Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 52


__ADS_3

"Eh.. Nak Keynan sama Biola kalian sudah sampai? Maaf ya Mama tadi lagi dikamar rawat Ayah jadi gak bisa sambut kalian didepan pintu." Ucap Mama Mirna yang baru keluar dari kamar Pak Bayu dan melihat Keynan dan Biola sedang berjalan kearah kamar Pak Bayu.


"Tidak apa-apa Tante." Jawab Keynan sambil tersenyum penuh kepalsuan dan menatap wajah istrinya yang terlihat tidak peduli dengan keberadaan Mama Mirna.


"Aku gak yakin kalau ibu dari wanita rubah itu akan sebaik ini. Sampai-sampai mau merawat Ayah mertua dan menyambut kita ramah. Bagimanapun buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya." Ucap Keynan didalam hati sambil tersenyum sinis.


Keynan sengaja memanggil Mama Mirna Tante karena dia tau penderitaan yang dirasakan istrinya akibat ulah Mama Mirna dan Mona dari Pak Bayu. Tapi dia tidak tahu tentang Kejahatan Mama Mirna yang terus berusaha membunuh Biola begitu juga Pak Bayu.


"Merawat Nyonya Mirna bilang? Sejak tadi aku hanya melihat Nyonya Mirna dan putrinya menengok jendela menunggu kedatangan Nona Biola dan Tuan Keynan. Lalu setelah Nona Biola dan Tuan Keynan datang mereka langsung menuju kamar Tuan besar dan pura-pura merawat Tuan Besar." Gumam Bi Sumi sambil tersenyum kecut mendengar ucapan Mama Mirna.


"Eh.. jangan panggil Tante dong. Panggil Mama aja kita kan udah jadi keluarga." Ucap Mama Mirna sok kenal.


"Iya, kalau gitu saya dan istri saya mau lihat Ayah dulu." Balas Keynan mengalihkan pembicaraan dan mengajak Biola masuk kedalam kamar Pak Bayu.


Yah selama ini Pak Bayu dan Mama Mirna pisah kamar karena Pak Bayu masih sangat mencintai Ibunya Biola. Setelah Mirna mengandung Mona atas keinginan Oma Laras, Pak Bayu tidak lagi menyentuh Mama Mirna.


Karena setiap Pak Bayu menyentuh Mama Mirna, Pak Bayu akan merasa sangat berdosa kepada putrinya dan almarhumah istrinya Viola.


Mama Mirna sendiri tidak keberataan atas keputusan Pak Bayu. Dia malah sangat senang Pak Bayu tidak menyentuhnya lagi. Karena Pak Bayu akan menteransfer uang yang cukup banyak setiap bulannya kepada Mama Mirna agar Mama Mirna tidak mengadukan keputusan Pak Bayu pisah kamar kepada Oma Laras.


Karena jika Oma Laras tahu maka Oma Laras akan murka dan mengancam Pak Bayu dengan kematiannya. Yang Oma Laras inginkan adalah anaknya harus menuruti semua keingiannya termasuk mencintai orang yang bahkan Pak Bayu sendiri tidak mencintainya.


"Sialan! calon menantuku pasti dihasut oleh anak dari wanita murahan itu. Aku harus dapatkan Keynan sebagai calon suami Mona. Karena hanya Keynanlah yang pantas menjadi calon suami Mona. Tak hanya terlahir dari darah biru yang kayak raya, dia juga seorang pemuda tampan dan seorang jenius bisnis. Sungguh berbeda sekali dari Tama mantan tak berguna Mona yang hanya bisa mengandalkan orang tuanya. Keynan Kristian adalah kriteria calon suami yang sempurna untuk Mona. Mona pasti akan hidup seperti ratu dikediaman keluarga Kristian." Gumam Mama Mirna sambil menatap punggung Biola kesal.


"Ngapain kamu disini!!! Cepat buatkan minuman untuk menantuku. Dan nanti setelah jadi serahkan kepadaku jangan diserahkan langsung sama menantuku. Aku mau membuat kesan terbaik kepada menantuku." Bentak Mama Mirna kepada Bi Sumi yang mengantar Biola dan Keynan kekamar Pak Bayu.


"Baik Nyonya." Jawab Bi Sumi sambil membungkukan tubuhnya.


"Aku sangat kenal Nyonya Mirna sejak kejadian 15 tahun yang lalu. Dia pasti merencanakan sesuatu yang tidak baik kepada Nona Biola dan Tuan Keynan. Aku harus mengawasinya dan membantu Nona Biola dari belakang." Gumam Bi Sumi.


"Oh iya, buatkan juga minuman untuk anak dari wanita murahan itu. Dan jangan kasih gula. Karena hidupnya berada ditanganku makanya dia tidak akan pernah merasakan apa itu manisnya hidup." Ucap Mama Mirna sambil menyeringai seperti orang gila.


Bi Sumi hanya bisa mengepalkan tangannya karena tidak bisa melawan iblis yang ada dihadapannya.


"Semoga Allah membalas semua perbuataan keji iblis bertubuh manusia itu." Ucap Bi Sumi dalam hati sambil menatap benci kearah Mama Mirna namun itu tidak lama karena ia masih takut jika keluarganya akan terancam jika Bi Sumi berani melawan Mama Mirna.


"Baik Nyonya." Jawab Bi sumi lagi.


"Sana pergi! Jangan lama-lama." Perintak Mama Mirna sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke arah Bi Sumi.


••••••••


Cklek......


Suara pintu dibuka dari luar kamar lalu munculah sepasang suami istri yang tampak serasi masuk kedalam kamar Pak Bayu.

__ADS_1


Didalam kamar Pak Bayu terlihat Mona yang sedang menyuapi Pak Bayu dengan penuh perhatian.


Pak Bayu sangat terkejut pada saat ia melihat Putri bungsunya menjenguknya. Perasaan Pak Bayu sangat senang melihat Putri sulungnya menengoknya.


"Apa itu kamu nak? Aku tidak pernah menyangka kalau putriku akan menjengukku. Aku sangat bahagia dan aku merasa sakitku hilang seketika saat melihat Putri sulungku yang sangat dingin kepadaku menjengukku yang sakit ini." Gumam Pak Bayu sambil menatap senang kearah Biola dan Keynan.


"Kakak, Kakak Ipar akhirnya kalian datang juga. Ayah lihatlah apa yang aku katakan Kakak dan Kakak Ipar pasti datang." Ucap Mona terlihat bersemangat sendiri.


Pak Bayu tidak merespon ucapan Mona karena dia masih tercengang dengan kedatangan Putri sulungnya. Begitu juga Keynan dan Biola yang tidak memperdulikan ucapan Mona yang tidak penting dan tidak berguna.


Keynan masih sangat marah dengan ucapan Mona yang menghinanya terlebih lagi pada saat Mona menghina istrinya. Sungguh Keynan sangat ingin melalukan apa yang ia lakukan kepada Adista kepada Mona. Tapi karena Mona adik iparnya maka Keynan memberi toleransi kepada Mona.


"Ayah, bagai mana keadaan Ayah sekarang?" Tanya Keynan sambil menyalami tangan mertuanya di ikuti oleh Biola yang menyalami Ayahnya.


Deg....


Jantung Pak Bayu berdebar sangat kencang saat putri sulungnya menyalaminya lagi setelah sekian lama.


Sejak Biola berubah menjadi gadis dingin dan cuek, dia juga berubah menjadi gadis mandiri dan tak ketergantungan kepada Pak Bayu lagi.


Sejak Biola masuk SD, Biola selalu pergi lebih awal dan tidak pernah mau diantarkan oleh Pak Bayu ataupun supir.


Bahkan saking paginya ia berangkat sekolah ia tidak pernah bertemu dengan Pak Bayu sehingga Biola hampir tidak pernah menyalami Pak Bayu ketika ia pergi sekolah.


Setelah Biola lulus SMA, Biola tinggal di asrama dan tak pernah pulang ke kediaman Anggara lagi. Dia juga mendabat beasiswa untuk membiayai kuliahnya sendiri. Jadi dia hampir tidak pernah menggunakan uang keluarga Anggara sepeser pun.


"Sayang, apakah anak kita telah memaafkan Ayahnya yang pengecut ini? Aku sungguh tidak pantas untuk mendapatkan perhatian anak kita. Aku bukanlah Ayah yang baik." Ucap Pak Bayu didalam hati sambil meneteskan air matanya.


"Ayah! Ada apa dengan Ayah. Kenapa Ayah menangis?" Tanya Keynan yang nelihat mertuanya meneteskan air mata.


"Ayah tidak apa-apa nak Keynan." Ucap Pak Bayu sambil menepuk bahu Keynan.


"Ayah, apa Ayah merasakan sakit lagi? Apa aku harus memanggil dokter?" Tanya Mona pura-pura panik dan perhatian kepada Ayahnya untuk menarik perhatian Keynan.


"Ayah tidak apa-apa Mona, Ayah justru sudah lebih baik sekarang." Ucap Pak Bayu sambil tersenyum.


Cklek....


Pintu kamar Pak Bayu tiba-tiba dibuka dan munculah seorang wanita paruh baya yang masih berpenampilan sexy dengan wajah yang penuh make up. Yah itu adalah Mama Mirna yang membawa nampan berisikan dua gelas minuman untuk Keynan dan Biola.


"Ah maaf ganggu ya? Sepertinya kalian sedang asik mengobrol. Mama cuman mau nganter minuman yang Mama buat untuk Keynan dan Biola." Ucap Mama Mirna yang tidak dijawab oleh Biola, Keynan dan Pak Bayu.


Mereka hanya menatap Mama Mirna tanpa sepatah katapun.


"Gak kok Ma, sini Ma! Biar Mona aja." Ucap Mona sambil mengambil alih nampan yang ada ditangan Mama Mirna.

__ADS_1


Mama Mirna memainkan matanya kepada Mona agar Mona tidak salah memberikan minuman yang tidak diberi gula kepada Keynan.


Mona pun mengerti dengan maksud Mamanya.


Keynan yang melihat tingkah Ibu dan anak itu pun mengerti kalau mereka berencana untuk mengerjai istrinya.


"Kalian duduk saja dulu, Ayah sudah tidak apa-apa kok." Ucap Pak Bayu kepada Biola dan Keynan. Mereka pun duduk disofa yang ada dikamar Pak Bayu.


Mona pun mulai memberikan minuman yang tidak diberi gula kepad Biola dan minuman yang diberi gula kepada Keynan.


"Silahkan diminum." Ucap Mona memberikan minuman kepada Biola dan Keynan dengan pura-pura ramah.


Dengan tidak tahu malunya Mona duduk disebelah kiri Keynan karena disebelah kanan Keynan ada Biola istrinya.


Mona merapatkan tubuhnya kepada tubuh Keynan. Keynan yang merasa risih dengan tingkah Mona pun merapatkan duduknya kearah istrinya dan bahkan dengan tidak tahu malunya Keynan memangku tubuh istrinya dipangkuannya tanpa sepertujuan Biola.


Dan tingkah Keynan itu membuat Pak Bayu, Mama Mirna dan Mona kaget.


Mama Mirna dan Mona tidak menyangka kalau Keynan akan menempel kepada Biola seperti diberi lem.


Mona dan Mama Mirna hanya Bisa marah-marah didalam hati karena tingkah Keynan yang ternyata sangat posesif kepada istrinya.


Sementara Pak Bayu hanya bisa tersenyum saat melihat tingkah posesif Keynan yang mengingatkannya akan dirinya kepada almarhumah istri pertamanya dulu.


"Tingkah Keynan memang sama sepertiku waktu masih bersama almarhumah Viola. Tapi sifatnya dan diriku sangatlah berbeda jauh. Aku yakin Keynan akan membahagiakan Biola sampai maut memisahkan mereka. Tidak sepertiku yang menghianati cinta demi keselamatan ibuku." Ucap Pak Bayu sambil tersenyum kecut.


Biola yang tiba-tiba tubuhnya diangkat dan diletakan dipangkuan Keynan seperti boneka pun hanya bisa menundukan wajahnya karena malu.


"Dasar laki nyebelin." Gerutu Biola dengan suara kecil yang masih terdengar sampai ketelinga Keynan.


"Aku melindungi diriku sendiri dari wanita penggoda agar istriku tidak cemburu dan mengusirku dari kamar lagi. Aku mau minta jatahku nanti malam jadi aku harus melindungi diriku agar istri pencemburuku tidak ngambek dan menghentika aksiku seperti tadi sore." Goda Keynan sambil berbisik didekat telinga istrinya dan meniup lembut telinga istrinya.


Pipi Biola sudah sangat merah seperti kepiting rebus karena aksi nakal suaminya yang menggodanya didepan keluarganya.


__________________________


**Hallo guys! aku mau ngomongin ending nih. Aku sebenarnya gak tau kapan endingnya karena masih banyak rahasia yang masih belum terungkap terutama masa lalu Biola dan Keynan yang masih belum aku ceritain.


Aku mau buat ending yang bagus jadi aku akan mengikuti alur yang sudah aku rencanain untuk Novel ini.


Semoga kalian suka dengan cerita ini dan diakhir ending aku akan ungkap cerita dibalik Novel ini. Biar kalian tambah penasaran hahah....😂


Jangan lupa tinggalkan jelak kalian ya guys 😘


Salam hangat dari Author Sulis17**

__ADS_1


__ADS_2