
"Si...siapa kamu? Kenapa kamu tahu tentang liontin hati malaikat?" Tanya Mama Kania dengan terbata-bata saking kagetnya.
Semua orang tampak syok dengan ucapan Tuan Davindra. Mereka menatap Tuan Davindra dengan tanda tanya besar didalam kepala mereka. Terutama Biola yang menatap Tuan Davindra dengan tatapan tanyanya.
Pak Raihan yang awalnya tidak terlalu pecaya dengan apa yang diceritakan oleh istrinya tentang liontin hati malaikat pun kini malah dibuat terkejut dengan penuturan Tuan Davindra. Sebenarnya ada sebuah rahasia apa dibalik liontin hati malaikat itu? Itulah yang menjadi tanda tanya besar bagi Pak Raihan dan juga Keynan yang tidak mengerti apa-apa tentang liontin hati malaikat.
Tuan Davindra hanya tersenyum tipis sambil menatap keluarga Kristian yang tampak terkejut dengan ucapannya. Tapi tak lama kemudian Tuan Davindra mengalihkan pandanganya kearah cucunya yang juga tampak terkejut dengan ucapannya.
Sungguh Tuan Davindra tidak bermaksud untuk memceritakan tentang liontin hati malaikat itu kepada keluaga Kristian. Tapi apalah daya, dia harus membuat cucunya itu percaya kepadanya.
"Aku hanyalah kepala keluarga Alexa untuk saat ini. Menjadi kepala keluarga Alexa bukanlah hal yang sangat mudah. Karena menjadi kepala keluarga Alexa harus menanggung tanggung jawab yang sangat besar. Terutama tentang rahasia dibalik liontin hati malaikat." Jawab Tuan Davindra penuh teka-teki yang membuat Mama Kania dan yang lainnya mengerutkan keningnya karena bingung.
"Apa maksudmu?" Tanya Mama Kania tak mengerti.
"Seperti yang saya jelaskan, kalau saya adalah kepala keluarga Alexa yang menanggung tanggung jawab yang sangat besar untuk merahasiakan sejarah keluarga Alexa dari orang lain." Jawab Tuan Davindra.
"Tapi aku berhak tahu karena aku adalah salah satu keturunan dari leluhur keluarga Wijaya yang merupakan keluarga pelayan dari pemilik liontin hati malaikat sebelumnya, yang dipercayai untuk menjaga Liontin hati malaikat." Jawab Mama dengan tegasnya.
Tuan Davindra tampak memikirkan ucapan Mama Kania. Lalu tak lama kemudian ia tersenyum ramah kearah Mama Kania dan keluarga Kristian.
"Oh... jadi keluargamu adalah salah satu orang kepercayaan dari orang yang terpipih?" Tanya Tuan Davindra sambil tersenyum.
"Iya, tapi apa maksud dari ucapanmu? Bicaralah yang jelas. Jangan selalu membuat teka-teki." Tanya Mama Kania balik.
"Ketika orang terpilih tidak bisa bertahan dan harus meninggalkan dunia ini, maka mereka akan menitipkan liontin hati malaikat itu kepada salah satu keluarga atau orang kepercayaannya sampai orang terpilih baru lahir kembali. Dan menjadi pemilik dari liontin hati malaikat yang baru. Sejauh yang saya tahu orang terpilih itu katanya berkaitan erat dengan reinkarnasi dari orang terpilih pertama dari liontin hati malaikat terdahulu. Dan hanya sampai situ saja pengetahuan saya tentang liontin hati malaikat. Karena saya membaca itu dari salah satu buku yang ditinggalkan oleh orang terpilih pertama dari liontin hati malaikat yang merupakan leluhur keluarga Alexa. Buku itu hanya menjelaskan sampai beberapa lembar diawal dan seterusnya hanyalah kertas putih polos yang telah usang dimakan waktu. Dibuku itu juga dicantumkan bahwa tulisan-tulisan itu akan muncul kembali oleh kekuatan dari liontin hati malaikat itu sendiri." Jawab Tuan Davindra yang membuat semua orang terbengong mendengar penuturan Tuan Davindra.
Sebenarnya ada sebuah rahasia apa didalam liontin hati malaikat itu? Sehingga semua yang berkaitan dengan liontin hati malaikat itu sangatlah misterius dan dirahasiakan dengan rapat-rapat.
"Apa semuanya benar?" Tanya Biola dengan ragu-ragu.
"Bukannya kamu juga pernah merasakannya sendiri cucuku?" Tanya Tuan Davindra balik yang membuat Biola mengingat kejadian dikapal pesiar 16 tahun yang lalu. Dan kekuatan yang Biola saat ini miliki juga muncul saat liontin hati malaikat itu diberikan kepadanya dan pada saat ia terjatuh dari kapal pesiar 16 tahun yang lalu.
Tapi yang membuatnya heran adalah kenapa kekuatannya itu seolah-olah akan menghilang. Itulah yang membuat Biola bingung dan bertanya-tanya.
"Aku masih tidak mempercayainya." Jawab Biola dengan nada ragu-ragunya.
Tuan Davindra tampak membuang nafasnya dengan kasar lalu menatap wajah cucunya yang tampak kebingungan.
"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi. Saya juga tidak menyangka kalau cucu saya sendiri yang menjadi orang terpilih berikutnya. Padahal saya sudah memutuskan untuk mencari cara agar membuat keluarga Alexa menjadi sebuah keluarga manusia biasa seperti manusia pada umumnya. Karena saya tidak mau lagi melihat keluarga Alexa yang akan terancam lenyap dari muka bumi ini. Karena seringnya anggota keluar Alexa yang dijadikan tumbal dan dibunuh oleh orang-orang yang menginginkan sebuah kekuatan jahat untuk berkuasa. Kakek pasti akan melenyapkan kekuatan itu agar kita semua bisa hidup normal." Ucap Tuan Davindra sambil tersenyum getir saat mengingat keluarga Alexa yang hanya tersisa dirinya, anak bungsunya dan cucu dari almarhumah anak pertamanya.
Semua anggota keluarga Alexa yang lainnya sudah tiada karena terus dibunuh oleh manusia-manusia keji yang menginginkan kekuatan jahat.
Semua orang menatap Tuan Davindra dengan tatapan terkejutnya. Jadi itu adalah alasan mengapa keluarga Alexa sangat misterius dan hanya tersisa beberapa orang saja.
Biola menatap Kakeknya dengan tatapan sendunya. Sungguh ucapan terakhir Tuan Davindra dapat membuat Biola terenyuh.
"Jadi apakah ia memang Kakek ku?" Pikir Biola sambil berucap didalam hati. Ia menggenggam liontin hati malaikat yang ia kenakan sambil menatap suaminya yang juga tampak bingung dan tercengang dengan ucapan Tuan Davindra.
Sring....
Tiba-tiba saja pikiran Biola kosong dan menggelap. Biola seolah-olah masuk kedalam sebuah ruang kosong yang sangat gelap. Lalu tak lama dari itu munculah sebuah cahaya yang sangat terang. Cahaya itu semakin lama semakin menyinari ruangan yang gelap itu.
__ADS_1
Potongan-potongan ingatan tiba-tiba muncul didalam memori Biola dengan sangat cepat sehingga membuat Biola tidak bisa menangkap satu potongan iangatanpun. Kepalanya tiba-tiba terasa sangat sakit berbarengan dengan munculnya potongan-potongan ingatan yang muncul sangat cepat itu. Biola benar-benar merasakan sangat sakit dibagian kepalanya, rasanya kepalanya mau pecah saat itu juga.. Dadanya juga terasa sangat sesak, seolah-olah ia menerima sebuah luka yang sangat dalam dihatinya. Ia merasa seperti ditusuk berjuta-juta belati yang sangat tajam. Tapi mengapa? Dan apa? Biola sendiri tidak tahu apa itu. Karena dia tidak bisa menangkap satu serpihan dari iangatan itu yang muncul dengan cepat didalam pikirannya.
Air mata Biola menetes secara sendirinya dan membuat semua orang yang ada diruang tamu itu terkejut. Pandangan Biola menatap kosong kearah depan. Dengan tubuh yang bergetaran.
Semua orang tampak panik dan memanggil-manggil Biola termasuk Tuan Davindra dan Darius.
"Sayang..... sayang..... kamu kenapa? Hei... kenapa kamu nangis?" Tanya Keynan yang memanggil-manggil istrinya tapi istrinya itu tidak merespon ucapannya. Pandangannya menatap kosong kearah depan.
"Biola kamu kenapa?" Tanya Darius panik.
"Cucuku kamu kenapa? Cucuku!" Panggil Tuan Davindra yang juga panik tapi Biola tetap tak merespon ucapan siapapun.
Pak Raihan dan Mama Kania juga berteriak-teriak memanggil-manggil Biola tapi Biola tetap tidak merespon.
Pikiran Biola saat ini sedang melayang-layang. Biola berjongkok diruangan kosong itu dengan memegangi kepalanya yang terasa seperti mau pecah.
Air matanya tak henti-hentinya menetes karena merasakan sakit di bagian kepalanya yang luar biasa ditambah rasa sesak didadanya seperti yang ia rasa saat melihat rumah pohon di Bandung pada waktu itu. (Jika readers lupa silakan baca kembali diepisode 30 thank you)
Tiba-tiba saja terdengar suara canda tawa seorang pria dan seorang wanita yang sedang bercanda, berdebat dan setelah itu juga terdengar suara tangisan seorang wanita dengan begitu lirih dan menaggil-manghil laki-laki yang tadi suaranya sedang bercanda dan berdebat dengannya.
"Eros bangun...!! Hiks... Eros bangun....!! Aku mencintaimu. Aku Elza akan tetap bersamamu eros. Aku gak butuh menjadi penyihir hebat, aku hanya ingin bersamamu. Hiks....." Tangis wanita itu yang bernama Elza.
Biola mendonggakan kepalanya dan menatap sekelilingnya tapi ia tidak menemukan asal dari suara itu. Semuanya tampak putih polos dan tak ada apa-apa. Tak ada apapun disana. yang ada hanyalah tangisan yang sangat menyayat hati dari wanita yang bernama Elza itu.
"TIDAK...!!! Eros jangan menghilang...!!! Jangan...!!! Hiks..." Teriak wanita itu dengan tangisannya yang tak henti-hentinya.
Tiba-tiba saja muncul sebuah bayangan seorang wanita yang memakai pakaian ala-ala bangsawan Inggris pada jaman dahulu. Wanita itu terduduk ditanah dengan berlinang air mata dan mendekap liontin hati malaikat didadanya dengan sebuah cahaya hitam yang mulai menghilang di hadapannya. Cahaya hitam itu berasal dari dalam liontin hati malaikat.
Tapi didunia nya semua orang sudah panik saat melihat Biola tiba-tiba saja meloncat kearah sofa dengan memeluk kakinya dengan air mata yang tak henti-hentinya mengalir dari matanya. Biola juga tiba-tiba berteriak ketakutan yang membuat semua orang terkejut dan khawatir.
Keynan memeluk tubuh istrinya dengan sangat khawatir. Ia sangat takut jika terjadi apa-apa terhadap istrinya dan anak yang ada didalam kandungan istrinya. Keynan mengecup pucuk kepala istrinya karena terlalu panik.
Didalam pikiran Biola, Biola sedang ketakutan karena bayangan itu. Tiba-tiba saja bayangan itu menghilang dan munculah seorang wanita cantik dengan pakain ala-ala bangsawan Inggris pada jaman dahulu seperti pakaian yang dikenakan oleh wanita yang menangis tadi.
Ya, wanita itu adalah wanita yang sama dengan wanita yang menangis tadi. Tapi kali ini auranya sangat berbeda dari wanita yang menangis tadi. Aura dari wanita itu sangatlah dipenuhi dengan kebahagiaan berbeda dengan aura dari wanita yang menangis tadi yang auranya dipenuhi oleh kepedihan dan kesakitan.
Wanita itu mendekati Biola dengan perlahan sehingga membuat Biola tambah ketakutan.
Wanita itu sangat cantik dengan rambut pirangnya. Ia juga mengenakan liontin hati malaikat dileher jenjangnya.
Wanita itu berhenti dihadapan Biola dan tersenyum kearah Biola.
"Aku tidak bisa bersamanya sehingga aku berkali-kali melakukan reinkarnasi dengan harapan bisa hidup bersamanya dan bertemu lagi dengannya. Tapi takdir selalu tidak mempertemukan kita saat aku bereinkarnasi. Sampai reinkarnasiku yang ke 10 ini akhirnya aku bisa bertemu dengannya. Aku adalah kamu, kita itu satu tapi aku yang dulu harus pergi agar aku yang sekarang bisa merasakan kehidupan yang sangat bahagia bersamanya. Bersama Angelous tou erota, Erosku. Sekarang tidak ada yang bisa memisahakn kita lagi. Takdir tidak akan merenggutnya lagi dariku. Hiduplah bahagia besamanya karena penantian panjang ini harus segera diakhiri." Ucap wanita itu saat berhadapan dengan Biola. Wanita itu tersenyum tulus menatap Biola yang saat ini sedang menundukan kepalanya karena ketakutan.
Setelah mengucapkan kata-katanya, wanita itu tiba-tiba menghilang dari hadapan Biola.
Biola mendonggakan kepalanya untuk melihat wanita itu namun wanita itu sudah menghilang dari hadapan Biola.
"Siapa kamu...?! Keluarlah...!!" Teriak Biola sambil berdiri dan mencari keberadaan wanita yang mengatakan kata-kata yang tidak dimengerti oleh Biola.
"Apa yang kamu katakan....??!!! Siapa Eros...??!! Apa maksudnya dengan malaikat cinta...?!!" Teriak Biola yang sudah tahu arti dari kata Angelous tau erota.
__ADS_1
Tak ada jawaban apapun. Disana hanyalah sebuah ruang kosong berwarna putih yang menggemakan sura teriakannya. Tiba-tiba saja Biola merasakan kepalanya sangat berat. Perlahan Biola mulai kehilangan kesadarannya terjatuh diruangan putih itu. Biola tiba-tiba menghilang dari ruangan itu dan menjadi butiran-butiran cahaya yang terang.
•••••••
Didunia nyata semua orang tampak sudah sangat panik. Mama Kania bahkan sudah menelepon Dokter keluarga Kristian dengan membentak Dokter itu saking paniknya.
Keynan terus memeluk Biola yang terlihat panik dan berteriak-teriak tak jelas. Keynan sangat takut jika tingkah istrinya itu akan membahayakan dirinya sendiri dan juga akan berdampak buruk kepada janin yang ada didalam kandungan Biola. Sehingga Keynan hanya bisa memeluknya dengan erat.
Semua orang sangat panik termasuk Tuan Davindra. Tapi pandangan Tuan Davindra mengarah kearah liontin hati malaikat yang tampak bercahaya tapi tidak terlalu terang. Cahaya itu sangat kecil dan redup sehingga tidak ada yang menyadarinya.
Tuan Davindra ingin melepaskan liontin itu dari leher Biola karena dia pikir liontin itulah yang menyebabkan cucunya seperti ini. Tapi belum sempat Tuan Davindra memegang liontin itu Keynan lebih dulu menepis tangan Tuan Davindra.
"Apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Keynan dengan membentak dan masih setia memeluk istrinya yang berteriak-teriak tidak jelas dengan air mata yang mengalir.
Tuan Davindra membuang nafasnya dengan kasar.
"Lihatlah liontin hati malaikat itu." Ucap Tuan Davindra yang membuat semua orang mengarahkan pandangan mereka kearah liontin hati malaikat yang dikenakan oleh Biola.
Mereka sangat terkejut pada saat menyadari kalau liontin hati malaikat itu bercahaya redup.
"I...ini?" Ucap Keynan yang terkejut saat melihat liontin hati malaikat yang dikenakan oleh istrinya itu bercahaya. Tapi cahayanya terlihat redup dan tidak terlalu terang.
"Itulah yang ingin saya katakan. Saya ingin melepaskan liontin hati malaikat itu dari leher cucuku.. Siapa tahu kalau liontin itu dilepaskan dari leher cucuku maka cucuku akan sadar kembali." Jawab Tuan Davindra yang membuat semua orang menatap kearahnya.
"Bi...biar aku saja yang melepaskannya." Balas Keynan yang diangguki oleh Tuan Davindra.
Keynan mulai mengulurkan tangannya untuk menyentuh liontin hati malaikat yang ada dileher jenjang istrinya.
Tapi saat Keynan sudah menggenggam liontin hati malaikat itu dan bermaksud untuk melepaskannya tapi tiba-tiba saja cahaya yang tadinya redup itu kini berubah menjadi cahaya terang yang sangat menyilaukan mata.
Pada detik itu pula Biola pingsan dan jatuh kepelukan Keynan bersamaan dengan hilangnya cahaya terang itu.
Semua orang terbengong dengan apa yang terjadi. Sebuah pertemuan yang seharusnya mengharukan kini berubah menjadi sebuah pertemuan yang sangat menegangkan. Apakah terbongkarnya rahasia tentang liontin hati malaikat juga akan membongkar sebuah cerita kelam tentang liontin hati malaikat?
"Cepat baringkan cucuku dan panggil Dokter. Keadaan cucuku sangat lemah. Ditambah dia sedang mengandung. Saya tidak mau terjadi hal-hal buruk kepada cucu saya." Ucap Tuan Davindra yang membuat semua orang tersadar dari lamunan mereka.
"Ah iya, Dokternya sedang berada diperjalanan." Jawab Mama Kania panik sekaligus terkejut.
Keynan melepaskan genggamannya dari liontin hati malaikat dan membiarkan liontin itu masih berada dileher istrinya.
Dengan telaten dan lemah lembutnya Keynan membaringkan istrinya disofa ruang tamu.
Sungguh semua orang sangat terkejut dengan apa yang terjadi. Sebenarnya apa yang terjadi. Lalu siapakah Elza dan Eros yang ditemui Biola dipikirannya? Semua itu sangat berkaitan dengan liontin hati malaikat.
__________________
Untuk menciptakan part ini author harus pikir ekstra suapaya nyambung dan disukai para pembaca. Sepertinya kehaluan author semakin menjadi-jadi. Author gak tahu apakah kalian suka atau tidak. Karena author semakin sini seperti sedang mendongeng saja 😐😑
Yang suka boleh komen dan kasih like nya juga teman-temannya.
thank you 😘
__ADS_1