
Pukul 01:20 dini hari Biola terbangun. Dilihatnya Mama Kania yang tertidur pulas disampingnya.
Biola melihat sekeliling kamar karena dia biasanya selalu bangun tengah malam untuk sekedar minum air putih. Jadi dia biasanya menaruh air putih disamping tempat tidur di kamar asramanya agar dia tak perlu bangun tidur untuk sekedar mengambil air putih. Tapi sayangnya disini bukanlah asramanya. Jadi dia harus mengambil air putih itu sendiri ke dapur.
Biola bangun dari tempat tidurnya dan mencari dapur dirumah mewah itu. Ia turun kebawah untuk mencari dapur dan setelah beberapa menit mengelilingi rumah besar itu ditengah malam, akhirnya Biola menemukan dapur yang ia cari-cari.
Biola membuka Kulkas untuk mencari air dingin. Dia menemuka air botol didalam kulkas itu lalu meminum air dari botol itu sampai setengahnya.
___________________
Key yang memang sengaja bergadang untuk menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk karena ditinggal lama ke Indonesia dan perusahan cabang di Ameria ia serahkan kepada asistennya yang merupakan sepupu dan temannya sekaligus orang kepercayaan Key. Asistennya itu mengirimkan berkas-berkas yang harus dikerjakan Key di Indonesia.
Key terus mengetik sampai tak terasa tenggorokannya kering. Dia meraba-raba gelas yang ada di meja kerjanya itu tanpa menolehkan matanya dari laya komputer karena saking sibuknya.
Saat ia menemuka gelasnya ia segera mengambilnya dan ingin meminum air yang ada digelas itu. Tapi sayangnya air itu habis dan itu membuat Key mendengus kesal karena dia harus menghentikan pekerjaannya sebentar untuk mengambil air. Karena tenggorokannya memang sangat kering dan ingin dibasahi oleh air.
Key bangkit dari duduknya dan menuruni anak tangga menuju dapur dilantai bawah. Sesampainya didapur ia melihat seseorang dibalik kulkas yang terbuka. Tapi ia tidak bisa melihat wajah orang itu karena kepalanya terhalangi oleh pintu kulkas.
Key mendekati orang itu dan bertanya kepada orang yang mencurigakan itu dengan nada tinggi.
"Siapa kamu!" Bentak Key yang saat ini sudah berada dibelakang orang mencurigakan itu.
Biola yang sedang minum pun membalikan tubuhnya dengan cepat pada saat mendengar suara seorang peria yang membentaknya dari arah belakang. Rambut Biola yang panjang terurai begitu saja tanpa ia ikat itu pun tak sengaja ia kibaskan ke arah muka Key yang ada dibelakangnya saking terburu-burunya ia membalikan badan pada saat mendengar suara Key yang membentaknya.
Key yang terkena kibasan rambut Biola lalu melihat rambut Biola yang berantakan kesana kesini diwajah Biola karena terburu-buru berbalik kearanya jadi tertegun dan tidak bisa mengucapkan kata apa-apa.
__ADS_1
Sungguh Key tidak akan pernah menyangka akan melihat pemandangan indah didepannya. Rambut panjang Biola yang indah terurai tak beraturan ditambah dengan gaun tidur selutut berwarna putih yang dipinjamkan Mama Kania kepada calon mantunya. Menambah kecantikan Biola pada Malam ini.
Key yang melihat pemandangan indah yang ada dihadapannya pun tak berkedip sedikitpun. Tiba-tiba tangan kanan Key terulur begitu saja untuk menyelipkan rambut Biola yang menghalangi wajah cantik Biola tanpa ia suruh.
Tangan Key dengan setianya memegangi pipi lembut Biola dan tidak ingin melepaskan tangan itu dari wajah Biola. Biola yang mendapatkan perlakukan itu hanya terdiam bingung sambil mengamati wajah Key yang juga mengamatinya.
"Sial, ada apa dengan perasaan ku saat ini. Kenapa aku tidak bisa melepaskan pandanganku dari wanita dingin yang ada dihadapanku ini. Dan kenapa dia malam ini terlihat cantik. Ini pasti ulah Mama yang mendandani wanita dingin dan cuek ini. Oh tuhan apa benar dia manusia. Bahkan tanpa polesan make up pun dia terlihat sangat cantik dan menawan. Apa selama ini mataku buta sehingga tidak bisa membedakan mana bidadari dan mana iblis." Gumam Key dalam hati sambil memuji wajah cantik natural Biola.
Perlahan tapi pasti Biola baru menyadari bahwa kedua tangan Key telah berada dikedua pipinya. Key terus mendekat ke arah Biola bahkan kini hidung mancung mereka sudah saling bersentuhan dan sedikit lagi bibir mereka akan bersentuhan juga.
Biola yang menyadarinya dengan cepat mendorong tubuh kekar Key yang terus mendekat padanya sampai kedua tubuh beda jenis itu pun saling menjauh. Key yang tersadarpun menjadi salah tingkah dan berbicara ngelantur.
"A_ air." Ucap Key gugup sambil merebut air botol yang ada ditangan Biola yang saat ini juga sedang gugup dan salah tingkah. Entah kenapa pipi Biola saat ini terasa sangat panas dan jantungnya juga berdegup kencang tak karuan sama seperti yang di alami Key saat ini. Tapi untungnya cahaya didapur tidak terlalu terang jadi Key maupun Biola tidak bisa melihat muka merah mereka masing-masing. Kalau tidak mereka bisa tambah malu jika melihatnya.
Sungguh Biola sangat malu karena Key meminum air minum bekasnya dan secara tidak sengaja Key dan Biola berciuman tidak langsung.
Biola terus menunduk merasakan perasaan yang baru ia rasakan selama sisa hidupnya ini. Perasaan campur aduk yang memang belum pernah ia rasakan sebelumnya dan dia tidak tau perasaan apa itu.
"Ya? Ada apa dengan air ini?." Tanya Key sedikit gugup setelah menegak habis air dari dalam botol itu.
Biola yang sudah menahan malu sedari tadi pun segerah bergerak dari posisinya dan merjalan ke arah kamarnya dengan pipi yang tambah memerah. Sikap Biola membuat Key bingung lalu ia menatap botol air mineral yang ia munum. Tiba tiba saja ia menyadari sesuatu yang membuat pipinya menjadi tambah merah dengan jantung yang terus berdebar-debar.
"Tadi air didalam botol ini setengah kan? Terus tadi tutupnya sudah terbuka? Itu artinya dia habis meminum air dari botol yang sama dengan botol yang gue minum?." Gumam Key yang menyadari ucapan Biola yang terpotong itu. Sungguh saat ini Key sangat benar-benar malu seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta dan baru mendapatkan ciuman pertamanya. Padahal dia sudah beberapa kali merasakan ciuman dari pacara-pacarnya dulu tapi tidak sampai kebablasan dan hanya sekedar kecupan saja. Tapi ciuman tidak langsungnya dengan Biola benar-benar sangat manis bagi Key. Dan rasanya seperti ciuman pertamanya.
Biola memasuki kamarnya dengan wajah yang memerah dan jantung yang berdegup kencang. Dilihatnya Mama Kania yang masih setia tertidur dengan pulasnya.
__ADS_1
Biola membenamkan wajahnya yang memerah itu kedalam bantal untuk menghilangkan perasaan aneh yang saling berkecambuk.
"Perasaan apa ini? Kenapa gue merasakan perasaan aneh ini setiap kali gue bersama cowok menyebalkan itu. Dan apa yang cowok itu mau lakukan tadi kepadaku. Terus tadi ciuman tak sengaja.. ukh." Ucap Biola dalam hati sambil menggosok-gosokkan pipinya yang merah seperti kepiting rebus dengan menggeleng-gelengkan kepalanya dibawah bantal.
_________________
Setelah kejadian malam itu Key dan Biola menjadi canggung meski mereka sering bertemu karena Mama Kania selalu menyuruh Key menjeput Biola untuk menemani Mama Kania.
Meski sering ke kampus Biola, Key sendiri jarang keluar karena masih terauma dengan kejadian waktu Key menjemput Biola pada waktu itu. Jadi sekarang Key hanya mengabari Biola dan menunggu Biola didalam mobil jadi dia tak harus berhadapan dengan mahasiswa dan mahasiswi aneh itu lagi, apa lagi dengan Mona yang mengingatkannya akan Adista yang membuat Key merinding jijik mengingatnya.
terlihat dari kejauhan calon istrinya itu sedang berjalan menghampiri Key dan membuka pintu mobil milik Key yang memang Biola sudah hapal dengan mobil Key yang sering menjemput dia untuk main kerumah calon suaminya itu untuk menemui calon mertuanya.
Key melajukan mobilnya sambil melirik-lirk Biola yang memang sudah menjadi rutinitasnya yang tidak bisa menatap Biola langsung karena masih canggung. Dan entah sejak kapan perasaan cinta mulai tumbuh di hati Key untuk Biola. Yang pasti Biola adalah orang yang telah membuat hatinya sangat gelisah saat bersama dengan Biola meski dia sendiri tak tau apa arti dari perasaan itu. Karena selama ia pacaran dengan mantan-mantannya dulu ia tak pernah merasakan perasaan yang ia rasakan untuk Biola. Jadi dia tak tau apa itu cinta atau bukan. Yang pasti jantungnya selalu tak nyaman bila didekat Biola karena terus berdetak kencang tapi membuatnya nyaman juga. Aneh memang perasaan cinta itu yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.
Key terus mencuri-curi pandang dari wajah Biola pun ketahuan oleh Biola dan membuat Key malu dan salah tingkah dibuatnya.
"Ada apa?" Tanya Biola singkat yang merasa risih dipandangi Key dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Lo cantik." Ucap Key keceplosan saking gugupnya dan mengatakan apa yang saat ini ia fikirkan didalam hatinya. Sontak saja perkatan Key membuat Biola menatap aneh ke arah Key. Karena dia fikir Key hanya bercanda kepadanya. Seperti sebelum-sebelumnya karena terbukti dari nada Key yang seperti tak serius.
"Eh... masud gue hari ini Mama ngajak kita ambil cincin pernikahan terus kita disuruh poto prewedding." Jelas Key mengalihkan percakapan mereka ke tujuan utama mereka.
Setelah mendengar perkataan Key, Biola seperti biasa tak membalas perkataan Key yang memang sudah tidak ada hal penting untuk ditanyakan maupun diucapkan, fikir Biola yang memang berlawanan dengan Key yang saat ini sedang uring-uringan karena sikap Biola yang pelit bicara. Padahal Key sangat ingin berbicara banyak dengan Biola.
___________________
__ADS_1