ngapain?" Fikir Biola sambil melirik Key yang sedang melajukan mobilnya.


Biola melihat kearah badannya yang telah terpasang sabuk pengaman. Sungguh Biola saat ini benar-benar sangat malu. Bisa-bisanya dia berfikir kalau Key akan menciumnya.


"Ahhhhh..... gue ingin gali lubang dan bersembunyi didalamnya." Jerit Biola dalam hati sambil menutupi wajanya yang merona dengan kedua telapak tangannya.


Key yang melihat tingkah Biola hanya bisa tersenyum licik dan tertawa didalam hati karena rencananya untuk menggoda istrinya itu berhasil.


______________________


**Terima kasih sudah mau mampir dan membaca Novel ini.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya 😄**

__ADS_1


__ADS_2