Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 53


__ADS_3

Mama Mirna dan Mona hanya bisa menatap kesal kearah pasangan suami istri yang sedanga memamerkan keromantisan dan keharmonisan rumah tangga kecilnya.


"Sialan! Gue harus cepat bertindak dan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik gue." Gerutu Mona didalam hati yang sudah merasa sangat cemburu dengan adegan romantis Keynan kepada istrinya.


"Key, Bi. Minumannya diminum dong jangan dianggurin. Kalian kan baru sampai jadi kalian pasti haus." Ucap Mama Mirna yang tak tahan dengan adegan romantis didepan matanya.


"Hari ini aku kasih kamu minuman tanpa gula untuk mengingatkanmu dimana posisimu berada. Yaitu berada digenggaman tanganku. Kau gak akan pernah merasakan kebahagiaan selama aku Mirna masih bernafas didunia ini. Yang berhak bahagia adalah Putriku Mona. Anak dari wanita murahan seperti mu tidak berhak merasakan kebahagiaan." Batin Mama Mirna kesal.


"Terima kasih atas minumannya Tante." Ucap Keynan sambil menekankan kata Tante lagi kepada Mama Mirna.


Mama Mirna yang lagi-lagi disebut Keynan dengan sebutan Tante pun hanya bisa mengepalkan tangannya dengan kesal dan ia sembunyikan kebelakang badannya agar orang lain tidak bisa melihatnya.


"Sabara Mirna! Inget dia adalah calon suami sempurna untuk anakmu Mona. Jadi kamu harus sabar dengan ucapannya untuk sekarang." Gumam Mama Mirna sambil memejamkan matanya menahan emosinya.


Keynan pun mengambil meminumannya begitu juga Biola.


Tapi pada saat Biola ingin mengambil minumannya tiba-tiba tangan dan suara Keynan mencegahnya.


"Sayang jangan diminum!!" Cegah Keynan kepada istrinya dengan nada membentak sehingga membuat Mama Mirna dan Mona kaget.


Sementara Biola hanya menyengitkan alisnya kearah suaminya karena bingung.


Keynan hanya tersenyum melihat istrinya kebingungan. Lalu ia menatap wajah Mama Mirna dan Mona yang sedang panik. Takut rencana kecil mereka untuk memperingati Biola diketahui oleh Keynan.


Keynan hanya bisa tersenyum sinis saat melihat Ibu dan anak itu panik.


"Ingin mengerjai istriku? Kalian gak berhak dan gak pantas karena yang pantas mengerjai istriku hanyalah aku seorang." Gumam Keynan.


"Ehem....maksud aku kita minum satu gelas berdua aja. Pasti romantis deh." Jelas Keynan dengan tak tahu malunya dihadapan Ayah mertuanya.


Pak Bayu hanya bisa terkekeh melihat tingkah menantunya dan kagum kepada menantunya yang bisa melelehkan hati es Putri sulungnya.


Sementara Mama Mirna dan Mona menghirup nafasnya dengan lega karena mereka pikir Keynan sudah mengetahui rencananya untuk mengerjai istrinya.


Keynan sengaja memamerkan keromantisannya kepada Biola untuk menyindir posisi Mona yang sudah terlihat jelas niatannya untuk menggodanya. Keynan ingin memberikan pelajaran kecil kepada ibu dan anak itu karena ingin mengerjai istrinya. Dengan membuat mereka ketakutan sesaat karena rencana licik mereka.

__ADS_1


Biola yang mendengar ucapan Keynan pun menginjak kaki suaminya dengan kesal. Dari tadi Biola sudah kesal karena Keynan mendudukannya dipangkuannya dihadapan orang tuanya dan pada saat ini juga masih belum Keynan lepas. Ditambah dengan ucapan Keynan yang membuat Biola tambah emosi.


"Apakah aku harus membuang suamiku ke kali saking kesalnya?" Gerutu Biola didalam hati.


"Aku minum ini aj... ......" Belum sempat Biola mengambil gelasnya dengan sengajanya Keynan menendang meja kecil itu dengan lututnya sehingga menumpahkan minuman yang ada diatas meja.


"Oh... maaf aku tidak sengaja." Ucap Keynan pura-pura panik dan memberesihkan meja itu dengan tisu.


"Eh... Key gak usah. Itu biar Bi Sumi aja yang bersihin." Ucap Mama Mirna pura-pura panik pada saat melihat Keynan memberesihkan minuman yang tumpah diatas meja.


Jauh dilubuk hati terdalam Mama Mirna sedang memaki-maki sikap Keynan yang seolah-olah tau rencananya.


"Sepertinya akan sulit untuk merebut Keynan dari Biola. Terbukti dari sikap Keynan yang seolah-olah mengetahui rencanaku." Gumam Mama Mirna dengan kesalnya.


•••••


Mama Mirna, Mona, Biola dan Keynan saat ini sudah berada diatas meja makan untuk makan malam. Sedangkan Pak Bayu masih berada dikamarnya karena masih sakit dan sudah makan malam dengan bubur terlebih dahulu.


"Key, Bi. Kalian nginepkan untuk malam ini?" Tanya Mama Mirna yang mulai melancarkan aksinya lagi.


"Bagai mana sayang? Apa malam ini kamu ingin menginap disini atau tidak?" Tanya Keynan melempar pertanyaan Mama Mirna kepada Istrinya.


"Terserah kamu saja." Ucap Biola cuek dan menikmati makanannya.


"Baiklah sayang, karena terserah padaku jadi bagai mana kalau kita menginap. Kebetulan besok akhir pekan. Aku juga sangat ingin tidur ditempat tidur mu sayang. Pasti akan sangat menyenangkan." Jawab Keynan menggoda istrinya sambil mengusap Paha istrinya yang ada disebelahnya dan menyingkap gaun selutut istrinya yang menutupi paha indah Istrinya sambil menekankan kata Tidur kepada istrinya.


Uhukk.... Uhukk...


Biola tiba-tiba tersedak makanan pada saat Keynan mengelus pahanya disaat Biola sedang menyantap makan malamnya dengan sangat tenang.


Dengan sigap Keynan mengambilkan segelas air putih untuk istrinya yang sedang tersedak.


"Ya ampun sayang! Kenapa kamu bisa tersedak? Makannya kalau makan tuh hati-hati." Ucap Keynan pura-pura panik dengan muka tanpa dosa dan membantu istrinya untuk minum.


Biola menatap Keynan malas. Dia sungguh ingin sekali menceburkan suaminya ke kali. Sungguh Biola sangat kesal dengan tingkah Keynan yang aneh sejak dia memasuki kekediaman keluarga Anggara.

__ADS_1


Keynan yang ditatap istrinya pun hanya bisa tersenyum didalam hati.


"Menggodamu ditengah ibu tiri dan adikmu membuatku sangat tertantang sayang. Apa lagi melihat tingkah Mona yang berusaha untuk mendekatiku, aku jadi merasa membutuh perlindungan dari istri patung es tercintaku. Dan memperlihatkan posisi Mona yang tidak akan pernah punya kesempatan merebut aku dari istri tercintaku. Yang di inginkan Ibu dan anak itu hanyalah uang keluarga Kristian dan aku tidak akan pernah membiarkan rencana mereka berhasil dan menjauhkanku dari istriku. Untuk malam ini aku akan mengikuti semua rencana licik Ibu dan anak itu untuk mengetahui lebih detail tentang rencana licik mereka." Gumam Keynan yang sudah menebak rencana licik Mama Mirna dan Mona.


"Hati-hati dong Bi makan nya." Ucap Mama Mirna dengan wajah paniknya atau lebih tepatnya pura-pura panik.


"Cih! Makan aja bisa tersedak dasar wanita kampungan. Lihat aja nanti, gue pasti akan merebut posisi Nyonya Muda keluarga Kristian yang seharusnya menjadi milik gue." Cibir Mona didalam hati sambil menatap tidak suka ke arah Keynan yang dengan sigapnya membantu istrinya yang tersedak minum segelas air putih.


••••••


Setelah makan malam usai Keynan dan Biola menuju ke kamar Biola dikediaman keluarga Anggara untuk istirahat.


Dengan semangat 45 Keynan membuka pintu kamar Biola. Dia sangat penasaran dengan kamar yang sering istrinya tinggali sejak kecil sampai menginjak usia remaja.


Cklek....


Keynan membuka pintu kamar yang dulu pernah ditempati oleh istrinya. Terlihat Keynan sangat menyukai dekorasi kamar istrinya yang sederhana tapi mencerminkan sifat istrinya yang dingin dan cuek.


Mama Mirna dan Mona tidak menghancurkan kamar Biola pada saat Biola memutuskan untuk tinggal di asrama karena Pak Bayu setiap pulang kerja pasti akan ke kamar Putri sulungnya dengan raut wajah bersalah dan sedihnya.


Pak Bayu kadang tertidur dikamar Putri sulungnya sambil mendekap poto seorang wanita cantik yang terlihat sangat lemah dengan alat medis penopang hidupnya.Wanita itu berpakaian rumah sakit dan duduk bersenderan diberangkar rumah sakit dengan infus ditangannya sedang menggendong seorang bayi mungil yang sangat menggemaskan sambil tersenyum menatap bayi yang ada didekapannya.


Poto itu adalah poto ibunya Biola yang sedang menggendong Biola pada saat Biola masih bayi. Dan baru terlahir beberapa jam.


Poto itu menjadi saksi bagi Pak Bayu kalau dia pernah memiliki keluarga bahagianya dulu. Bersama istri pertamanya dan anak pertama mereka meski itu hanya beberapa jam saja karena istrinya tidak bisa bertahan lama bersamanya dan sang buah hati yang tergolong masih berumur beberapa jam terlahir kedunia. Karena sang Ibu harus segera pergi meninggalkan anak dan suaminya untuk selama-lamanya.


Pak Bayu kadang meneteskan air matanya pada saat mengingat masalalunya bersama almarhumah istri pertamanya.


Pak Bayu terus menggerutuki kelemahannya terhadap Ibunya yang membuat kehidupan rumah tangganya menjadi sangat kacau.


"Maafkan aku sayang. Aku tidak bisa menjaga putri kita dengan baik." Itulah kata yang Pak Bayu ucapkan setiap kali Pak Bayu mengingat almarhumah istrinya dan mengingat perubahan sikap Putri sulungnya yang menurutnya karena ulahnya.


_______________________


**Maaf ya guys aku telat up. Soalnya aku ketiduran 😴 dan lupa kalau belum up.

__ADS_1


Sekali lagi maafin ya🙇**


__ADS_2