
"Eh, aku dimana? Lalu kenapa jantungku tidak sakit lagi?" Ucap Keynan didalam hati.
Keynan menatap sekeliling tempat itu yang sangat asing baginya.
"Ini dimana?" Gumam Keynan sambil melihat sekeliling hutan itu.
Kraskkkk
Krusukkk
Keynan menyengitkan alisnya saat mendengarkan suara-suara aneh dari semak-semak yang ada dibelakangnya.
"Suara apa itu?" Gumam Keynan yang ingin menggerakan kepalanya kearah asal suara itu namun ia tidak bisa menggerakan kepalanya. Seolah-olah tubuhnya tidak dapat ia kendalikan.
"Kelinci kecil masuk kedalam perangkap." Ucap Keynan tiba-tiba dengan seringaian jahatnya.
Keynan tertegun saat mulutnya tidak dapat ia kendalikan dan berbicara dengan sendirinya.
"Eh, ada apa ini? Kenapa tubuhku tidak bisa aku kendalikan?" Ucap Keynan didalam hati karena merasa heran dengan tubuhnya sendiri.
Keynan tiba-tiba berdiri dari duduknya didalam air dikolam bunga itu. Dan merenggangkan keenam sayap putihnya yang tiba-tiba muncul dengam sendirinya dari punggung Keynan.
Keynan tertegun karena baru menyadari kalau tubuhnya memiliki sayap seperti yang dimiliki Eros. Sebenarnya dia ada dimana? Lalu kenapa tubuhnya tidak bisa ia kendalikan? Itulah yang saat ini menjadi pertanyaan bagi Keynan.
"Sayap?" Gumam keynan sambil melihat pantulan bayangannya dari air yang ada dikolam itu.
"Itu kan Eros! Jadi aku ada didalam tubuku yang dulu?" Ucap Keynan didalam hati dengan begitu terkejutnya.
Eros mengambil pakaiannya dan mulai memakai pakain serba putih yang nya menurut Keynan sangat aneh. Karena menurut Keynan itu seperti kain putih panjang yang hanya dibelit-belit ditubuh Eros.
"Baiklah, kelincinya sudah masuk perangkap. Saatnya untuk menangkap kelinci manis itu." Ucap Eros dengan seringaian liciknya.
Keynan tertegun saat mendengarnya. Sebenarnya kenapa dia bisa sampai berada didalam tubuh Eros yang ada dimasa lalu? Apakah dia kembali kemasa lalu? Keynan benar-benar tidak tahu harus berbuat apa selain menyaksikan apa yang akan terjadi karena ia tidak bisa menggerakan tubuhnya yang merupakan tubuh Eros saat ini.
Eros mulai berbalik dan menatap seorang gadis yang sedang mengintipnya mandi dengan tatapan kagumnya.
Eros menyunggingkan senyumannya saat melihat gadis itu yang tak berkedip saat menatapnya.
"Gadis nakal ini sebenarnya apa bagusnya, sampai dia membuat para ketua tertunduk kepadanya dan memintaku yang merupakan malaikat cinta untuk melatih dia agar dia bisa menjadi penyihir agung yang dihormati di negara ini. Padahal itu bukan profesiku." Gumam Eros sambil tersenyum miris dan membuat Keynan kebingungan.
"Siapa gadis itu? Apakah dia Elza?" Pikir Keynan yang juga menatap gadis cantik yang sedang mengintip Eros mandi sedari tadi. Meski lebih tepatnya terbengong karena melihat seorang malaikat mandi berendam ditengah hutan.
Gadis itu memiliki rambut pirang yang panjang dan lurus dengan pakaian lusuh ala kerajaan Inggris pada jaman dulu.
Eros membuka keenam sayapnya dan mulai terbang kearah gadis cantik itu. Eros mendarat dihapan gadis itu dan langsung mengakat dagu gadis itu yang terbengong menatap ketampanan Eros yang sangat luar biasa.
"Hei kelinci kecil yang manis. Sepertinya kamu sangat menikmati keindahan tubuhku dan ketampananku, sehingga kamu tidak dapat berkedip saat melihatku." Ucap Eros dengan PD nya dan dengan nada lembutnya kepada gadis itu sehingga membuat gadis itu tersadar dan tersipu malu.
"Ma...maafkan saya Tuan malaikat! Sa...saya tidak sengaja melihat anda mandi!" Jawab gadis itu sambil berteriak karena gugup.
__ADS_1
Eros terkekeh kecil sambil menatap gadis berambut pirang dihadapannya.
"Kau tahu? Sebagai malaikat, kami tidak akan pernah bisa terlihat oleh manusia biasa. Lalu siapakah kamu kelinci kecil? Kenapa kamu bisa melihatku yang merupakan seorang malaikat ini?" Tanya Eros dengan wajahnya yang sengaja ia dekatkan dengan wajah gadis itu sehingga membuat wajah gadis itu memerah karena tersipu.
Keynan yang ada didalam tubuh Eros pun hanya bisa membuang nafasnya dengan kasar. Sungguh ia tak menyangka kalau dirinya yang dulu benar-benar seorang penggoda yang handal.
"Huft.... apakah dulu aku seorang playboy?" Gumam Keynan dengan wajah kesalnya saat melihat tingkah Eros yang menggoda gadis pirang yang ada dihadapannya.
Gadis itu menelan salivanya dengan kasar. Ia benar-benar gugup dan tak tahu harus berbuat apa. Ia sungguh tergoda oleh rayuan maut dari Eros. Namun ia juga sadar kalau kemampuannya yang selama ini ia rahasiakan dari semua orang bahkan dari keluarnya telah terbongkar oleh seorang malaikat cinta yang baru ia temui dihutan.
"Dia benar-bemar tampan. Namun dia adalah seorang malaikat. Aduh.... bagai mana ini? Aku benar-benar telah ketahun bisa melihat malaikat." Batin gadis berambut pirang itu kebingungan sambil menundukan keplanya dari wajah tampan Eros.
Eros lagi-lagi menyunggingkan senyuman liciknya kearah gadis berambut pirang itu. Ia mendekatkan mulutnya ketelinga gadis berambut pirang itu dan berbisik kepada gadis itu.
"Kenapa diam hmm? Apakah aku setampan itu sampai-sampai membuatmu terdiam?" Tanya Eros dengan begutu PD nya dan membuat Keynan jijik melihatnya.
"Apakah aku sebegitu buruknya waktu dulu..." Ucap Keynan sambil berjongkok dan membuat lingkaran dengan jarinya karena bersedih atas dirinya sendiri.
Gadis berambut pirang itu terkejut saat Eros menghembuskan nafasnya ditelinga gadis berambut pirang itu. Saking terkejutnya, gadis berambut pirang itu langsung mendonggakan kepalanya dan mulai menjauh dari Eros.
"Aku benar-benar tidak sengaja! Tolong maafkan aku...!!!" Teriak gadis berambut pirang itu sambil berlari menjauh dari Eros.
Eros dan Keynan yang ada didalam tubuh Eros pun menatap gadis berambut pirang itu dengan tatapan malasnya.
"Apakah harus berteriak setiap kali menjawab ucapan seseorang." Gumam Eros dan Keynan berbarengan.
"Aww...!!! Ini sakit. Kenapa hari ini aku sangat sial. Aku hanya ingin membuat kejutan untuk Kakaku. Aku ke hutan hanya untuk mencari rerumputan herbal yang bisa meningkatkan kekuatan sihir untuk Kakakku. Kakaku sudah belajar ilmu sihir sejak ia berusia 5 tahun. Tapi dia selalu mengeluh kalau kekuatan sihirnya masih lemah sehingga aku berinisiatif untuk mencarikanya rerumputan herbal yang dapat eningkatkan kekuatannya. Karena sebentar lagi kerajaan akan mencari seorang ahli sihir yang dapat membantu kerajaan dalam masa sulitnya. Aku ingin Kakak masuk kedalam kerajaan suapaya hidupnya dan hidup kami tidak kesusahan lagi." Keluh gadis berambut pirang itu sambil memegangi lututnya yang berdarah.
Sejak 30 tahun terakhir ini, kekuatan penyihir mulai masuk kedalam negara ini dan mulai dipelajari oleh beberapa orang termasuk Kakak dari gadis berambut pirang itu.
Kerajaan juga sangat tertarik akan kekuatan sihir itu sehingga Kerajaan ingin merekrut orang-orang yang memiliki ilmu sihir terhebat untuk bekerja didalam kerajaan.
Dengan adanya pengumuman dari kerajaan itu, semua orang berbondong-bondong mempelajari ilmu sihir termasuk keluarga Alexa yang belum menyadari kalau didalam tubuh mereka telah mengalir kekuaran sihir turun-temurun yang sangat jarang dimiliki oleh manusia pada umumnya.
Keluarga Alexa yang baru membangkitkan kekuatan sihirnya adalah Elsa. Anak tertua dari keluarga Alexa dan Kakak dari gadis berambut pirang itu.
Kekuatan itu mungkin nantinya akan menjadi anugrah untuk keluarga Alexa yang miskin saat ini tapi tidak dimasa depan yang hanya akan dijadikan tumbal oleh orang lain.
••••••
Gadis berambut pirang itu menitikan air matanya sambil memeluk lututnya yang berdarah sangat banyak
"Hiks... gimana ini? Lututku sakit. Aku gak bisa berjalan. Sepertinya kakiku juga terkilir. Apa yang harus aku lakukan. Aku ingin pulang. Sebentar lagi malam." Ucap gadis berambut pirang itu sambil menangis dengan tubuh yang bergetar karena menahan rasa sakit dan lapar.
Gadis berambut pirang itu sudah masuk kedalam hutan sedari pagi-pagi buta tanpa makan apapun dan sekarang sudah menjelang sore hari jadi wajar saja jika dia kelaparan
Dari atas sebuah pohon besar Eros sedang duduk santai sambil memakan buah apel dan menatap gadis berambut pirang itu dengan tatapan santainya.
"Dia lemah kayak gitu gimana bisa jadi penyihir agung nantinya. Lagian ketua ada-ada aja. Udah tau kalau aku adalah malaikat cinta tapi dia tetep maksain aku untuk membantunya menjadi penyihir agung. Kayak gak ada malaikat lain aja." Gerutu Eros sambil mengunya apelnya tanpa ada niat untuk membantu gadis berambut pirang itu yang terduduk lemas ditanah.
__ADS_1
Keynan yang ada didalam tubuh Eros sudah sedari tadi mengumpati dirinya sendiri dimasa lalu.
"Sialan lo! Itu cewek terluka parah dan kelaperan tapi lo gak bantuin dia. Apa lagi dia kayaknya gak bisa jalan untuk pulang dengan luka separah itu. Lo malah dengan santainya makan apel sambil menjelek-jelekan gadis itu. Bener-bener kelewatan lo!" Umpat Keynan yang tentu saja tidak akan pernah didengar oleh Eros.
karena apa yang dilihat Keynan saat ini adalah kilas balik dari masalalunya dengan Biola karena penyatuan jantung Eros dimasa lalu dengan reinkarnasinya sehingga membuat kilas balik itu muncul kembali dan membuat Keynan dan Biola masuk kedalam masa lalu mereka untuk melengkapi isi didalam buku sejarah peninggalan penyihir agung El.
"Hiks... aku mau pulang. Tapi kakiku gak bisa digerakan. Ayah, Ibu dan Kakak pasti sedang khawatir dan nyariin aku kemana-mana." Gumam gadis berambut pirang itu yang masih menangis dengan lirihnya.
"Bantuin dia woy!" Bentak Keynan yang mulai emosi dengan sikapnya dimasa lalu yang tentu saja bentakannya itu tidak bisa didengar oleh Eros.
"Hoamm..... sampai kapan si dia mau duduk ditanah kayak gitu. Bosen aku liatnya. Apelku juga udah abis lagi." Keluh Eros dengan tak punya hatinya dan membuat Keynan terus mengomel-ngomel tak jelas.
Hari mulai malam tapi gadis berambut pirang itu masih disana dan memeluk lututnya dengan tubuh yang menggigil.
"Eh, kenapa aku merasa ada yang salah dengan tubuh kelinci kecil itu ya?" Gumam Eros yang masih duduk santai diatas pohon dan mengawasi pergerakan gadis berambut pirang itu.
Tiba-tiba saja gadis itu pingsan dan tergeletak disana. Eros malah menatap gadis itu dengan tatapan herannya.
"Kenapa dia? Apa dia sudah tertidur? Jadi dia memutuskan untuk tidur dihutan ini karena dia gak bisa jalan gitu?" Pikir Eros sambil menatap gadis berambut pirang itu dengan tatapan herannya.
Tiba-tiba saja terdengar suara gerombolan serigala yang mulai mendekat kearah gadis berambut pirang itu karena mencium bau darah dari luka gadis berambut pirang itu.
Eros menatap kearah gerombolan serigala itu dari atas pohon. Gerombolan serigala itu sudah mulai mendekat kearah gadis berambut pirang itu yang sedang pingsan.
"Gawat! Sepertinya aku memang harus turun tangan." Ucap Eros dengan paniknya.
Keynan yang melihat itu pun hanya bisa mengomel didalam tubuh Eros.
"Ingin ku makan kau Eros! Sudah dari tadi aku bilang untuk bantuin gadis itu tapi kamu malah santai-santai dan disaat ada bahaya kau baru panik. Kalau gadis itu benar-benar Biola dimasa lalu maka aku memang sudah sangat berdosa kepada istriku." Omel Keynan yang memang tak akan berpengaruh kepada Eros karena Eros tidak akan pernah mendengar keluhan Keynan.
Dengan cepat Eros terbang kearah gadis berambut pirang itu dan menggendong gadis berambut pirang itu terbang kelangit.
"fiuh... hampir saja." Gumam Eros.
Tiba-tiba saja Eros merasakan kalau tubuh gadis berambut pirang yang ada dipangkuannya itu panas.
"Apa dia demam?" Gumam Eros sambil menatap gadis berambut pirang itu yang tampak wajahnya sudah pucat karena demam dan merasakan sakut diluka-lukanya.
"Sungguh merepotkan." Ucap Eros sambil membawa terbang gadis berambut pirang itu menjauh dari segerombolan serigala-serigala kelaparan yang ada dibahawahnya.
Eros meletakan tubuh gadis berambut pirang itu dibawah pohon rindang dengan beralaskan hamparan padang rumput yang luas dengan hanya ada beberapa pohon rindang dipadang rumpur itu.
"Kita sudah jauh dari para gerombolan serigala itu." Ucap Eros sambil menatap gadis berambut pirang yang sedang pingsan dihapannya.
Eros tiba-tiba terdiam saat ia mengamati wajah cantik gadis berambut pirang yang ada dihadapannya. Lalu Eros tak sengaja melihat luka-luka dikedua lutut dan siku gadis berambut pirang itu dan tak lupa kaki gadis itu yang terkilir.
Eros membuang nafasnya dengan kasar lalu mulai mengobati gadis berambut pirang itu dengan kekuatannya.
"Benar-benar kelinci kecil yang ceroboh dan menyusahkan." Gumam Eros sambil mengobati gadis berambut pirang itu.
__ADS_1