Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 116


__ADS_3

"Akhirnya gue bisa pulang juga dari misi sialan ini." Ucap Miko dengan sangat senang karena telah menyelesaikan misinya dan bisa pulang keapartemennya meski dengan luka-luka yang sangat parah. Bahkan untuk berjalan saja Miko sampai harus sempoyongan.


Sebenarnya itu semua adalah ulahnya Pak Bayu yang sengaja mempersulit dan mengirim anggota inti dari kelompok mafia Angel's heart untuk melukai Miko. Dengan menggunakan jubah serbah hitam agar semua anggota Anggel's geart lainnya tidak mengenali mereka.


Miko membuka pintu apartemennya yang tampak sepi dan tidak berpengghuni.


"Kenapa apartemen ini sepi? Kemana Mirna?" Pikir Miko sambil berjalan kearah kamarnya dan Mama Mirna.


Miko tampak menatap sekeliling apartemen yang tampak sama seperti terakhir kali ia tinggalkan.


Miko mengerutkan dahinya saat melihat kamarnya dan Mama Mirna yang tampak terbuka sedikit seperti saat ia tinggakan satu minggu yang lalu.


Krietttt....


Miko membuka pintu kamarnya perlahan. Terlihat kamarnya yang sangat gelap dan dingin.


"Mirna kamu didalam?" Teriak Miko sambil mencari sakral lampu untuk menerangi kamarnya yang gelap.


Cklek...


Miko menghidupkan lampu kamarnya saat sudah menemukan sakral lampu. Ia mengerutkan dahinya lagi saat melihat kamarnya yang terlihat sama seperti saat terakhir ia tinggalkan.


"Kemana Mirna? Apa dia dikamar mandi?" Pikir Miko yang mencoba menenangkan pikiran negatifnya yang tiba-tiba datang menghampiri pikirannya.


Dengan cepat Miko menuju kamar mandi namun disana juga tidak ada Mama Mirna. Miko memeriksa seluruh ruangan diapartemen mewahnya namun tidak ada Mama Mirna dimana pun.


"MIRNA DIMANA KAMU!!" Teriak Miko yang mulai merasa frustasi mencari Mama Mirna. Ia mengacak rambutnya kasar saat pikiran-pikiran negatif itu datang menghantui pikirannya lagi.


"Mirna, jika kamu kabur. Aku tidak akan pernah memaafkanmu! Aku pasti akan memberimu hukuman yang setimpal." Ucap Miko dengam mata yang menajam.


Ting tong....


Tiba-tiba saja bel apartemennya berbunyi. Dengan cepat Miko turun dari lantai dua dengan menyeret kakinya yang pincang karena ia kira yang membunyikan bel itu adalah Mama Mirna.


Miko ingin memarahi Mama Mirna yang tidak ada dirumah karena telah membuatnya khawatir.


Miko membuka pintu sambil marah-marah karena ia pikir itu adalah Mama Mirna. Namun saat ia membuka pintu ia tidak menemukan siapa-siapa. Ia justru malah menendang sesuatu dibawah kakinya.


"Mirna! Kamu itu kemana aja si? Apa kam... ...."


Tuk.....


Miko kaget pada saat ia tidak menemukan Mama Mirna diluar. Tapi ia lebih dikagetkan lagi dengan sebuah kota yang telah dihias seperti kado ulang tahun.


"Apa ini?" Pikir Miko sambil menatap kota itu heran.


Ia mengangkat kotak itu kedalam karena rasa penasarannya.


Perlahan Miko mulai membuka pita yang mengikat dan menghiasi kado itu. Ia sangat penasaran dengan isi didalam kado itu. Lalu siapa yang kurang kerjaan memberinya kado. Apakah itu ulah Mama Mirna yang ingin menyambut kepulangannya? Itulah yang saat ini Miko pikirkan. Mungkin saja Mama Mirna memberinya kejutan untuk kepulangan Miko.


Deg.....


Miko tertegun melihat isi didalam kotak itu. Ia terduduk dilantai saking kagetnya dan memundurkan tubuhnya dengan posisi duduk karena saking kagetnya.


"Gak! Ini gak mungkin! Ini gak mungkin." Gumam Miko sambil menatap isi didalam kado itu.


Ia mungkin sudah biasa melakukan sesuatu yang sama seperti apa yang ia lihat saat ini. Namun ia tidak pernah menyangka kalau apa yang ia lakukan kepada orang lain justru malah berbalik kepadanya dan keluarganya.


"INI GAK MUNGKIN!!" Teriak Miko dengan air mata yang mengalir. Sungguh ternyata sesakit ini rasanya saat melihat orang yang ia sayangi merasakan apa yang telah ia lakukan kepada orang lain.


Sementara dilain sisi tampak kedua orang pria yang beda beberapa tahun sedang tersenyum menyaksikan apa yang telah terjadi kepada Miko.


"Dia pantas menerima semua itu. Jangan lupakan juga untuk melenyapkan pria itu. Karena akar dari penderitaan Kakak dan keponakanku adalah dia!" Ucap Darius dengan nada dinginnya kepada Pak Bayu sambil berlalu keluar ruangan Pak Bayu.


Pak Bayu hanya tersenyum tipis sambil menatap punggung Darius lalu tak berapa lama senyumannya itu memudar saat ia mengingat apa yang telah ia lakukan.


Pak Bayu menatap kedua tangannya dengan tatapan sendunya. Lalu ia tertawa terbahak-bahak menatap tangannya sendiri.


"Hahaha..... tanganku sudah berlumuran oleh dosa. Aku tidak pantas lagi untuk memeluk putriku. Apakah aku bisa bersama putriku lagi suatu saat nanti? Aku hanyalah laki-laki tua yang ingin membalaskan dendam keluargaku. Apakah aku pantas bersama putriku yang sangat suci dan tidak terlumuri dosa sepertiku." Ucap Pak Bayu sambil tertawa namun tawanya semakin lama semakin memudar dan digantikan dengan tetesan air mata yang membasahi wahanya dibalik topeng yang ia pakai.


•••••••


Miko menangis didepan nisan Mama Mirna. Ia benar-benar sudah menjadi laki-laki lemah saat ini. Ia berusaha kuat saat Mona bunuh diri tapi saat melihat Mama Mirna mati secara mengenaskan, Miko tidak bisa lagi kuat menghadapi cobaannya.


Miko tidak pernah menyangka bahwa perbuatannya kepada orang lain akan berbalik kepada dirinya sendiri. Apakah ini karma?  Mungkin memang inilah karma yang karus diterima Miko atas perbuatan kejinya.


Miko sunggung-sungguh tidak bisa berbuat apa-apa. Ia ingin sekali melaporkan kejadian ini kepada kepolisian. Tapi apakah polisi akan menerima laporannya? Jawabannya mungkin adalah tidak. Malah Miko yang akan ditangkap dan dituduh telah membunuh Mama Mirna. Secara Miko adalah seseorang yang masih bersetatus buronan yang sampai diincar keluar negri. Dimana semua kasusnya adalah hal yang sama seperti apa yang menimpa Mama Mirna.


Saat ini mungkin Miko bisa bebas berkeliaran karena dia mendapatkan bantuan dari beberapa penjabat yang telah menyuruhnya menjadi pembunuh bayaran. Ditambah dia bergabung dengan kelompok mafia Angel's heart yang sangat ditakuti oleh seluruh negara.


Tapi dia juga tidak bisa meminta bantuan kepada kelompok mafia Angel's heart untuk mencari tahu siapa pembunuh kekasihnya dan mencari pembunuh itu karena kelompok mafia Angel's heart pasti tak akan mau memebantunya. Karena kelompok mafia Angel's heart akan melindungi anggota kelompoknya bukan keluarga dari anggota kelompoknya. itulah moto dari kelompok mafia Angel's heart.


"KENAPA TAKDIR SELALU TIDAK ADIL KEPADAKU!! SIAPA YANG TELAH MELAKUKANNYA!!" Teriak Miko dipemakaman Mama Mirna.


Miko menatap makam yang ada disebelah makam Mama Mirna. Makam itu adalah makam putrinya Mona.


Miko menatap kedua makam anak dan orang yang ia cintai dengan matanya yang basah karena air mata.

__ADS_1


"Siapa yang melakukan ini kepadamu Mirna hiks.. " Miko memeluk makam Mama Mirna dengan air mata yang tidak bisa berhenti menetes.


Tiba-tiba Miko teringat dengan keluarga Kristian yang selalu mengincar nyawanya dan keluarganya.


"Apakah ini ulah keluarga Kristian?" Pikir Miko sambil menatap makam putrinya


"Ya, ini pasti ulah keluarga sialan itu. Anak sialan itu harus aku selesaikan. AKU AKAN MEMBUNUHMU BIOLA KRISTIAN!!!" Teriak Miko sambil mengepalkan kedua telapak tangannya.


"Sebelum kau melenyapkan putriku, aku pasti akan melenyapkanmu terlebih dahulu Miko." Gumam seseorang dari kejauhan sambil bersandar dipohon dan menatap penderitaan Miko.


Setelah itu orang itu yang tak lain adalah Pak Bayu pun langsung pergi dari pemakaman Mama Mirna.


"Sampah memang harus segera dibakar agar tidak mengotori lingkungan yang bersih." Gumam Pak Bayu sambil berjalan dan masuk kedalam mobilnya.


•••••••••


Setelah beberapa hari dari kematian Mama Mirna, Miko sekarang sudah bersiap-siap untuk pergi ke Indonesia menggunakan kapal air besama dengan anggota kelompok mafia Angel's heart lainnya yang sedang menyelundupkan senjata ilegal. Sekalian ingin membalaskan dendamnya kepada keluarga Kristian yang ia kira dalang dari kematian Mama Mirna.


"Tunggu aku keluarga Kristian! Aku pasti akan membuat keluarga itu hancur sampai keakar-akarnya. Terutama anak pembawa sial itu." Ucap Miko penuh percaya diri.


Darius yang memiliki rekaman CCTV apartemen Miko pun menatap layar laptopnya dengan tatapan datarnya.


"Sebelum kau sampai ke Indoneaia. Kau mungkin telah menjadi santapan ikan hiu." Gumam Darius sambil menatap benci kearah Miko.


"Siapkan Mobil! Kita akan ke dermaga!" Perintah Darius kepada asistennya.


"Baik Tuan!" Jawab sisten Darius.


Seluruh anggota Angel's heart tampak berbondong-bondong memindahkan Kotak-kota besar yang isinya adalah senjata ilegal. Terlihat disana juga ada Pak Bayu yang sedang mengawasi anak buahnya.


Darius yang telah sampai di dermagapun mengagetkan semua anggota kelompok mafia Angel's heart. Karena biasanya Darius tidak pernah ikut campur dalam hal penyelundupan.


Pak Bayu menatap heran kearah Darius. Tapi itu tak lama saat ia mengingat kalau hari ini adalah hari penderitaan bagi Miko.


"Darius tak akan mau mengurusi hal seperti ini. Dia selalu ingin menerima hasinya dan tidak mau ikut campur dalam hal penyelundupan seperti ini. Sepertinya dia datang kesini hanya untuk menyiksa Miko. Padahal dia bilang ingin menyerahkan balas dedam itu sepenuhnya kepadaku. Tapi sepertinya ia tidak bisa melepaskan Miko. Dan ingin melihat Miko lebih menderita." Ucap Pak Bayu didalam hati sambil menatap Darius dengan tatapan sendunya karena masih merasa bersalah kepada Darius dan keluarga Alexa.


Lalu tatapannya beralih kepada anggota Angel's heart yang sedang mengangkut senjata-senjata itu. Pak Bayu menatap anggota Angel's heart itu dengan tatapan penuh dendamnya. Ya, yang ditatap oleh Pak Bayu saat ini adalah Miko.


Miko sedang membantu anggota kelompok Angel's heart lainnya untuk mengangkut senjata ilegal. Maklumlah posisi Miko tidak terlalu besar dikelompok mafia Angel's heart. Dia hanyalah anak buah kecil dikelompok itu. Jadi sangat wajar jika dia bekerja kasar seperti saat ini.


Setelah memindahkan semua senjata-senjata kedalam kapal, kapalpun akhirnya berlayar.


"Sudah saatnya aku menjalankan rencanaku." Ucap Pak Bayu diruangannya sambil tersenyum dan merenggangkan otot-otot punggungnya ke sandaran kursinya yang empuk.


Pak Bayu menelepon anak buahnya untuk mengantar Miko kesebuah ruangan tahanan dikapal besar itu.


"Antarkan Miko kesalah satu ruang tahanan kosong. Dan katakan kepadanya untuk menjalankan misi menyiksa seseorang diruangan itu secepatnya." Ucap Pak Bayu kepada anak buahnya.


Pak Bayu menyunggingkan senyumannya dan merapihkan jas hitamnya, tak lupa memakai topengnya kembali karena ia akan menemui orang yang telah membunuh istrinya sekaligus dalang dari semua kekacauan keluarganya.


"Inilah akhir dari pembalsan dendam ini." Ucap Pak Bayu sambil menyeringai dan melangkah keluar rungannya.


Kali ini Pak Bayu akan menyiksa Miko melebihi siksaan yang ia berikan kepada Mama Mirna. Ia ingin menghukum Miko selama Miko masih hidup dan bernafas.


•••••••


"Mik, lo diberi misi sama Tuan Bayu untuk menyiksa tahanan diruangan xxx." Ucap orang suruhan Pak Bayu kepada Miko.


Miko yang masih bersedih dengan kematian Mama Mirna pun langsung senang saat diberi misi yang sangat ia kuasai dab sangat ia sukai. Yaitu menyiksa seseorang.


Kebetulan ia juga sangat ingin melampiaskan amarahnya kepada keluarga Kristian dengan menyiksa seseorang. Ia juga sudah lama tidak menyiksa seseorang sejak Mama Mirna dan Mona mulai tinggal bersamanya.


"Ok, dimana tempatnya? Gue anggota baru dan gue belum terlalu tau dimana ruangannya. Lagian kapal ini terlalu besar untuk gue jelajahi." Ucap Miko bersemangat.


"Lo ikut gue." Jawab orang suruhan Pak Bayu itu dengan wajah datarnya.


Miko pun mengikuti langkah kaki orang suruhan Pak Bayu dengan begitu semangat tanpa tau kalau dia akan dijebak.


"Ini ruangannya. Lo masuk aja kedalam dan lo siksa orangnya." Jawab orang suruhan Pak Bayu dengan wajah datarnya.


"Ok, itu hobi gue." Jawab Miko senang.


Dengan semangatnya Miko membuka pintu ruangan itu namun orang suruhan pak Bayu menyuntikan sesuatu kepunggung Miko saat Miko baru membuka pintu.


"Aww... apa yang lo lakuin!" Bentak Miko saat merasakan punggungnya disuntikan sesuatu dengan begitu kasarnya.


"Oh maaf, tadi gue lupa kasih lo obat supaya tubuh lo gak kena penyakit dari tawanan itu." Jawab orang suruhan Pak Bayu itu yang masih memasang tampang datarnya.


"Maksud lo?" Tanya Miko bingung.


"Tawanannya terkena penyakit menular jadi lo harus pake obat agar lo gak terkena penyakitnya." Jawab orang suruhan Pak Bayu yang sedng mencari-cari alasan agar Miko mempercayainya.


"Kenapa lo gak bilang dari tadi! Lo ingin gue mati hah!" Teriak Miko penuh amarah.


"Berisik lo, kerja sana kalau gak mau kena hukum Tuan Bagu." Ucap orang suruhan Bayu itu sambil berlalu meninggalkan Miko begitu saja.


"Sialan tu orang, mentang-mentang punya jabatan tinggi dikit aja udah sombong lo!" Gerutu Miko sambil masuk kedalam ruangan itu.

__ADS_1


Sebenarnya obat yang disuntikan kepada tubuh Miko itu adalah obat agar tubuh Miko melemas sesaat. Sehingga saat Pak Bayu menangkapnya maka Miko tidak akan bisa melawan.


Dengan degusan kecil Miko masuk kedalam ruangan itu.


"Sialan banget tuh orang. Pokoknya gue harus lampiasin amarah gue pada tahana....." Miko membelalakan matanya saat melihihat isi didalam ruang tahanan itu yang nampak kosong dan tidak berpenghuni.


"Dimana tahanannya?" Kaget Miko sambil berjalan ketengah ruangan tahanan yang tampak kosong itu. Ruangan tahanan itu seperti ruangan tempat Mama Mirna disekap dimarkas besar kelompok mafia Angel's heart.


Miko menatap sekelilingnya yang hanya tembok dan hanya pintu yang terbuat dari besi dengaan sedikit pantilasi udara dipintu masuk.


"Sialan tu orang! Dia pasti udah nipu gue." Gerutu Miko sambil berjalan kearah luar ruangan itu. Namun tiba-tiba saja tubuhnya melemas.


Miko terduduk dilantai karena tubuhnya yang tiba-tiba melemas.


"Ada apa ini? kenapa tubuh gue jadi lemes gini." Ucap Miko dengan nada suara yang ikut melemah.


Tiba-tiba saja Miko mengingat tentang suntikan yang disuntikan kepada tubuhnya oleh anak buah Pak Bayu.


"Sial! Ini pasti karena dia!" Gerutu Miko dengan mata yang menajam.


Tiba-tiba seseorang masuk kedalam ruangan Miko. Miko yang mnyadarinya pun langsung menengadahkan kepalanya kearah pintu.


"Tu..Tuan Bayu tolong saya. Tubuh saya tiba-tiba melemas. Ini pasti ulah Akas. Dia tadi menyuntikan sesuatu kedalam tubuh saya." Adu Miko dengan berbicara sopan kepada orang yang masuk kedalam ruangan itu yang tak lain adalah Pak Bayu.


Pak Bayu tampak menyeringai menatap Miko yang tak berdaya. Ia bahkan sampai berjongkok dihadapan Miko dengan senyuman iblisnya.


"Akas tidak salah apa-apa." Jawab Pak Bayu yang membela anak buahnya yang disurunya untuk membawa Miko keruangan itu.


"Apa? Bagai mana dia gak salah. Dia udah nipu saya. Kamu harus memberikan keadilan untuk saya. Karena bagai manpun saya anggota kelompok mafia Angel's heart." Ucap Miko penuh emosi sambil menatap tajam kearah Pak Bayu.


"kalau saya memberikan keadilan untukmu, maka siapa yang akan memberikan keadilan untuk saya atas kekejamanmu?" Tanya Pak Bayu yang membuat Miko mengerutkan dahinya karena bingung.


"Apa maksud Tuan?" Tanya Miko tak mengerti.


Pak Bayu tampak menyeringai dan berdiri dari jongkoknya sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku celananya dan menatap Miko dengan tatapan penuh dendam.


"Kau akan tahu semuanya sesaat lagi." Jawab Pak Bayu lalu ia memanggil anak buahnya yang ada diluar ruangan itu.


"Ikat dia dengan rantai ditembok!" Perintak Pak Bayu kepada anak buahnya dan membuat Miko kaget.


"Apa? kenapa?" Tanya Miko kaget.


"Woi, lepasin! Apa yang kalian lakukan." Teriak Miko sambil berusaha melawan tapi tubuhnya sangat lemah untuk melawan jadi dia hanya bisa pasrah diseret dan diikat oleh anak buah pak Bayu.


"Apa salahku? Kenapa kamu merantai aku?" Tanya Miko dengan nada membentaknya.


"Salahmu banyak. Dan mulutku gak akan mampu menyebutkan setiap kesalahanmu yang sudah segunung itu." Ucap Pak Bayu dengan nada sinisnya.


"Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Miko yang mulai mencurigai Pak Bayu.


Apakah Pak Bayu salah satu dari musuhnya yang keluarganya telah ia bunuh? itulah yang saat ini Miko pikirkan.


Tebakannya mungkin hampir benar. Tapi apa yang Miko lakukan kepada Pak Bayu itu lebih kejam dari yang ia lakukan kepada orang lain.


"Siapa aku? Bukannya kamu sudah sangat lama mengenalku? Bahkan aku sendiri tidak mengenalmu. Tapi kamu sepertinya sangat mengenalku dan keluargaku." Jawab Pak Bayu yang membuat Miko mengerutkan dahinya karena bingung.


Tapi saat mendengar ucapan wakil dari atasannya itu membuat Miko mengingat perlakuannya kepada keluarga Anggara.


"Apakah dia Bayu Anggara?" Pikir Miko sambil menatap wajah Pak Bayu yang sedang memakai topeng.


Dulu dia selalu mengelak dan menyangkal kemungkinan yang ada dipikirannya kalau wakil pimpinannya itu adalah Bayu yang sama dengan Bayu yang telah ia hancurkan keluarganya.


Tapi setelah mendengar ucapan dari wakil pimpinannya itu membuat Miko yakin kalau Bayu wakil pimpinannya adalah Bayu yang sama dengan Bayu yang telah ia hancurkan keluarganya. Yaitu Bayu Anggara.


"Lo Bayu Anggara?" Tanya Miko terkejut.


Bayu tersenyum devil dan mulai melepas topeng yang hanya menutupi sebagian wajahnya itu.


Miko membelalakan matanya saat melihat wajah yang tak asing ada dihadapannya. Wajah itu adalah wajah yang telah ia hancurkan keluarganya karena ia ingin menguasai harta dari keluarga sang pemilik wajah itu yang tak lain adalah wajak Pak Bayu.


"L...lo beneran Bayu?" Tanya Miko tak percaya.


Pak Bayu tidak menjawab pertanyaan Miko. Ia malah menghindar dari tubuh Miko dengan melangkah mundur beberapa langkah.


"Selamat menikmati pembalasan dendamku." Jawab Pak Bayu sambil menyeringai kearah Miko.


Miko ingin berbicara lagi namun tiba-tiba saja dari rantai yang memgikatnya itu ternya telah dialiri aliran listrik yang dapat menyiksa tubuh Miko.


ARRRGHHHHHH......


Teriak Miko saat terkena sengatan listrik dari rantai yang mengikatnya.


Pak Bayu nampak menikmati pandangan yang ada dihadapannya sambil tersenyum jahat.


"Hajar dia sampai tulang-tulangnya patah!" Perintah Pak Bayu kepada anak buahnya.


"Baik Tuan!" Jawab anak buah pak Bayu serempak.

__ADS_1


_____________________


Bagi yang tak nyaman dengan adegan beberapa episode akhir-akhir ini mohon maaf ya para readers.


__ADS_2