
Biola menggeliat saat merasakan ada seseorang yang mengelus pipinya dengan lembut.
Biola mulai mengerjap-ngerjapkan matanya dan melihat sosok pria tampan yang tak asing baginya.
Biola langsung terduduk dengan kagetnya saat menyadari kalau sosok pria tampan itu adalah suaminya sendiri.
"Ka...ka..kamu kok ada disini?!" Teriak Biola kaget dan dibalas senyuman manis dari Keynan.
"Aku cemburu karena istriku ditatap oleh banyak laki-laki. Jadi aku datang untuk menjemput Ratuku pulang dan menyembunyikannya dari mata para laki-laki lain selain aku." Jawab Keynan sambil menggoda istrinya yang tampak menggemaskan saat bangun tidur.
"Apa-apaan si gak jelas." Kesal Biola sambil memalingkan wajahnya yang merona.
"Aku serius aku cemburu." Jelas Keynan sambil memegang kedua pundak Biola dan menghadapkan tubuh Biola supaya berhadapan dengannya.
"Em... kamu dari mana tahu tempat ini?" Tanya Biola mengganti topik pembicaraan karena kalau diteruskan bisa-bisa jantungnya copot.
"Dimanapun kamu berada aku pasti akan tahu keberadaanmu. Karena kamu adalah belahan jiwaku." Ucap Keynan menggoda Biola lagi.
Biola memutar bola matanya dengan malas saat mendengar ucapan suaminya yang mulai menggombal.
"Oh..." Balas Biola dengan malasnya.
Keynan terkekeh saat melihat raut wajah istrinya yang ngambek.
Menurut Keynan raut wajah Biola yang ngambek itu sangatlah menggemaskan dan juga sangat imut. Jadi Keynan selalu senang saat menggoda istrinya.
Keynan menarik tengkuk Biola dan mengarahkan bibirnya kearah bibir istrinya lalu mencium bibir istrinya dengan rakus.
Biola yang tiba-tiba dicium oleh suaminyapun hanya bisa membelalakan matanya karena kaget tapi tak lama kemudian dia juga menikmati permainan bibir suaminya.
Keynan melepaskan pangutannya dari bibir istrinya dan mengusap saliva di bibir istrinya karena bekas ciuman panasnya.
Keynan mengecup setiap inci diwajah istrinya dengan begitu posesif. Biola hanya bisa memejamkan matanya saat suaminya sedang bertingkah manja kepadanya.
"Ingat ini! kamu hanya milikku. Bibirmu, wajahmu, senyummu, cintamu, jiwamu dan ragamu. Semuanya milikku, aku akan sangat cemburu jika ada orang lain yang melihat senyuman manismu. Senyuman itu hanya untukku dan milikku ." Ucap Keynan setelah mengecup setiap inci diwajah istrinya lalu menatap wajah istrinya dengan serius.
Wajah Biola sudah sangat memerah seperti kepiting rebus saat mendengar penuturan dari suaminya.
Biola menundukan wajahnya yang memerah agar Keynan tidak bisa melihat wajahnya yang memerah.
"Hei, kita sudah hampir satu bulan menikah tapi kamu masih malu sama suamimu sendiri?" Goda Keynan sambil mengangkat dagu Biola agar Keynan dapat melihat wajah Biola.
"Si...siapa yang malu!" Elak Biola dengan gugupnya sambil memalingkan wajanya.
Keynan tersenyum saat melihat tingkah Biola yang menggemaskan. Keynan mencubit hidung mancung istrinya dengan sangat gemas.
"Awww...!!! Sakit." Pekik Biola sambil menepis tangan suaminya yang mencubit hidungnya dan mengusap-ngusap hidungnya yang memerah karena ulah suami nakalnya.
"Hahaha.... kamu itu gemesin banget si sayang." Tawa Keynan sambil mengacak-ngacak rambut istrinya karena gemas.
__ADS_1
"KEYY...!!! Rambutku acak-acakan!" Gerutu Biola sambil mengerucutkan bibirnya.
Biola kini terlihat sangat lusuh karena ulah suaminya. Keynan hanya bisa tertawa melihat istrinya yang seperti baju yang belum disetrika.
Ehemm..
Deheman seseorang mengganggu kedua pasangan suami istri yang sedang asik saling menggoda itu.
Biola dan Keynan menatap asal suara itu yang ternyata adalah Devin.
Keynan memelototi Devin karena telah mengganggu aksi romantisnya bersama istrinya.
"Nyonya Bos dan Pak Bos kuhh tersayang. Saya hanya ingin memberitahu kalian kalau hari sudah sore. Jadi kalau mau mesra-mesraan lebih baik masuk kekandang kalian saja jangan dialam terbuka karena mata perjaka saya akan ternodai oleh aksi romantis kalian." Ucap Devin dengan santainya dan mendapati pelototan dari Keynan.
"Jomlo memang suka syirik." Balas Keynan sambil mengecup pipi istrinya dengan manja dihadapan Devin.
Biola yang dicium dihadapan orang lainpun membelalakan matanya dan mencubit perut suaminya.
"Ngusir nyamuk sayang." Jawab Keynan tanpa dosa yang membuat Biola kesal.
Devin hanya bisa mengelus dadanya berusaha untuk sabar mengadapi nasibnya yang jomlo dan dipanas-panasi oleh bosnya yang posesif.
"Liat aja nanti, gue pasti bakal dapet cewek dalam waktu satu bulan." Balas Devin dengan kesalnya.
"Cih! Lama." Ucap Keynan menyepelekan.
"Tiga minggu! Gak lebih gak kurang." Ucap Devin menawar seperti Ibu-Ibu yang menawar sayuran dipasar.
"Liat aja gue pasti bakalan dapet cewek dalam waktu dekat." Ucap Devin menyakinkan dan meninggalkan Keynan dan Biola.
"Nyamuknya udah pergi, kamu mau cium gak sayang?" Tanya Keynan sambil mengedipkan matanya dan ditatap oleh Biola dengan tatapan malasnya.
Biola berdiri dari duduknya dan meninggalkan suaminya yang mulai aneh-aneh.
"Tunggu aku sayang!" Teriak Keynan sambil menggandeng tangan istrinya dan berjalan menuju rumah Pak Sinan untuk berpamitan.
Bunda Ratih masih sangat terpukau saat melihat ketampanan Keynan dan kesopanan Keynan saat baru datang kerumahnya.
Bunda Ratih masih tidak menyangka kalau pria tampan yang bertamu kerumahnya itu adalah suami dari Biola.
Keynan dan Biola berpamitan kepada Bunda Ratih, Pak Sinan dan Sinta.
Sinta terus memeluk Biola dan menangis dipelukan Biola. Seolah-olah tidak mau ditinggalkan oleh Biola.
Biola, Keynan dan Devin pun pergi dari kediaman Pak Sinan. Biola menaiki mobil Keynan sementara Devin naik mobil satunya bersama Pak Supir.
"kamu bisa karate sayang?" Tanya Keynan sambil mengemudikan mobilnya.
"Bisa." Jawab Biola singkat.
__ADS_1
"Pantesan." Balas Keynan nanggung yang membuat Biola mengerutkan dahinya.
"Pantesan apa?" Tanya Biola bingung.
"Pantesan tenagamu kayak tenaga kuli." Jawab Keynan sambil terkekeh.
Biola menatap Keynan dengan malas dan mengerucutkan bibirnya.
"Jangan dimonyong-monyongin begitu, nanti aku cium loh." Goda Keynan saat melihat istrinya mengerucutkan bibirnya.
"Nyetir yang bener kalau gak mau celaka!" Kesal Biola karena terus menerus digoda oleh suaminya.
"Sttt.... jangan bilang gitu. Kita masih belum dapet cucu buat Mama." Goda Keynan lagi yang membuat Biola Kesal.
"Ya ampun! Apa dia gak capek menggodaku." Gumam Biola dengan Kesalnya.
••••••
"Huaa.... Mama mau ikut." Rengek Mama Kania sambil memeluk Biola erat.
Hari ini adalah hari Biola dan Keynan akan berangkat ke Inggris menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Kristian.
"Ma, kalau Mama ikut nanti Papa sama siapa?" Tanya Keynan membujuk Mamanya agar melepaskan istrinya.
"Iya Ma, Papa gak bisa hidup tanpa Mama." Sambung Pak Raihan.
"Gak mau! pokonya Mama mau ikut." Rengek Mama Kania seperti anak berusia 5 tahun yang mau ditinggalkan oleh Ibunya.
"Gak anak gak Ibu sama aja. Sama-sama manja." Gumam Biola sambil tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kita kan masih bisa ketemu Ma. Aku janji aku dan Keynan akan sering-sering menjenguk Mama." Bujuk Biola dengan lemah lembut kepada Ibu mertuanya.
"Beneran?" Tanya Mama Kania memastikan dan melonggarkan pelukan eratnya dari menantunya.
"Iya Ma, aku dan Keynan pasti bakalan sering-sering jengukin Mama sama Papa." Ucap Biola meyakinkan.
Sungguh ini pertama kalinya Biola membujuk seseorang. karena selama ini ia selalu tak peduli mau orang itu ngambek, ketakutan atau pun marah Kepadanya.
"Baiklah kalau begitu. Asalkan Mama dibuatkan cucu." Balas Mama Kania yang membuat Biola tercengang.
"Membuat cucu apakah sama seperti membuat kue? mengapa begitu gampang diucapkan. Padahal begitu sulit dijalankan." pikir Biola saat mendengar ucapan Mama Kania yang begitu entengnya.
"Kalau itu Key selalu lakuin tiap malem Mah, jadi tinggal nunggu hasilnya aja." Jawab Keynan bangga.
"Itu baru anak Papa." Balas Pak Raihan sambil menepuk bahu anaknya.
"Keluarga yang kompak. Aku sendiri tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan. Lalu apa yang kau banggakan Key." Gumam Biola sambil memutar bola matanya malas.
____________________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian guys 😉