Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 102


__ADS_3

Sinta pun mulai menceritakan apa yang terjadi didalam rumah tangganya dari mulai Devin yang disiksa mati-matian oleh Ayahnya sampai rencana Devin untuk pindah rumah gara-gara tidak kuat menerima pelatihan berat dari Ayah mertuanya.


Dan rencana Devin dengan mengatas namakan menafkahi istrinya dengan pekerjaannya yang terbengkalai dan bisa-bisa dipecat kapanpun walau dia keluarga dari bosnya tapi disiplin itu penting. Itulah yang dijelaskan oleh Devin kepada Ayah mertuanya yang tentu saja dibuat-buat.


Pak Sinan yang mendengarkan penjelasan menantunyapun tampak memikirkan ucapan menantunya dan mengizinkan Davin untuk pindah bersama Sinta ke apartemenya.


Sinta tentu saja menolaknya namun apalah daya. Devin dengan sejuta kelicikannya berhasil membuat Sinta menurut.


Merekapun pindah ke apartemen Devin dengan Sinta yang keberatan dan Devin yang tersenyum puas.


"Begitulah Bi, si titisan lumba-lumba itu ngeselin banget tahu gak. Masa dia ngancem bakalan memberitahu Bunda sama Ayah kalau kejadian malam itu gara-gara aku mabuk. Kalau Ayah sama Bunda sampai tahu aku mabuk pasti mereka akan ngeluarin aku dari kartu keluarga." Adu Sinta kepada Biola dengan berlinang air mata.


Biola mengerutkan dahinya saat mendengarkan ceruta daru sahabatnya Sinta.


"Lah... Bukannya lo udah dikeluarin dari kartu keluarga lo ya?" Tanya Biola kebingungan.


"Hah! Masa si? Lo jangan nakut-nakutin gue dong Bi. Jangan bilang kalau lo dapat ramalan lo tentang gue yang bakalan diusir dari rumah dan bakalan dicoret dari kartu keluarga?" Tanya Sinta dengan paniknya.


Biola menatap Sinta dengan tatapan malasnya.


"Tanpa gue meramal lo juga anak SD udah ngerti dengan keadaan yang bakalan lo hadepin setelah lo menikah." Jawab Biola dengan santainya.


"Apa? Jadi anak SD sekarang bisa ngeramal kayak lo gitu?" Tanya Sinta dengan kagetnya.


"IQ mu berapa?" Tanya Biola yang mulai kesal dengan kebodohan sahabatnya.


"Ngapain lo tanya-tanya IQ gue?" Tanya Sinta dengan dahi yang mengerut.


"Abisnya lo bodoh kok dipeliara. Tanpa gue ramal pun semua orang juga udah tahu kalau seorang wanita yang udah menikah itu artinya udah memiliki keluarganya sendiri. Dia akan keluar dari kartu keluarga orang tuanya dan akan memiliki kartu keluarga barunya. Dia akan tinggal bersama suaminya yang akan menjadi kepala keluarga barunya." Jelas Biola yang membuat Sinta terdiam.


"Gitu ya? Jadi sekarang gue harus ngikutin si titisan lumba-lumba itu? Terus lo tahu dari mana?" Tanya Sinta yang masih kebingungan.


"Ya belajar dari pengalaman sendirilah Sin. Tanpa pengalaman pun setiap orang juga paham dengan masalah sekecil itu." Jawab Biola yang membuat Sinta terdiam dengan sejuta kebingungan didalam kepalanya.

__ADS_1


••••••••


Diperusahan keluarga Kristian, Keynan sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kantornya. Tiba-tiba masuklah seseorang kedalam ruangannya dengan tampang kesalnya.


"Nih tanda tangan!" Ucap orang itu yang tak lain adalah Devin sambil melemparkan sebuah berkas yang perlu ditanda tangani oleh Keynan keatas meja Keynan.


"Lo udah balik kerja?" Tanya Keynan kaget sambil mengalihkan pandangannya dari arah laptopnya kearah Devin yang tampak lebam-lebam karena diajak duel setiap hari oleh Ayah mertuanya.


"Ya iyalah dari pada gue harus hidup menderita gara-gara satu atap sama titisan gurita mendingan gue kerja aja." Jawab Devin dengan wajah kesalnya karena semua penderitaannya terjadi karena Keynan.


Keynan yang melihat raut kekesalan diwajah Devin pun menyunggingkan senyumannya. Sungguh saat ini Keynan sedang menertawai Devin didalam hati pada saat melihat wajah kacau dan wajah babak belur Devin.


"Eh, lo kapan bikin tato? Bagus banget loh itu tatonya Dev. Bikin dimana si? Sampai-sampai wajah lo jadi tambah tampan kayak gitu." Ejek Keynan yang melihat wajah lebam-lebam Devin.


"Apa? Lo mau? Sini gue bikinin buat lo biar lo bisa ganteng kayak gue. Gue yakin Kakak ipar bakalan tambah cinta sama lo. Dan bakalan ninggalin lo saat lihat wajah ganteng lo dengan tato yang gue buat." Balas Devin dengan mengepalkan tangannya siap untuk meninju sesuatu.


"Ah gue gak suka ditato. Tapi makasih ya atas tawarannya." Jawab Keynan sambil tersenyum geli melihat ekspresi menderita Devin.


"Oh ya Key, bukannya lo udah batalin kerja sama kita dengan perusahan Alexa ya?" Tanya Devin yang membuat raut wajah Keynan berubah seketika.


"Iya, ngapain lo tanya-tanya itu?" Tanya Keynan dengan dahi yang mengerut.


"Gak, gue cuman heran aja kenapa proyeknya masih berlanjut dan lagi uang ganti rugi yang telah diteransper ke perusahan Alexa tidak diterima oleh pihak perusahaan Alexa. Mereka malah mengembalikan uang ganti ruginya kepada perusaan Kristian. Seolah-olah dari pihak mereka menolak untuk membatalkan kerja sama kita. Ditambah dari pihak perusahan Alexa sendiri belum mengirimkan surat pembatalan kerja samanya dengan perusahaan Kristian. Sementara perusahan kita sudah menandatangani suarat pembatalan kerja sama ini." Jawab Devin yang membuat Keynan terkejut.


"Apa? Bagai mana bisa?" Bentak Keynan yang terkejut dengan apa yang diucapkan Devin.


"Kalau lo gak percaya, lo bisa cek ke bagian keuangan. Dan lo bisa lihat tempat proyeknya lewat internet." Jawab Devin yang membuat mata Keynan membulat saking kagetnya.


Dengan cepat Keynan mengambil handphonenya dan mencari tahu tentang proyeknya yang sangat besar dengan perusahaan Alexa.


Keynan membelalakan matanya saat melihat apa yang diucapkan Devin itu benar apa adanya.


"Sial! Apa-apaan perusahaan ini?" Umpat Keynan dengan kesalnya.

__ADS_1


"Dev, lo panggil pengacara kita. Kita harus selesaikan masalah kerja sama ini secepatnya. Seenaknya aja mereka berbuat seperti ini kepada perusahaan Kristian." Kesal Keynan.


"Ok, kalau gitu gue balik ke ruangan gue dulu." Jawab Devin sambil keluar ruangan Keynan.


"Apa-apaan si Darius itu. Apa dia tidak bisa mendengarkan perkataan seseorang!" Kesal Keynan sambil merogoh ponselnya untuk menghubungi Darius.


Darius yang sedang mengintrogasi tawanannya di markas besar kelompok mafia Angel's heart pun mendengar ponselnya berbunyi.


"Siksa dia sampai dia mau mengaku!" Perintah Darius kepada anak buahnya sambil mengambil tisu yang ada diatas meja untuk mengelap tangannya yang dipenuhi dengan darah dari tawanannya.


Darius mengangkat panggilan dari Keynan dengan raut wajah santainya karena dia sudah mengira apa yang ingin Keynan katakan.


"Darius apa maksud kamu dengan menjalankan peroyek kerja sama kita secara sepihak. Bukannya sudah jelas kalau kita sudah membatalkan kerja sama kita. Tapi kenapa kamu malah menjalankan kerja sama kita yang telah batal itu secara sepihak! Kau tahu itu tindakan ilegal hah!" Bentak Keynan tanpa menggunakan kata-kata sopan lagi seperti saat dia baru bertemu Darius.


"Ilegal? Bukannya aku belum mengirimkan surat pembatalan kerja sama kita. Jadi proyek ini tidak ilegal. Kami dari pihak prusahaan Alexa menolak pembatalan kerja sama antara perusahaaan Alexa dengan perusahaan Kristian." Jelas Darius dengan nada tegasnya.


"Hei! Kau pikir kau dapat berbuat seenaknya. Aku akan membawa kasus ini kejalur hukum. Biar hukum yang menangani masalah ini." Bentak Keynan penuh emosi.


"Silahkan kau laporkannya kejalur hukum, kalau kau ingin melaporkan istrimu sendiri!" Ancam Darius yang membuat Keynan kebingungan.


"Kau gila ya! Kenapa kau sangkut pautkan semuanya kepada istriku? Jika kau sampai menyentuh istriku, aku pastikan kau akan hidup menderita!" Bentak Keynan dengan penuh kekesalan.


"Bocah sepertimu bisa apa?" Darius meremehkan ucapan Keynan.


Keynan menggeretakan giginya saking kesalnya dia berbicara dengan Darius.


"Jangan pernah meremehkanku. Aku pastikan kerja sama kita akan batal! Dan jangan pernah kau sentuh istriku." Bentak Keynan dengan penuh emosi dan mematikan sambungan teleponnya dengan darius.


Tut....tut....tut....


Darius menatap layar ponselnya sambil tersenyum sinis.


"Dasar menantu kurang ajar! Berani-beraninya dia membentak paman dari istrinya sendiri. Padahal perusahaan Alexa adalah milik istrinya. Setelah semuanya terbongkar dalam beberapa hari lagi aku akan menyerahkan perusahaan ini atas nama Biola. Dan aku akan fokus kepada dunia gelapku. Aku gak mau berdiam diri diperusaan terus-menerus. Karena itu bukan gayaku sejak awal. Aku hanya membantu mengurus perusahaan milik mendiang Kakaku. Dan jika semuanya terbongkar aku pasti akan mengajari bocah tengil itu bagai mana dia harus berbicara dengan anggota keluarga Alexa." Gerutu Darius didalam hati tapi tak lama dari itu ia pun tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2