
"Bagai mana perintah yang aku berikan ke padamu. Apa kamu sudah menyelesaikannya Dev?" Tanya Keynan dengan nanda dinginnya.
Devin yang ditanya pun hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Jujur saja dia sudah menyelesaikan misi dari Keynan untuk mencari tahu tentang aib atau rahasia Mama Mirna dan Mona.
Tapi Devin masih belum bisa menemukan keberadaan Mama Mirna dan Mona. Seolah-olah mereka ditelan oleh Bumi.
Devin hanya tahu dari orang kepercayaan keluarga Kristian bahwa Mama Mirna dan Mona pergi keluar negri menggunakan kapal penyelundupan dan itu membuat orang kepercayaan Keluarga Kristian tidak bisa menyelidiki keberadaan Mama Mirna dan Mona lebih lanjut.
Karena kapal penyelundupan itu adalah kapal penyelundupan senjata-senjata ilegal yang dimiliki oleh salah satu mafia terkenal. Sehingga orang kepercayaan keluarga Kristian tidak bisa menyelidiki lebih lanjut karena itu akan sangat berbahaya. Sehingga Devin maupun orang kepercayaan keluarga Kristian bersama anak buahnya tidak tahu ke negara mana Mama Mirna dan Mona kabur.
"Key, anu itu.... aku." Jawab Devin gugup yang membuat Keynan kesal.
Saat ini mereka sedang berada dikantor keluarga Kristian tepatnya diruang kerja Keynan yang mewah.
"Jawab yang jelas!" Bentak Keynan yang mulai kesal karena tidak biasanya Devin bersikap seperti ini disaat disuruh menyelesaikan misi darinya.
Karena biasanya Devin dan Keynan selalu sepemikiran dalam memecahkan masalah dan selalu menyelesaikan masalah itu dengan baik dan rapi tapi entah kenapa Keynan merasa ada yang aneh dari Devin hari ini.
Devin membuang nafasnya dengan kasar untuk kedua kalinya dan menyodorkan sebuah berkas dan juga sebuah flashdisk.
"Ini data-data tentang rahasia Tante Mirna dan Mona." Ucap Devin gugup karena dia tidak bisa menyelesai misi untuk menangkap Ibu dan anak itu.
"Apakah ada lagi?" Tanya Keynan yang mulai curiga dengan sikap Devin yang seperti bersalah kepada Keynan karena gagal menyelesaikan misinya.
"Tidak ada, ini semua adalah rahasia dari Tante Mirna dan Mona." Jawab Devin sedikit gugup.
Keynan mulai membaca berkas yang disodorkan oleh Devin Kepadanya. Tak lama Keynan membaca berkas itu Keynan sudah melempar berkas itu sambil menggebrak meja kerjanya dengan kasar.
"Apa benar yang ada didata ini?!!" Bentak Keynan dengan penuh emosi.
"Semuanya benar Key. Tante Mirna dulu pernah membunuh Ibunya Kakak ipar lewat pacar gelapnya yang merupakan Ayah kandung dari Mona. Pada saat itu Tante Viola yang merupakan Ibu dari Kakak ipar sedang mengandung Kakak ipar dan usia kandungannya baru menginjak usia 8 bulan. Kejadian itu terjadi di Bandung 20 tanun yang lalu. Tapi untungnya ada seorang anak kecil berusia 5 tahun yang menyelamatkan Tante Viola tapi takdir berkata lain. Yang selamat hanyalah Kakak ipar dan Tante Viola meninggal beberapa jam setelah Kakak Ipar lahir. Karena tahu rencananya hanya berhasil setengahnya maka Tante Mirna berusaha membunuh Kakak ipar. Meski selama ini Kakak ipar selalu selamat dari rencana pembunuhan Tante Mirna tapi tetap saja ada beberapa kejadian yang hampir merenggut nyawanya. Bahkan Kakak ipar pernah koma selama satu tahun pada saat dia baru menginjak usia 5 tahun." Jelas Devin yang sudah mengetahui semua rahasia Mama Mirna lewat orang kepercayaan keluarga Kristian. Tapi dia tidak mengetahui kalau anak kecil yang menyelamatkan Viola itu adalah bosnya sendiri.
Jujur saja Devin sangat geram saat mengetahui tentang masa lalu Kakak iparnya tapi dia juga merasa bersalah kepada Keynan karena tidak bisa menangkap Mama Mirna dan Mona.
Jika saja Devin berhasil menangkap Mama Mirna dan Mona, dia pasti akan menyiksa mereka habis-habisan setelah mengetahui tentang masa lalu Kakak iparnya dan kejadian yang menimpa Keynan dan Biola semalam yang hampir saja menghancurkan rumah tangga kecil mereka.
Keynan menggeretakan giginya karena kesal dengan apa yang dia dengar tentang rahasia Mama Mirna yang bersangkutan dengan nyawa istri tercintanya.
Keynan mulai membuka laptopnya dan mulai memasangkan flashdisk yang ada bersama berkas-berkas itu.
Keynan membelalakan matanya pada saat memutar video yang ada didalam flashdisk itu. Video itu berisikan tentang kelakukan bejat Mama Miran dan Mona yang berhubungan badan dengan banyak laki-laki.
"Buah memang tidak akan jatuh jauh dari pohonnya." Gumam Keynan sambil tersenyum sinis dan menghentikan tontonan video panas di video itu.
Tiba-tiba saja mata Keynan tertuju pada salah satu video yang sangat menyakitkan dihatinya.
__ADS_1
Video itu adalah video saat Biola koma 15 tahun yang lalu. Disana Biola terbaring lemah dengan alat medis penopang hidupnya.
Tiba-tiba saja Mama Mirna dan Oma Laras masuk kedalam ruangan Biola mereka menyuruh salah seorang Dokter untuk memberhentikan pengobatan Biola dan menyuntik mati Biola. Tapi untuknya Pak Bayu datang dan berhasil menyelamatkan Biola.
BRAAAKKK......
Keynan melempar laptonya karena tak tahan melihat istrinya yang hampir terbunuh oleh wanita ular dan Nenek tua bodoh itu.
Devin terkejut saat melihat emosi Keynan yang meluap-luap. Dia baru melihat sisi Keynan yang sangat emosional seperti ini.
"Dimana wanita licik itu dan anaknya?" Tanya Keynan dengan nada membentak. Seketika Devin langsung terdiam tak bisa menjawab pertanyaan Keynan.
"DIMANA..!!" Teriak Keynan kepada Devin.
"Ma...maaf kan aku Key, aku tidak bisa menangkap Tante Mirna dan Mona. Karena mereka pergi keluar negri menggunakan kapal penyelundupan senjata ilegal milik salah satu mafia yang terkenal akan kesadisannya. Aku dan anak buah keluarga Kristian tidak bisa mengejarnya lagi dan tidak tahu kemana mereka pergi." Jawab Devin sambil menundukan kepalanya.
"GAK GUNA!!!" Bentak Keynan dengan geramnya.
"Pokoknya aku gak mau tahu! Kamu harus menemukan si Mirna dan anaknya yang murahan itu hidup ataupun mati!!" Bentak Keynan yang langsung keluar dari ruangannya.
"Huh..... kena semprot dah gue, awas aja lo Mirna dan anak lo yang murahan itu. Kalian gak akan gue biarin hidup dengan tenang jika gue sampai menemukan keberadaan kalian." Ucap Devin penuh emosi
•••••••
"Bagai mana keadaan Ibu saya Dok? Kenapa dia masih belum sadarkan diri? Ini sudah lama dia koma." Tanya Pak Bayu saat Dokter baru selesai memeriksa Oma Laras.
Pak Bayu tampak murung mendengar penuturan Dokter. Dia sangat bersalah kepada Putrinya. Apa lagi pada saat dia tahu kalau Mama Mirna dan Mona berencana untuk merebut Keynan dari Biola. Sungguh Pak Bayu sudah tak ada muka lagi untuk bertemu dengan Putri tunggalnya.
"Apa tidak ada cara lain Dok?" Tanya Pak Bayu dengan raut wajah putus asa.
"Maaf, sepertinya itu adalah satu-satu cara agar kondisi pasien membaik." Jawab Dokter merasa bersalah.
"Baiklah... Terima kasih Dok." Jawab Pak Bayu pasrah.
Dokter itu pun keluar dari ruangan Oma Laras dan meninggalkan Pak Bayu yang sedang putus asa dan Oma laras yang masih terbaring tak sadarkan diri.
"Bu, aku sudah bilang berapa kali kalau Biola itu cucu kandung Ibu. Tapi Ibu selalu saja termakan omong kosong Mirna yang menghasut Ibu. Ibu bahkan hampir membunuh cucu kandung Ibu sendiri ditambah Ibu gak pernah menganggapnya sebagai cucu kandung Ibu. Ibu tidak pernah menyayanginya sedikitpun, bagai mana aku meminta Biola untuk menjenguk Ibu? Biola yang sekarang bukanlah Biola yang dulu. Biola yang sering mengemis kasih sayang dari neneknya dan Ibu tirinya. Biola yang ceria, manis, penyayang dan baik hati. Biola yang sekarang adalah Biola yang sudah cukup mendapat ketidak adilan dari Ibu dan keluarga Anggara sehingga Tuhan mengambil keceriaannya dan sikap lemah lembutnya. Sejak dia bangun dari Koma 16 tahun yang lalu, Biola telah berubah menjadi Biola yang dingin dan cuek kepada semua orang yang ada disekitarnya." Pak Bayu menatap Ibunya dengan mata yang berkaca-kaca karena Ibunya itu terus menerus-menerus menyebut nama Biola dengan kondisi yang masih tak sadarkan diri.
"Aku sangat menyayangi Biola Bu, tapi Ibu selalu memisahkanku dari anak kandungku dan menyuruhku menyayangi anak orang lain. Meski aku juga menganggap Mona sebagai anakku sendiri tapi ketidak adilan yang dirasakan Biola sangat menyakitkan Bu." Ucap Pak Bayu dengan berlinang air mata disisi berangkar tempat Oma Laras berbaring.
CKLEK....
Suara pintu kamar Oma Laras dibuka dan masuklah seorang pria tampan bertubuh tinggi dengan setelan jas berwarna hitam ditemani oleh asisten pribadinya dibelakang pria itu.
Pak Bayu pun mengalihkan pandanganya kearah pintu sambil menghapus air matanya.
"Ke....Keynan...." Ucap Pak Bayu terkejut sambil berdiri dari duduknya saat melihat menantunya datang bersama asisten pribadinya plus saudaranya Devin.
__ADS_1
Keynan menyodorkan tangannya kearah Devin dan Devin pun menyerahkan berkas dan flashdisk tentang semua rahasia Mama Mirna dan anaknya Mona.
Keynan menghampiri Ayah mertuanya dan memberikan berkas dan flashdisk itu kepada Pak Bayu.
"Apa ini nak Key?" Tanya Pak Bayu bingung.
"Ayah lihat saja dulu." Jawab Keynan dingin.
"Ada apa dengan nak Keynan? Kenapa dia sangat dingin? Tidak seperti biasanya yang selalu terlihat ramah. Apa ini karena Mona yang telah menggodanya dan hampir menghancurkan rumah tangganya?" Pikir Pak Bayu.
Sejujurnya Pak Bayu juga sangat kesal dengan tindakan Mona dan Mama Mirna yang ingin memisahkan Biola dan Keynan.
Jujur saja Pak Bayu sangat ingin membalas dendam kepada Mirna tapi dia tidak bisa membalas dendam kepada Mona. Karena bagai manapun juga Mona pernah menjadi anaknya.
Pak Bayu mulai membaca berkas itu dengan perlahan. Tubuh Pak Bayu tiba-tiba bergetar dengan hebatnya saat membaca semua isi didalam berkas itu.
Pak Bayu bahkan menjatuhkan semua berkas yang ada ditangannya setelah selesai membaca semua isi didalam berkas itu.
Air mata Pak Bayu tiba-tiba meluncur dengan derasnya dengan tubuh yang gemetaran. Emosi, marah, kecewa, kesedihan, semua bercampur menjadi satu.
Tangan Pak Bayu mengepal dengan kuatnya. Saking marahnya saat membaca semua berkas yang disodorkan oleh Keynan kepadanya.
"Dev, tolong laptopnya dan pasangkan flashdisknya lalu putar semua video itu satu persatu." Perintah Keynan yang dituruti oleh Devin.
Devin pun mulai memasangkan flashdisknya dan mulai memutar video tak senonoh Mama Mirna yang sedang berhubungan intim dengan Miko dan Mona yang berhubungan intim dengan banyak laki-laki.
Pak Bayu yang melihatnya pun membelalakan matanya. Ia tidak memperdulikan video Mama Mirna karena ia sudah tahu kalau wanita itu hanya ingin hartanya saja. Tapi yang ia tidak menyangka adalah video panas Mona, anak yang selama ini ia urus dan ia besarkan itu telah berbuat seperti itu diluar nikah.
Sungguh hati Pak Bayu sangat hancur saat melihat Putri bunggsunya yang selama ini ia anggap darah dagingnya sendiri sudah melakukan hal bejat seperti itu.
Pak Bayu terduduk lemah dilanti dan mengalihkan pandangannya dari arah laptop milik Keynan.
Keynan menyuruh Devin untuk menghentikan video itu. Keynan menghampiri Pak Bayu dan berjongkok dihadapan Pak Bayu yang sedang terduduk lemah dilantai sambil berpegangan ke atas berangkar Oma Laras.
"Ayah, aku ingin membebaskan Biola dari penderitaan ini. Aku ingin membawanya bersamaku dan menjauhkan dia dari masa lalunya. Biola adalah segala-galanya bagiku. Dia bukanlah mainan yang dapat dipermainkan hidup dan matinya oleh Ibu dan anak itu. Oh ya aku lupa ada tokoh lain yang hampir membunuh istriku. Yaitu Ibu tercinta Ayah." Izin Keynan sambil menekankan kata 'Ibu tercinta Ayah' dan menepuk bahu Pak Bayu.
"A...apa ma...maksud kamu?" Tanya Pak Bayu gugup.
"Aku ingin membawa istriku untuk menetap di Inggris dan memulai keluarga kecil kita disana. Aku hanya ingin istriku bahagia tanpa masalalunya." Jawab Keynan yang membuat Pak Bayu seperti tersambar petir disiang bolong.
__________________________
•
•
•
__ADS_1
♥