
"Key, sekarang kita harus membawa sikembar kerumah. Mereka tidak boleh terlalu lama dirumah sakit." Ucap Mama Kania sambil menyentuh pundak putranya yang tampak sangat rapuh.
Keynan tidak pernah sekalipun beranjak dari tempat duduknya yang berada disebelah berangkar istrinya kalau tidak untuk menengoki ketiga bayi kembarnya.
Keynan juga mengerjakan semua pekerjaannya dari rumah sakit secara online. Ia tidak ingin meninggalkan istrinya dan ketiga buah hatinya sendirian dirunah sakit.
Keynan menggenggam lengan istrinya dengan erat sambil menjawab ucapan Mama Kania tanpa melihat ke wajah Mama Kania. Karena tatapannya saat ini hanya ia tujukan kepada istrinya seorang.
"Kalau aku pergi lalu siapa yang akan menjaga Biola?" Tanya Keynan sambil menatap istrinya dengan tatapan sendunya.
Mama Kania tampak membuang nafasnya dengan kasar lalu menyuruh beberapa orang suster untuk menjemput ketiga bayi kembar itu keruangan Ibunya, tanpa menjawab langsung pertanyaan putranya.
"Sinta bilang dia akan menjenguk Biola hari ini, karena hari ini akhir pekan jadi Devin ada waktu libur dari perusahaan sehingga mereka bisa menjenguk Biola. Seharusnya mereka sudah sampai Bandung sedari tadi. Mungkin sebentar lagi mereka akan sampai kesini. Kita bisa menitipkan Biola untuk sementara waktu kepada mereka saat mereka sampai nanti." Tutur Mama Kania yang membuat Keynan tampak sedih karena ia harus meninggalkan istrinya untuk sementara waktu.
"Ma, kita bawa si kembar ke Vila aja ya Ma. Aku gak mau jauhin mereka dari Mommynya. Aku juga mau membawa Biola ke Inggris dalam waktu beberapa hari lagi sesuai anjuran dari dokter. Biar Biola bisa dirawat dikastilku dengan dokter terbaik disana. Aku dan anak-anak juga Biola bisa hidup bersama dan berkumpul dirumah yang telah aku bangun sedari dulu untuk keluarga kecilku ini. Walau pun keadaan Biola saat ini sedang koma. Tapi setidaknya anak-anak dan aku gak akan jauh dari Biola." Ucap Keynan yang membuat Mama Kania menitikan air matanya.
"Semuanya terserah kepadamu. Kamu tau apa yang terbaik untuk keluargamu. Walau Mama akan sedih karena akan jauh-jauh dengan si kembar dan menantu Mama tapi itu tidak apa-apa. Mama akan sering-sering jengukin mereka ke Inggris bersama Papa." Jawab Mama Kania sambil mnghapus air matanya.
Cklek...
Tiba-tiba saja pintu ruangan Biola dibuka oleh seseorang dan munculah beberapa orang suster yang membawa ketiga orang bayi kedalam ruangan Biola.
Mama Kania menengok kearah pintu lalu tersenyum saat melihat ketiga cucu kembar kesayangannya.
Sementara tatapan Keynan masih tidak tergoyahkan dari wajah istrinya yang tampak sangat pucat. Keynan beberapa kali menyentuh dan mengusap pipi istrinya yang kini terlihat tirus dan pucat.
Tiba-tiba Keynan mendengar suara tangisan seorang bayi dari arah belakangnya. Keynan dengan cepat membalikan tubunya kearah belakangnya saat mendengar suara tangisan bayi yang sangat ia kenal.
Keynan tersenyum dengan lembutnya saat melihat ketiga bayi kesayangannya ada diruangan Ibunya.
"Eh, cucu Oma udah datang. Kenapa nangis sayang. Sini sama Oma." Ucap Mama Kania sambil mengulurkan kedua tangannya untuk menggendong cucu ketiganya yang bernama Viola, yang entah kenapa tiba-tiba saja menangis saat masuk kedalam ruangan Mommynya.
Mama Kania menggendong cucunya dan menghibur cucunya agar tidak nangis lagi. Tapi Viola tetap saja menangis walau Mama Kania sudah berusaha untuk membuatnya tidak menangis lagi.
"Aduh sayang, kamu kenapa? Apa ada yang sakit sayang? Kenapa kamu gak mau berhenti menangis? Suster tolong periksa cucu saya. Kenapa nangisnya tidak mau berhenti-berhenti sedari tadi." Perintah Mama Kania dengan sangat khawatirnya
Suster yang menjaga Viola pun langsung menghampiri Mama Kania untuk menggendong dan memeriksa keadaan Viola. Namun Keynan lebih dulu berdiri dari duduknya dan mengambil alih Viola dari gendongan Mamanya.
"Biar aku aja Ma." Ujar Keynan sambil menggendong Viola dan menenangkan Viola.
"Putri Daddy kenapa nangis hmmm...? Kangen Mommy ya? Daddy juga kangen sama Mommy mu. Begitu juga dengan kembaranmu yang lain. Mommy pasti sedang berusaha keras saat ini untuk bangun dari tidurnya agar dia bisa berkumpul bersama kita lagi nantinya. Jadi kita harus menunggu ya sayang. Mommy pasti akan sadar dan bersama kita kembali." Ucap Keynan dengan nada lembutnya sambil mencium pipi gembul putrinya.
Seketika Viola terdiam dan tidak menangis lagi saat mendengarkan ucapan Daddynya. Mama Kania yang melihatnya pun tak kuasa menahan air matanya. Ia benar-benar tak kuasa melihat keadaan putranya saat ini.
Keynan sungguh-sungguh telah berubah menjadi seorang Ayah yang sangat penyayang. Ia juga selalu menjenguk anak-anaknya dan menghabiskan sebagian waktunya bersama anak-anaknya lalu setelah itu waktunya ia berikan untuk menjaga istrinya yang koma.
Keynan juga jarang meminta Bantuan kepada Mamanya jika tidak terlalu penting. Ia selalu mengurusi istri dan ketiga bayi kembarnya dengan bantuan dokter dan suster yang akan mengawasi kesehatan dari keempat orang yang ia cintai dan sayangi.
Tuan Davindra dan Darius juga sering menjenguk Biola dan ketiga bayi kembarnya. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini Darius jarang datang bersama Tuan Davindra.
Darius juga masih marah kepada Keynan namun kini Darius hanya menganggap Keynan tidak ada pada saat ia menjenguk keponakan dan cucunya. Darius sangat marah kepada Keynan karena ketidak becusan Keynan menjaga istrinya. Tapi Darius juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Keynan adalah suami dan Ayah dari keponakan dan cucunya.
•••••••
Setelah beberapa saat, Sinta Dan Devin akhirnya telah tiba dirumah sakit. Sinta terus menangis saat melihat sahabatnya dalam keadaan koma.
Sinta baru bisa menjenguk Biola sekarang karena Devin tidak mengijinkannya untuk pergi sendirian ke Bandung.
__ADS_1
Padahal Sinta sudah mengamuk-ngamuk kepada Davin untuk pergi menjenguk Biola pada saat Biola dikabarkan kecelakaan. Tapi apalah daya, Devin harus mengurusi perusahan keluarga Kristian karena Keynan tidak ada. Sementara ia tidak bisa mengijinkan Sinta pergi ke Bandung seorang diri karena ia takut Sinta akan berbuat onar. Secarakan Sinta itu pembuat onar. Itulah kenapa Devin tidak mengijinkan Sinta pergi seorang diri ke Bandung.
"Hiks....hiks... Bi, lo kenapa jadi gini si Bi? Lo kan selalu terlihat kuat. Tapi kenapa sekarang lo malah kelihatan lemah kayak gini si? Lo dulu sering ngalahin gue pas kita sering duel dulu. Lo itu kuat tapi kenapa lo kayak gini. Gue gak mau tau lo harus bangun sekarang...! Hiks...." Ucap Sinta dengan nada tingginya sambil menangis dan duduk disebelah berangkar Biola.
"Sttt.... diam lo gurita! Ini rumah sakit." Peringat Davin sambil berbisik ditelinga istrinya.
Sinta menatap Davin dengan tatapan tajamnya sambil sesenggukan. Matanya sudah sangat basah karena terlalu lama menangis.
"Udah kalian jangan ribut-ribut lagi. Tante titip mantu Tante ya. Kalian tolong jagain Biola dan panggil dokter kalau terjadi apa-apa kepada Biola." Tutur Mama Kania kepada Sinta dan Davin.
"Loh... Tante sama Keynan mau kemana?" Tanya Devin yang tidak tahu kalau hari ini adalah kari kepulangan ketiga bayi kembar Biola dan Keynan.
"Hari ini kan hari kepulangan si kembar. Si kembar juga gak boleh terlalu lama dirumah sakit. Jadi kita harus membawa si kembar kerumah." Jawab Mama Kania yang diangguki oleh Davin.
"Tante mau bawa si kembar ke Jakarta?" Tanya Sinta dengan sesenggukanya.
"Enggak kok, kita bawa mereka ke Vila tempat Keynan dan Biola tinggal di Bandung." Jawab Mama Kania.
"Vila itu Tante, Vila tempat aku dan Keynan sering main?" Tanya Davin antusias.
"Iya, Vila tempat Keynan lahir dan tumbuh." Jawab Mama Kania sambil tersenyum.
"Wah... aku jadi kangen masalalu deh Tan. Nanti aku jengukin si kembar kesana ya Tan?" Pinta Davin dengan mata berbinarnya.
"Boleh-boleh aja tapi kamu sekarang jagain mantu Tante ya," Ujar Mama Kania.
"Siap Tante, Mantu Tante aman sama aku." Balas Davin dengan penuh percaya dirinya.
"Aku ikut main ke Vila ya. Aku juga belum main sama si kembar." Pinta Sinta dengan mata berbinarnya.
"Udah, kalian ini ribut mulu. Nanti cucuku pada bangun karena denger kalian ribut-rubut." Ucap Mama Kania dengan kesalnya.
Seketika Davin dan Sinta menatap kearah ketiga bayi kembar itu yang tertidur nyenyak di box bayinya. Dengan satu bayinya lagi yang masih terjaga dan bermain dengan Daddynya disofa ruangan Biola.
Devin menatap sepupunya itu dengan tatapan ibanya. Ia tidak pernah menyangka kalau Keynan akan menjadi seperti ini sekarang.
Keynan tak sengaja menatap Davin dan Sinta yang menatapnya dengan penuh rasa iba kepadanya. Keynan tersenyum tipis kepada Sinta dan Davin yang menatapnya.
"Sttt..... " Ucap Keynan sambil menaruh telunjuknya didepan bibirnya dan memutar matanya kearah kedua putri kembarnya yang sedang tertidur nyenyak.
Setelah itu Keynan kembali bermain-main dengan Kenan yang saat ini masih belum mau tidur dan terus mengajak Daddynya bermain dengan senyuman manisnya dan mata bulatnya yang masih terjaga.
Keynan menatap bayi yang ada digendongannya dengan senyuman hangatnya seolah-olah tidak ada yang terjadi kepada keluarganya. Mama Kania, Davin dan Sinta terharuh melihat keteguhan hati Keynan saat ini. Mereka sangat tahu dibalik senyuman yang Keynan tunjukan saat ini, terdapat sebuah luka yang sangat dalam dihatinya.
Keynan terlihat tertawa saat bermain dengan bayi mungilnya yang masih terjaga sementara kedua kembarannya sudah tertidur lelap, Karena sekarang adalah jam tidur siang ketiga bayi kembar itu.
"Kamu sudah banyak berubah Key, gue salut sama lo. Kalau gue yang ada diposisi lo saat ini, mungkin gue gak bakalan sanggup setangguh lo. Semoga aja Kakak ipar bisa segerap pulih dan bangun dari komanya. Agar keluarga kecil lo bisa berkumpul kembali." Do'a Davin didalam hati karena terharu melihat perjuangan Keynan yang terus tetap tegar walau hatinya sangatlah rapuh.
Tiba-tiba saja Pak Raihan datang keruangan Biola dan mengejutkan semua orang yang ada disana.
"Loh, Devin sama Sinta sudah datang ya?" Tanya Pak Raihan terkejut.
"Iya Om, Om kemana aja. Kok baru kelihatan?" Tanya Davin balik.
"Om tadi sedang menyiapkan mobil untuk kepergian si kembar dari rumah sakit." Jawab Pak Raihan yang diangguki oleh Davin.
"Mobilnya sudah siap Pa?" Tanya Mama Kania.
__ADS_1
"Iya Ma, ayo kita berangkat." Jawab Pak Raihan.
"Ya udah, Mama Panggil suster dulu ya. Biar si kembar ada yang bawa." Tutur Mama Kania.
Mama Kania pun memanggil suster yang menjaga dan merawat ketiga bayi kembar itu. Mama Kania menggendong Violin dan Keynan menggendong Kenan yang sedari tadi bermain-main dengannya. Sementara Viola digendong oleh suster yang merawatnya. Suster yang lainnya membawa perlengkapan bayi ketiga bayi kembar itu.
"Udah siap semuanya kan?" Tanya Pak Raihan memastikan.
"Iya, ayo kita berangkat. Davin, Sinta. Tante titip mantu Tante ya." Ucap Mama Kania.
"Tentu Tante, Tante dan semuanya tenang aja. Aku sama Sinta pasti bisa jagain Biola." Jawab Davin dengan penuh keyakinan.
"Iya Tan, Tante pergi aja. Biola aman kok sama kita." Balas Sinta sambil tersenyum.
"Makasih ya, kalian memang yang paling bisa diandalkan. Ayo Key kita berangkat." Jawab Mama Kania sambil mengajak Keynan.
"Tunggu ma." Ucap Keynan tiba-tiba dan membuat semua orang menatapnya heran.
Keynan menggendong Kenan sambil berjalan kearah berangkar istrinya. Keynan menatap istrinya yang masih tak sadarkan diri dengan penuh cinta lalu mencium kening istrinya dengan penuh kelembutan.
"Mommy. Daddy sama Kenan dan kedua princes kita mau pulang dulu ya. Nanti Daddy akan datang lagi jagain Mommy. Jadi Mommy tungguin Daddy ya. Mommy juga harus berusaha untuk bangun lagi ya, Karena kami sangat membutuhkan Mommy. Iya kan boy?" Tanya Keynan kepada putranya. Kenan hanya tertawa saat Daddynya menyentuh hidung mancungnya dengan gemas.
Keynan mencium pipi gembul putranya karena gemas, lalu mengusap kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Sayang aku pergi antar anak-anak dulu ya. Aku gak akan lama kok. Aku pasti akan segera kembali." Ucap Keynan dengan nada lembutnya sambil mencium kening istrinya kembali.
Setelah itu mereka pulang ke Vila yang ada di Bandung.
•••••••
"Key, kamu yakin mau sekamar sama si kembar?" Tanya Mama Kania kaget.
"Iya Ma, biar aku bisa mengawasi dan menjaga mereka. Mama gak usah khawatir. Ini hanya sementara kok. Karena aku gak mau kamarku sama ketiga bayi kembarku dipisah." Jawab Keynan sambil menatap ketiga bayi kembarnya yang sudah terlelap sekarang.
"Ya udah, kalau ada apa-apa kamu panggil Mama aja ya. Mama akan tinggal disini sampai kalian pergi ke Inggris. Mama gak tega ninggalin kamu sama anak-anak. Papa juga udah izinin Mama untuk tinggal di Vila ini. Oh ya, kata Papa. Papa juga udah bantuin kamu diperusahaan keluarga Kristian. Jadi kamu gak usah khawatirin perusahaan kita." Tutur Mama Kania.
"Terima kasih Ma." Jawab Keynan dengan nada seraknya.
Mama Kania tersenyum sambil duduk disebelah putranya yang sedang duduk ditempat tidurnya. Mama Kania menepuk-nepuk bahu putranya sambil menatap ketiga cucunya yang tampak sudah tertidur pulas didalam box bayi.
"Kamu tidak usah berterima kasih Key. Kita ini keluarga, jadi kalau kamu membutuhkan sesuatu, kamu tinggal bilang aja. Jangan kamu pendam sendiri." Ujar Mama Kania sambil tersenyum menatap putranya yang tampak pendiam akhir-akhir ini.
"Ya udah, Mama kebawah dulu ya. Kalau ada apa-apa panggil Mama atau Bi Aidah." Saut Mama Kania sambil bangkit dari duduknya lalu berlalu keluar kamar putranya.
Keynan bangkit dari duduknya dan berjalan kearah ketiga bayi kembarnya. Keynan menatap salah satu bayi kembarnya dengan tatapan sendunya. Ia mengusap pipi gembul putrinya Violin yang sedang tertidur nyenyak di box bayinya.
"Kalian kekuatan Daddy untuk tetap bertahan. Sebenarnya Daddy sangatlah rapuh dan tidak sekuat sekarang. Daddy sangat merindukan Mommy kalian. Tapi kalian membutuhkan Daddy, jadi Daddy harus kuat untuk kalian. Kita akan tunggu Mommy sampai Mommy bangun dari komanya. Semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi kepada Mommy kalian sehingga kita semua bisa hidup bersama." Ucap Keynan dengan nada sendunya. Ia bahkan sampai menitikan air matanya karena tidak bisa menahan rasa perih dihatinya.
______________
Mohon maaf para readers sekalian karena sudah beberapa hari terakhir ini author gak up-up. Sebenarnya author gak bisa up karena terkendala cuaca buruk ditempat author.
Ditempat author terdapat badai yang lumayan besar akhir-akhir ini dan bisa menumbangkan pohon. Jadi karena itu listrik ditempat author padam karena tiang listriknya ketiban pohon sehingga kabel listrinya pada putus. Ditambah sinyal juga ilang entah kemana.
Sekian pengumunan singkat dari author.
Terima kasih atas perhatian dan dukungan kalian. Jangan lupa juga tinggalkan jejak kalian ya guys 😘
__ADS_1