
Darius saat ini sedang berada di Indonesia untuk mengurusi bisnis keluarga Alexa.
Darius merupakan pimpinan kelompok mafia Angel's heart sekaligus pengganti Tuan Davindra Alexa untuk mengurusi perusahan megah keluarga Alexa untuk sementara waktu. Sampai pemilik asli dari pewaris perusahaan keluarga Alexa kembali, yaitu cucu dari anak pertama Tuan Davindra Alexa.
Kedua anak dari Davindra Alexa sebenarnya sudah diberi warisan atau jabatan mereka masing-masing dikeluarga Alexa. Seperti anak bungsu Davindra Alexa yaitu Darius Alexa yang diberi jabatan sebagai pimpinan dari kelompok mafia Angel's heart yang sangat ditakuti diseluruh negara.
Sementara Viola Alexa yang merupakan anak pertama dari Davindra Alexa diberi jabatan sebagai pemimpin perusahan keluarga Alexa yang sangat megah.
Tapi karena Viola tidak ingin menerima jabatan itu maka dari itu Viola memilih untuk kabur dari keluarga Alexa.
Viola sebenarnya sudah memiliki cita-citanya sendiri dan Viola memilih mengejar cita-citanya dari pada harus menjadi pimpinan diperusahaan keluarganya.
Sampai akhirnya Tuan Davindra mengatakan kalau putrinya Viola sudah meninggal dan Viola memiliki seorang anak perempuan sebelum ia meninggal. Otomatis warisan itu jatuh ketangan anaknya. Sekarang warisan itu untuk sementara waktu diurus oleh Darius Alexa, adik dari Viola Alexa.
Tapi sampai saat ini Tuan Davindra Alexa masih belum mencari atau pun berencana mengambil cucunya. Dia selalu berkata kalau dia sedang menunggu waktu yang tepat dan suatu saat nanti warisan itu memang akan jatuh ketangan cucunya. Itulah yang sering Tuan Davindra ucapkan.
Flashback On
Viola kabur dari Inggris ke Indonesia. Di Indonesia Viola tidak sengaja bertemu cinta pertamanya sekaligus mantan pertamanya saat kuliah di Universitas terbesar di Inggris. Tapi sayangnya mereka harus putus ditengah jalan karena beda Agama.
Cinta pertama Viola adalah Pak Bayu. Pak Bayu sebenarnya tidak mengetahui asal usul keluarga Viola karena selama ini Viola selalu merahasiakan keluarganya dari orang lain termasuk Pak Bayu.
Pak Bayu sendiri tidak keberatan dengan keluarga Viola yang sangat misterius dan Viola yang merahasiakan keluarganya dari Pak Bayu karena Pak Bayu sudah sangat menyayangi Viola. Jadi dia tidak memperdulikan asal usul keluarga Viola.
Pertemuan Viola dan Pak Bayu membuat ikatan cinta mereka tumbuh dan semakin menguat. Mereka akhirnya menjalin hubungan kembali dan menutuskan untuk menikah.
Viola juga memutuskan untuk menjadi mualaf karena sudah terbiasanya dia melihat Pak Bayu beribadah sehingga membuat hati Viola bergetar dan ingin mengikuti Agama Pak Bayu. Sehingga mereka juga bisa menikah secara Agama dan hukum.
Tapi pernikahan mereka ditentang keras oleh Oma Laras. Meski pernikahan mereka ditentang keras oleh Oma Laras tapi Pak Bayu dan Viola tetap menikah secara diam-diam dari Oma Laras.
Karena alasan Oma Laras menentang pernikahan Pak Bayu dan Viola itu sangatlah kelewatan batas.
Oma Laras menentang pernikahan Pak Bayu dan Viola karena Viola beda Agama. Padahal Viola sudah menjadi mualaf dan mengikuti Agama suaminya. Ditambah Viola memiliki latar belakang keluarga yang tidak jelas asal usulnya. Sehingga Oma Laras berpikiran negatif tentang Viola dan menganggap Viola hanya memanfaatkan keluara Anggara dan ingin menguasai seluruh harta keluarga Anggara.
Ditambah Mama Mirna yang terus-menerus mengejar-ngejar Pak Bayu karena ingin menguasi harta keluarga Anggara berhasil merebut hati Oma Laras. Mama Mirna terus-menerus menghasut Oma Laras dan membuat reputasi Viola bertambah jelek dimata Oma Laras.
Meski banyaknya penentangan didalam pernikahan Pak Bayu dan Viola tapi mereka masih saling menyayangi dan saling menguatkan satu sama lain sampai hari kecelakaan itu tiba dan mengubah segala-galanya.
Flashback Off
••••••
"Kamu yakin mau masak makanan kesukaan Keynan? Dan mau mengantarkannya langsung untuk Keynan?" Tanya Mama Kania dengan penuh kekhawatiran saat melihat Biola yang sedang asik memasak untuk makan siang suaminya.
"Iya Ma, aku mau buat kejutan untuk Keynan." Jawab Biola sambil tersenyum ceria.
Mama Kania sangat khawatir dengan keinginan menantunya yang memaksa untuk masak makanan kesukaan Keynan. Ditambah Biola ingin mengantar masakannya itu sendiri kekantor Keynan.
Sungguh Mama Kania sangat khawatir kalau menantunya itu akan kecapekan dan akan berpengaruh buruk kepada kandungannya. Tapi apa boleh dikata, Mama Kania sendiri tidak bisa berbuat apa-apa karena Biola terus merengek-rengek ingin membuat kejutan untuk suaminya.
Mama Kania terus berusaha membujuk menantunya agar tidak jadi memasak dan membatalkan kejutannya untuk mengantarkan makanan yang ia buat kepada suaminya. Tapi entah kenapa hari ini Biola sedikit keras kepala dan keinginannya itu harus dipenuhi.
Mungkin itu keinginan janin yang dikandung oleh Biola. Itulah yang saat ini Mama Kania pikirkan.
"Biar Mama dan para pelayan membantu kamu ya sayang?" Ucap Mama Kania penuh kekhawatiran.
"Tidak usah Ma, aku mau masak sendiri biar spesial." Jawab Biola keras kepala.
"Ya sudah kalau begitu biar Mama yang antar makanannya dan kamu istirahat dirumah aja ya sayang." Usul Mama Kania yang lagi-lagi ditolak oleh Biola.
"Enggak Ma, harus aku yang antar kalau enggak kejutannya enggak spesial lagi." Jawab Biola yang masih keras kepala.
"Aduhh... apa yang harus aku lakukan untuk membujuk menantuku. Pokonya dia gak boleh sampai terlalu kecapekan. Dia sudah masak makanan kesukaan Keynan sampai sebanyak itu, aku gak boleh biarin dia terlalu capek. Itu gak baik untuk kandungannya." Gumam Mama Kania sambil berjalan bulak-balik seperti setrikaan dibelakang Biola yang sedang asik memasak.
"Oh iya, kenapa aku gak telepon Keynan aja dan menyuruh Keynan pulang untuk makan siang dirumah. Jadi Biola gak perlu pergi keperusahaan untuk mengantar makanan Keynan. Ah kenapa aku baru kepikiran sekarang." Gumam Mama Kania sambil menepuk jidatnya dengan kasar sehingga menimbulkan bunyi yang mengagetkan Biola.
Plakk......
Biola yang mendengar suara dibelakangnya pun langsung membalikan tubuhnya dan melihat Mama Kania yang sedang menepuk jidatnya sendiri.
__ADS_1
"Mama Kenapa?" Tanya Biola yang kaget melihat gerak-gerik aneh Mama Kania.
"Eh, enggak kok sayang! Mama engak kenapa-napa. Kamu lanjut aja masaknya." Jawab Mama Kania panik.
Biola pun mengangguk dan melanjutkan acara masak-masaknya dengan hati yang berbunga-bunga karena ini kali pertama Biola memasak untuk Keynan.
Biasanya setiap makanan yang disajikan dikediaman keluarga Kristian disiapkan oleh pelayan dan Biola dilarang menyentuh dapur. Sehingga ketika mendapat kesempatan untuk memasak maka Biola tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Saat Biola sudah fokus memasak lagi, Mama Kania melambaikan tangannya kearah pelayan kepercayaannya yang bernama Maya.
Maya yang merasa dipanggil oleh Nyonya Besarnya pun menghampiri Mama Kania sambil menundukan tubuhnya.
"Nyonya Besar ad..... ....." Belum sempat Maya menyelesaikan ucapannya, Mama Kania tiba-tiba menarik tangan Maya dan menjauhi Biola yang sedang masak.
"Sttt..... diam!" Bisik Mama Kania yang diangguki oleh Maya dengan perasaan kagetnya.
"Kamu jaga Nyonya Muda. Jangan biarkan dia mengangkat benda-benda berat. Terus awasi langkahnya. Jangan biarkan dia menginjak sesuatu yang licin. Bla....bla... bla...." Seribu kata larangan yang diperintahkan Mama Kania kepada Maya untuk menjaga Biola.
Padahal Mama Kania hanya mau pergi ke kamarnya untuk mengambil handphonenya dan menelepon Keynan sebentar
Maya yang mendengar cerocosan Mama Kania yang sangat panjang dan seperti kereta api pun hanya bisa mematung dengan mata yang berkedip-kedip.
"Sudah, Sana pergi! Aku mau telepon Keynan dulu. Inget apa yang aku perintahkan." Ucap Mama Kania sambil meninggalkan Maya yang masih terbengong mengingat ucapan Mama Kania.
"Tadi Nyonya Besar bilang apa ya? Saking panjangnya aku sampai-smapai gak inget ucapan Nyonya besar." Ucap Maya didalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Tapi tak lama dari itu Maya langsung pergi mengawasi Biola.
Didalam kamar, Mama Kania sedang mengomel-ngomel sendiri karena anaknya itu tidak kunjung mengangkat teleponnya. Mama Kania juga telah mengirim banyak pesan ke ponsel Keynan. Namun satu pun dari pesan itu tidak ada yang dibaca oleh Keynan.
"Ni anak kalau lagi penting-pentinnya gini suka kebiasaan gak aktifin handphone. Kalau gini kan aku gak bisa cegah Biola untuk pergi keperusahaan. Mana masakan Biola sudah hampir siap semua lagi." Gerutu Mama Kania dengan kesalnya.
••••••••
Tok...tok...tok...
Suara pintu ruangan Keynan diketuk.
"Masuk!" Jawab Keynan dari dalam ruangannya dan muncullah Andre sekertaris Keynan.
"Itu Pak, diluar ada rekan bisnis baru kita dari Inggris." Jawab Andre dengan gugup.
"Apa!? Bukannya pertemuan kita dengan rekan bisnis baru dari Inggris itu diundur jadi nanti sore?" Tanya Keynan sambil menggebrak meja saking kagetnya.
Pasalnya tadi pagi Keynan sudah buru-buru ke perusahaan karena akan ada rekan bisnis baru yang sangat menguntungkan bagi perusahaan keluarga Kristian.
Tapi saat Keynan sampai diperusahan, tiba-tiba sekertarisnya berkata kalau rekan bisnisnya itu mengundurkan jam pertemuannya jadi nanti sore.
"Iya Pak, mereka tadi pagi mengundurkan jam pertemuannya.Tapi entah kenapa mereka malah mendatangi langsung perusahaan tanpa mengabari pihak perusahaan terlebih dahulu." Jawab Andre sedikit gugup.
"Ya sudah! Persilahkan mereka masuk." Ucap Keynan sambil membuang nafasnya dengan kasar.
Jika saja rekan bisnisnya itu tidak sangat menguntungkan bagi perusahaan keluarga Kristian, maka Keynan pasti sudah membatalkan kerja samanya dengan pimpinan perusahaan yang tidak berkompeten seperti itu.
Tak berapa lama muncullah seorang pria dewasa yang usianya lebih muda beberapa tahun dari Pak Raihan. Bersama seorang wanita cantik dibelakangnya dan Andre yang ikut masuk kedalam ruangan Keynan.
"Hallo Pak Keynan Kristian. Perkenalkan nama saya Darius Alexa. Saya pemimpin perusahaan Alexa. Dan disebelah saya adalah sekertaris saya Alica. Saya tidak menyangka kalau Pak Keynan ternyata adalah seorang pengusaha yang masih muda." Sapa rekan bisnis baru Keynan yang tak lain adalah Darius sambil mengulurkan tangannya kearah Keynan.
"Terima kasih atas pujian Tuan Darius. Saya merasa sangat tersanjung. Oh ya, silahkan duduk." Keynan menerima uluran tangan rekan bisnisnya yang tak lain adalah Darius Alexa bergiliran dengan sekertaris Darius yang bernama Alica itu.
Alica adalah seorang wanita yang usianya lebih tua beberapa tahun dari Keynan. Alica tampak mengagumi ke tampanan Keynan berbeda halnya dengan Darius.
Darius tampak menilai penampilan Keynan yang masih tampak sangat muda untuk memimpin sebuah perusahaan besar.
Darius tampak menyepelekan kemampuan Keynan mengurusi sebuah perusahaan besar keluarga Kristian karena melihat usia Keynan yang masih tergolong muda.
"Yang bener saja rekan bisnisku adalah seorang bocah bau kencur seperti ini! Kalau saja aku tidak hanya membaca tentang pefoma dari perusahaan Kristian. Dan membaca keseluruhan data tentang rekan bisnis yang akan bekerja sama dengan perusahaan keluarga Alexa, mungkin aku akan membatalkan kerja sama ini." Ucap Darius didalam hati yang menyepelekan kemampuan Keynan.
"Maafkan saya Tuan Darius, saya tidak bisa menyambut kedatangan Tuan Darius dengan baik." Ucap Keynan dengan sopan.
"Tidak apa-apa Pak Keynan. Seharusnya sayalah yang meminta maaf. Karena saya tidak bisa mengatur jadwal pertemuan kita dengan baik." Jawab Darius dengan nada dinginnya karena dia tidak suka dengan Keynan pada saat pertama kali melihat Keynan.
__ADS_1
Keynan tertawa didalam hati saat mendengarkan ucapan Darius.
"Heh! tau juga kamu tentang kesalahanmu yang tidak berkompeten itu." Batin Keynan yang mengejek Darius.
"Baiklah kalau begitu. Bagai mana kalau kita cari tempat yang nyaman untuk membicarakan soal bisnis Tuan Darius?" Usul Keynan.
"Tidak usah Pak Keynan. Kita bicara disini saja. Saya lebih nyaman diruangan Pak Keynan." Tolak Darius dengan nada merendahkan Keynan.
"Untuk apa kita bicara bisnis diluar. Aku sangat yakin kalau kamu tidak bisa membuatku terkesan. Buang-buang waktu saja. Aku pasti akan memutuskan kerja sama yang tidak menguntungkan ini. Sungguh menyesal sekali aku datang jauh-jauh ke Indonesia hanya untuk bekerja sama dengan perusahan yang dipimpin oleh seorang bocah kemarin sore." Gerutu Darius didalam hati.
"Baiklah kalau begitu. Yang penting Tuan Darius nyaman." Jawab Keynan sambil tersenyum palsu karena kesal dengan ucapan Darius yang tampak merendahkan kemampuan Keynan.
"Baru kali ini gue nemu rekan bisnis seenak jidatnya saat membicarakan masalah bisnis. Kalau saja perusaannya tidak sangat menguntungkan bagi perusahaan Kristian, aku pasti sudah menendangnya keluar dari perusahaan keluarga Kristian. Bener-bener ni orang ngeselin banget." Keluh Keynan didalam hati.
Merekapun mulai membicarakan soal bisnis. Keynan juga menyuruh sekertarisnya untuk menyiapkan cemilan dan minuman untuk rekan bisnisnya.
Andre pun keluar dari ruangan Keynan.
Tak berapa lama saat Andre keluar dari ruangan Keynan, tiba-tiba pintu ruangan Keynan diketuk. Keynan berpikir itu adalah Andre sehingga Keynan mempersilahkannya masuk.
Keynan masih sibuk membicarakan bisnis dengan Darius dan sekertaris Alice.
Darius yang awalnya menyepelekan kemampuan Keynan pun dikejutkan dengan presentasi Keynan yang sangat luar biasa. Sehingga membuat Darius malu sendiri karena telah meremehkan kemampuan Keynan.
Mereka sangat sibuk dengan masalah kerja sama sehingga tak ada dari mereka yang melihat kearah pintu.
"Key." Ucap seorang wanita dengan suara lembutnya dan berdiri didepan pintu sambil menyembunyikan sesuatu yang ia bawa kebelakang tubuhnya saat melihat ada banyak orang diruangan Keynan.
Keynan yang mengenali suara lembut itu pun menghentikan presentasinya dan mendonggakan kepalanya kearah asal suara itu. Begitu juga dengan Darius dan sekertarisnya.
Keynan sangat terkejut saat melihat istri tercintanya sedang berdiri dihapan pintu ruangannya.
"Mohon tunggu sebentar Tuan Darius dan Sekertaris Alica." Izin Keynan dan segera menghampiri istrinya.
Tuk.......
Darius menjatuhkan pulpen yang ada ditangannya karena terkejut saat melihat Biola yang begitu mirip dengan almarhumah Kakaknya.
Sekertaris Alica yang awalnya menatap Biola pun malah dikagetkan dengan tingkah atasannya yang tampak seperti sedang melihat hantu.
Keynan mendekati istrinya dan mencium pucuk kepala istrinya dengan penuh kasih sayang dihadapan Darius dan Sekertaris Alica.
Mereka tampak terkejut saat melihat prilaku Keynan kepada wanita yang baru datang itu.
"Kamu ngapain kesini sayang? Kamu kan lagi hamil. Kamu gak boleh capek-capek. Terus tadi kamu kesininya sama siapa?" Tanya Keynan dengan dipenuhi kekhawatiran dan mengabaikan Alica dan Darius yang sedang mematung saking terkejutnya.
"Em... itu, aku ke sini sama supir. Sebenarnya aku kesini ingin.... ....." Biola tampak gugup dan menggantungkan ucapannya karena diruangan suaminya itu ada orang lain.
"Ingin apa?" Tanya Keynan lembut.
Cklek....
Tiba-tiba Andre datang dan membuka pintu ruangan Keynan. Andre berdiri dibelakang Biola dengan membawa nampan ditangannya yang berisikan minuman dan cemilan.
Dengan terkejutnya Biola membalikan tubuhnya kearah Sekertaris Andre dan tanpa sengaja memperlihatkan barang bawaannya kearah Keynan.
"Ha...hallo Nyonya Muda!" Sapa Andre dengan kikuk saat ditatap oleh Biola dengan tatapan terkejutnya.
"Kamu bawa makan siang untukku sayang?" Tanya Keynan yang lagi-lagi mengejutkan Biola dan membuat Biola memutar tubuhnya lagi kearah Keynan.
Biola yang sudah ketahuanpun langsung menganggukan kepalanya dengan tingkah malu-malunya.
Keynan tersenyum dengan lembutnya dan mengusap kepala istrinya dengan gemas.
Keynan mengambil bekal yang dibawa oleh istrinya dan menarik tangan istrinya menuju sofa. Keynan mendudukan istrinya disofa dengan hati-hati dan meletakan bekal yang dibawa istrinya diatas meja dekat sofa.
"Maaf ya sayang, aku harus kerja dulu. Kamu tunggu aku disini ya! Setelah selesai kerja aku akan memakan bekal yang kamu bawa." Ucap Keynan yang mendapatkan anggukkan dari Biola.
Keynan membalikan tubunya dan dikejutkan oleh Darius yang tiba-tiba saja sudah berada dibelakangnya.
__ADS_1
"Kamu siapa?" Tanya Darius sambil menatap Biola dengan tatapan tak percayanya.
_________________