Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 95


__ADS_3

"Culik dia dan bawa dia ke markas secepatnya!" Perintah Pak Bayu kepada anak buahnya sambil melemparkan foto seorang wanita paruh baya ke arah mejanya.


Salah satu anak buah Pak Bayu di kelompok mafia Angel's heart mengambil foto itu dan terkejut pada saat ia melihat foto seorang wanita yang ingin Pak Bayu culik.


"Tapi Tuan, ini kan... ....."


"Gak ada tapi-tapian! Aku yakin kalian sudah mengenal orang yang ada di dalam foto itu jadi aku tidak perlu memperjelasnya lagi. Karena kalian pernah bertemu wanita itu saat kalian membawa anggota baru dari Indonesia dan keluarganya ke Inggris." Bentak Pak Bayu yang membuat anak buahnya terdiam seketika.


"Baik Tuan!" Jawab semua anak buah Pak Bayu sambil keluar dari ruangan Pak Bayu.


"Setelah meninggalnya Mona, aku tidak akan mengundur-ngundur waktu lagi Mirna, Miko. Selama ini yang membuatku terus mengundur-ngundur waktu untuk balas dendam kepada kalian karena aku memikirkan perasaan Mona. Dendamku kepada kalian harus aku selesaikan secepatnya. Kalian sudah banyak merenggut nyawa tak bersalah dan menghancurkan kebahagian keluargaku. Aku akan membalaskan semua dendamku kepada kalian dan pembalasan dendamku akan dimulai dari wanita murahan itu." Ucap Pak Bayu sambil tersenyum licik.


•••••••


"Hei! Kenapa Wakil pimpinan ingin menculik istrinya si Miko?" Tanya salah satu anggota Angel's heart kepada rekannya saat mereka sudah keluar dari dalam ruangan Pak Bayu.


"Mana aku tahu! Kita hanya menjalankan misi." Balas rekannya.


"Iya si, tapi bagai mana dengan pimpinan? Apakah Tuan Darius mengetahuinya?" Tanya nya kembali kepada rekannya.


"Mau Tuan Darius tau atau enggak, itu bukan urusan kita. Lagian Tuan Darius gak akan peduli kepada keluarga si Miko. Yang pimpinan pedulikan itu nyawa anak buahnya. Jika ada musuh atau orang yang membunuh anak buahnya maka Tuan Darius akan turun tangan dan akan mengahancurkan orang-orang itu." Jawabnya yang membuat si penanya mengangguk menegrti.


Merekapun mulai pergi menuju apartemen mewah milik Miko dan Mama Mirna.


••••••


Didalam apartemen mewah milik Mama Mirna dan Miko terlihat sepi seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan didalamnya.


Meski sudah beberapa hari sejak kematian Mona tapi Miko dan Mama Mirna masih tetap berduka atas kepergian anak mereka. Mama Mirna masih menangis didalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya dengan rapat.


Sementara Miko masih terdiam didalam kamar Putrinya dengan beberapa botol bir yang berserakan dilantai kamar Putrinya.


"Putriku... Ayah pasti hic... akan membalaskan dendam untuk mu... Ayah akan membunuh si Bayu sialan itu dan putrinya." Ucap Miko dengan cegukan dan mata yang terpejam karena sudah sangat mabuk berat.


Flashback On


Miko melihat secarik kertas yang ada diatas nakas dikamar putrinya.


Dengan tubuh yang lunglai karena mabuk Miko berjalan kearah nakas dan mengambil secarik kertas itu. Miko mendudukan tubuhnya diatas kasur sambil membuka secarik kertas itu dan mulai membaca isi dari secarik kertas yang ia ambil dari atas naskas dikamar putrinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mama selamat tinggal.....


Aku menyayangi Mama tapi aku tidak bisa mengakui psikopat itu sebagi Ayah kandungku.


Sejak dia datang dan hadir kedalam kehidupanku, kehidupanku jadi kacau balau. Aku gak sanggup lagi untuk hidup. Ditambah dengan anak yang ada didalam kandunganku. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan kehidupanku akan seperti apa nantinya.


Apa lagi saat mendengar kekacauan yang terjadi dikeluaga Anggara karena Mama dan pesikopat itu.


Sampai kapanpun Ayahku hanyalah Ayah Bayu seorang. Walaupun aku tahu kasih sayangnya hanya untuk Biola seorang. Jujur saja aku sangat iri kepada Biola dan pernah bersekongkol dengan Mama untuk membunuh Biola agar aku bisa mengusai kasih sayang dan harta keluarga Anggar seorang diri.


Tapi sayangnya Tuhan masih menyayangingnya dan membiarkan dia selamat dari maut yang telah aku dan Mama rencanakan untuknya.


Andai saja rencanaku dan Mama pada waktu itu berhasil, pasti aku akan mendapatkan kasih sayang sepenuhnya dari Ayah hanya untukku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Itulah isi surat yang ditulis oleh Mona sebelum Mona bunuh diri.


Miko yang membaca surat itu hanya menangkap isi bagian surat yang terakhir. Ia berpikir kalau selama ini putrinya selalu menderita dan tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Pak Bayu.


Miko sangat kesal saat membaca isi surat itu dan berpikir untuk membalaskan dendam putrinya kepada Pak Bayu terutama Biola yang harus Miko bunuh dengan sangat sadis karena Miko pikir Biola lah yang paling membuat Mona menderita.


Sungguh Miko tidak sadar akan posisinya yang membuat hidup Mona menderita. Dia melampiaskan amarahnya kepada korbannya yang memang sudah sewajarnya berbuat seperti itu. Karena bagai manapun hubungan Ayah dan anak lebih kental dari pada darah.


Meski pada waktu itu Pak Bayu belum tahu kalau Mona itu bukan anaknya. Tapi dia bisa merasakan kalau didalam dirinya seperti tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Mona. Sementara dengan Biola, Pak Bayu bisa merasakan hubungan darah yang sangat erat ketimbang dengan Mona.

__ADS_1


Itu sebabnya Pak Bayu sangat menyayangi Biola anak kandungnya yang menderita ketimbang Mona yang tidak memiliki hubungan darah apapun dengannya dan mendapatkan kasih sayang yang berlebih dari keluarga Anggara yang seharusnya menjadi milik Biola seorang.


Flashback Off


PRANG......


Lagi-lagi karena marah Miko membanting botol minuman beralkoholnya untuk yang kesekian kalinya.


"MANA BIR KUU....!!! BERIKAN AKU BIR...!!!" Teriak Miko yang menyadari kalau minuman beralkoholnya sudah habis.


Mama Mirna yang mendengar teriakan Miko hanya terdiam dikamarnya. Ia sudah tidak mau memperdulikan Miko pacarnya lagi. Dia masih berduka atas kepergian putrinya yang membuat hatinya serasa seperti mati pada saat putrinya bersimbah darah dilantai.


"SIAL! MANA BIR KU..!! MIRNA APA KAU TULI...??!!! BERIKAN AKU BIR...!!" Teriak Miko dengan kerasnya.


Merasa teriakannya tidak dianggap, akhirnya Miko pun memutuskan untuk turun kekamarnya dan Mama Mirna tempat Mama Mirna saat ini mengurung diri.


Brak....Brak....Brak....


"MIRNA BUKA PINTUNYA..!! BERIKAN AKU BIR...!!" Teriak Miko dibalik pintu kamar Mama Mirna yang sengaja Mama Mirna kunci.


Didalam kamar, Mama Mirna tampak ketakutan dan duduk dipojokan kamarnya dengan tubuh yang bergetar ketakutan.


"BUKA PINTUNYA MIRNA!!!" Teriak Miko lagi sambil menggedor pintu kamar Mama Mirna.


"Sial! Dasar wanita tidak berguna!!" Umpat Miko.


BRAK.....


Dengan kesalnya Miko mendobrak pintu kamar Mama Mirna. Dan membuat Mama Mirna tambah ketakutan.


Miko tampak mencari keberadaan Mama Mirna dan menemukan Mama Mirna yang sedang duduk dipojokan kamarnya dengan tubuh yang bergetar ketakutan.


"BERIKAN AKU BIR...!!" Teriak Miko sambil mencengkram kerah baju Mama Mirna.


"Ba..baik le...lepaskan aku dulu." Ucap Mama Mirna dengan keringat dingin bercucuran.


"CEPAT DAN JANGAN BUAT AKU MENUNGGU!!" Bentak Miko sambil menghempaskan tubuh Mama Mirna kelantai.


Mama Mirna keluar dari apartemennya dengan wajah kacaunya yang dipenuhi oleh air mata dan tubuhnya yang bergetar ketakutan.


Dari kejauhan tampak dua orang pria memakai masker dan hoodie sedang mengikuti Mama Mirna dari arah belakang. Kedua pria itu adalah anggota kelompok mafia Angel's heart yang diperintahkan oleh Pak Bayu untuk menangkap Mama Mirna.


Mama Mirna mulai menjalankan mobilnya untuk membeli Bir. Kedua orang suruhan Pak Bayu itu mulai mengikuti Mama Mirna dan pada saat Mama Mirna melewati jalanan sepi, kedua pria itu menghadang mobil Mama Mirna. Sehingga membuat Mama Mirna terkejut dan menginjank rem secara mendadak.


Kedua pria itu turun dari dalam Mobilnya dan mengetuk jendela mobil Mama Mirna.


Dengan Kesalnya Mama Mirna menurunkan kaca pintu mobilnya dan memarahi kedua pria itu.


"Siapa kalian!?? Kenapa kalian menghalangi Mobilku!!" Teriak Mama Mirna yang tidak digubris oleh kedua pria itu.


Salah satu dari pria itu memukul punggung leher Mama Mirna dengan keras setelah Mama Mirna membuka kaca mobilnya dan memarahi kedua pria itu. Mama Mirna jatuh pingsan didalam Mobilnya.


"Kamu kembali ke mobil dan bawa mobil kita. Biar aku yang bawa wanita ini dan mobilnya." Perintah pria yang memukul Mama Mirna dan diangguki oleh rekannya.


••••••


"Dimana wanita itu! Kenapa dia sangat lama hanya untuk membeli bir." Kesal Miko yang sudah lama menunggu bir pesanannya.


Ting...


Satu pesan masuk kedalam handphonenya Miko. Dengan malasnya Miko meraih ponselnya dan melihat pesan yang baru saja masuk kedalam ponselnya.


Dengan penglihatan yang buram karena sudah terlalu mabuk, Miko berusaha membaca isi pesan yang masuk kedalam ponselnya.


Miko segera duduk tegak saat melihat pengirim dari pesan itu yang tak lain dari kelompok mafia Angel's heart.


Didalam pesan itu tertulis kepada Miko untuk berkumpul dimarkas besar kelompok mafia Angel's heart.

__ADS_1


"Sial! Kenapa harus sekarang." Umpat Miko sambil berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci mukanya yang kusut karena mabuk. Dan bersiap-siap untuk pergi kemarkas besar kelompok mafia Angel's heart.


•••••••


Didalam sebuah ruangan kosong yang sangat kotor dengan warna darah kecoklatan yang sudah lama mengering didalam markas besar kelompok mafia Angel's heart, terdapat seorang wanita paruh baya yang sedang terbaring tak sadarkan diri dilantai yang dipenuhi darah yang sudah lama mengering itu.


Kaki dan tangan dari wanita paruh baya itu di ikat dengan sangat kuat. Ditambah mata dari wanita paruh baya itu ditutupi oleh kain berwarna hitam.


Wanita paruh baya itu tak lain adalah Mama Mirna yang sedang disekap diruangan tempat setiap sandera yang ditangkap oleh kelompok mafia Angel's heart di interogasi dan di hukum mati dengan sangat sadis dan kejam.


Dari luar ruangan terdapat suara langkah kaki seseorang yang mendekat kearah ruangan itu.


Suara langkah kaki itu tak lain adalah suara langkah kaki dari Pak Bayu. Pak Bayu membuka ruangkan tempat Mama Mirna disekap. Ia memandang rendah kearah Mama Mirna yang sedang terbaring tak sadarkan diri dilantai.


"Bawakan aku seember penuh air es yang sangat dingin!" Perintah Pak Bayu kepada anak buahnya.


"Baik Tuan." Jawab anak buah Pak Bayu lalu berlalu keluar ruangan dan tak lama kemudian anak buah Pak Bayu itu datang dengan seember penuh air es.


"Siram dia dengan air itu!" Perintah Pak Bayu sambil menunjuk kearah Mama Mirna.


"Baik Tuan!" Jawab Anak buah Pak Bayu.


Dengan patuhnya anak buah Pak Bayu itu menyiram tubuh Mama Mirna yang tak sadarkan diri dengan air es yang sangat dingin.


BYURRR...


Semua air es itu menyiram seluruh tubuh Mama Mirna yang tak sadarkan diri.


Mama Mirna langsung tersadar dari pingsannya dengan begitu terkejut dan tubuh yang menggigil kedinginan.


"Dimana ini? Kenapa mataku ditutup? Dan kenapa tangan dan kakiku di ikat?" Tanya Mama Mirna dengan kagetnya dan merasakan kalau tangan dan kakinya di ikat ditambah matanya yang ditutup.


"Lepaskan tutup matanya!" Perintah Pak Bayu kepada anak buahnya.


"Siapa kamu?!" Teriak Mama Mirna yang mulai panik saat mengetahui ada orang lain disekitanya.


Pertanyaan Mama Mirna diabaikan dan tidak ada seorang pun yang menjawabnya. Anak buah Pak Bayu mulai membuka penutup mata Mama Mirna.


"Siapa kamu?! Kenapa kamu menculikku?" Tanya Mama Mirna setelah penutup matanya dilepas dan melihat Pak Bayu yang masih menggunakan topeng diwajahnya.


"Siapa aku? Aku yakin kamu sangat mengenal aku. Bukankah begitu wanita murahan!" Ucap Pak Bayu dengan nada dinginnya.


Mendengar suara laki-laki yang menculiknya membuat Mama Mirna teringat dengan suara Pak Pak Bayu yang sama persis dengan suara penculinya. Tapi dengan cepat Mama Mirna menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.


"Gak! Gak mungkin! Aku pasti salah. Si pengecut Bayu itu pasti sudah mati karena ditingal mati oleh Ibunya. Laki-laki dihadapanku itu gak mungkin si Bayu. Karena si Bayu gak akan pernah bertindak seperti ini." Pikir Mama Mirna sambil berucap didalam hati.


"Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu! Apa mau mu?" Teriak Mama Mirna sambil berusaha melepaskan ikatannya yang tentu saja usahanya itu sia-sia karena ikatan Mama Mirna sangatlah kuat dan tidak bisa dilepas dengan mudah.


"Cih! Ingatlah aku dengan pelan-pelan sampai kamu mati." Ucap Pak Bayu sambil mengeluarkan sebuah botol kecil dari dalam saku jas nya.


"Apa itu? Apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Mama Mirna dengan paniknya.


"Buka mulutnya!" Printah Pak Bayu kepada anak buahnya yang langsung dituruti oleh anak buahnya.


Anak buah Pak Bayu memaksa Mama Mirna untuk membuka mulutnya. Dan Pak Bayu membuka tutup botol itu.


Mama Mirna berusaha menutup mulutnya namun usahanya sia-sia. Pak Bayu sudah meminumkan isi dari botol kecil itu kepada Mama Mirna.


"Apa yang kau masukan kedalam tubuhku?!" Tanya Mama Mirna dengan nada tinggi.


"Sesuatu yang pernah kamu masukan kedalam tubuhku dulu tapi semuanya gagal dan aku masih hidup sampai sekarang. Kamu tenang saja, jangka waktu dari obat yang aku berikan kepadamu sangatlah cepat, berbeda dengan obat yang kamu berikan kepadaku dulu yang jangka waktunya lama. Tapi rasa sakit dari obat yang aku berikan kepadamu lebih sakit 10 kali lipat dari obat yang kamu berikan kepadaku dulu. Nikmatilah satu minggu terakhirmu dengan penderitaan diruangan ini. Aku akan datang setiap hari dan menyaksikan penderitaanmu karena obat itu dan karena siksaan dari anak buahku. Aku tidak akan mengotori tanganku hanya untuk membunuh lalat kecil sepertimu." Jawab Pak Bayu dengan nada dinginnya.


"Ganti ikatannya dengan rantai dan pasangkan pemberat dikakinya!" Perintak Pak Bayu kepada anak buahnya lalu pergi meninggalkan ruangan Mama Mirna.


"Baik Tuan." Jawab anak buahnya.


Sementara Mama Mirna hanya mematung ditempatnya saat mendengarkan ucapan Pak Bayu.

__ADS_1


"Ja...jadi dia benar-benar Bayu si pengecut itu!?" Ucap Mama Mirna didalam hati dengan tak percayanya saat menyadari ucapan Pak Bayu.


"Hukumanmu sangatlah singkat dan akan berakhir setelah satu minggu dari sekarang. Tapi penderitaan istri dan putriku juga keluarga Anggara yang telah kamu hancurkan sudah lebih dari berpuluh-puluh tahun lamanya. Sungguh aku tidak bisa menerima hukuman singkatmu. Tapi aku harus menyelesaikanmu cepat atau lambat." Ucap Pak Bayu didalam hati sambil berlalu keruangannya.


__ADS_2