Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 119


__ADS_3

Keynan dan Darius yang mendengarkan teriakan Biola pun langsung menghentikan pertengkaran mereka yang memperdebatkan marga untuk bayi yang ada didalam kandungan Biola.


"Keripik?" Ucap Darius dan Keynan kompak dan memiringkan kepala mereka berdua karena sedang mencerna ucapan Biola.


Darius dan Keynan pun saling tatap lalu mereka pun berlari dengan kencangnya kearah kamar Biola.


"Lo ngapain ke kamar gue!" Teriak Keynan kepada Paman dari istrinya itu.


"Suka-suka aku. Biola kan juga keponakanku." Jawab Darius sambil berlari mendahului Keynan.


"Dasar tua bangka ngeselin. Cari istri lo! Jangan gangguin keponakan lo mulu. Inget dia udah punya suami!" Teriak Keynan sambil menyusul Darius.


"Aku masih belum merestui kamu menikahi keponakanku. Jadia jangan sombong kamu!" Balas Darius sambil berlari lebih kencang.


Sementara itu Mama Kania dan Pak Raihan sedang menatap mereka berdua dengan tatapan malasnya dari arah ruang keluarga.


"Ya ampun Pa, kapan mereka akurnya?" Tanya Mama Kania sambil menepuk kepalanya karena pusing melihat Keynan dan Darius yang terus bertengkar setiap kali bertemu.


"Udahlah Ma, jangan pedulikan mereka." Jawab Pak Raihan sambil mengetik sesuatu di laptopnya.


"Mama juga udah usahain gak peduliin mereka Pa. Tapi tetep aja Mama juga punya telinga. Mama tiap hari denger mereka berdebat dan itu membuat kepala Mama pusing." Jawab Mama Kania dengan lelahnya.


"Ya udah nanti-nanti Mama pake eraphone aja saat liat Darius dan Keynan ketemu. Mama bisa tuh pasang musik kesukaan Mama sekencang-kencangnya agar gak denger pertengkaran Darius dan Keynan." Jawab Pak Raihan santai dan masih fokus kepada layar laptopnya.


Mama Kania menatap Pak Raihan malas. Karena tak suka dengan ide dari suaminya itu. Bagai mana tidak suka, setiap hari Darius pasti akan datang ke kediaman keluarga Kristian untuk menemui Biola keponakannya dan pastinya juga akan bertemu dengan Keynan. Otomatis mereka akan bertengkar setiap hari. Masa Mama Kania harus memakai eraphone dan menyetel musik dengan kerasnya setiap hari agar suara pertengkaran Darius dan Keynan yang memusingkan kepala Mama Kania itu tak terdengar ketelinganya.


Bisa-bisa bukan pusing karena pertengkaran Darius dan Keynan yang Mama Kania dapatkan. Melainkan gendang telinganya yang akan pecah jika ia memakai eraphone dengan nada tinggi setiap harinya.


"Ngasih ide kok gak bermanfaat. Malahan merusak." Gerutu Mama Kania yang tidak didengar oleh Pak Raihan yang masih fokus dengan layar laptopnya.


Sementara Darius dan Keynan tampak berlomba-lomba berlari kearah kamar Biola. Meski Darius sudah cukup berumur dan usianya hanya kurang beberapa tahun dari Mama Kania dan Pak Raihan, tapi kekuatan Darius tidak bisa diragukan lagi. Buktinya dia bisa memajukan kelompok mafia Angel's heart dan menjadikannya sebuah kelompok mafia terbesar dan paling ditakuti oleh seluruh negara.


BRAKK....


Dengan kuatnya Darius dan Keynan membuaka pintu dengan cara dibanging secara berbarengan dan membuat Sinta yang ingin tertidur dan akan menjelajahi alam mimpinya lagi pun langsung meloncat dari rebahannya dan duduk diatas kasur Biola dan Keynan dengan tampang linglungnya. Ia juga melirik kesekeliling kamar dengan mata yang membulat karena kaget.


Sementara Biola hanya duduk dibawah karpet sambil menghadap tv dan menyandarkan punggungnya kearah kasurnya. Biola menatap Darius dan Keynan dengan tatapan polosnya yang tampak sedang mengerjap-ngerjap karena kaget.


Darius dan Keynan tampak saling tatap dengan tatapan permusuhannya. Mereka saling dorong untuk masuk kedalam kamar karena Darius dan Keynan masih diambang pintu.


"Minggir lo! gue mau masuk ke kamar gue." Ucap Keynan sambil mendorong tubuh Darius.


"Gak! Kamu yang minggir, dasar menantu kurang ajar." Balas Darius sambil mendorong tubuh Keynan.


Biola yang melihat Paman dan suaminya bertengkar dikamarnya pun langsung berdiri dari duduk satainya. Ia menatap Keynan dan Darius dengan tatapan kesalnya.


"KALIAN JANGAN BERTENGKAR DISINI! Kalian mau liat aku lahiran sekarang gara-gara stres liat kalian bertengar setiap hari hah!" Bentak Biola dengan mata menajam kearah Darius dan Keynan.


Tampak Darius dan Keynan menundukan kepalanya karena merasa bersalah.


"Maaf..." Cicit mereka berdua dengan menundukan kepalanya karena merasa bersalah.


"Udah, untuk marga anakku akan aku pilih sendiri. Sekarang kalian jangan bertengkar lagi. Dan belikan aku KERIPIK KENTANG!" Perintah Biola dengan wajah merah padamnya dan menrkankan kata keripik kentang kepada Keynan dan Darius.


Ucapan Biola sungguh membuat Keynan dan Darius bagaikan disambar petir. Sudah beberapa hari ini mereka memperebutkan marga untuk anak yang ada didalam kandungan Biola. Namun dengan mudahnya Biola mengatakan kalau dialah yang akan menentukan marga untuk anaknya.


"Ta...tapi sayang marga anak kita ha....."


"Aku gak mau dengar apapun lagi! Aku hanya mau keripik kentang. Anak didalam kandunganku mau keripik kentang sekarang juga!" Teriak Biola yang memotong ucapan Keynan dan membuat Keynan dan Darius tercengang.


"Baiklah, Paman akan belikan kamu keripik kentang sekarang juga." Jawab Darius yang membuat Keynan marah.


"Gak! Aku yang akan membelikan keripik kentang untuk istriku. Aku yang buat anak jadi aku yang harus bertanggung jawab." Balas Keynan dengan tatapan tajamnya kearah Darius.


"Enak aja, aku yang akan belikan keripik kentang untuk keponakanku. Bagaimanapun anak yang ada didalam kandungan Biola adalah cucuku natinya." Ucap Darius tak terima.


"Aku Ayahnya!" Belas Keynan tak mau kalah.


"Aku aku kakeknya!"


"Aku!"

__ADS_1


"Aku!"


"Aku!"


Seperti itulah Keynan dan Darius yang setiap harinya selalu bertengkar karena berebutan sesuatu yang berhubungan dengan Biola dan anak yang ada didalam kandungan Biola.


Tampak Biola sudah mengerutkan keningnya karena menahan emosinya. Wajah Biola sudah sangat merah karena sedang menahan amarahnya yang meluap-luap.


Bahkan Sinta yang melihat wajah marah sahabatnya itu pun tampak merinding ketakutan. Ia tidak berani mengganggu sahabatnya untuk kali ini.


"KELUAR KALIAN DARI KAMARKU...!!!" Teriak Biola sambil menendang Darius dan Keynan dari kamarnya lalu menutup pintu kamarnya dengan kasar dihadapan Keynan dan Dadius.


Keynan dan Darius tampak saling tatap lalu menatap pintu kamar Biola dengan berkedip beberapakali.


Mereka berdua mematung didepan pintu kamar Biola. Lalu meraka pun mulai bertengkar lagi karena saling menyalahkan satu sama lain didepan pintu kamar Biola.


"Ini gara-gara kamu!" Bentak Darius kepada Keynan.


"Enak aja. Ini semua gara-gara kamu!" Balas Keynan tak terima.


Mereka pun mulai bertengkar lagi selama setengah jam. Lalu munculah seorang pelayan dari arah belakang Keynan dan Darius dengan menjinjing dua kresek besar yang isinya tak lain adalah keripik kentang pesanan Biola.


"Permisi Tuan Muda dan Tuan Darius. Saya mau mengantarkan pesanan Nyonya Muda." Ujar pelayan itu yang tak lain adalah Maya karena Darius dan Keynan menghalangi pintu masuk kekamar Biola.


"Pesanan?" Tanya Darius dan Keynan berbarengan.


"Iya Tuan Muda dan Tuan Darius, setengah jam yang lalu Nyonya Muda memesan keripik kentang dan pesanannya telah sampai. Saya hanya ingin mengantarkan pesanan Nyonya Muda jadi mohon Tuan Muda dan Tuan Darius bergeser sedikit dari depan pintunya." Jawab Maya yang membuat Darius dan Keynan tercengang sambil bergeser dari depan pintu.


Sungguh baik Darius maupun Keynan, mereka berdua sama-sama lupa untuk membelikan Biola keripik kentang karena sibuk bertengkar. Keynan dan Darius tampak menyesali apa yang terjadi. Mereka sangat menyesal dan mengerutuki diri mereka sendiri yang tak becus menjadi sumi dan paman yang baik untuk Biola.


Tok.....tok....tok....


"Nyonya Muda pesanan Nyonya telah sampai." Ucap Maya setelah mengetuk pintu kamar Biola sebanyak tiga kali.


Biola pun membuka pintu kamarnya sambil tersenyum lebar kepada Maya. Lalu menatap pamannya dan suaminya itu dengan tatapan kesalnya.


"Makasih ya May, kamu memang pelayan yang bisa saya andalkan. Gak seperti dua orang laki-laki yang tiap hari hanya taunya bertengkar dan bertengkar saat bertemu karena memperebutkan sesuatu yang sepele." Sindir Biola sambil berucap ramah kepada Maya. Lalu ucapannya itu berubah menjadi garang ketika ia mengalihkan tatapannya kearah paman dan suaminya yang sedang menatap Biola dengan tatapan melongnya. Biola juga menatap paman dan suminya dengan tatapan tajamnya.


Setelah itu Maya pun meninggalkan kamar Biola dan Biola pun menutup dan mengunci kamarnya rapat-rapat. Agar cat and dog itu tidak bisa masuk kedalam kamarnya dan berdebat didalam kamarnya lagi.


Tampak Darius dan Keynan lagi-lagi menatap pintu kamar Biola dengan tatapan melongonya.


Entah kenapa Keynan dan Darius merasa tersinggung dengan ucapan Biola. Ditambah saat mereka mendengar kata tanggung jawab yang keluar dari mulut Maya. Sungguh rasanya seperti jantung Darius dan Keynan seperti ditusuk oleh sebuah pedang samurai yang sangat panjang dan tajam.


"Kok rasanya kesindir ya sama ucapan Biola dan pelayan itu." Ucap Darius dan Keynan didalam hati sambil menatap pintu kamar Biola yang tertutup rapat dihadapan mereka.


Sementara Biola sudah duduk kembali ditempatnya sambil memakan keripik kentangnya dan menaikan volume televisi yang ia tonton agar ia tidak mendengarkan pertengkaran Keynan dan Darius lagi. Kalau Sinta, dia malah sudah tidur sambil mendengkur diatas kasur empuk milik Biola.


••••••


Tok...tok...tok...


"Sayang buka dong pintunya. Aku mau masuk kamar. Ini udah malem loh yang." Ucap Keynan sambil mengetuk pintu kamarnya dan Biola.


Biola tampak acuh dan mengabaikan ocehan suaminya dari balik pintu.


Setelah pertengkarang Keynan dan Darius tadi sore, membuat Biola mengacuhkan Paman dan suaminya itu. Bahkan ia juga tidak membiarkan Keynan masuk kedalam kamarnya saking masih kesalnya Biola kepada suaminya.


Sungguh pertengkaran Keynan dan Darius membuat kepala orang lain pusing saat mendengarnya, termasuk Biola. Biola bahkan sangat marah kepada Keynan dan Darius karena terus bertengkar setiap harinya. Dan ujung-ujungnya Keynan lah yang paling menderita karena tidak diizinkan masuk kedalam kamarnya oleh istrinya.


Tok....tok...tok...


"Sayang buka pintunya... aku tau aku salah. Kamu boleh hukum aku sesukamu tapi jangan suruh aku tidur diluar."  Teriak Keynan dibalik pintu kamarnya dan Biola sambil terus mengetuk-ngetuk pintu kamarnya dan Biola.


"Gak! Aku masih kesal sama kamu dan Paman. Kalau kalian udah akur aku baru mau buka pintu kamar!" Teriak Biola yang tidak mungkin Keynan lakukan karena gengsi.


"Apa bisa yang lain sayang?" Tanya Keynan dibalik pintu.


"Gak ada tawar menawar. Ini bukan pasar!" Teriak Biola dari dalam kamar yang membuat Keynan menggaruk rambutnya karena frustasi.


"Ya udah nanti aku usahain ya. Tapi sekarang buka pintunya dong." Ucap Keynan berbohong dengan masih mengetuk pintu kamar istrinya.

__ADS_1


"Kamu bohong. Aku gak akan tertipu sama ucapanmu." Teriak Biola yang sudah tahu pasti kalau ucapan suminya itu tidak bisa dipercaya.


Keynan menggaruk rambutnya lagi karena frustasi. Ia sungguh sudah kehilangan ide untuk membujuk istrinya agar mau membukakan pintu kamar untuknya.


"Baiklah sayang, apapun yang kamu minta aku pasti akan kabulkan. Asalkan kamu mau membuka pintu kamarnya. Aku gak bisa tidur kalau aku gak meluk kamu sama ngelus perut kamu. Terserah kamu mau minta apa. Kamu mau minta aku baikan sama Darius pun aku akan lakuin. Asalkan kamu buka pintunya ya." Ucap Keynan pasrah. Ia sudah tidak tahan lagi kalau harus berdiri didepan pintu kamarnya lebih lama lagi.


Masa bodo dengan permintaan istrinya yang tidak masuk akal nantinya. Yang penting saat ini Keynan bisa tidur sambil meluk istrinya dan mengusap perut buncit istrinya.


Ceklek....


Dengan seringaian penuh misteriusnya Biola membuka pintu kamarnya dan menyembulkan kepalanya kearah Keynan.


"Apapun permintaanku akan kamu kabulkan?" Tanya Biola sambil tersenyum licik.


Keynan yang sedang melamunpun dikagetkan oleh suara istrinya yang sudah membuka pintu. Ia menatap istrinya yang tampak mencurigakan dengan senyuman liciknya. Tapi Keynan tidak menaruh curiga apapun kepada istrinya sehingga dia mengiyakan saja pertanyaan istrinya.


"Iya, apapun yang kamu minta pasti aku kabulkan. Kamu kan ratuku honey." Jawab Keynan dengan mata genitnya yang mengedip kearah Biola.


"Janji, apapun permintaanku, kamu harus turuti? Termasuk baikan dengan Paman dan permintaan lainnya?" Ucap Biola sambil menaikan jari kelingkingnya dihadapan Keynan. Dan tidak memperdulikan tingkah genit suamunya.


Keynan mengerutkan dahinya sambil menatap kearah jari kelingking istrinya karena ia mulai curiga dengan tingkah mencurigakan istrinya. Kalau berbaikan dengan Darius ya itu memang permasahan dari terkuncinya Keynan diluar kamar. Tapi dia juga takut kalau istrinya meminta permintaan lainnya yang justru malah merugikannya dan membuat dia khawatir.


"Janji gak, kalau enggak nanti aku tutup pintunya loh." Ancam Biola dengan kesalnya karena jari kelingkingnya dianggurin.


Perkataan Biola membuat Keynan terbangun dari lamunannya dan mengaikat jari kelingkingnya kejari kelingking istrinya tanpa pikir panjang. Karena ia sudah ngantuk dan ingin bermanja-manja kepada istrinya lagi.


"Eh, iya sayang maaf. Tadi aku ngelamun." Jawab Keynan sambil mengaitkan jari kelingkingnya kejari kelingking istrinya.


Biola tampak tersenyum puas saat jari kelingkingnya dikaitkan dengan jari kelingking suaminya.


"Awas loh kalau nanti kamu gak nepatin janji." Ucap Biola waspada.


"Gak akan kok sayang. Aku kan pria sejati. Sebagai seorang pria sejati, aku pasti akan menepati janjiku. Kalau enggak, aku akan berdandan seperti seorang wanita dan mengelilingi kantor keluarga Kristian dan kantor keluarga Alexa dengan memakai pakaian wanita." Jawab Keynan penuh percaya diri.


Biola tampak terkekeh saat mendengarkan Keynan mengatakan ucapannya. Sungguh Biola tidak bisa membayangkan seberapa cantinya Keynan kalau sudah memakai pakaian wanita.


"Awas aja kalau bohong. Aku akan pegang kata-kata kamu. Aku juga sudah rekam ucapanmu. Jadi pas aku nagih janjiku kamu harus mengabulkannya." Jawab Biola sambil terkekeh dan menunjukan ponselnya yang ia sembunyikan dibalik tububuhnya yang berisi.


Ucapan Biola sungguh membuat Keynan melongo karena terkejut. Apa setidak percaya itu istrinya kepada kepadanya atau kah permintaan Biola yang sangat aneh dan sulit untuk Keynan penuhi sehingga ia sampai merekamnya. Entah kenapa saat ini Keynan merasa menyesal dengan apa yang ia ucapkan. Tapi apalah daya, ia sudah mengatakannya. Sebagai seorang laki-laki sejati mana mungkin ia menari kata-katanya lagi.


"Lah... kenapa mesti direkam sayang? Emang apa si permintaanmu? Kamu jangan minta yang aneh-aneh ya?" Tanya Keynan yang mulai curiga dengan permintaan istrinya.


Biola tampak mengerucutkan bibirnya beberapa centi saat mendengarkan ucapan dari suaminya.


"Katanya apapun permintaanku akan kamu kabulkan. Tapi sekarang bilangnya jangan minta yang aneh-aneh. Kalau begitu besok kamu keliling perusahaan keluarga Kristian dan perushahaan keluarga Alexa pake baju wanita aja." Jawab Biola ketus dengan bibir cemberutnya dan akan menutup pintu kamarnya lagi.


Keynan yang mendengarkan ucapan istrinya pun langsung merinding dibuatnya. Ia tidak bisa membayangkan dirinya memakai pakaian wanita dan berkeliling memakai pakaian wanita di kedua perusahaan besar yang ia pimpin. Bisa-bisa reputasinya sebagai CEO hebat dan berkarisma tinggi serta disegani oleh para karyawannya pun bisa hancur kalau ia nelakukan apa yang telah ia ucapkan sendiri.


"Ukh... sial banget ni mulut!" Ucap Keynan didalam hati sambil memukul mulutnya sendiri lalu menahan pintu kamarnya dan Biola yang ingin ditutup lagi oleh Biola.


"Hehe.... aku cuman bercanda kok sayang. Permintaanmu pasti akan aku kabulkan. Kamu tenang aja. Suamimu ini kan pria sejati yang selalu nepatin janjinya." Jawab Keynan dengan cengengesannya dan menahan pintu kamarnya dan Biola.


"Awas aja kalau bohong. Kamu harus make maju wanita dan keliling perusahaan keluarga Kristian dan keluarga Alexa. Inget itu adalah ucapan kamu sendiri loh. Bukan ucapanku." Peringat Biola dengan berbicara ketus kepada suaminya.


"Gak kok syang. Ayo kita bobok aja. Aku udah capek pengen bobok dan meluk kamu dan princess kita." Jawab Keynan sambil merangkul bahu istrinya dan mengajak Biola masuk kedalam kamar.


"Ih Keynan! Anak kita belum tahu apa jenis kelaminnya. Kamu jangan asal panggil anak kita kayak gitu. Nanti gimana kalau anaknya cowok? Aku kan mau agar semuanya jadi sebuah kejutan." Peringat Biola kepada Keynan yang kebiasaan memaanggil bayi yang ada didalam kandungan Biola dengan sebutan princess.


Keynan hanya terkekeh lalu berbaring diatas kasurnya sambil meluk istrinya dan mengusap perut buncit istrinya.


"Mau cewek atau cowok. Aku pasti akan menyayanginya dengan sepenuh hatiku sayang. Jadi tumbuhlah dengan baik didalam sana agar kamu bisa bersama dengan kami nantinya. Dan menjadi pelengkap didalam rumah tangga kecil kita." Bisik Keynan ditelinga istrinya sambil mengelus perut buncit istrinya dan membuat pipi Biola bersemu karean terharu dengan ucapan tulus dari suaminya.


"Tapi aku tetap aja ngerasa anak kita perempuan ya. Karena aku seringnya ngidam hal-hal yang paling disukai anak-anak perempuan." Lanjut Keynan yang membuat Biola ingin menarik lagi rasa harunya kepada Keynan.


"Dasar laki ngeselin." Gumam Biola sambil menarik selimut dan melepaskan pelukan suminya dari tubunya.


Keynan hanya terkekeh karena berhasil membuat kesal istrinya. Sungguh membuat istrinya kesal itu adalah sebuah hiburan tersendiri bagi Keynan.


Keynan mulai mendekati istrinya lagi dan memeluk tubuh istrinya sambil mengusap perut buncit istrinya saat dirasa istrinya itu sudah mulai tertidur.


"Apapun jenis kelamin anak kita nantinya. Aku pasti akan berusaha memjadi Daddy yang paling baik untuknya dan menjadi suami yang baik juga untukmu sayangku." Bisik Keynan ditelinga istrinya sambil mencium pucuk kepala istrinya karena Biola sedang memunggunginya.

__ADS_1


Tanpa sadar Biola menyunggingkan senyumannya karena bisikan Keynan masuk kedalam alam mimpi indah Biola.


__ADS_2