
Mama Mirna menatap Oma Laras dengan takut, takut jika Oma Laras mendengar semua pengakuannya kepada Pak Bayu.
Mama Mirna benar-benar lupa kalau dia mengundang Oma Laras pada malam ini. Dia benar-benar melupakan Oma Laras saking fokusnya dengan rencana liciknya.
"I...i...ibu ka....."
PLAAKKK.....
Satu tamparan mendarat dipipi Mama Mirna pada saat Mama Mirna ingin berbicara kepada Oma Laras.
Oma Laras tak ingin mendengar perkataan dari menantunya lagi jadi dia menampar Mama Mirna karena emosi yang sangat tinggi. Wanita paruh baya itu menatap kecewa ke arah menantunya. Dia sudah cukup sakit hati saat mendengar pengakuan Mama Mirna dibalik pintu.
"Bu itu tidak seperti yang Ibu dengar. Ibu percayakan sama Mirna kan? Mirna hanya terbawa emosi karena Bayu tidak mau mengakui Mona sebagai anaknya. Tapi yang Mirna ucapkan itu bohong Bu. Ya, yang Mirna ucapin itu bohong Bu. Mona tetap cucu Ibu." Mama Mirna berusaha menjelaskan kebohongan kepada Oma Laras dengan gelagapan.
Oma Laras menatap menantunya itu dengan penuh emosi. Wanita paruh baya itu berusaha bersabar dan tenang agar penyakit jantungnya tidak kambuh. Dia sangat ingin menghakimi Mama Mirna sekarang juga jadi dia harus berusaha kuat.
Sementara Pak Bayu hanya bisa menatap Ibunya tak percaya, tak percaya kalau Ibunya akan menampar menantu kesayanhannya.
"Kamu pikir saya bodoh, kamu pikir semua anggota keluarga Anggara ini bodoh hah...!!!!
Sehingga kita semua dapat kamu bodohi selama-lamanya. Bahkan setelah mendengar pernyataanmu tentang cucuku,,, ah... bukan, tetapi anak harammu dari mulutmu sendiri, aku tidak akan mempercayainya? Kau pikir saya ini sudah hidup berapa tahun sehingga bukti didepan matapun saya pura-pura tidak mendengarkannya dan tidak mempercayainya. Kau pikir saya bocah berumur 5 tahun yang bisa dengan mudahnya kau bodohi hah...??!!!!" Bentak Oma Laras yang tidak bisa menahan emosinya.
"Kau wanita murahan! Berani-beraninya kau menipuku dan keluargaku. Saya telah salah memilihmu dan membantumu menjadi menantu keluarga Anggara. Saya selama ini telah dibodohi oleh mu sehingga mata saya selalu ditutupi dari kebenaran dan selalu memihak kejahatan.!!!" Bentak Oma Laras lagi kepada Menantunya.
Oma laras menatap Mama Mirna dengan mata yang sudah memerah karena amarahnya.
Mama Mirna yang sudah disudutkanpun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia tidak bisa berbohong lagi karena kebohongannya telah terbongkar. Yang bisa dia lakukan saat ini hanyalah melawan.
"Sudahlah.... kebohonganku sudah terbongkar yang aku bisa lakukan adalah membunuh kedua manusia yang ada dihadapanku dan mengambil harta mereka dengan paksa lalu hidup bahagia dengan Mona dan pacarku Miko." Batin Mama Mirna sambil menyeringai.
"Hahaha..... Ya! Seluruh keluarga Anggara memang bodoh!! Kau dan anakmu itu bodoh. Kalian telah aku mamfaatkan selama ini dan tak ada dari kalian yang mengetahuinya. Keluarga yang bodoh. Hahahaa......" Teriak Mama Mirna sambil tertawa seperti orang gila karena dia sudah tak peduli lagi dengan rencananya yang gagal.
"KAU...... IBLIS!!!!!" Bentak Oma Laras dengan kesalnya dan mengepalkan tangannya.
"Siapa yang kau bilang iblis Nyonya? Aku?!" Tanya Mama Mirna sambil menunjuk dirinya sendiri dan tersenyum sinis.
"Seharusnya kau ngaca Nenek tua!!! Selama ini yang memperlakukan cucu kandungmu dan menantu pertamamu dengan kejam itu siapa? Kau bahkan tidak mengakui cucu kandungmu dan malah memanjakan cucu orang lain. KAU YANG IBLIS!!! KAU SANGAT BODOH!!!" Bentak Mama Mirna sambil menunjuk Oma Laras.
__ADS_1
Oma Laras terkejut mendengar pengakuan Mama Mirna tentang cucu kandung nya.
"Bi...Bi...Biola cu...cucu kandungku?" Tanya Oma Laras gugup.
Selama ini Oma Laras tak pernah mempercayai anaknya Bayu karena Oma Laras pikir anaknya itu telah dibutakan oleh cinta sehingga dia tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah tapi nayatanya dialah yang dibutakan oleh kebencian karena ke keras kepalaannya dan lebih mempercayai ucapan Mama Mirna yang mengatakan Biola bukanlah cucunya.
Tapi sekarang dia sangat tercengang pada saat mendengar pengakuan langsung dari Mama Mirna.
"Ya! Kau manusia terbodoh sedunia. Kau wanita tak punya hati yang pernah aku lihat didunia ini jadi kau adalah manusia paling gampang untuk aku bodohi dan aku rebut hartanya. KAU ADALAH SEORANG IBU KEJI YANG MEMISAHKAN ANAKNYA DARI CINTANYA." Bentak Mama Mirna yang berusaha membuat Oma Laras tambah marah.
"DIAM KAU WANITA MURAHAN!!!!" Teriak Pak Bayu yang juga kesal mendengar Mama Mirna membentak Ibunya.
"Apa? Laki-laki pengecut sepertimu memang bisa apa? Cih!!!" Mama Mirna meludah didepan Pak Bayu.
PLAAKKK....
Pak Bayu menampar Mama Mirna lagi saking kesalnya sehingga Mama Mirna tersungkur kelantai.
"Kau wanita gila!!" Bentak Pak Bayu sambil menunjuk Mama Mirna.
Mama Mirna yang ditamparpun hanya tersenyum sinis melihat Oma Laras yang penyakit jantungnya sudah kambuh. Mama Mirna sengaja mengakui kejahatannya dan menyalahkan Oma Laras karena dia tahu kalau Oma Laras memiliki riwayat penyakit jantung.
Pak Bayu melihat Ibunya yang terus memegangi dadanya pun jadi panik. Tubuh Pak Bayu masih lemah tapi dia berusaha menghampiri tubuh Ibunya dan memegang tubuh Ibunya agar tidak terjatuh.
"Cu...cucuku... cucuku...Biola cucuku. Maafkan Oma..... maafkan Oma... cucuku Biola." Oma Laras menagis sambil memegangi dadanya.
"Bu, ada apa dengan Ibu? Ibu harus tenang, kalau tidak penyakit jantung Ibu akan kambuh." Ucap Pak Bayu panik.
Tapi ucapan Pak Bayu tidak didengar oleh Oma Laras. Oma Laras terus menerus memanggil-manggil nama Biola lalu tak berapa lama Oma Laras pun tak sadarkan diri.
"Bu, bangun!!! Ibu...." Teriak Pak Bayu panik saat melihat Ibunya sudah tak sadarkan diri.
Pak Bayu terus mengguncang-guncangkan tubuh Ibunya. Berharap Ibunya itu akan bangun tapi usahanya itu sia-sia. Ibunya tak kunjung bangun.
"Hahaha... mati saja kau Nenek tua.!!!" Teriak Mama Mirna kepada Oma Laras.
Pak Bayu menanatap Mama Mirna dengan tajam.
__ADS_1
"Diam kau wanita gila!!!!" Bentak Pak Bayu sambil memapah tubuh tak sadarkan diri Ibunya dengan tubuhnya yang lemah.
Pak Bayu meningalkan Mama Mirna yang masih tertawa seperti orang gila. Karena yang lebih penting saat ini adalah nyawa Ibunya.
Pak Bayu menyuruh supirnya untuk menyiapkan mobil dan membawa Oma Laras kerumah sakit.
Sang supir hanya bisa menatap bingung kepada Tuan Besarnya dan keluarga dari Tuan Besarnya yang sangat ribut malam ini.
Oma Laras sendiri masih tak menyangka dengan apa yang dia dengar pada malam ini. Jika dia tidak datang pada malam ini mungkin dia tak akan mengetahui kebenaran yang sesungguhnya dan akan tetap membela Mama Mirna dan Mona.
Flashback On
Oma Laras pada awal merasa heran melihat kediaman putranya yang tampak sepi. Lalu tak berapa lama ia mendengar suara teriakan seorang laki-laki dari lantai 2.
Oma Laras menengadahkan pandangannya kelantai 2. Ia melihat Biola berlari kearah kamarnya dengan terburu-buru. Ia merasa heran dengan tingkah Biola.
"Ada apa dengan anak haram itu? Kenapa dia bisa datang kerumah ini lagi?" Pikir Oma Laras. Tapi dia tidak memperdulikan Biola lagi yang dia pedulikan adalah putranya yang saat ini sedang sakit.
Oma Laras berjalan kekamar Putranya dan mengalihkan pandangannya ketempat tujuannya. Bertepatan saat Mona keluar kamar Biola dengan tertatih-tatih. Sehingga Oma Laras tidak melihat keberadaan Mona.
Saat Oma Laras berada tepat didepan pintu kamar putranya, Oma Laras tak sengaja mendengar pertengkaran anaknya dan menantunya.
Oma Laras pada awalnya ingin memarahi anaknya karena telah membentak menantu kesayangannya. Namun saat ia ingin membuka gagang pintu kamar putranya ia dikejutkan dengan ucapan Mama Mirna yang mengakui kelicikannya.
Oma Laras mengepalkan tangannya karena emosi. Ia berusaha untuk tetap tenang agar bisa menghadapi menantu liciknya.
Oma Laras membuka pintu kamar putranya dan mengagetkan Mama Mirna dan Pak Bayu yang ada didalam.
Flashback Off
______________________________
**Sutt.... manteman jangan tanyakan keberadaan Biola dan Keynan karena saat ini mereka sedang memadu kasih didalam kamar.
Heran aku, disaat kekacauan seperti ini kok bisa ya Keynan dan Biola asik-asikan diatas kasur?
Hahaha..... author gabut.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya guys 😘**